$PGEO
Kinerja Keuangan
Laba Bersih: PGE mencatatkan laba bersih sebesar US$68,93 juta hingga kuartal II 2025. Perusahaan juga membukukan laba bersih tahunan sebesar Rp2,61 triliun pada tahun 2024.
Pendapatan: Pendapatan PGEO di kuartal II 2025 tumbuh secara year-on-year (yoy) mencapai US204,85 juta. Pada kuartal I 2025, pendapatan tercatat sebesar US101,51 juta.
Kapasitas Terpasang: Kapasitas terpasang PGE terus bertambah, salah satunya berkat beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 pada akhir Juni 2025 yang menambah 55 MW ke jaringan listrik nasional.
Harga Saham
Harga Penutupan Terakhir: Harga penutupan saham PGEO pada 1 Agustus 2025 adalah Rp1.685.
Pergerakan Harga: Saham PGEO mengalami kenaikan sebesar 1,81% pada penutupan perdagangan 1 Agustus 2025.
Rentang Harga: Dalam rentang 52 minggu terakhir, harga saham PGEO bergerak di kisaran Rp700 hingga Rp1.855.
Rasio Keuangan:
Price to Earnings Ratio (PER) tercatat sebesar 29,71.
Dividend Yield yang diharapkan sebesar 3,15%.
Earnings per Share (EPS) sebesar Rp56,71.
Return on Equity (ROE) tercatat 7,32%.
Rasio utang terhadap ekuitas (DER) sebesar 50,36%.
Prospek dan Berita Terbaru
Ekspansi Bisnis: PGEO sedang berfokus pada kolaborasi untuk mengembangkan energi panas bumi di Indonesia. Perusahaan juga berencana untuk melakukan ekspansi ke bisnis non-kelistrikan, seperti hidrogen hijau dan amonia hijau, serta mempromosikan pengembangan teknologi dan manufaktur lokal.
Target Kapasitas: Perusahaan menargetkan untuk menambah kapasitas terpasang hingga 1 GW dalam tiga tahun ke depan. Untuk mencapai target ini, PGEO berencana mengebor 9 sumur eksplorasi dan 7 sumur pengembangan pada tahun 2025.
Kredensial ESG: PGEO menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam Top 50 ESG Global 2025.
Kebijakan Dividen: PGEO berpotensi memberikan dividend yield sekitar 3,48% jika menggunakan asumsi dividend payout ratio (DPR) sebesar 80%.