Storyline $KARW
23 Jan 24’ - ICTSI menandatangani CSPA dengan PT SKI ( Meratus Group ) untuk akuisisi 80.19% share KARW.
2 Feb 24’ - Akuisisi confirm dan SKI resmi jadi controlling shareholder.
12 Feb 24’ - SKI menjawab penjelasan bursa dan menyatakan siap melakukan tender offer. SKI juga menjelaskan tujuan akuisisi adalah pengembangan usaha, memperluas jaringan usaha serta memperkuat bisnis SKI di industri transportasi dan pengangkutan barang melalui laut dan pelabuhan. SKI juga menyatakan KARW tidak memiliki rencana untuk delisting ataupun go private.
22 Feb 24’ - ICTSI menandatangani Sale and Purchase and Receivables Agreement untuk mengalihkan utang berelasi kepada YSL / Yianoma senilai 43 juta USD ( 700M ). YSL terdaftar di Cyprus pada tanggal 7 Desember 2017 sebagai Perusahaan Terbatas (Limited Company) dan Charles Menaro memegang jabatan sebagai Direktur Yianoma.
28 Maret 24’ - RUPSLB KARW dilaksanakan di Meratus Group Head Office Jakarta ( Intiland Tower ) dengan agenda perubahan anggaran dasar meliputi persetujuan PSP baru, pengangkatan direksi dan komisaris baru, menetapkan KBLI dan nama perseroan yang baru.
Management baru
Komisaris Utama : Sjarif Hadiwidjaja ( Komisaris Meratus Line )
Komisaris : Ayda Sulianti ( Komisaris Meratus Line )
Komisaris Independen : Capt. Eddy Setiaatmadja
Direktur Utama : Farid Belbouab ( mantan VP CMA CGM, CEO Meratus Group )
Direktur : A. Ravi Menon ( Managing Director Terminal Nusantara )
Direktur : Marcel Menaro ( Anak Charles, Komisaris Meratus Line )
Direktur : Arie Ardian Menaro ( Anak Frank, Direktur Meratus Line )
22 April 24’ - Melalui Pubex Insidentil, Management deny akan ada konsolidasi aset Terminal Nusantara ke dalam KARW.
2 Mei 24’ - Perubahan Komite Audit menjadi
Ketua : Capt. Eddy Setiaatmadja
Anggota : Ari Hariadi ( CFAO Meratus Line )
Anggota : Tan Lusi Oktavia
3 Mei 24’ - Perubahan Internal Audit menjadi Rofiatul Khumairoh ( Internal Audit Meratus Line ).
25 Jun 24’ - Perubahan Komite Audit, Tan Lusi digantikan oleh Herianto Then ( Finance Director & Controller Meratus Line ).
27 Jun 24’ - Penambahan Direktur melalui RUPST yaitu Heru Adiwaskito ( Meratus Group’s Head Finance Controller & Strategic Investment )
31 Jul 24’ - Perubahan Corporate Secretary menjadi Ike Andriani ( Head of Legal Meratus Group ). Ibu Ike ini punya track record panjang di pasar modal Indonesia.
Saat di EXCL ( 2005 - 2009 ) beliau menjabat sebagai Corsec & Head of Corporate Legal dan memiliki peran crucial dalam proses IPO EXCL pada saat itu.
Kemudian beliau melanjutkan karir nya di $GIAA ( 2009 - 2015 ) dengan jabatan yang kurang lebih mirip seperti sebelumnya dan memiliki peran crucial dalam proses IPO Garuda Indonesia pada 2011.
Terakhir sebelum bergabung dengan Meratus, beliau merupakan Corsec $HMSP ( 2015 - 2024 ) dan lagi” memiliki peran crucial dalam Right Issue jumbo HMSP pada saat itu senilai 20T.
16 Aug 24’ - Perubahan Ketua Komite Audit menjadi Wahyu Hardiyanto ( mantan Dirut PT Pelindo IPC Terminal Petikemas ).
3 Sep 24’ - Penunjukkan PWC sebagai auditor Laporan Keuangan KARW.
23 Oct 24’ - Pengantar pasar modal oleh AHP ( Indonesia’s most elite law firms ) diikuti seluruh jajaran komisaris, direksi dan corsec KARW
18 Nov 24’ - Navigating M&A oleh A&O Shearman ( largest and most prestigious international law firms in the world ) diikuti seluruh jajaran komisaris, direksi dan corsec KARW
2 Dec 24’ - Perubahan Komite Audit, Ari Hariadi digantikan oleh Tjiam Kian Lim ( Chief Audit Executive Meratus Group )
3 Dec 24’ - POJK terkait Corporate Action diikuti oleh Ike Andriani selaku corsec KARW
13 Dec 24’ - Melalui pubex insidentil, management deny beberapa rumor yang beredar seperti corporate action dll. Bagi investor yang hadir langsung pasti mendengar hint dari corsec pada saat pubex dan sudah tau bakal ada RUPSLB di Q2 2025 ( tapi ini ga boleh di spill, hint bagi yang hadir aja )
SKI melakukan penjualan saham sebanyak 0.8% ( 6 Dec ) kemudian 0.8% ( 27 Dec ) dan terakhir 1.6% ( 9 Jan ) menyebabkan harga saham jatuh dari 6600 sampai 1195.
24 Dec 24’ - Mengalihkan utang berelasi atas nama YSL kepada Mayflower Fund Segregated Portfolio ( pihak ketiga ). Sayang nya data kepemilikan Mayflower ini tidak bisa di cek. Tapi orang gila mana yang mau akuisisi utang senilai 700M di company yang rugi dan ekuitas negative. Jadi Mayflower ini harusnya either Strategic Investor atau pihak Meratus juga. Banyak yang beranggapan transfer debt ini adalah awal dari corporate action. Teringat case FREN yang melakukan RI ( Apr 24’ ) buat melunasi utang berelasi ke Niven Holdings kemudian ga lama setelah itu, merger dengan XL
20 May 25’ - Pemanggilan RUPST & RUPSLB. RUPSLB yang udah dipersiapkan sejak Dec. Apakah sesuai dengan hint Corsec soal Ekuitas dan Anggaran Dasar? 🕐🕓🕜🕠
Management Meratus Line & KARW mirip padahal secara struktur KARW bukan anak usaha MLine. Dari struktur management, corsec dan komite audit pun terlalu overkill untuk company dengan nett profit ga sampe 10M / tahun
