Trade War 2018 vs 2025
Tahun 2025 ternyata nggak kasih jeda buat investor. Belum sempat move on dari drama suku bunga The Fed, tahu-tahu Trump datang lagi bawa “kado” berupa tarif universal 10% plus bonus tarif balasan buat 90+ negara. Gaya kampanye? Jelas. Tapi efeknya? Langsung bikin Wall Street dan bursa global demam tinggi. Saham-saham teknologi, retail, sampai otomotif langsung dibanting tanpa ampun. Apple jeblok -9%, Nike ambles -14%, Lululemon ikut jatuh -12%. S&P 500 anjlok -4.8%, Nasdaq longsor hampir -6%. Gaya “Make America Wealthy Again” ternyata bikin semua orang makin miskin, kecuali yang punya saham air minum dan rokok. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Bedanya sama 2018? Dulu perang dagangnya cuma sama China. Masih bisa muter arah ke Vietnam, India, atau Bangladesh. Tapi sekarang? Vietnam kena tarif 46%, India 26%, China total 54%. Bahkan Swiss pun disikat 31%, padahal yang mereka ekspor cuma jam tangan mahal, bukan rudal balistik. Strategi relokasi pabrik? Silakan coba pindah ke Antartika. Atau Mars, kalau punya akses ke SpaceX. Yang pasti, nggak ada lagi tempat netral yang aman.
Tarifnya gimana? Semua kena. EU 20%, Jepang 24%, Taiwan 32%, Indonesia 32%. Bahkan negara-negara yang cuma ekspor pisang dan teh pun ikut dicambuk. Total 90+ negara dilabeli “penghisap kekayaan Amerika” dan dikasih “reciprocal tariffs” karena—katanya—mereka curang. Jadi kalau dulu ada ilusi diplomasi, sekarang langsung main tabok pakai tarif tanpa basa-basi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Lalu sektor mana yang masih bisa senyum? Hanya sektor super-defensif:
Managed Health Care: +3.49%
Tobacco: +3.29%
Food Retail: +2.62%
Water Utilities: +2.86%
Sisanya? Berasa kayak festival diskon, tapi arah sebaliknya: semuanya dijual paksa.
Emas sempat naik ke $3.167/oz lalu turun lagi. DXY (Dollar Index) anjlok -1.69%. Artinya, orang panik, jual semua, pegang cash asing. Swiss franc naik 2.9%, euro +2%, yen +2.01%. Jadi kalau ada yang bilang “cash is king,” jawab dulu: cash apa? Karena dolar hari itu bukan raja—lebih mirip badut yang dipakai buat nyiram kebakaran.
Strategi lama masih bisa kepakai, tapi separuh jalan. Diversifikasi? Bisa, tapi jangan cuma geografis. Harus lintas sektor, lintas mata uang, bahkan lintas logika. ETF air minum, rokok, dan makanan pokok bisa jadi penyelamat. Tapi kalau semua gagal, ya… opsi terakhir tinggal tiga:
Ikhlas
Pindah negara
Pindah planet (silakan daftar program kolonisasi Mars bareng Elon Musk)
Oh iya, Trump juga bilang ini akan bikin Amerika "booming". Dan kita semua tahu, kalau booming-nya itu artinya saham hancur, barang mahal, dan negara lain ngamuk—ya jelas ini booming versi “bom asap”.
Kalau kamu investor, tarik napas, cek sektor defensif, dan jangan lupa: kalau semua strategi gagal… ya atur koper. Planet Mars nungguin. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$PANI $CUAN $BBRI
1/10