imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah $LPKR Laba Melonjak Itu Real?

Request dari salah satu user Stockbit bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Laporan keuangan LPKR tahun 2024 adalah salah satu contoh paling elegan bagaimana perusahaan bisa menampilkan citra kesuksesan luar biasa melalui mekanisme yang sepenuhnya legal, terstandarisasi, dan… kalau boleh dibilang, cukup teatrikal. Laba bersih Rp18,7 Triliun yang dicetak LPKR bukan datang dari lonjakan penjualan rumah, mal yang penuh penyewa, atau township yang laku keras. Tidak, ini bukan cerita properti booming. Ini adalah kisah bagaimana menjual anak sendiri—Siloam Hospitals—dan menyulap sisa sahamnya menjadi pundi-pundi laba akuntansi. Bukan uang, tapi angka. Bukan cash, tapi “kekayaan bersyarat”. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kisah ini dimulai ketika LPKR melepas 28,97% saham Siloam dalam dua transaksi kepada investor strategis Sight Investment Company dengan total hasil Rp10,74 Triliun. Ini adalah uang sungguhan, masuk ke kas, dan tercermin di laporan arus kas sebagai bagian dari aktivitas investasi. Tidak ada yang ilegal di sini. Bahkan, sangat sehat. Perusahaan memang berhak menjual sebagian kepemilikan demi merapikan struktur, memperkuat likuiditas, atau mengurangi eksposur. Sampai sini, semuanya berjalan wajar.

Tapi kemudian datang bagian yang menarik. Karena porsi kepemilikan LPKR di Siloam jatuh menjadi 34,73%—dan kontrol terhadap operasional hilang—maka berdasarkan PSAK 65 dan PSAK 22, status kepemilikannya berubah dari “anak usaha” menjadi “entitas asosiasi”. Di sinilah permainan akuntansi naik panggung. PSAK secara tegas menyatakan bahwa sisa saham yang masih dimiliki itu harus dinilai ulang ke nilai wajar pada saat tanggal kehilangan kontrol. Jika nilai bukunya Rp5 Triliun dan nilai pasar saham di bursa membuatnya sekarang Rp10 Triliun, maka selisih Rp5 Triliun itu boleh dicatat sebagai laba.

Dan LPKR melakukannya. Mereka mencatat penghasilan lainnya sebesar Rp21,6 Triliun, yang mayoritas berasal dari pelepasan pengendalian Siloam dan revaluasi sisa saham. Ini langsung menetes ke bawah sebagai laba sebelum pajak, dan setelah pajak (yang sebagian besar juga non-kas), muncullah laba bersih Rp18,7 Triliun—angka yang mengesankan, apalagi dibandingkan laba tahun sebelumnya yang hanya Rp0,65 Triliun.

Tapi mari kita berhenti sejenak dan bertanya: berapa dari Rp18,7 Triliun itu yang benar-benar masuk kas? Jawabannya: hanya Rp10,74 Triliun, dari penjualan saham. Sisanya? Tidak ada kas masuk. Tidak ada transaksi jual beli nyata. Tidak ada transfer dana. Hanya perubahan status kepemilikan di laporan keuangan dan selisih harga buku vs harga pasar yang dihitung sebagai “laba”. Ini bukan penipuan. Ini bukan rekayasa. Ini adalah PSAK versi eksplorasi maksimal. Dan LPKR memainkannya dengan sempurna. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau angka-angka one-off ini dihapus, dan kita hanya fokus pada operasional bisnis inti, maka laba bersih LPKR hanya tersisa sekitar Rp59,9 Miliar. Angka yang tidak akan membuat siapa pun berdiri dan bertepuk tangan di RUPS. Bahkan, revenue LPKR justru anjlok dari Rp16,85 Triliun ke Rp11,5 Triliun, turun hampir 32%, karena Siloam tak lagi dikonsolidasi. Artinya: bisnis inti LPKR tahun ini justru mengecil, bukan membesar. Arus kas operasi pun hanya Rp1,74 Triliun, relatif flat dan tak menunjukkan gejala “kebangkitan”.

Namun, untuk bersikap adil: kas dari penjualan saham digunakan dengan baik. LPKR melunasi utang, termasuk obligasi Rp6,6 Triliun yang sekarang sudah nol. Total liabilitas turun dari Rp29,9 Triliun ke Rp22,8 Triliun. Ini adalah perbaikan nyata. Ini bukan sulap. Ini benar-benar terjadi dan merupakan hasil dari keputusan strategis yang cerdas. Tapi apakah laba bersih Rp18,7 Triliun itu hasil langsung dari keputusan tersebut? Tentu tidak. Itu adalah hasil dari interpretasi akuntansi terhadap status saham yang berubah.

Lalu apakah semua ini ilegal? Tidak. Sama sekali tidak. Apa yang dilakukan LPKR sepenuhnya legal, sesuai dengan PSAK, dan juga sesuai dengan ketentuan OJK dan BEI. Tidak ada pelanggaran hukum. Tidak ada manipulasi. Tidak ada rekayasa. Yang ada hanyalah perusahaan memanfaatkan aturan yang berlaku untuk menampilkan performa yang tampak optimal. PSAK 65 bahkan mewajibkan revaluasi sisa saham ketika pengendalian hilang. LPKR hanya mengikuti perintah standar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Namun, dari perspektif investor, ini menimbulkan satu dilema klasik: apakah angka laba bisa dipercaya sebagai cerminan kinerja perusahaan? Jawabannya: tidak selalu. Dalam kasus LPKR, angka laba terlalu didominasi oleh transaksi satu kali yang tidak berulang dan tidak menggambarkan kekuatan fundamental. Ketika kamu melihat laba naik 28x lipat, kamu mungkin membayangkan bisnis sedang booming. Padahal, kenyataannya: bisnis menyusut, cash dari operasional stagnan, dan yang bikin angka terlihat bagus hanyalah revaluasi saham yang belum dijual.

Jadi, LPKR tahun ini bukan kisah pertumbuhan. Ini kisah tentang monetisasi aset dan optimalisasi akuntansi. Saham Siloam dijual, sisa saham dihitung ulang, dan hasilnya ditaruh di laporan laba rugi. Investor awam yang hanya melihat angka bawah tanpa baca catatan kaki bisa langsung salah paham. Maka, di dunia akuntansi keuangan, pelajaran pentingnya jelas: angka tidak pernah berbohong, tapi bisa dengan sangat mudah disusun untuk menceritakan kisah yang kamu ingin dengar. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dan LPKR 2024 adalah kisah itu—kisah legal, elegan, penuh angka besar, tapi pada dasarnya: laba besar tanpa pertumbuhan revenue, tanpa ekspansi bisnis, dan tanpa penambahan nilai riil dari operasional. Sebuah drama akuntansi yang dimainkan dengan sempurna, dan tidak melanggar hukum sedikit pun.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$SILO $LPCK

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy