Keluhan Untuk $BUKA yang Menunjukan Kemunduran
Sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, Bukalapak seharusnya memiliki sistem transaksi yang andal dan layanan pelanggan yang responsif. Namun, pengalaman terbaru dalam transaksi e-money (e-toll) melalui aplikasi Mitra Bukalapak menunjukkan adanya kelalaian serius yang sangat merugikan konsumen.
Pada hari kejadian, transaksi pengisian saldo e-money dilakukan sekitar pukul 10 pagi. Namun, hingga pukul 17.30 sore, saldo yang dijanjikan belum juga masuk. Ini bukan sekadar keterlambatan biasa, tetapi bentuk kegagalan sistem yang seharusnya tidak terjadi pada layanan digital yang mengandalkan kecepatan dan kepercayaan.
Lebih parahnya lagi, ketika menghubungi layanan pelanggan melalui live chat, respons yang diberikan sangat lambat. Konsumen diminta untuk tetap menunggu tanpa solusi konkret. Setiap kali percakapan ditutup, histori chat hilang, memaksa pengguna untuk mengulangi proses komplain dari awal. Ini jelas menunjukkan bahwa sistem dukungan pelanggan Bukalapak tidak dirancang untuk membantu konsumen secara efektif, melainkan lebih cenderung mengulur waktu dengan harapan konsumen menyerah dan melupakan permasalahan mereka.
Bayangkan situasi di mana seorang pengguna yang sedang dalam perjalanan menuju gerbang tol mengandalkan transaksi e-money melalui Bukalapak, hanya untuk mendapati bahwa saldo tidak kunjung masuk. Ini bukan hanya merugikan secara finansial tetapi juga berpotensi menyebabkan kendala besar dalam mobilitas dan keamanan pengguna di jalan. Keadaan seperti ini sangat tidak dapat diterima untuk sebuah platform yang mengklaim diri sebagai penyedia layanan tepercaya.
Jika transaksi tidak dapat diproses dalam waktu yang wajar, maka seharusnya sistem secara otomatis membatalkan transaksi dan mengembalikan dana konsumen. Bukannya membiarkan dana menggantung tanpa kejelasan, seolah-olah ada niat terselubung untuk mempersulit pengembalian uang. Praktik semacam ini mendekati kategori penyalahgunaan kepercayaan konsumen dan dapat mencoreng reputasi Bukalapak secara permanen.
Manajemen Bukalapak dan tim dukungan pelanggan harus segera melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem transaksi dan layanan pelanggan mereka. Jika praktik seperti ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan bahwa konsumen akan kehilangan kepercayaan dan beralih ke layanan lain yang lebih transparan dan bertanggung jawab. Kepercayaan pelanggan bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan, dan apabila Bukalapak tidak segera berbenah, maka mereka sendiri yang akan menanggung akibatnya di kemudian hari.
cc: $BMRI $BBCA