imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$YUPI = Gagal ARA Lock Hari Pertama IPO = Apakah Bandar Lemah?

Dalam dunia IPO gorengan, satu indikator paling penting—bahkan kadang lebih penting dari isi prospektus yang tebalnya bisa ngalahin skripsi—adalah ARA lock. Ini bukan istilah ilmiah, tapi kalau kamu main di pasar saham Indonesia, terutama saham-saham IPO, ARA lock adalah semacam kode keras dari bandar: “Tenang bro, gue jagain harga.” ARA (Auto Reject Atas) lock terjadi ketika harga saham naik mentok ke batas atas (biasanya 25%) dan langsung stuck, gak bisa ditransaksikan lagi. Kalau ini kejadian 2–3 hari berturut-turut setelah IPO, itu artinya bandarnya lagi kerja. Gak cuma niat, tapi juga punya modal dan tenaga buat dorong harga sambil ngasih mimpi ke ritel bahwa ini saham bakal terbang jauh. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Selama masih ARA lock, kamu bisa pegang. Santai aja, biarkan bandar bekerja memperkaya kamu. Tapi begitu ARA lock hilang, harga mulai bisa goyang, dan volume mulai aneh, itu sinyal bandar mulai kere. Kalau kamu telat baca sinyal itu? Ya siap-siap jadi korban distribusi. Dan itulah yang terjadi di saham seperti $KAQI dan YUPI—dua IPO yang gagal ARA lock hari pertama, dan berakhir sebagai contoh sempurna bagaimana mimpi manis IPO bisa berubah jadi mimpi buruk dalam hitungan hari.

KAQI, misalnya, IPO di harga Rp100an, langsung gagal ARA lock di hari pertama, dan dalam dua minggu saja, sudah parkir permanen di gocap (Rp50). Artinya harga sahamnya tinggal separuh dari harga IPO. Dan begitu udah di gocap? Selamat datang di neraka kemiskinan tingkat lanjut. Gak ada jalan balik kalau supply banyak dan demand nihil. Ini bukan soal fundamental, ini soal kepercayaan pasar yang udah hancur sejak detik pertama sahamnya gagal terkunci ARA. Tinggal tunggu bandar mana lagi yang mau goreng.

Sekarang masuk ke IPO YUPI. Saham ini listing di harga Rp2.390 dan langsung turun ke Rp2.300 di hari pertama. Gagal ARA lock juga. Langsung kelihatan bahwa gak ada niat dari bandar untuk goreng harga. Gak ada euforia. Gak ada panic buy. Yang ada cuma red flag setinggi Monas. Padahal secara fundamental, YUPI ini gak jelek-jelek amat. Revenue naik dari Rp2,5 triliun (2022) ke Rp2,9 triliun (2023), diperkirakan tembus Rp3 triliun di 2024. Laba bersih juga naik dari Rp350 miliar ke Rp400 miliar, proyeksi Rp500 miliar tahun ini. Arus kas operasional Rp512 miliar, saldo kas Rp559 miliar, utang bank cuma Rp30,4 miliar, dan utang jangka panjang? Udah lunas.

Tapi sayangnya, IPO ini bukan tentang pertumbuhan bisnis. Ini murni skema exit strategy. Dari dana IPO sebesar Rp2,13 triliun, hanya Rp640,8 miliar yang masuk ke perusahaan. Sisanya—Rp1,49 triliun—masuk ke kantong pemegang saham lama: PT Sweets Indonesia dan Daniel Budiman. Bukan cuma itu, 90% saham YUPI langsung dijual ke PT CCPI, perusahaan milik Robin Ong Eng Jin, yang dikendalikan oleh entitas luar negeri hingga ke Cayman Islands. IPO ini cuma formalitas legal untuk serah terima kepemilikan dari pemilik lama ke pemilik baru, dengan pajak serendah mungkin. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dijual di luar bursa, pajaknya bisa 22%–35%. Tapi lewat IPO, cuma 0,6%. Gak salah dong mereka pilih jalur IPO. Cuan gede, pajak minimal. YUPI hemat pajak Rp318,86 miliar. MDIY hemat Rp800,36 miliar. Total dua-duanya hemat pajak Rp1,12 triliun. Bisa bikin tiga RSUD, tapi ya lebih penting buat mereka dapet cuan bersih duluan.

Strukturnya pun mirip banget sama MDIY. Di MDIY, Azara Alpina langsung lempar sahamnya ke ritel. Di YUPI, saham dilempar ke perusahaan lain dulu, tapi ending-nya sama: pemilik lama keluar dengan kantong tebal, publik kebagian sisanya. Dan yang lebih sial? Harga IPO YUPI dihitung dengan valuasi kemahalan parah: PBV 6,89x dan PER 42,72x. Bandingkan dengan rata-rata industri consumer goods yang biasanya cuma 1–3x PBV dan 10–15x PER. Ritel beli mahal, bandarnya jual di atas harga wajar. Dan semua ini dikemas dalam bungkus manis prospektus berlogo permen jelly.

Bandingkan sama IPO sukses kayak BREN, MINE, $RATU, DAAZ—semua itu ARA lock berjilid-jilid. Ada skenario. Ada euforia. Ada distribusi bertahap. Ritel pun bisa ikut pesta. Tapi IPO seperti YUPI, MDIY, KAQI, ASLI, AYAM, BAIK, GRPM, MAXI, CPRI, KPAL, KPAS, ENVY? Semuanya satu pola: IPO cuma jembatan buat cuan pemegang saham lama. Gagal ARA lock. Harga longsor. Ritel nyangkut. Bandarnya udah move on.

Jadi, buat kamu yang masih percaya bahwa setiap IPO itu adalah peluang emas—pikir ulang. Lihat struktur, siapa yang jualan, ke mana uang larinya, dan apa tujuannya. Karena kalau kamu masuk saat orang lain keluar, maka kamu bukan investor, kamu cuma peran figuran buat skenario exit plan yang udah disusun rapi jauh sebelum kamu klik tombol beli. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy