Sejarah Kejatuhan dan Kebangkitan IHSG
Yakin Bakal Kuat?
Banyak orang terjun ke pasar saham karena tergiur oleh besarnya potensi keuntungan yang dijanjikan. Hal itu sangat manusiawi dan tidak sepenuhnya salah. Saya pun demikian. Kenyataannya, pasar saham memang menjanjikan potensi keuntungan yang besar.
Namun, di balik peluang tersebut, ada risiko besar yang sering kali diabaikan oleh investor pemula. Pasar saham tidak selalu bergerak naik dengan mulus. Ada saat-saat di mana IHSG jatuh drastis—turun puluhan persen dalam hitungan bulan—dan butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih.
Inilah kenyataan yang jarang dibahas dengan jujur: Tidak semua orang siap menghadapi risiko pasar saham! Tidak semua orang mampu tetap tenang saat portofolionya anjlok lebih dari 50%. Tidak semua orang cukup sabar untuk menunggu bertahun-tahun hingga pasar kembali ke puncaknya.
Jadi, sebelum Anda terjun lebih dalam ke pasar saham, saya ajak Anda untuk memperhatikan dan mempelajari pergerakan IHSG selama lebih dari 3 dekade terakhir secara apa adanya.
------------------------------
Berikut ini adalah histori pergerakan IHSG sejak tahun 1990:
■ 4 April 1990 — 11 Nopember 1991 (±19 bulan): IHSG turun-67.3%, dari 681.94 ke 223.25.
■ 11 Nopember 1991 — 5 Januari 1994 (±26 bulan): IHSG naik174.5%, dari 223.25 ke 612.89.
■ 5 Januari 1994 — 19 April 1995 (±15 bulan): IHSG turun-32.4%, dari 612.89 ke 414.21.
■ 19 April 1995 — 8 Juli 1997 (±27 bulan): IHSG naik78.9%, dari 414.21 ke 740.83.
■ 8 Juli 1997 — 21 September 1998 (±14 bulan): IHSG turun-65.3%, dari 740.83 ke 256.83.
■ 21 September 1998 — 21 Juni 1999 (±9 bulan): IHSG naik179%, dari 256.83 ke 716.46.
■ 21 Juni 1999 — 14 Oktober 2002 (±40 bulan): IHSG turun-52.9%, dari 716.46 ke 337.48.
■ 14 Oktober 2002 — 9 Januari 2008 (±63 bulan): IHSG naik738.6%, dari 337.48 ke 2830.26.
■ 9 Januari 2008 — 28 Oktober 2008 (±10 bulan): IHSG turun-60.7%, dari 2830.26 ke 1111.39.
■ 28 Oktober 2008 — 7 April 2015 (±78 bulan): IHSG naik397%, dari 1111.39 ke 5523.29.
■ 7 April 2015 — 28 September 2015 (±6 bulan): IHSG turun-25.4%, dari 5523.29 ke 4120.5.
■ 28 September 2015 — 19 Februari 2018 (±29 bulan): IHSG naik62.3%, dari 4120.5 ke 6689.29.
■ 19 Februari 2018 — 24 Maret 2020 (±25 bulan): IHSG turun-41.1%, dari 6689.29 ke 3937.63.
■ 24 Maret 2020 — 19 September 2024 (±54 bulan): IHSG naik100.8%, dari 3937.63 ke 7905.39.
Berdasarkan data di atas:
● Rata-rata penurunan, dari titik tertinggi sampai titik terendah, adalah -49.3%, selama ±18,5 bulan.
● Rata-rata kenaikan, dari titik terendah sampai titik tertinggi, adalah 247.3%, selama ±41 bulan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan IHSG untuk kembali ke titik tertinggi sebelumnya?
■ Titik tertinggi pada tanggal 4 April 1990, yaitu 681.94, baru dapat ditembus pada tanggal 22 Januari 1997 dengan harga penutupan 686.11. Artinya, dibutuhkan waktu 6 tahun 10 bulan untuk pulih.
■ Titik tertinggi pada tanggal 8 Juli 1997, yaitu 740.83, baru dapat ditembus pada tanggal 9 Januari 2004 dengan harga penutupan 753.69. Artinya, dibutuhkan waktu 6 tahun 6 bulan untuk pulih.
■ Titik tertinggi pada tanggal 9 Januari 2008, yaitu 2830.26, baru dapat ditembus pada tanggal 5 April 2010 dengan harga penutupan 2887.25. Artinya, dibutuhkan waktu 2 tahun 3 bulan untuk pulih.
■ Titik tertinggi pada tanggal 7 April 2015, yaitu 5523.29, baru dapat ditembus pada tanggal 17 Maret 2017 dengan harga penutupan 5540.43. Artinya, dibutuhkan waktu 1 tahun 11 bulan untuk pulih.
■ Titik tertinggi pada tanggal 19 Februari 2018, yaitu 6689.29, baru dapat ditembus pada tanggal 11 Nopember 2021 dengan harga penutupan 6691.34. Artinya, dibutuhkan waktu 3 tahun 9 bulan untuk pulih.
Secara rata-rata, IHSG perlu waktu 4 tahun 3 bulan untuk pulih dan menembus titik tertinggi sebelumnya.
----------
Setelah mempelajari histori pergerakan IHSG di atas, saya ajak Anda untuk merenung dan berpikir ulang.
Ketika pasar saham sedang bullish dan indeks terus mencetak rekor baru, semuanya terasa mudah. Optimisme menguat, dan banyak orang percaya bahwa harga saham akan terus naik. Namun, apakah Anda masih memiliki keyakinan yang sama saat pasar jatuh 50% dalam waktu kurang dari 2 tahun? Saat portofolio Anda berkurang setengahnya? Saat butuh bertahun-tahun untuk kembali ke level tertinggi sebelumnya?
Sejarah IHSG menunjukkan bahwa pasar memang selalu pulih, tetapi tidak semua investor bisa bertahan dalam prosesnya. Beberapa orang menyerah di tengah jalan, menjual saham mereka di harga rendah, dan akhirnya menyesali keputusan mereka ketika pasar kembali naik.
Jadi, sebelum Anda berinvestasi lebih dalam di pasar saham, tanyakan pada diri sendiri:
Apakah Anda benar-benar siap menghadapi periode kejatuhan yang bisa berlangsung bertahun-tahun?
Apakah Anda cukup sabar untuk menunggu pemulihan tanpa panik dan menjual di harga murah?
Apakah Anda memiliki strategi investasi yang bisa membantu Anda bertahan di tengah volatilitas pasar?
Pasar saham memang menawarkan peluang besar, tetapi hanya bagi mereka yang siap menghadapi realitasnya. Apakah Anda salah satunya? Pikirkanlah!
@Blinvestor
A Business-Oriented and Long-Term Investor
------------------------------
Silahkan cek bio untuk follow channel Telegram @Blinvestor.
Random tags: $ASII $AKRA $SRTG