imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🇨🇳🇺🇸 TRADE WAR PART 2: APAKAH KALI INI INDONESIA BAKAL DAPAT IMBAS POSITIF LAGI?

Selama perang dagang 2018-19, penjualan lahan industri meningkat seiring dengan naiknya FDI China ke Indonesia dipengaruhi oleh relokasi pabrik dan ekspansi pasar.

Contohnya $SSIA dan $DMAS yang menjadi awal masuknya pemain data center ke Indonesia, menandakan diversifikasi permintaan lahan.

Perang dagang berpotensi mendorong relokasi pabrik China ke negara-negara dengan biaya produksi lebih rendah, termasuk Indonesia.

Namun, FDI global tetap menjadi faktor utama yang menentukan permintaan lahan, terutama di tengah stagnasi ekonomi China.

Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam menarik FDI dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Beberapa tantangan tersebut meliputi daya saing talenta yang masih perlu ditingkatkan, ketidakpastian hukum (terutama terkait hak kekayaan intelektual), persyaratan konten lokal yang ketat, dan kasus penipuan yang memengaruhi kepercayaan investor.

Meskipun Indonesia menerima FDI nominal tertinggi di kawasan, sebagian besar investasi tersebut terkonsentrasi di sektor energi, sementara sektor manufaktur masih perlu ditingkatkan.

Hasil diskusi dengan SSIA mengungkapkan bahwa permintaan lahan dari industri China masih terkait dengan pipeline eksisting, seperti otomotif dan kendaraan listrik (EV).

Sementara itu, DMAS lebih fokus pada pengembangan data center, yang menjadi tren seiring dengan digitalisasi ekonomi.

Meskipun perusahaan sulit memastikan apakah permintaan lahan didorong murni oleh relokasi, faktor ini diakui sebagai salah satu kemungkinan, bersama dengan tujuan perusahaan China untuk memasuki pasar Indonesia.

SSIA memiliki pendapatan non-lahan yang kuat, yang dapat membantu mengimbangi risiko penjualan lahan yang lemah.

SSIA juga memiliki landbank yang lebih besar di Subang (~1.550 ha), memberikan peluang untuk menangkap penjualan besar.

Di sisi lain, DMAS tetap menarik karena kemampuannya menarik operator data center tier-IV.

Risiko yang perlu diperhatikan termasuk keterlambatan akses tol ke Pelabuhan Patimban untuk SSIA dan insentif dividen terbatas akibat capex landbanking untuk DMAS.
Dengan berbagai dinamika ini, sektor kawasan industri tetap menarik untuk dipantau, terutama dalam menghadapi potensi gelombang relokasi pabrik global.

$KIJA

____
Follow & Like biar yang lain bisa dapat manfaat juga ^^

Cek link bio untuk join VIP Membership Saham Bagger. Kamu bisa dapetin akses analisa saham mingguan, dashboard data 800+ saham, Watchlist Momentum investing terbaik saat ini: https://cutt.ly/EetQOBGO

Kalo mau ebook gratis, klik link nya diatas, join newsletter analisa saham bareng ribuan subscriber lain☝🏻
___
Stockbit External Community

Saya seorang Momentum Investor yang fokus di Fundamental first lalu technical analysis secara quantitative. Mau ikutan perjalanan investasi saya?

❤️ Join External Community, masukkan kode: A39716
https://stockbit.com/community

Read more...

1/2

testes
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy