imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kebanyakan investor hanya melihat leverage bisnis dari segi finansialnya saja. Padahal ada leverage lain dalam semua usaha, yaitu operating leverage. Operating leverage adalah rumus akuntansi biaya yang mengukur sejauh mana perusahaan atau proyek dapat meningkatkan operating income dengan meningkatkan revenue. Bisnis yang menghasilkan penjualan dengan margin kotor tinggi dan biaya variabel rendah memiliki leverage operasional yang tinggi.

Leverage operasional suatu perusahaan mengubah pertumbuhan pendapatan menjadi laba operasional, atau EBIT (pendapatan sebelum bunga dan pajak). Leverage tersebut juga mempengaruhi volatilitas laba operasional perusahaan. Perusahaan dengan leverage operasional yang lebih tinggi akan memiliki fixed cost yang lebih tinggi, terlepas dari apakah mereka menghasilkan penjualan sebesar 1 rupiah ataupun milyaran. Sebaliknya, perusahaan dengan leverage operasional yang rendah cenderung memiliki variable cost yang relatif tinggi dibandingkan dengan fixed costnya.

Berikut ilustrasinya:

Anton mempunyai bisnis restoran dengan 20 karyawan tetap. Setiap bulannya ia harus mengalokasikan 100 juta untuk gaji karyawan. Restorannya premium, fasilitas full AC dan WIFi, dilengkapi dengan taman dan pepohonan yang wajib dirapikan berkala, sehingga ia harus mengeluarkan biaya extra rutin setiap bulannya. Tiap tahun ia juga harus membayar biaya sewa karena restoran itu ia bangun di atas lahan orang lain. Dengan branding restoran upper class, harga makanannya dijual premium. Artinya, gross marginnya tebal. Tapi karena fixed cost nya besar, maka setelah dipotong itu semua operating marginnya merosot jauh. Di waktu ramai, restorannya akan mampu menghasilkan profit jumbo. Namun ketika sepi, ia harus tekor.

Lain hal dengan Arfa yang membuka barbershop dengan 20 barber yang dinaunginya. Ia hanya membayar gaji kecil dengan skema bagi hasil dengan para barber berdasarkan banyaknya pelanggan yang ditangani masing-masing. Tempatnya memang full AC juga tapi ga pakai WIFI dan tak punya taman. Barbershopnya memakai ruko temannya, tidak pakai sewa melainkan dengan skema bagi hasil juga. Biaya rutinnya hanya listrik, air, dan sejumlah kecil gaji. Harga atas jasa pelayanan di sini juga relatif terjangkau setelah melalui hitung-hitungan matang. Di saat ramai, profitnya meningkat berbanding lurus dengan omsetnya. Di saat sepi, belum tentu tekor banyak. Artinya, gross marginnya tipis namun operating marginnya juga tidak jauh merosot dari gross marginnya.

Dari ilustrasi ini, bisa dilihat bahwa usaha yang memiliki biaya tetap yang tinggi akan memiliki tingkat BEP yang lebih tinggi pula. Sebaliknya, tingkat BEP pada low fixed cost business akan lebih rendah. Keuntungan dari operating leverage yang tinggi adalah ketika melewati titik BEP, maka sebagian besar revenue berikutnya akan langsung turun menjadi profit. Kelemahannya tentu saja ketika ekonomi sedang lesu, bisnis akan berdarah-darah. Ini menyebabkan volatilitas profit yang tinggi dari waktu ke waktu.

Tentu saja, masing-masing sektor usaha akan memiliki karakteristik cost structure yang berbeda. Misalnya, sektor seperti energi, material, dan telekomunikasi memiliki biaya tetap yang tinggi karena sifat bisnisnya, manakala sektor teknologi informasi, barang kebutuhan pokok, dan barang kebutuhan pokok memiliki biaya tetap yang jauh lebih rendah.

Bagaimana penerapannya di investasi saham?

Di sinilah pengetahuan dan wawasan tentang makro ekonomi berperan. Jika kita mengetahui bahwa kondisi ekonomi sedang lesu, daya beli lemah, maka sebaiknya investor menghindari bisnis dengan high operating leverage dan investasi lebih kepada bisnis yang low operating leverage. Sebaliknya, ketika makro ekonomi sedang kondusif, daya beli kuat, maka boleh shifting bet ke emiten-emiten yang high operating leverage.

Yang namanya leverage tentu sifatnya adalah higher risk higher gain. Apabila combo antara high operating leverage dan financial leverage terjadi di waktu yang tepat, hasilnya akan sangat signifikan. Demikian pula combo maut ini akan membawa malapetaka pada momen-momen yang keliru. Adalah tugas investor untuk rajin mengecek dan menganalisa tingkat leverage emiten masing-masing, baik operating maupun financial agar berpotensi cuan sembari menghindari kerugian.

Semoga bermanfaat!

$BBRI $DATA $NELY

Read more...

1/2

testes
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy