Tentang Kemiripan Skema IPO $YUPI dan IPO $MDIY
Tadi waktu saya bilang IPO YUPI dan IPO MDIY itu mirip. Ada user Stockbit yang protes lalu bilang sok tahu. Ndak apa-apa. Semua orang bebas beropini.
Padahal kalau kita perhatikan, skema IPO YUPI dan MDIY itu mirip banget. Mungkin karena itu juga kebetulan juga underwriter nya mirip.
MDIY IPO + Divestasi saham PSP lama = $YUPI IPO + Divestasi saham PSP lama.
Bedanya MDIY Divestasi langsung ke ritel. YUPI Divestasi ke perusahaan lain. Tapi intinya sama-sama skema exit strategi + Take profit PSP lama. Setidaknya PSP YUPI ndak Guyur ke ritel itu 90% saham yang mereka miliki. Itu aja bedanya. Tapi tujuannya sama, yakni sama-sama buat hemat pajak. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau kita bongkar lebih dalam, skema keduanya nyaris identik: pemegang saham lama keluar dengan cuan besar, pajak minimal, dan IPO hanya jadi alat formalitas.
Secara sederhana, IPO MDIY = IPO YUPI dalam hal divestasi saham pemegang saham pengendali (PSP) lama. Bedanya, MDIY menjual sahamnya langsung ke ritel, sementara Yupi menjualnya ke perusahaan lain. Tapi tujuan akhirnya tetap sama: exit strategy dan take profit PSP lama dengan pajak serendah mungkin.
Kenapa pemegang saham lama lebih memilih menjual saham lewat IPO dibanding transaksi langsung di luar bursa? Jawabannya sederhana: pajak lebih rendah.
Keuntungan (capital gain) dari penjualan saham perusahaan tertutup di Indonesia dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, yang merupakan perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983. Secara spesifik, ketentuan mengenai objek pajak, termasuk keuntungan dari penjualan atau pengalihan harta seperti saham, diatur dalam Pasal 4 ayat (1) huruf d angka 1. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Tarif PPh yang dikenakan atas capital gain tersebut mengacu pada Pasal 17 UU PPh, yaitu tarif progresif bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dan tarif tetap bagi Wajib Pajak Badan.
🥩Jika Jual Saham di Perusahaan Tertutup (Tanpa IPO)
Wajib Pajak Badan (perusahaan pemegang saham lama) kena PPh Badan 22% dari keuntungan.
Wajib Pajak Orang Pribadi (pemegang saham individu) kena PPh progresif hingga 35% dari keuntungan.
Jadi kalau mereka jual saham tanpa IPO, mereka harus bayar pajak hingga 35% dari capital gain.
🥩Jika Jual Saham Lewat IPO
Penjualan saham di bursa efek hanya dikenakan PPh final 0,1% dari nilai bruto transaksi.
Jika pemegang saham lama adalah pendiri, dikenakan tambahan pajak 0,5% dari nilai saham saat IPO.
Total pajak maksimal hanya 0,6%, jauh lebih kecil dibanding 22%-35% dalam skenario non-IPO.
Lihat perbedaannya? Pajak yang dibayar jauh lebih kecil, sehingga IPO menjadi cara yang lebih efisien untuk keluar dengan kantong tebal.
🥩Pajak yang Dihemat PSP Lama
🗿MDIY
Dana IPO: Rp4,15 triliun
Hasil divestasi PSP lama (Azara Alpina Sdn Bhd): Rp3,74 triliun
Jika kena pajak 22% (tanpa IPO) → Rp822,8 miliar
Jika kena pajak 0,6% (IPO) → Rp22,44 miliar
Penghematan pajak PSP lama MDIY: Rp800,36 miliar
🗿YUPI
Dana IPO: Rp2,13 triliun
Hasil divestasi PSP lama (PT Sweets Indonesia & Daniel Budiman): Rp1,49 triliun
Jika kena pajak 22% (tanpa IPO) → Rp327,8 miliar
Jika kena pajak 0,6% (IPO) → Rp8,94 miliar
Penghematan pajak PSP lama YUPI: Rp318,86 miliar
Total penghematan pajak PSP lama MDIY + YUPI = Rp1,12 triliun
Jadi ya, ini murni strategi pajak. IPO bukan untuk ekspansi, bukan untuk investor ritel, tapi untuk membantu pemilik lama cash out dengan pajak seminimal mungkin.
MDIY → PSP lama (Azara Alpina Sdn Bhd, Malaysia) menjual sahamnya langsung ke ritel di pasar terbuka.
YUPI → PSP lama (PT Sweets Indonesia & Daniel Budiman) menjual sahamnya ke perusahaan lain (Robin Ong Eng Jin melalui CCPI & CCPGL).
Dalam kasus YUPI, PSP lama masih lebih "sopan", karena mereka tidak langsung mengguyur saham ke pasar ritel. Setidaknya mereka jual ke perusahaan lain, sehingga harga saham setelah IPO kemungkinan lebih stabil dibandingkan MDIY yang membiarkan ritel menampung sahamnya di pasar terbuka.
Tapi tetap saja, baik YUPI maupun MDIY IPO bukan tentang pertumbuhan bisnis, tapi tentang transfer kepemilikan dengan pajak minimal.
Setelah IPO, sebanyak 90% saham Yupi akan langsung dijual ke perusahaan lain, yaitu PT Confectionery Consumer Products Indonesia (CCPI), yang dimiliki oleh Robin Ong Eng Jin. Jadi, IPO ini sebenarnya bukan untuk membuka kepemilikan ke publik, melainkan hanya sebagai pintu formal untuk pergantian pemilik baru.
Yupi menawarkan 854,44 juta saham ke publik (10% dari total saham) dengan harga Rp2.100 - Rp2.500 per lembar, sehingga perusahaan berpotensi mendapatkan Rp2,13 triliun. Namun, dari jumlah itu, hanya Rp640,8 miliar yang masuk ke perusahaan, sementara Rp1,49 triliun langsung masuk kantong pemegang saham lama.
Lalu, sisa 90% saham langsung dijual ke PT CCPI, yang secara tidak langsung dikendalikan oleh Confectionery Consumer Products Global Pte Ltd. (CCPGL). Struktur pemilikannya semakin menarik karena CCPGL ini dikendalikan oleh Confectionery Products (Holdings) Limited (CPHL) yang berbasis di Kepulauan Cayman, di mana mayoritas sahamnya dipegang oleh Affinity Asia Pacific Fund V L.P. (59%) dan Affinity Asia Pacific Fund V (No. 2) L.P. (39%). Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
IPO ini bukan untuk menarik investor ritel, melainkan hanya formalitas sebelum perusahaan diambil alih oleh Affinity Equity Partners. Pemegang saham lama tidak berniat bertahan di perusahaan ini setelah IPO, karena mereka menjual seluruh kepemilikan mereka ke perusahaan baru. Ini IPO transfer kepemilikan, bukan IPO pertumbuhan bisnis.
Dari sisi fundamental, Yupi memang lebih menarik dibandingkan MDIY.
Revenue tumbuh dari Rp2,5 triliun (2022) ke Rp2,9 triliun (2023), dan diperkirakan mencapai Rp3 triliun di 2024.
Laba bersih naik dari Rp350 miliar (2022) ke Rp400 miliar (2023), dan diproyeksikan mencapai Rp500 miliar di 2024.
Arus kas operasional solid di Rp512 miliar, dengan saldo kas Rp559 miliar.
Utang bank hanya Rp30,4 miliar, dan semua utang jangka panjang sudah lunas.
Tapi, valuasi setelah IPO kelewat mahal.
PBV Yupi: 6,89 (Terlalu tinggi, biasanya wajar di 1-3x)
PER Yupi: 42,72 (Terlalu mahal, idealnya di bawah 15x)
Jadi, investor yang masuk IPO ini sebenarnya membayar harga premium yang terlalu tinggi untuk sebuah perusahaan yang masih dalam tahap ekspansi.
Risiko lain, transaksi dengan pihak berelasi, terutama terkait sewa properti dan tenaga kerja, yang berpotensi menjadi jalur pengalihan keuntungan.
Likuiditas rendah, karena hanya 10% saham yang dilepas ke publik.
Regulasi BPOM, karena ada beberapa izin yang masih dalam proses perpanjangan.
Secara umum, IPO MDIY lebih berisiko untuk ritel karena sahamnya langsung dilempar ke pasar terbuka, sementara IPO YUPI lebih terkontrol karena sahamnya dijual ke perusahaan lain. Tapi pada dasarnya, dua IPO ini sama-sama skema exit strategy bagi pemegang saham lama.
Jadi, apakah IPO Yupi lebih baik dari IPO MDIY?
Jawabannya tergantung dari mana sudut pandangnya. Kalau dari sudut investor ritel, IPO Yupi lebih stabil karena tidak langsung dibuang ke pasar. Tapi kalau dari sudut "niat IPO"—dua-duanya sama aja, sama-sama cuan buat PSP lama. Lagian kan wajar semua IPO memang tujuannya demi cuan. Itu wajar dan manusiawi. Tinggal pilih cuan sopan atau cuan agresif.
Pada akhirnya bandar adalah penentu harga saham.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138 (caranya cek gambar terakhir)
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Jangan lupa kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://bit.ly/44osZSV
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/10