imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Skema IPO $YUPI Sangat Mirip Dengan IPO $MDIY

Tadi salah satu user Stockbit di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 bertanya tentang IPO YUPI. Saya rangkum hasil analisisnya dari yang disampaikan @maxlong di External Community Pintar Nyangkut di Telegram https://stockbit.com/post/13223345

PT Yupi Indo Jelly Gum (Yupi) adalah produsen permen kenyal terbesar di Indonesia, dengan produk yang telah diekspor ke lebih dari 50 negara. Berawal dari bisnis lokal, Yupi berkembang menjadi pemain utama dalam industri permen berbasis gelatin, bersaing dengan merek-merek global di segmen yang semakin berkembang. Dengan tren konsumsi makanan ringan yang meningkat, terutama di Asia Tenggara, perusahaan ini mencoba mengkapitalisasi peluang tersebut melalui ekspansi besar-besaran, termasuk membangun pabrik baru dan memperluas pasar. IPO mereka baru-baru ini menjadi langkah besar dalam perjalanan bisnisnya—setidaknya di atas kertas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

IPO Yupi berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp538,23 miliar dari penerbitan saham baru. Tapi jangan buru-buru berpikir semua uang ini akan digunakan untuk pertumbuhan perusahaan. Pemegang saham lama ikut memanfaatkan momentum ini dengan menjual 598,1 juta saham mereka melalui divestasi. Jika dihitung dengan asumsi harga IPO Rp2.100 per lembar, mereka mengantongi sekitar Rp1,25 triliun. Artinya, jumlah dana yang masuk ke kantong pemilik lama lebih dari dua kali lipat dibandingkan dana yang masuk ke perusahaan. Kalau ada yang masih percaya IPO ini murni untuk pengembangan bisnis, mungkin perlu membaca ulang prospektusnya dengan saksama.

Dari total Rp538,23 miliar yang benar-benar masuk ke Yupi, sekitar 77% atau Rp414,44 miliar dialokasikan untuk belanja modal, termasuk pembangunan pabrik baru di Nganjuk, Jawa Timur, yang ditargetkan beroperasi pada 2026. Sisanya, 23% atau Rp123,79 miliar, akan digunakan untuk kebutuhan lain seperti modal kerja dan pembayaran utang. Nominal ini tentu besar, tetapi tetap tidak sebanding dengan angka Rp1,25 triliun yang masuk ke pemegang saham lama. Jadi, IPO ini lebih untuk siapa?

Selain itu, gaji direksi di Yupi juga menjadi sorotan. Tahun 2024, dua direksi Yupi diperkirakan menerima total Rp27 miliar, atau masing-masing sekitar Rp13,5 miliar per tahun, yang berarti Rp1,13 miliar per bulan per orang. Bandingkan dengan gaji rata-rata karyawan yang hanya Rp4,85 juta per bulan. Jika dihitung, gaji direksi sekitar 278 kali lipat dari karyawan biasa. Komisaris memang mendapat gaji lebih kecil, dengan total Rp750 juta per tahun, atau sekitar Rp250 juta per orang jika ada tiga komisaris. Tetap saja, angka ini menunjukkan kesenjangan yang luar biasa antara jajaran atas dan tenaga kerja di lapangan.

Dari sisi kinerja keuangan, Yupi memang terlihat kuat. Pendapatan naik dari Rp2,5 triliun (2022) menjadi Rp2,9 triliun (2023), dan per September 2024 sudah Rp2,2 triliun. Laba bersih juga meningkat dari Rp350 miliar (2022) menjadi Rp400 miliar (2023), dan diperkirakan mencapai Rp500 miliar di 2024. Arus kas operasional tetap positif di Rp512 miliar, dengan saldo kas mencapai Rp559 miliar. Bahkan, utang bank hanya Rp30,4 miliar, dan semua utang jangka panjang sudah dilunasi. Dari segi likuiditas dan solvabilitas, perusahaan ini benar-benar sehat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Tapi, ada masalah lain. Valuasi sahamnya terlalu mahal. Setelah IPO, PBV Yupi ada di 6,89, sementara PER mencapai 42,72. Untuk perbandingan, PBV wajar biasanya ada di 1-3 kali, dan PER di bawah 15 kali dianggap ideal. Dengan kata lain, harga saham IPO ini sudah sangat premium dibandingkan nilai fundamentalnya. Jika ada yang membeli dengan harapan harga akan naik terus, mungkin lebih baik bersiap menghadapi realita pasar yang bisa sangat kejam pada valuasi yang tidak masuk akal.

Ada juga transaksi dengan pihak berelasi, seperti sewa properti dan penggunaan tenaga kerja dari perusahaan afiliasi. Potensi konflik kepentingan jelas ada, terutama jika harga yang digunakan tidak sesuai dengan standar pasar. Selain itu, hanya 10% saham yang beredar di publik, yang berarti likuiditasnya rendah. Jika ada pemegang saham besar yang ingin keluar, harga saham bisa turun tajam. Belum lagi ada 16 izin BPOM yang masih dalam proses perpanjangan, yang bisa menjadi risiko operasional jika terjadi kendala perizinan.

Setelah IPO, struktur pemegang saham juga berubah. Affinity Equity Partners, sebuah firma ekuitas swasta asal Hong Kong, mengakuisisi Yupi dengan nilai transaksi $1,2 miliar, menggantikan PT Sweets Indonesia sebagai pemegang saham pengendali. Dengan investor baru ini, strategi bisnis bisa berubah—mungkin ke arah ekspansi global yang lebih agresif, atau justru lebih fokus pada efisiensi dan profitabilitas jangka pendek.

Kalau melihat pola IPO Yupi, ada kemiripan dengan IPO PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) alias MR DIY Indonesia yang baru-baru ini menarik perhatian pasar. MDIY melepas 2,52 miliar saham atau 10% dari total modal disetor dengan harga Rp1.650 per saham, mengumpulkan dana Rp4,15 triliun. Tapi, dari angka itu, Rp3,74 triliun langsung masuk ke kantong Azara Alpina Sdn Bhd, pemegang saham lama dari Malaysia. Hanya Rp415,64 miliar yang benar-benar masuk ke perusahaan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari dana yang masuk ke perusahaan, sekitar 60% digunakan untuk membayar utang ke Bank CIMB Niaga, atau setara Rp249,38 miliar. Sisanya, 30% atau Rp124,69 miliar dialokasikan untuk ekspansi toko baru, dan 10% atau Rp41,56 miliar untuk modal kerja. Yang menarik, setelah IPO, kinerja keuangan mereka menunjukkan pertumbuhan luar biasa. Pada 2021, MDIY hanya mencatat pendapatan Rp894 miliar, bahkan rugi Rp80 miliar. Tapi ajaibnya, 2022 pendapatan melonjak jadi Rp2,21 triliun, laba bersih Rp127,5 miliar, lalu 2023 melonjak lagi jadi Rp3,9 triliun dengan laba bersih Rp351,8 miliar. Bahkan, di semester pertama 2024, mereka mencatat pendapatan Rp3,2 triliun dengan laba bersih Rp534,7 miliar.

Namun, angka ini juga menimbulkan pertanyaan. Margin laba bersih mereka naik drastis dari 5,75% (2022) ke 9% (2023), dan tiba-tiba melonjak jadi 16,7% di semester pertama 2024. Bagaimana bisa? Apakah ini murni karena efisiensi bisnis, atau ada faktor lain yang tidak terlihat di permukaan?

Lebih menarik lagi, setelah IPO, beberapa petinggi MDIY langsung menjual saham mereka. Komisaris MDIY Darwin Cyril Noerhadi menjual 52,14 juta lembar saham pada 19 Desember 2024 di harga Rp1.735 per lembar, mengantongi Rp90,46 miliar. Direktur Utama MDIY Edwin Cheah Yew Hong juga tak mau ketinggalan, melepas 4,53 juta lembar saham dengan harga yang sama, mendapatkan Rp7,86 miliar. Apakah ini sinyal kepercayaan mereka terhadap pertumbuhan perusahaan, atau justru tanda bahwa mereka ingin keluar sebelum harga saham jatuh?

Jadi, baik IPO Yupi maupun MDIY, pola yang digunakan hampir sama: pemegang saham lama menjual sebagian besar kepemilikan mereka ke publik, dengan dana yang masuk ke perusahaan jauh lebih kecil dibanding yang mereka kantongi sendiri. Yupi mungkin lebih fokus pada ekspansi pabrik dan inovasi produk, sementara MDIY tampaknya lebih banyak menggunakan dana untuk bayar utang dan buka toko baru. Tapi di balik semua angka dan strategi ini, ada satu pertanyaan besar yang harus dijawab investor: apakah IPO ini benar-benar tentang pertumbuhan perusahaan, atau hanya kesempatan bagi pemegang saham lama untuk exit dengan keuntungan besar?

Jadi apakah nanti akan digoreng setelah IPO? Hanya bandar yang bisa jawab. Ingat waktu IPO MDIY, jam awal IPO saham dibanting. Setelah dibanting, dan ritel cutloss, baru saham ditarik. Kalau bisa dibilang, bandarnya ganas. Apakah hal yang sama akan terjadi di YUPI? Hanya waktu yang akan menjawab.

Semoga investor ritel yang ikut IPO YUPI bisa cuan. Kalau pun tidak cuan, minimal dapat hikmahnya.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138 (caranya cek gambar terakhir)
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Jangan lupa kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://bit.ly/44osZSV

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$BBRI

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy