🎨 AVIA FY24: Laba Bersih +1% YoY, Sedikit di Atas Ekspektasi
Stockbit’s take:
â–ª Avia Avian ($AVIA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp504 M pada 4Q24 (+0,4% YoY, +43% QoQ). Hasil ini membuat laba bersih selama FY24 menjadi Rp1,7 T (+1% YoY), melampaui ekspektasi karena setara 103% dari estimasi FY24F konsensus.
â–ª Kami menilai hasil pada 4Q24 sebagai kinerja yang positif, didorong oleh kuatnya pertumbuhan volume (+9% YoY, +12% QoQ) dan harga jual (+3% YoY, +6% QoQ) di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Hasil ini juga berhasil menjawab keraguan market atas kemampuan AVIA dalam mencapai target guidance, mengingat lemahnya kinerja 1H24.
▪ Ke depannya, manajemen AVIA menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar +6–10% YoY pada FY25F, dengan target pertumbuhan volume penjualan di segmen solusi arsitektur di kisaran +4–8% YoY. Selain itu, manajemen juga tetap membuka peluang pertumbuhan anorganik.
1. Berhasil Capai Guidance meski Kinerja 1H24 Lesu
AVIA mencatat pertumbuhan volume segmen solusi arsitektur sebesar 172 ribu ton (+5% YoY, vs. target: +4–8% YoY), dengan pendapatan Rp7,5 T (+6% YoY, vs. target: +6–10% YoY). Pendapatan segmen solusi arsitektur (~80% total pendapatan) tumbuh +4% YoY, sementara segmen barang dagangan (~20% total pendapatan) naik +16% YoY.
Hasil ini berhasil menjawab keraguan market atas kemampuan AVIA dalam mencapai target guidance yang ditetapkan oleh manajemen, mengingat lemahnya kinerja selama 1H24 di mana volume segmen solusi arsitektur turun (-0,1% YoY) dan pendapatan hanya tumbuh +3% YoY. Keberhasilan ini juga didukung oleh stabilnya harga jual (-1% YoY) serta kenaikan terkontrol biaya pemasaran dan promosi (+10% YoY), sehingga menjaga margin laba bersih di level 22,3% (vs. FY23: 23,4%), sesuai proyeksi manajemen di kisaran 22–23%.
Ke depannya, manajemen AVIA menargetkan pertumbuhan pendapatan selama FY25 di kisaran +6–10% YoY, dengan target pertumbuhan volume penjualan di segmen solusi arsitektur sekitar +4–8% YoY. Manajemen juga menyatakan penjualan cat selama Januari–Februari 2025 cukup baik, didorong oleh peningkatan pesanan toko bangunan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan jelang Lebaran.
2. Update Buyback 2023: 95% Total Target, Rencana Beli 1,42 Miliar Saham Lagi
Per Desember 2024, AVIA telah memiliki saham treasuri sebanyak 1,16 miliar (1,88%) saham, dengan total penggunaan dana sebesar Rp575 M. Jumlah ini terus meningkat hingga Januari 2025, di mana AVIA telah memiliki saham treasuri sebanyak 1,35 miliar (2,18%) saham, setara 95% dari total target buyback periode Desember 2023–Juni 2025.
Ke depannya, manajemen AVIA juga berencana menambah buyback saham hingga 1,42 miliar (2,3%) saham dengan alokasi dana maksimum Rp1 T. Rencana ini dijadwalkan berlangsung selambat–lambatnya 12 bulan setelah disetujui dalam RUPSLB pada 10 April 2025.
3. Peluang Pertumbuhan Anorganik
Manajemen AVIA menyampaikan bahwa perseroan masih membuka opsi pertumbuhan anorganik melalui akuisisi, meski belum merinci jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang akan diakuisisi. Perseroan juga tetap berhati–hati dalam mengeksekusi strategi akuisisi ini dan akan mengumumkannya setelah seluruh proses administratif selesai.
----------
Theodorus Melvin (@TheodorusMelvin)
Investment Analyst Stockbit