🏦 BBRI 1M25: Credit Costs to Decline but Manage Profit Expectation

Bank Rakyat Indonesia ($BBRI) mengadakan call untuk memberikan penjelasan mengenai kinerja bank only pada Januari 2025 yang mengalami penurunan laba bersih sebesar -58% YoY [https://stockbit.com/post/17694012]. Berikut beberapa catatan penting kami:

1. Beban Provisi Januari 2025 akan Menjadi yang Tertinggi

Manajemen BBRI menjelaskan bahwa dari total Rp5,6 T beban provisi bank only yang dibukukan pada Januari 2025, sekitar ~Rp2 T merupakan provisi secara sistem (penilaian portofolio kredit secara menyeluruh). Sementara itu, sekitar ~Rp3,5 T merupakan tambahan provisi dari manajemen (management overlay) seiring dengan potensi risiko terkait dinamika restrukturisasi kredit Kupedes (sub–segmen mikro).
Menurut manajemen, overlay masih berpotensi muncul pada bulan–bulan berikutnya, tetapi dengan jumlah yang lebih kecil sehingga beban provisi diproyeksikan akan menurun. Manajemen BBRI mengkonfirmasi bahwa guidance atas credit costs sekitar 300–320 bps secara konsolidasi untuk FY25 sudah memperhitungkan angka Rp3,5 T management overlay di atas.

2. Menjaga Ekspektasi Laba Bersih

Meski beban provisi diproyeksikan akan menurun di bulan–bulan mendatang, pencapaian guidance atas credit costs sekitar 300–320 bps pada FY25 akan sangat bergantung pada realisasi asumsi–asumsi kunci, seperti: 1) pertumbuhan kredit dan pembiayaan konsolidasi sekitar +7–9% YoY; dan 2) penyelesain proses restrukturisasi kredit Kupedes. Dengan demikian, manajemen BBRI mengatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan terhadap potensi penurunan laba bersih secara konsolidasi pada tahun ini. Meski kinerja kredit dan NIM masih cenderung rendah pada awal tahun, manajemen BBRI mengekspektasikan pertumbuhan kredit dan kondisi likuiditas akan mulai membaik pada 2Q25.

3. Prospek Dividen dan Valuasi

Manajemen mengatakan bahwa diskusi terkait dividen tahun buku 2024 mengarah ke dividend payout ratio (DPR) dengan kisaran 85%, lebih tinggi dibandingkan DPR tahun buku 2023 di level 80%. Dengan DPR 85%, maka potensi dividen final BBRI adalah Rp204/saham, yang mengindikasikan dividend yield sebesar 6% berdasarkan harga penutupan sesi I hari ini, Jumat (28/2), di level Rp3.390/lembar. Prospek pembagian dividen ke depan masih akan wait and see seiring mulai beroperasinya BBRI di bawah Danantara, menurut manajemen.

Dari sisi valuasi, saham BBRI di harga saat ini diperdagangkan pada valuasi 1,54x 1–Year Forward P/BV, sudah lebih rendah dibandingkan -2 Standard Deviation (1,62x) rata–rata historis dalam 10 tahun terakhir. Level valuasi ini juga merupakan yang terendah sejak pandemi Covid–19 (1,32x). Meski demikian, terdapat potensi pemangkasan estimasi laba bersih FY25F konsensus jika pemulihan kinerja pada bulan–bulan mendatang berjalan lambat. Saat ini, konsensus memproyeksikan pertumbuhan laba bersih FY25F yang relatif flat di angka Rp60,7 T (vs. FY24: Rp60,2 T).

____________
Edi Chandren (@edichand)
Lead Investment Analyst Stockbit

Read more...
2013-2025 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy