➖ Hasjim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, sekaligus saudara Presiden Prabowo.
Menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Pemerintah, bukan hanya sekedar untuk dicapai, tapi untuk dilampaui.
Angka 8% adalah target 'minimal'.
Tahun ini (2025) mungkin belum tercapai, namun tahun kedua (2026) dan seterusnya optimistis tercapai lewat 2 program utama.
1. Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan seluruh dampak turunannya termasuk melibatkan 30 ribu dapur UMKM dan supply chain pangan, yang diperkirakan bisa menambah pertumbuhan ekonomi sekitar 2%.
2. Fokus pada program Perumahan Rakyat yang bisa menggerakkan 185 sektor usaha terkait, yang diperkirakan bisa menambah pertumbuhan ekonomi sekitar 2-3%.
...............
Ini belum termasuk 15 mega proyek yang akan dieksekusi meliputi hilirisasi (smelter, kilang, dll) yang bisa menyumbang tambahan pertumbuhan 1%.
Kemudian program food estate yang dilanjutkan.
Serta Internet Connectivity yang murah dan terjangkau untuk setiap 10% populasi diperkirakan akan menambah pertumbuhan ekonomi 0,7% sampai 1,3% per tahun (mengutip hitungan McKinsey)
.............
Dengan demikian target 8% pertumbuhan ekonomi Indonesia optimis terlampaui, walaupun di tengah ketidakpastian global karena kebijakan tarif Trump yang membuat 'gaduh' dunia internasional bahkan domestik US sendiri.
Namun di sisi lain, ada harapan perdamaian dari perang Rusia-Ukraina.
Tapi Hasjim menegaskan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia 8% bersumber dari demand dan supply domestik, sehingga pengaruh kebijakan tarif Trump sangatlah minim.
Hasjim juga meluruskan anggapan bahwa efisiensi ratusan triliun APBN bukanlah memotong belanja, melainkan realokasi dari belanja yang tidak penting ke belanja yang lebih penting.
https://cutt.ly/prrk6whu
$SMGR $WIFI $BBRI