Saya makin yakin $IHSG akan berada dalam tren bearish dalam 1-2 tahun mendatang setelah Morgan Stanley merevisi rating indeks kita menjadi UNDERWEIGHT.
Bersyukur karena intuisi negatif ini, $PNBN dan $CFIN akhirnya dengan berat hati, saya realisasikan loss beberapa waktu lalu. Dan terbukti, saham-saham tersebut makin nyungsep.
Saya jual mereka sehingga ada amunisi untuk menambah saham-saham yang akan berada dalam level undervalued ketika indeks makin turun mendekati level 6.000 dan di bawah 6.500.
Tetap bersyukur karena total return portfolio secara mengejutkan masih positif, bahkan tercatat sebagai return tertinggi selama investasi saya di pasar saham Indonesia. Thanks to WIFI, TAMU, KDSI, AADI, MDIA, dan CSIS yang menyokong return tersebut.
Strategi menghadapi pasar dalam kondisi bearish adalah tetap tenang dan jangan tergesa-gesa membeli. Menangkap pisau jatuh justru akan melukai tangan kalian.
Jika punya waktu cukup banyak, alias investor atau trader full time, maka bisa coba trading atau scalping dengan disiplin. Jangan jadi trader part time yang harus kena pump and dump gara-gara gak sempet lihat pergerakan harga, seperti IMJS 馃槄 *toyor diri sendiri
Saat situasi seperti ini, perbanyak riset terhadap saham-saham undervalued yang punya proyek-proyek jangka panjang dan menghasilkan cuan tambahan. Terus terang saya happy dengan kondisi saat ini karena peluang makin banyak 馃槅
Saya bisa katakan, masih sangat banyak wonderful company yang bisa kita beli dalam situasi saat ini. So, prepare your cash, discipline, and grab the chance! Good luck 馃憤 馃挀
Tema saham pilihan saya dalam 1-2 tahun ke depan:
1. Geng FCA (backdoor story)
2. Turn around story of SOEs
3. Super cheap mining stocks
4. Sustainable growth small-mid cap