Bank dengan Laba Terbesar di Indonesia Berdasarkan LK Full Year 2024
Diskusi hari ini di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari 9 bank dengan laba terbesar di IHSG yang sudah rilis laporan keuangan Full Year 2024 per 20 Februari 2025 jam 15.00 WIB, ada beberapa hal menarik yang bisa dibahas. Mulai dari bank yang laba naik tapi harga saham malah nyungsep, sampai bank yang harga sahamnya terbang tinggi, tapi valuasinya makin mahal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
$BBRI masih raja laba, mencetak 60,15 Triliun, tapi entah kenapa harga sahamnya malah anjlok -37,94% setahun terakhir. Investor lagi bete? Faktor direktur marah sama Influencer saham? Atau mungkin udah overpriced sebelumnya?
Di sisi lain, BNLI jadi bintang kejutan, dengan harga saham naik 94,09% dalam setahun, berkat pertumbuhan laba 37,96%.
Tapi kalau cari yang paling apes, lihat BDMN. Satu-satunya bank di daftar ini yang labanya malah turun (-9,26%), dan ya jelas harga sahamnya juga ikut bablas -13,49%. Ini kombinasi buruk antara fundamental yang melemah dan market yang udah nggak terlalu peduli.
Selain BBRI, ada beberapa bank lain yang laba naik tapi harga saham tetap turun. $BMRI labanya tumbuh 1,31%, tapi sahamnya tetap turun -27,97%. BBNI tumbuh 2,65%, tapi harga sahamnya longsor -25,98%. $BBCA malah lebih bagus, labanya naik 12,74%, tapi masih saja turun -10,22%.
Bisa jadi, market mulai sadar valuasi mereka terlalu tinggi sebelumnya. Contohnya BBCA, dengan PBV 4,22 dan PER 20,23, investor mulai mikir dua kali buat masuk di harga segitu. Atau karena faktor Influencer juga?
Kalau lihat valuasi, NISP dan BDMN jadi bank termurah. PBV BDMN cuma 0,48, artinya harga sahamnya setengah dari nilai bukunya. NISP juga murah, dengan PBV 0,75 dan PER 6,25. Bisa jadi ini hidden gem, atau mungkin market memang nggak terlalu optimis sama mereka. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sebaliknya, BBCA masih punya valuasi paling premium, dengan PBV 4,22 dan PER 20,23. Sepertinya, investor BBCA memang tipe yang rela bayar premium buat bank ini, meskipun sahamnya turun.
BBRI tetap bank paling loyal ke investor, dengan dividend yield 11,61%. Kalau cari bank yang bagi dividen besar, ini juaranya. Sementara BRIS paling pelit, cuma 0,65%, padahal labanya naik lumayan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
BBRI masih raja laba, tapi market mulai ilfeel, harga turun jauh.
BNLI jadi pemenang harga saham, naik hampir 2x lipat dalam setahun.
BBCA tetap bank premium, mahal tapi stabil.
BMRI dan BBNI laba naik tapi harga turun, investor mulai picky.
NISP dan BDMN paling undervalued, tapi mungkin bukan favorit pasar.
BRIS rajanya pertumbuhan laba, tapi dividen kecil.
BBRI paling royal bagi dividen, buat yang suka passive income.
Jadi, sekarang tergantung tujuan investasinya: mau cari dividen? Pilih BBRI. Mau cari saham yang baru mulai naik? BNLI bisa menarik. Mau saham diskon? NISP dan BDMN bisa jadi kandidat. Atau tetap main aman dengan BBCA yang walaupun mahal, tetap bank dengan fundamental solid.
Ada tiga bank yang harga sahamnya naik dalam setahun terakhir:
1. BNLI naik 94,09%, jadi pemenang mutlak dalam daftar ini. Laba naik 37,96%, market suka, dan harga sahamnya meledak.
2. BRIS naik 18,15%, didukung pertumbuhan laba 22,83%, tapi valuasinya mulai mahal (PBV 3,00, PER 19,29).
3. NISP naik 1,53%, meskipun kenaikannya tipis. Laba tumbuh 18,96%, valuasi murah (PBV 0,75, PER 6,25), mungkin mulai dilirik investor.
Sisanya? Harga sahamnya masih merah, entah karena valuasi kemahalan atau market yang memang belum tertarik.
Di dunia perbankan Indonesia, kalau bicara soal laba terbesar, jawabannya masih itu-itu saja: BUMN dan anak-anaknya. Dari 5 bank dengan laba paling gendut di IHSG, 4 di antaranya adalah bank pelat merah yang sudah eksis sejak zaman dulu. BBRI, lahir tahun 1895, awalnya bagian dari kolonial Hindia Belanda, sekarang jadi rajanya kredit UMKM. BMRI, anak muda di antara BUMN, lahir 1998 hasil kawin paksa 4 bank bermasalah, kini sukses jadi bank gede yang siap nendang pesaingnya di ASEAN. BBNI, lahir 1946, awalnya bank sentral, lalu banting setir jadi bank komersial dan tetap bertahan di top tier. BRIS, anak bontot, baru lahir 2021, tapi langsung jadi raksasa syariah gara-gara merger paksa tiga bank BUMN syariah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Satu-satunya bank swasta yang berani ngelawan dominasi BUMN adalah BBCA. Lahir tahun 1957, awalnya bagian dari grup Salim sebelum dihajar krisis 1998. Tapi setelah lepas dari pemilik lama, BBCA justru naik kelas jadi bank swasta terbesar, tempat para nasabah tajir nyimpen duit.
Perbankan Indonesia masih didominasi BUMN. Kalau cari bank dengan laba terbesar, ya sudah pasti BBRI, BMRI, BBNI, dan BRIS. Swasta? Cuma BBCA yang bisa bersaing. Bank lain seperti BNGA, BNLI, dan NISP? Mereka masih di kelas menengah, belum bisa menembus level laba monster seperti bank-bank BUMN ini. Jadi kalau ada yang masih percaya bank swasta bakal mendominasi, ya mungkin harus belajar dari BBCA.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138 (caranya cek gambar terakhir)
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Jangan lupa kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://bit.ly/44osZSV
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/3


