$DEPO Satu Geng Dengan Tanoko $CLEO
Per 30 September 2024, pendapatan DEPO tercatat sebesar Rp2,02 triliun, naik tipis dari Rp1,97 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan 2,4% ini terdengar positif, tapi mari jujur—ini bukan pertumbuhan yang bisa bikin investor loncat kegirangan. Kalau dibandingkan dengan inflasi dan kenaikan harga bahan bangunan, ini lebih mirip bertahan hidup daripada ekspansi bisnis yang agresif. Sumber pendapatan masih didominasi oleh bahan bangunan Rp1,22 triliun (60,2%), diikuti oleh bahan finishing Rp761,17 miliar (37,6%), dan segmen lain-lain Rp43,70 miliar (2,2%). Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Yang agak ironis, program loyalitas pelanggan justru menurun dari Rp10,11 miliar jadi Rp9,41 miliar. Jadi pelanggan makin setia atau makin berkurang? Sementara itu, pendapatan dari sponsorship dan sewa naik ke Rp7,98 miliar dari Rp5,46 miliar. Mungkin DEPO mulai sadar bahwa selain jualan bahan bangunan, menyewakan tempat bisa jadi sumber uang tambahan. Meski jumlahnya masih kecil dibanding total revenue, setidaknya ada usaha diversifikasi pendapatan.
Beban pokok penjualan (COGS) naik 1,3% menjadi Rp1,63 triliun, yang artinya ada sedikit peningkatan efisiensi dibanding revenue yang naik 2,4%. Kalau dihitung-hitung, ini masih dalam batas aman. Tapi jangan senang dulu, karena beban operasional justru naik lebih cepat. Beban penjualan dan administrasi (SGA) melonjak 6,7% menjadi Rp333,79 miliar. Ini jelas bukan kabar baik, karena ketika biaya operasional naik lebih cepat dari revenue, itu artinya ada yang nggak beres di manajemen efisiensi. Gross margin memang naik dari 18,4% ke 19,2%, tapi kalau beban lain-lain terus membengkak, ya percuma.
Sekarang, mari lihat sisi yang lebih menarik, yaitu laba dan arus kas. Laba bersih DEPO tercatat Rp56,78 miliar, tapi yang bikin menarik adalah arus kas operasionalnya malah lebih tinggi, mencapai Rp64,37 miliar. Ini berarti laba yang dicatat berbasis akrual lebih kecil dibanding kas aktual yang masuk. Biasanya kita lihat perusahaan yang suka menggelembungkan laba, tapi di sini DEPO malah lebih konservatif. Penerimaan kas dari pelanggan Rp2,04 triliun, sedikit lebih tinggi dari revenue, yang artinya duit memang benar-benar masuk ke rekening, bukan cuma angka di laporan. Beban bunga Rp14,63 miliar sudah sepenuhnya tercatat dalam arus kas, jadi nggak ada utang bunga yang tiba-tiba muncul di kemudian hari. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kas & setara kas anjlok 50,49% ke Rp46,19 miliar. Sementara itu, utang berbunga naik 139% ke Rp135,00 miliar. Gimana ceritanya? Utang jangka panjang naik Rp95 miliar, jangka pendek bertambah Rp18 miliar. Dengan quick ratio cuma 0,38x, artinya kas dan deposito hanya cukup menutup 38% dari utang jangka pendek. Kalau nggak ada pemasukan tambahan atau restrukturisasi keuangan yang lebih baik, ini bisa jadi masalah besar ke depan. Arus kas operasional juga cuma bisa menutup 47,7% dari total utang berbunga. Kalau tren ini berlanjut, bisa jadi DEPO harus cari utang lagi buat bayar utang. Siklus yang nggak sehat.
DEPO bukan pemain tunggal, melainkan bagian dari satu grup perusahaan yang terdiri dari beberapa emiten lain. Mereka beroperasi dalam jaringan yang mencakup PT Avia Avian Tbk ($AVIA), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), PT Penta Valent Tbk (PEVE), PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), dan PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES). Keterkaitan mereka didasarkan pada kepemilikan saham atau posisi direksi dan komisaris yang tumpang tindih. Jadi, kalau ada yang main di satu emiten, kemungkinan besar pola manajemennya nggak jauh beda di emiten lainnya.
Berdasarkan aturan Bursa Efek Indonesia, sebuah perusahaan bisa dikategorikan dalam satu grup kalau ada satu pihak yang sama mengendalikan beberapa emiten, ada ketergantungan finansial, atau ada pengendalian langsung. Ini berarti DEPO bukan perusahaan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari jaringan yang lebih besar, dengan segala peluang sinergi dan risiko keuangan yang menyertainya.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138 (caranya cek gambar terakhir)
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Jangan lupa kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://bit.ly/44osZSV
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/3