"Danantara & BUMN"
Sudah lama saya tidak posting apapun di forum, ya kebetulan saya belum lama ini baru balik dari jalan2 (well...you earn your dividend, go on holiday, repeat, right?)
Kembali lagi ke topik, belum lama ini kita di suguhkan dengan berita mengenai Danantara, pagi ini pun saya di chat beberapa teman saya melalui Instagram & Whatsapp mengenai Danantara, ada yang sedikit bingung, ada yang kritis dengan kebijakan di bangunnya Danantara dan ada juga yang bahkan seolah2 panik dengan BUMN khususnya perbankan BUMN bergabung di bawah Danantara (Screenshoot yang saya lampirkan di bawah bisa sebagai reference), walaupun saya tidak mengerti apa urgency untuk panik dengan masuknya BUMN di bawah Dinantara
Sebelumnya, seperti biasa, kebetulan saya suka posting seputar ekonomi hingga saham melalui Instagram saya, if you are interested, feel free to check my Instagram below:
Instagram: @James.Jayadi
Link Insta: https://cutt.ly/prwXtTTy
Note:
Postingan ini tidak ada hubungannya dengan politik, tulisan di postingan ini hanya murni bagian dari pendapat saya seputar Danantara
=============================
"The Wonder & Risk of Danantara"
Mungkin di luar sana maupun teman2 yang sedang membaca postingan saya agak sedikit pesimis dengan di bentuknya Danantara, bahkan ada yang panik (again, I don't know why need to be panic), ya mungkin hasil dari kekecewaan sebagian masyarakat dengan kondisi Indonesia belakangan ini (kepercayaan masyarakat akan kebijakan2 pemerintah mungkin cenderung menurun, trust issue)
Sebelum menilai baik/buruknya Danantara, ada baiknya untuk mengerti apa Danantara itu dan bagaimana cara kerja Danntara
Secara garis besar tanpa harus terlalu berkepanjangan, Danantara itu bagaikan super holding company yang bergerak dan beroperasional di bidang investasi, nah dana investasi yang di kelola Danantara nanti sumbernya dari mana? dari "Dividend" yang di bagikan BUMN yang membagikan dividend as usual (Contoh: $BBRI, $BMRI, $BBNI, you name it)
Sebelumnya, dividend BUMN untuk jatah pemerintah akan di berikan langsung di berikan ke pemerintah dan di alokasikan di APBN pemerintah, semisal apabila total dividend seluruh BUMN yang di berikan ke pemerintah adalah Rp 85T, maka APBN akan bertambah Rp +85T
Sekarang dengan akan di luncurkannya Danantara, jatah dividend untuk pemerintah dari seluruh BUMN yang sebelumnya di alokasikan ke APBN, sekarang akan di berikan ke Danantara yang dimana Danantara akan kelola dalam bentuk investasi dengan harapan di masa depan (dan jangka panjang) akan menghasilkan jumlah yang lebih banyak, contoh apabila dividend seluruh BUMN Rp 85T di berikan ke Danantara, maka Danantara akan re-invest kemudian apabila untung dan menjadi Rp 100T, maka Danantara bisa memberi keuntungan lebih ke APBN, see? its simple
So...here are the questions:
1.Apakah dividend anda sebagai investor retail akan kenapa2?
No, dividend anda akan anda terima sesuai dengan lembaran saham yang anda miliki. Justru dengan adanya Danantara, saya rata pemerintah akan tetap mendorong BUMN untuk memberi dividend jumbo, sehingga anda sebagai investor retail "mungkin" bakal dapat jumlah dividend yg lebih banyak pula (its just a possibility), jadi apakah sebagai investor perlu pesimis? no
2.Apa keuntungan untuk para BUMN?
Dengan masuknya perusahaan BUMN di bawah naungan Danantara, maka tentu image dan daya saing perusahaan2 BUMN tersebut akan lebih naik secara global, yang dimana trust investor asing untuk menyuntikkan modal mereka ke para BUMN pun akan lebih deras (well hopefully)
Jadi apakah ini negatif? saya rasa tidak, justru positif dari segi ekonomi riil maupun segi investasi
3.Apakah dengan di bentuknya Danantara merupakan langkah yang baik/di perlukan?
Saya rasa dalam hal bernegera, negara yang ingin maju memang harus memiliki super holding demikian
4.Apakah ada kemungkinan kerugian dari Dinantara?
Sayangnya yes, dengan bergabungnya para BUMN di bawah super holding Danantara, apabila ada penyalahgunaan jabatan, penyelewangan dana dan sebagainya di badan Danantara itu sendiri, tentu image akan Danantara maupun para BUMN di bawah Danantara akan kena juga (yang dimana akibatnya ya kebalikan dari sisi positifnya, yakni investor asing juga agak lebih was2)
Kemudian, dengan total dividend yang sebelumnya langsung nambah ke saldo APBN, apabila pengelolaan dana dividendnya tidak di lakukan dengan benar atau investasi Danantara tidak sesuai harapan atau ada terjadinya penyelewangan dana dan sebagainya, maka potensi yang seharusnya di dapatkan APBN pun akan punya resiko untuk menurun yang dimana jadi tidak akan optimal untuk membangun ekonomi (karna hasil re-investasi Danantara melalui dividend para BUMN yang di setor ke APBN nantinya ujung2nya bakal di gunakan untuk membangun ekonomi Indonesia)
============================
"The Main Concerns"
Di sisi lain...
Walaupun Danantara menurut saya pada dasarnya memang bertujuan positif dalam hal memberikan nilai tambah pada ekonomi, sayangnya ada beberapa hal yang menurut saya justru menjadi main concerns, yakni:
"Siapa yang akan menjadi kepala Danantara dan para pemegang jabatan2nya? apakah kompeten? apakah bisa di percaya?"
Sayangnya apabila kita berkaca pada opini masyarakat saat ini, di mungkinkan yang akan masuk salam jajaran direksi maupun pengawas nanti di nilai kurang kompeten dalam bidang ini dan justru ada yang track recordnya di pertanyakan (coba saja search salah satunya "Abdullah Burhanudin", and you will be surprised). Untuk pertanyaan ini saya tidak akan comment terlalu banyak, justru saya akan memberikan ruang bagi teman2 semua dalam berpendapat perihal jajaran direksi dan pengawas Danantara (feel free to share your opinion in the comment section below)
Kedua...
"Kenapa Danantara terkesan kebal hukum dengan tidak bisa di periksa oleh BPK & KPK?"
Well I don't know, you tell me, saya rasa apapun lembaganya, apabila masih berafiliasi dengan pemerintah dan uang pemerintah, maka sangat tidak makes sense apabila tidak "transparan"
Ketiga...
"Bagaimana cara pemerintah dalam mengcover gap saldo APBN yang asalnya dari dividend BUMN karna sekarang di berikan ke Danantara untuk di re-invest terlebih dahulu?"
Menaikkan pajak kah? in this kind of economy? I don't know, again...you tell me, but I hope there is a better way to do so
================================
"Conclusion"
In conclusion, Danantara tidak mengambil dana nasabah seperti apa yang di perkirakan masyarakat awam, justru mereka mengambil dividend kemudian di re-invest dengan tujuan mendapat nilai tambah yang dimana bisa di gunakan pemerintah nantinya untuk membangun ekonomi, this is good.
Tetapi...walaupun tujuan Danantara tentu sebenarnya positif, hanya saja ada hal2 yang sayangnya masih patut untuk di kritisi seperti apa yang sudah saya sampaikan di atas.
Hope this explains, thank you
James Jayadi
===============================
Instagram: @James.Jayadi
Link Insta: https://cutt.ly/7rwXtTJW