Bagaimana Jika Ukraina Damai?
Permintaan salah satu user Stockbit di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 yang pengen bahas tentang rencana Amerika mau damai damai Rusia https://stockbit.com/post/13223345
Setelah bertahun-tahun perang Ukraina-Rusia menjadi tontonan dunia, Amerika memutuskan untuk ganti strategi. Bukan karena tiba-tiba cinta damai, tapi karena mereka sadar ada sumber daya langka bernilai miliaran dolar yang lebih penting daripada sekadar membiayai perang yang gak ada ujungnya. Makanya, sekarang Amerika ngajak Rusia ngobrol baik-baik sambil menekan Ukraina buat serahin 50% rare earth minerals mereka—bukan dengan bayar, tapi sebagai ganti rugi atas bantuan miliaran dolar yang udah dikasih. Ya, bantuannya “ikhlas” tapi ada invoice di belakangnya. Dan lucunya, yang gak diajak ngobrol sama sekali itu Eropa, padahal selama ini mereka yang teriak paling kencang soal Ukraina. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sudut pandang Amerika, ini langkah jenius. Udah capek keluar duit buat perang yang gak jelas menangnya, mending langsung ambil alih sumber daya alam yang bisa dipakai buat teknologi masa depan. Kalau Ukraina nolak? Gampang, tinggal tarik bantuan, biarin mereka sendirian lawan Rusia, dan lihat siapa yang lebih butuh siapa. Kalau akhirnya Ukraina “pasrah” dan kasih setengah tambangnya ke Amerika, ya selamat! Sekarang rare earth metals yang selama ini didominasi China jadi milik Paman Sam. Ekonomi Amerika aman, saham perusahaan teknologi naik, dan semua bahagia—kecuali Ukraina.
Di sisi lain, kalau perundingan ini sukses, perang bisa berhenti dan dunia mulai stabil lagi. Tapi stabil bagi siapa? Rusia bakal keluar sebagai pemenang karena dapat wilayah tambahan di Ukraina tanpa banyak perlawanan. Amerika dapat tambang dan rare earth yang mereka mau. Eropa? Ditinggal sendirian sama Amerika, makanya mereka sekarang sibuk mau bikin Army of Europe karena udah sadar kalau mereka gak bisa terus-terusan ngegantungin diri ke Washington. Dan Ukraina? Well, mereka harus puas jadi pion dalam permainan catur geopolitik ini.
Nah, kalau perang Ukraina beneran berakhir, efeknya bakal berantai ke mana-mana, termasuk Indonesia. Pertama, harga komoditas yang selama ini terbang gara-gara perang bisa mulai turun. Batu bara? Bisa turun drastis. Nikel? Bisa anjlok. Kenapa? Karena selama ini harga dua komoditas itu naik gila-gilaan akibat gangguan pasokan dari Rusia dan Ukraina. Kalau perang selesai dan Rusia balik jualan lagi tanpa batasan, pasokan global bakal membanjir dan harga bisa balik ke level sebelum perang. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Indonesia yang selama ini panen cuan dari kenaikan harga komoditas harus mulai waspada. Saham-saham batu bara yang selama ini nyaman di atas angin bisa mulai mengalami koreksi. Saham-saham nikel? Bisa ikut longsor kalau pasokan Rusia balik lancar. Emiten seperti ADRO, ITMG, PTBA, atau BSSR yang selama ini nikmatin euforia harga tinggi bisa kena tekanan. Kalau bursa global mulai pricing in skenario ini, ada kemungkinan kita bakal lihat shifting ke sektor lain yang gak terlalu bergantung ke komoditas.
Tapi ada juga yang bisa diuntungkan, terutama kalau harga energi global turun. Industri manufaktur yang selama ini pusing dengan harga listrik dan bahan baku mahal bisa mulai bernapas. Emiten seperti INDF, ICBP, UNVR, dan yang berbasis konsumsi bisa lebih stabil karena biaya produksi mereka turun. Sektor properti yang selama ini kena dampak suku bunga tinggi juga bisa mulai bangkit kalau inflasi global mulai turun.
Sementara itu, Amerika gak perlu lagi keluar miliaran dolar buat bantu Ukraina. Duit yang tadinya buat perang bisa dialihin buat infrastruktur dan industri dalam negeri. Mereka juga bisa fokus ke musuh yang lebih besar: China. Makanya, gak heran kalau negosiasi damai ini lebih ke arah "biar cepat selesai" daripada benar-benar cari solusi jangka panjang. Rusia sendiri? Bisa senyum-senyum menang perang tanpa perlu capek-capek lagi, tinggal lihat Ukraina menyerah dan dapat beberapa wilayah tambahan tanpa perlawanan serius.
Jadi, kalau skenario ini benar-benar kejadian, yang paling bahagia jelas Amerika dan Rusia. Amerika dapat tambang, Rusia dapat wilayah, dan dunia bisa lanjut ke drama geopolitik berikutnya. Sementara itu, Indonesia harus mulai waspada kalau harga komoditas kembali ke normal. Bagi yang masih pegang saham energi atau nikel, harus mulai mikir ulang strategi. Karena kalau tiba-tiba perang berakhir dan harga komoditas longsor, jangan kaget kalau tiba-tiba pasar berbalik arah. Tapi sekali lagi, ini hanya hipotesis. Belum tentu Amerika, Rusia dan Ukraina mendadak damai. Pasti ada drama nya dulu seperti Sinetron Adzab di Indosiar. Tapi sebagai investor, ya prepare for the worst aja. Apakah siap atau tidak. Kalau siap, hajar terus, cicil terus. Kalau tidak siap, ya move on.
Dulu, sebelum dunia ribut soal perang Rusia-Ukraina, harga batu bara dan nikel masih dalam batas wajar. Batu bara Newcastle santai di kisaran USD 50–150 per ton, sedangkan nikel LME anteng di USD 15.000–20.000 per ton. Waktu itu, ekonomi global lagi pemulihan dari pandemi COVID-19, dan meskipun permintaan energi mulai naik, pasokan masih stabil. Rusia masih happy-happy ekspor gas ke Eropa, Indonesia dan Australia santai kirim batu bara, dan nikel? Produksinya aman dari Rusia, Indonesia, dan Filipina. Semua berjalan normal, sampai tiba-tiba Vladimir Putin memutuskan untuk bikin dunia geger dengan invasi Ukraina di 24 Februari 2022.
Begitu tank Rusia masuk Ukraina, pasar langsung panik. Harga batu bara terbang ke USD 400 per ton, level tertinggi sepanjang sejarah. Kenapa? Karena Eropa mendadak sadar kalau mereka kebanyakan ngandelin gas murah dari Rusia. Begitu Rusia dikenai sanksi dan pasokan gasnya diputus, Eropa langsung balik ke sumber energi lama: batu bara. Negara-negara yang sebelumnya sok hijau, kayak Jerman dan Belanda, tiba-tiba kembali buka PLTU batu bara karena gak punya pilihan lain. Dan karena batu bara Rusia juga kena embargo, Indonesia dan Australia jadi dewa penyelamat, dengan harga yang naik berkali-kali lipat. Siapa yang untung? Ya jelas perusahaan tambang batu bara yang tadinya dicap sebagai penyebab polusi, sekarang jadi penyelamat Eropa. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sementara itu, di sisi lain, pasar nikel mengalami kejadian yang lebih absurd. Harga nikel yang sebelumnya berkisar di USD 25.000 per ton, tiba-tiba melonjak ke USD 100.000 per ton hanya dalam hitungan hari di Maret 2022. Bahkan pasar London Metal Exchange (LME) sampai harus menghentikan perdagangan karena terlalu banyak hedge fund yang short nikel ketiban apes dan hampir bangkrut. Kenapa bisa begini? Karena Rusia pegang sekitar 10% pasokan nikel dunia, dan begitu perang pecah, semua panik beli nikel seolah-olah besok dunia bakal kehabisan logam ini. Yang paling kocak, beberapa trader yang over-leverage akhirnya dipaksa tutup posisi dengan kerugian miliaran dolar, dan dunia baru sadar bahwa sanksi Rusia ternyata bikin harga logam strategis kacau balau.
Tapi, sekarang muncul drama baru. Amerika dan Rusia mulai ngobrol soal perdamaian, sementara Ukraina ditekan buat serahin 50% tambang rare earth-nya ke AS. Kalau skenario ini kejadian dan perang benar-benar berakhir, siap-siap aja harga batu bara dan nikel bisa balik ke level sebelum perang. Kenapa? Karena alasan utama kenaikan harga dua komoditas ini adalah gangguan pasokan dari Rusia akibat perang dan sanksi. Kalau perang selesai, Eropa bisa balik pakai gas Rusia, batu bara bakal kehilangan demand mendadak, dan harga bisa longsor. Untuk nikel? Kalau Rusia bisa ekspor lagi tanpa sanksi, pasokan global bakal kembali normal dan harga bisa turun drastis.
Elon Musk dan industri manufaktur Amerika butuh harga komoditas murah. Itu fakta. Tesla, SpaceX, dan seluruh rantai pasokan industri teknologi AS bergantung pada rare earth metals, nikel, aluminium, dan lithium dengan harga serendah mungkin. Kenapa? Karena semakin mahal bahan baku, semakin mahal biaya produksi, semakin susah mereka bersaing.
Tapi selama ini, harga komoditas terbang gara-gara drama perang Ukraina-Rusia. Batu bara naik ke USD 400 per ton, nikel sempat tembus USD 100.000 per ton, aluminium dan gas juga naik gila-gilaan. Hasilnya? Biaya produksi mobil listrik Tesla naik, biaya logistik melonjak, industri baterai makin mahal, dan seluruh ekosistem manufaktur AS ikut kena imbas.
Jadi sekarang, Elon Musk dan kawan-kawan gak bisa diam. Mereka butuh solusi, dan solusi terbaik adalah membuat harga komoditas kembali normal. Dan cara paling gampang? Akhiri perang Ukraina. Kalau perang berakhir, pasokan nikel dari Rusia balik normal, batu bara dan gas turun, harga logam industri kembali stabil, dan industri manufaktur AS bisa beroperasi dengan lebih efisien.
Makanya, tiba-tiba AS jadi pengusung perdamaian. Tapi perdamaian ini bukan cuma soal "menghentikan perang demi kemanusiaan". Bukan. Ini soal bisnis. Makanya negosiasi AS-Rusia soal Ukraina lebih ke arah "Gimana caranya kita beresin ini dengan tetap dapat keuntungan?" Dan di situlah ide brilian muncul: Tekan Ukraina untuk serahkan 50% rare earth metals ke Amerika.
Elon Musk pasti senyum-senyum lihat skenario ini. Kalau AS sukses dapat akses langsung ke tambang Ukraina, industri manufaktur Amerika gak perlu lagi terlalu bergantung ke China buat supply rare earth metals. Tesla bisa dapat nikel dan lithium lebih murah, produksi chip jadi lebih stabil, dan seluruh rantai pasokan industri AS bisa lebih kompetitif. Dengan kata lain, ini bukan cuma soal perang atau damai—ini soal membuat Amerika kembali murah dalam hal bahan baku industri.
Jadi jangan heran kalau tiba-tiba Tesla dan perusahaan teknologi AS lainnya mulai lebih optimis. Kalau harga komoditas turun, margin profit mereka naik, harga produk bisa lebih kompetitif, dan ekspansi bisnis jadi lebih lancar. Dan semua itu bisa terjadi kalau perang Ukraina-Rusia berakhir dengan kesepakatan yang menguntungkan Amerika. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Geopolitik itu bukan cuma soal senjata, tapi juga soal bisnis. Dan kalau industri manufaktur Amerika ingin harga komoditas murah, mereka akan menemukan cara untuk mewujudkannya.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138 (caranya cek gambar terakhir)
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Jangan lupa kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://bit.ly/44osZSV
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$ANTM $ADRO $AADI
1/3