imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kali ini saya akan mencoba menulis tentang rasio ROE,
apa itu ROE, Penjelasan dan kekurangan dari ROE.

ROE (Return On Equity)

Adalah rumus yang membandingkan jumlah laba bersih (Net Income) perusahaan dengan jumlah total modal pemilik perusahaan (Equity).
Atau dengan kata lain melalui rasio ROE ini kita bisa mengetahui seberapa efektif perusahaan memanfaatkan modal (Equity) perusahaan untuk menghasilkan laba bersih (Net Income).

Rumus ROE adalah:
ROE = (Net Income / Equity) x 100%

Dari rumus ROE tersebut kita akan menghitung berapa return perusahaan (laba bersih yang didapat) atas modal (Equity) yang dikeluarkan.

Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu, pastinya tujuan utama dari suatu perusahaan adalah menghasilkan laba bersih (Net Income).
Karena ROE rumusnya adalah Net Income dibagi Equity.
Supaya lebih mudah memahami asal dan fungsi rumus ini, kita akan bahas satu persatu mengenai Net Income dan Equity.

Dimulai dari Equity.
Equity pastinya berhubungan dengan Asset dan Liabilities.
Dengan rumusnya adalah :
Asset = Equity + Liabilities

Maka dengan rumus ke-dua ini sebenarnya kita mendapatkan pemahaman, kalau perusahaan untuk menghasilkan Asset-nya bisa didapat dari 2 hal yaitu modal pemilik perusahaan (Equity) dan utang perusahaan (Liabilities).
Sedangkan Net Income adalah laba bersih. Dalam menjalankan usahanya. Perusahaan akan menjual jasa/produk/dll. Yang nantinya akan menghasilkan pendapat kotor (Revenue). Dan karena dalam membuat jasa/produk/dll-nya tersebut perusahaan pastinya membutuhkan beban biaya operasional dll. Pendapatan kotor (Revenue ) ini tentunya harus dikurangi beban biaya operasional dll, hingga mendapatkan laba bersih (Net Income).
Revenue/pendapatan = Top Line
Net income/laba bersih = Bottom Line

Tentunya untuk menjalankan perusahaan, perusahaan menggunakan Asset-nya untuk memperoleh Revenue hingga Net Income. Dan Asset tersebut didapat atau diperoleh dengan menggunakan dana perusahaan. Dana perusahaan tersebut bisa berasal dari modal sendiri (Equity) dan utang (Liabilities).
Berarti Equity dan Liabilities sebenarnya memiliki fungsi yang sama. Yaitu untuk menghasilkan Asset. Hanya saja perbedaan Equity dan Liabilities adalah bagaimana cara memperolehnya?
Karena,
Kalau Equity berasal dari modal pemilik perusahan.
Sedangkan Liabilities adalah utang perusahaan (memiliki resiko).

Kembali lagi ke ROE,
Sedangkan ROE adalah rumus yang hanya membandingkan laba bersih (Net Income) dengan modal (Equity). Tanpa memperhatikan rasio utang (Liabilities). Padahal dalam menghasilkan net income, bisa saja perusahaan menggunakan Asset yang pendanaannya besar didanai oleh utang (Liabilites).
Tanpa memperhatikan sisi utang perusahaan (Liabilities). Berarti ada kelemahan pada formula ROE.
Ingat rumusnya:
Asset = Equity + Liabilities

Jadi agar rasio ROE ini bisa lebih berfungsi atau berguna dengan maksimal. Kita harus mengetahui terlebih dahulu Asset perusahaan tersebut banyak didapat dari modal (Equity) atau utang (Liabilities). Karena jika Asset perusahaan banyak berasal dari utang, dan modal yang dikeluarkan perusahaan lebih kecil. Rasio ROE ini bisa bias. Dan perusahaan yang memiliki utang (Liabilities) yang cukup besar, memiliki resiko yang besar juga. Karena perusahaan menjalankan usahanya dengan menggunakan utang (Liabilities).
Dengan memahami dari mana Asset perusahaan didapat. Kita akan memahami fungsi ROE lebih baik. Karena ROE hanya melihat modal (Equity). Tidak memperhatikan utang (Liabilities) perusahaa. Jadi rasio ROE ini bisa tidak berfungsi dengan baik jika kita tidak memahami maksud dan fungsi dari rumus tersebut.

Sebagai contoh:
Ada emiten A dengan modal (Equity) 100m, utang (Liabilities) 0, dan menghasilakan laba bersih (Net Income) 10m. maka ROE emiten A adalah 10%.
Lalu ada emiten B dengan modal (Equity) 50m, utang (Liabilities) 150m, dan menghasilkan laba bersih (Net Income) 10m. maka ROE emiten B adalah 20%.
ROE emiten B dua kali lipat ROE emiten A. maka emitem B terlihat jauh lebih bagus dari emiten A.
Tetapi sebenarnya belum tentu, knpa? karena emiten B membutuhkan 200m (Equity 50m + Liabilities 150m) untuk bisa mencetak Net Income sebesar 10m.
Sedangkan emiten A hanya membutuhkan Equity 100m untuk menghasilkan Net Income yang nilainnya sama (sebesar 10m).

Kesimpulannya,
Rumus ROE memiliki kelemahan karena hanya melihat seberapa efisien suatu perusahaan dalam penggunaan Equity-nya untuk menghasilkan laba bersih (Net Income). Tanpa melihat utang (Liabilities) perusahaan. Karena penggunaan utang (Liabilities) yang cukup besar dalam menghasilkan Asset dapat menghasilkan bias terhadapt rasio ROE.
Jadi dalam penggunaan suatu rumus atau rasio dalam laporan keuangan kita tidak bisa hanya memasukan angka-angka tersebut begitu saja. Tapi kita harus memahami konsep kenapa rumus tersebut ada, supaya kita tidak bias.

$IHSG

Read more...

1/2

testes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy