$GPRA
1. PE Ratio: Angka ini menunjukkan berapa kali lipat investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan. PE Ratio GPRA saat ini adalah 4.48.
2. Price to Book Value (PBV): PBV menunjukkan perbandingan antara harga pasar saham dengan nilai buku per saham. PBV GPRA adalah 0.34, yang artinya harga saham lebih rendah daripada nilai buku aset perusahaan per saham. Ini bisa mengindikasikan saham GPRA juga undervalued.
3. PEG Ratio: PEG Ratio membandingkan PE Ratio dengan pertumbuhan laba per saham. PEG Ratio GPRA adalah 0.24, yang berarti pertumbuhan laba perusahaan lebih cepat dibandingkan dengan PE Ratio-nya. Angka di bawah 1 umumnya dianggap baik, menunjukkan saham mungkin undervalued.
3. Earnings Per Share (EPS): EPS adalah laba bersih yang diatribusikan kepada setiap lembar saham. EPS GPRA adalah 22.12, yang berarti setiap lembar saham menghasilkan laba sebesar Rp 22.12.
4. Return on Equity (ROE): ROE menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari modal yang ditanamkan oleh pemegang saham. ROE GPRA adalah 7.61%.
5. Current Ratio: Current Ratio mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendeknya dengan aset lancar. Current Ratio GPRA adalah 4.12, yang artinya perusahaan memiliki aset lancar lebih dari cukup untuk membayar utang jangka pendeknya
6. Debt to Equity Ratio: Rasio ini menunjukkan proporsi pendanaan perusahaan yang berasal dari utang dibandingkan dengan ekuitas. Debt to Equity Ratio GPRA adalah 0.23, yang berarti sebagian besar pendanaan perusahaan berasal dari ekuitas (modal sendiri) dibandingkan dengan utang. Ini mengindikasikan struktur keuangan yang sehat.
7. Asset Turnover: Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan pendapatan. Asset Turnover GPRA adalah 0.28.
Valuasi: Terlihat undervalued berdasarkan PE Ratio dan PBV.
Kinerja Keuangan: EPS yang cukup baik dan ROE yang menunjukkan efisiensi dalam memanfaatkan modal.
Solvabilitas: Struktur keuangan yang sehat dengan rasio utang yang rendah.
1. Gross Profit Margin: 35.35%. Artinya, dari setiap rupiah penjualan, perusahaan berhasil memperoleh laba kotor sebesar 35,35.
2. Operating Profit Margin: 10.39%. Ini menunjukkan bahwa setelah dikurangi seluruh biaya operasi, perusahaan masih mampu menghasilkan laba operasi sebesar 10,39% dari total pendapatannya.
3. Net Profit Margin: 4.86%. Ini adalah persentase laba bersih terhadap total pendapatan, menunjukkan efisiensi keseluruhan perusahaan dalam menghasilkan laba.
4. Revenue (Quarter YoY Growth): 69.09%. Artinya, pendapatan perusahaan pada kuartal tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 69,09% dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya.
5. Gross Profit (Quarter YoY Growth): -15.60%. Meskipun pendapatan tumbuh signifikan, laba kotor justru mengalami penurunan. Ini bisa disebabkan oleh kenaikan harga pokok produksi yang lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan harga jual.
6. Net Income (Quarter YoY Growth): -32.25%. Penurunan laba bersih ini sejalan dengan penurunan laba kotor.
INTERPRETASI: Pertumbuhan pendapatan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan pertumbuhan laba yang sebanding. Ini mengindikasikan adanya tekanan pada margin keuntungan perusahaan.
1. Revenue (TTM): 544B. Total pendapatan perusahaan dalam 12 bulan terakhir.
2. EBITDA (TTM): 173B. Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization. Ini adalah ukuran profitabilitas sebelum dikurangi beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.
3. Net Income (TTM): 95B. Laba bersih perusahaan dalam 12 bulan terakhir.
Interpretasi: Perusahaan memiliki pendapatan dan laba yang cukup besar.
Berdasarkan data yang ada, PT. Perdana Gapuraprima Tbk ($GPRA) menunjukkan kinerja yang cukup baik, terutama dari segi profitabilitas dan posisi keuangan. Namun, perlu diperhatikan adanya penurunan margin laba meskipun pendapatan tumbuh signifikan. Ini mengindikasikan adanya tantangan dalam menjaga profitabilitas di tengah pertumbuhan bisnis.
TEKNIKAL :
Analisis teknis terhadap saham GPRA menunjukkan pola gelombang Elliott yang menarik. Setelah menyelesaikan gelombang pertama dan kedua, saham ini berpotensi melanjutkan tren kenaikan ke gelombang ketiga dengan target harga di kisaran Rp204 hingga Rp218.
1/3


