Gross development value (GDV) adalah nilai perkiraan yang akan diperoleh oleh sebuah proyek pengembangan properti setelah selesai dan siap untuk dijual atau disewakan. GDV menunjukkan total pendapatan yang diharapkan dari proyek tersebut dari semua unit atau properti yang ada. GDV adalah alat penting bagi investor atau pengembang properti, karena menjadi bagian dari proses penilaian proyek. Tanpa GDV yang akurat, proyeksi keuangan sebelum akuisisi atau pengembangan mungkin tidak tepat dan risiko pengembang meningkat.
Untuk menghitung GDV, biasanya dianalisis harga jual properti dan transaksi terkini di daerah yang sama untuk properti yang serupa. Ini akan memberikan perkiraan yang sebanding dengan apa yang dijual properti di daerah tersebut dan berapa yang dapat diharapkan dari properti yang dikembangkan. Jika pengembang ingin menyewakan properti atau proyek, maka harus dilihat penawaran sewa terkini di daerah yang sama untuk menemukan nilai sewa yang sebanding.
Contoh GDV:
Misalkan seorang pengembang ingin membeli sebidang tanah kosong dengan harga Rp 1 miliar dan membangun 10 rumah di atasnya. Biaya pembangunan diperkirakan Rp 5 miliar. Setelah melakukan riset pasar, pengembang menemukan bahwa rumah-rumah serupa di daerah tersebut dijual dengan harga rata-rata Rp 800 juta per unit. Maka, GDV dari proyek tersebut adalah:
GDV = 10 x Rp 800 juta = Rp 8 miliar
Dengan GDV ini, pengembang dapat menghitung profitabilitas proyek dengan mengurangi biaya akuisisi dan pembangunan dari GDV. Profitabilitas proyek adalah:
Profitabilitas = GDV - (Biaya akuisisi + Biaya pembangunan)
Profitabilitas = Rp 8 miliar - (Rp 1 miliar + Rp 5 miliar) = Rp 2 miliar
$TRIN $LPKR