SEMUA INI GEGARA KAKEK SAYA YANG SULTAN
Dear Bradas and Sistas,
Di postingan yang lalu saya membahas soal pentingnya menemukan metode investing or trading kamu sendiri. Walau pantat kamu harus six pack kebanyakan duduk.
Bahkan ada yang komen rela pantatnya six pack biar sexy. #tepokjidat
Nah sekarang pertanyaannya, kenapa sih harus menemukan metode sendiri segala? Bukannya udah banyak metode dari para suhu?
Iya memang udah banyak. Tapi basically, segala metode dari para suhu di luar sana juga merupakan hasil dari penggabungan ilmu-ilmu dari guru mereka yang mereka modifikasi sesuai logika, kapasitas dan kondisi mereka. Seringkali gak cocok 100% dengan kondisi yang kita inginkan.
Sebagai contoh, dulu dan sampai sekarang pun saya banyak belajar dari postingan dan video seoranng suhu yang tipenya investor sejati. Caranya memilih saham begitu detail dan selektif. Banyak hal dipertimbangkan sampe ke ekonomi makro. Keren dah pokoknya.
Tapi setelah bisa memilih saham yang bagus, ternyata saya harus nunggu berabad-abad untuk bisa TP.
Teman-teman seperjuangan waktu itu bilang, "Ya emang gitu. Warren Buffet aja nunggunya sampe tua!"
Sampe tua? Gile aje lu!
Ada triliunan dana beredar di bursa dan saya baru bisa lebih kaya 10 atau 20 tahun dari sekarang?
Lama banget buat saya itu mah. Gak cocok saya.
Emangnya gak ada cara supaya bursa ini bisa ngasih saya semacam 'income bulanan'?
Saya yakin pasti ada cara. Tapi waktu itu saya gak tau caranya.
Sampai akhirnya suatu hari saya baca sebuah debat di Stockbit. Beberapa fundamentalis lagi kerja bakti ngeroyok seorang penganut aliran bandarmology. Sebuah debat kusir yang menjurus ke debat kasar.
Idealnya, saya terjun dong ngebantu teman2 fundamentalis saya yang lagi keringetan ngehajar si tukang intip bandar. Tapi setelah baca komen-komen si tukang intip yang sibuk digebukin, saya menyadari bahwa ada beberapa hal yang dikatakannya justru sangat logis.
Saya gak jadi ikutan mukul.
Saya teringat pesan kakek saya semasa hidupnya, "Dear Epping, in this world, naught is arduous, so long as thou art inclined to learn. Unfold thyself unto knowledge. Be not swift to contentment. Thus alone may humankind endure and adapt throughout the span of myriad years. Endeavor to learn more."
Keren kan kakek saya? Inglisan ala-ala jaman medieval, Cuk!
Tapi itu editan.
Kejadian sebenarnya, kakek saya mengatakannya dalam bahasa daerah Bugis, wkwkwkwkwk...
Jadi intinya kakek saya bilang, "Di dunia ini gak ada yang sulit asal kita mau belajar. Buka selalu diri kita terhadap ilmu. Jangan cepat puas. Cuma dengan cara seperti itu umat manusia bisa bertahan dan beradaptasi dalam kehidupan selama ribuan tahun. Belajarlah lebih dan lebih!"
FYI, bukannya sombong, kakek saya adalah salah satu pengusaha kain terbesar di kota saya di era itu. Jadi beliau ngomong gitu bukan sambil kere, tapi sambil kipas-kipas pake duit cash!
Akhirnya setelah teringat ucapan kakek saya yang sultan, saya pun jadi terinspirasi.
Daripada ikut mengeroyok si tukang intip bandar, mending saya membuka diri untuk cari tahu lebih dalam tentang bandarmology. Siapa tau ada sesuatu di sana yang bisa berguna buat saya. Toh secara logika, tidak ada sekolah di dunia yang mata pelajarannya cuma satu kan?
Setelah membaca dan menonton banyak video tentang bandarmology, saya jadi makin kagum. Isinya logis sih. Logis banget.
Saya pun secara khusus mempersembahkan diri saya ikut workshop seorang pakar bandarmology. Di sana saya makin tau bagaimana pasar bekerja. Apa yang terjadi di belakang layar ketika harga naik atau turun.
Akhirnya berkat menggabungkan fundamental dan bandarmology, saya bisa milih saham bagus yang kemungkinan naiknya sangat besar.
Tapi eh tapi, sayang eh sayang...
Masih lama juga TP-nya!
Cuma karena saham bagus dan sedang diakumulasi bandar, gak berarti saham itu bakal segera manggung. Walaupun kemungkinan 'menang' semakin besar, tapi lamanya 'masa panen' masih menjadi masalah buat saya.
Saya masih mengalami sideways berminggu-minggu. Bahkan nyelam bareng bandar ke harga bawah. Kami pun seolah-olah lagi "AKBAR" (Akumulasi Bareng) - Krik krik asyuuu again!
Saya jadi mikir lagi.
Bisa gak yah prosesnya dipercepat lagi?
Misalnya saya beli sahamnya pas udah mau digoreng naik?
Gimana caranya ya?
Berbulan-bulan saya mencari 'metode' saya. Saya pikir berita bagus yang bakal ngangkat sebuah saham, eh pas ada berita bagus ternyata saham lagi jualan. Jadi makin bingung.
Akhirnya saya menemukan jawabannya di analisa teknikal.
Kenapa saya baru belajar analisa teknikal setelah sekian lama di bursa?
Karena awal saya masuk dunia saham saya mulai dari aliran fundamental. Dan analisa teknikal ini adalah 'musuh besar' anak funda.
"Ya! Tarik terus garisnya! Sampe ke garis kemiskinan!"
Gitu kira-kira candaan diantara kami waktu itu.
Tapi daripada berlarut-larut dengan masalah yang ada, lagi-lagi saya kembali ke ajaran kakek saya: saya membuka diri untuk ilmu baru. Saya mengucapkan selamat datang pada analisa teknikal ke hidup saya.
Bukannya hepi.... Analisa teknikal benar-benar nyiksa!
Indikatornya banyak beuuud! Itu semua apaan sih? Cara bacanya gimana? Ini apaaaah??? Itu gimanaaaah??? - Begitulah saya mengeluh dengan manja.
Jujur saya menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk menjadi analis teknikal paling dasar. Ibarat karate, saya bulanan ada di sabuk putih. Mungkin analisa teknikal mudah bagi sebagian orang, tapi jujur buat saya, apalagi di awal, semuanya terlalu kompleks.
Akhirnya saya belajar bahwa dalam analisa teknikal, tidak semua indikator saya butuhkan untuk mencapai tujuan saya yaitu membeli saham sebelum dia lompat. Setelah belajar puluhan indikator, akhirnya metode saya tercipta dengan hanya 4 sampai 5 indikator saja.
Barulah perlahan setelah itu saya bisa menemukan metode saya:
1. Memilih saham ala seorang fundamentalis
2. Memantau apakah saham itu lagi dibeli bandar
3. Masuk ketika harga terindikasi akan segera naik
Alhamdulillah... Akhirnya perjalanan panjang yang melelahkan itu membuahkan hasil. Terima kasih pada Tuhan dan kakek saya yang sultan!
Panjang ya? Kamu aja yang baca tulisan ini capek, kan? Apalagi saya yang ngejalanin! Wkwkwkwk...
Jadi, Bradas dan Sistas...
Sebenarnya PR kita di saham adalah mencari metode kita sendiri yang sesuai keinginan kita dan yang sebisa mungkin punya win rate tinggi.
Sebelum mencarinya, kamu harus jujur dulu sama diri sendiri. Jawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini dulu:
- Apa kamu yakin mau hold saham itu sampe 5 tahunan atau sebenarnya kamu mau aja profit lebih sering tapi belum tau caranya?
- Apa kamu butuh profit lebih cepat dari fundamentalis dan swing trader? Bisa jadi kamu berbakat scalper?
- Apa kamu lebih senang hold dan menikmati dividen aja?
Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sebenarnya sangat mendasar untuk eksistensi kamu berada di sini.
Ingat, jujur pada diri sendiri dan kejar apa yang sebenarnya kamu mau. Jangan auto ikut-ikutan dengan teman se-workshop atau sealiran tanpa menanyakan ini ke diri kamu dulu.
Bursa ini dan segala ilmu di dalamnya yang dibentuk untuk meminimalkan resiko tersaji indah di depan kamu untuk menikmatinya. Jadi bila kondisimu sekarang belum seperti yang kamu inginkan, kombinasikanlah ilmu-ilmu yang ada untuk mengabdi pada satu mastah: DIRIMU!
Salam sayang,
- Epping
Your Brother in Stocks
$PTBA $ADRO $ITMG $BSSR $ICBP
