⛑️ ANALISA SAHAM PTPP 2024: MELIHAT APA YANG TERJADI PADA BUMN KARYA - PART 1
Happy new year! Tulisan ini saya buat karena ada yang nanya ke saya terkait saham PTPP yang dia hold dan sudah turun lumayan di 2023. Berharap temen-temen Stockbit bisa belajar dari case ini, dimana pentingnya memperhatikan level cash dan debt menghindarkan kita dari bahaya galbay dan suspend.
Saya juga komitmen untuk coba aktif lagi di @Stockbit setelah beberapa bulan kemaren cukup sibuk 🥰
Saham BUMN Karya PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dihentikan sementara atau di-suspend per 18 Desember 2023 perdagangan. Hal ini berlaku sampai ada pengumuman lebih lanjut dari pihak BEI.
Suspensi terhadap saham WIKA disebabkan oleh penundaan pembayaran pokok surat utang syariah, yaitu Sukuk Mudharabah I Wijaya Karta Tahap I Tahun 2020 Seri A (SMWIKA01ACN1) yang jatuh tempo pada tanggal 18 Desember 2023. Sehingga BEI melihat ini sebagai tanda adanya permasalahan pada kelangsungan bisnis WIKA karena perseroan tidak mampu membayar kewajibannya tepat waktu.
BUMN Karya memang masih berjuang untuk menyehatkan kondisi keuangan lantaran utang yang membengkak. Dalam hal ini, salah satunya adalah WIKA, sejalan dengan model bisnisnya yang terlibat dalam proyek infrastruktur berskala besar. Sehingga membuat perusahaan memiliki rasio utang yang tinggi.
Untuk memahami kenapa hal ini terjadi, kita perlu lihat dulu balance sheet dan cashflow dari WIKA (FY2022) (Gambar 1).
Dengan cash di 5.7T, WIKA memiliki short-term debt 15.5T dengan long-term debt 17.7T. Short-term debt adalah utang berbasis bunga jangka pendek (kurang dari satu tahun) dimana periode nya adalah 1 tahun dari 2022, yang mana adalah maksimal EoY 2023.
Seiring berjalannya dari awal 2023 hingga 9M23 seharusnya jika WIKA ingin bisa membayar hutang tersebut, perlu ada pemasukan dalam bentuk real cashflow. Cek grafik berikut, dimana merah adalah net income, biru adalah free cashflow, orange adalah operating cashflow. Terlihat bahwa 3 quarter malah laba nya makin minus dengan free cashflow negatif. Alhasil posisi cash turun dari 5.7T ke 1.7T karena mau tidak mau untuk bisnis bisa terus berjalan, harus menggunakan cash yang ada (Gambar 2).
Problem muncul ketika ada kewajiban bayar hutang yang jatuh tempo. Dengan posisi cash sudah turun di 1.7T, dan biasanya perlu juga untuk persiapan modal kerja proyek tahun depan, pilihan WIKA ada tiga:
1. Raise cash dengan right issue (menjual saham). Yang menyebabkan shareholder terdilusi, dan umumnya buruk bagi pemegang saham
2. Restrukturisasi hutang yang ada dan RUPS untuk permohonan peringanan. Hal ini sudah dilakukan namun tidak mendapatkan persetujuan pemegang sukuk terkait usulan penundaan jatuh tempo pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Seri A selama 2 tahun.
3. Raise cash dengan menambah hutang baru (gali lubang tutup lubang). Namun siapa bank “normal” yang mau menjamin WIKA? Dengan cashflow dan net income terus rugi (profil risk tinggi), dan kondisi suku bunga sedang tinggi, otomatis bunga yang diberikan wajarnya akan tinggi juga. Kecuali pemerintah turun tangan. Inilah kenapa saya cenderung tidak suka perusahaan pemerintah (apalagi kalau cashflow nya kacau) karena tugas mereka 1: mengikuti apa kata pemerintah, berani membela negara. Bukan membela shareholder.
Alhasil yang menderita adalah shareholdernya. Karena itu untuk sebuah perusahaan padat modal (capital-intensive), balance sheet, cashflow sehat dan bunga yang rendah itu penting.
ADAKAH SAHAM KONSTRUKSI PEMERINTAH YANG SEHAT?
Seperti biasa, saya gunakan tools Saham Bagger Compass dan coba kita screening. Filter yang saya gunakan:
1. Industry: Construction
2. Sort by Market Cap
3. Liquidity: Liquid (otomatis WSKT yang suspend akan out)
Overall di Gambar 3, tidak ada saham konstruksi dengan SB A-Factor diatas 70%, namun beberapa nama cukup umum dikalangan investor: TOTL, PBSA memiliki nilai A-Factor diatas 60% serta financial health good dan great. Saham lain yang menurut saya oke juga: NRCA. Jika mau mulai membedah konstruksi yg lumayan oke bisa dimulai dari perusahaan itu.
Jika kita lihat, ada 2 konstruksi BUMN dengan nama terkenal: Saham PTPP, ADHI. Saham patriot ini adalah 2 saham terbaik di screening kita setelah PBSA dan TOTL. Kebetulan ada subscriber VIP yang menanyakan perihal PTPP sehingga coba akan saya bedah. Untuk memahami PTPP saya mau dibandingkan dulu dengan “kompetitor” nya yang mirip: ADHI.
Mari kita lihat di profitability dan gearing ratio. PTPP unggul dari segi profitability dengan NPM, namun dari ROE kurang lebih sama, karena PTPP punya financial leverage lebih tiggi. DER kurang lebih sama di 133-139%an, walaupun cukup tinggi tapi masih bisa dibilang “wajar”. Karena bank besar yang memberikan pinjaman ke mereka juga menyatakan bahwa syarat peminjaman adalah Current Ratio > 1x dengan DER < 300%, dimana PTPP dan ADHI masih “layak” secara syarat bank. Cek Gambar 4.
Dari segi valuasi (Gambar 5), kita lihat bahwa PBV ADHI dan PTPP mencapai zona terendah 5 tahun terakhir (selain ketika Pandemic) yakni sekitar PBV 0.28 – 0.32x. Sementara laba sudah terus naik (garis orange dan hijau, mulai recovery) dari titik terendah dari 2020 walau masih jauh dari 2019, sekitar 1/5 nya. Karena itu menurut saya wajar jika selama ini konstuksi belum bisa diapresiasi karena memang kinerja masih terdampak. Harga saham akan naik jika fundamentalnya membaik, karena itu kita perlu bedah lebih dalam untuk melihat kualitas earning dan cashflow nya serta menilai potensi masa depannya.
Di Gambar 6, FCF yield ADHI jauh lebih baik karena FCF (TTM) 1.4T dan CFO (TTM) 1.3T dibandingkan saham PTPP dengan FCF (TTM) di -0.9T dan CFO (TTM) 1.3T. Kalau dilihat CFO kurang lebih sama, namun PTPP memiliki CAPEX 10x lebih besar. Net Debt PTPP pun 2x lebih besar dari ADHI. Pertanyaannya apakah hutang PTPP ini berbahaya bagi financialnya?
Dari Sahambagger Dashboard saja terlihat bahwa snowflakes analysisnya diberikan score 1.8. Dengan hampir semua faktornya tidak meyakinkan. Cuma terlihat murah, tapi apakah beneran murah, atau value trap?
Ini akan kita bahas di PART 2.
Namun jika tertarik untuk langsung baca analisa nya, saya ada share di web Sahambagger secara gratis: https://cutt.ly/iwGOKGNV
Pelajari Value dan Momentum Investing dengan investing tools kami: https://cutt.ly/zwGOKJ11
$IHSG $PTPP $WIKA $WSKT $ADHI
1/7






