"Rokok Konvensional vs Rokok Elektrik"
Selamat pagi warga stockbit, hari ini gua mau ngebahas tentang rokok konvensiknal vs vape. Tapi sebelum itu, mau colek $BREN sedikit, selamat berpesta untuk hari ini. Oke la jut, gua disini adalah pengguna vape yang ga begitu aktif tapi kadang ngerokok juga (kalo kata temen gua biar paru paru ga basah🤣). Pokok pembahasannya adalah
1. Perbedaan kandungan dalam rokok vs vape
2. Secara keuangan, lebih 'murah' yang mana?
3. Apakah bisnis rokok akan terkalahkan oleh vape?
Berdasarkan https://cutt.ly/rwmrdk6x link tersebut menyatakan bahwa kandungan rokok dan vape kurang lebih sama, perbedaan pokok yang terlihat adalah kandungan tembakau. Tidak ada tembakau dalam vape, namun apakah hal tersebut membuat vape lebih 'sehat' daripada rokok? Tentu tidak. Kedua hal tersebut memiliki bahaya dan resikonya masing-masing, namun masih banyak sekali orang yang menganggap bahwa vape lebih sehat daripada rokok karena kandungan berbahaya tidak sebanyak yang ada dirokok. Sudah banyak sekali kasus yang melibatkan vape sebagai penyebabnya, seperti stroke, pneumonia, gagal jantung, dll.
Diluar kejelekan rokok dan vape, gua ingin ngomongin juga soal harga barang tersebut. Lebih murah rokok atau vape? Perhitungan asumsi simpelnya kurang lebih seperti ini;
Budi adalah perokok aktif yang ngerokok sehari habis 1 bungkus. Korek api 1 bulan sekali.
1 bungkus rokok = ±30rb (harga umum daerah Jabodetabek)
*30 hari x 1 bungkus = 900rb
*12 bulan x 900rb = 10,8 juta (kita bulatkan ke 11 jt karena bisa jadi beli lebih)
Korek api = ±10rb x 12 bulan = 120rb
Dalam satu tahun, Budi menghabiskan uang sebanyak 11 juta untuk ±360 bungkus rokok dan 120rb untuk korek api.
Udin adalah pengguna vape aktif. Mengganti cartridge 2 minggu sekali dan liquid 1 bulan sekali.
Device vape = ±250rb (tergantung brand)
Cartridge = ±40rb
Liquid = ±110rb (30 ml)
*1 tahun cartridge = 48 mgg x 40rb = 1,920,000 ~ ±2 jt (pembulatan karena bisa jadi leaking)
*1 tahun liquid = 12 bln x 110rb = 1,320,000 ~ ±1,5 jt (pembulatan karena bisa jadi liquid habis lebih cepat)
Dalam satu tahun, Udin menghabiskan uang sebanyak 3,75 juta.
Dari asumsi diatas, bisa dilihat bahwa menggunakan vape lebih irit daripada merokok. Tapi asumsi ini sangatlah tidak akurat karena banyak faktor yang menentukan aktivitas seseorang dalam merokok. Bisa aja device vape dan liquid yang dibeli itu lebih mahal atau 1 bungkus rokok bisa tahan untuk 2 hari dan faktor lainnya. Dari asumsi kecil ini bisa dilihat juga bahwa perbandingan uang lumayan besar, yaitu 7 juta. Uang tersebut bisa aja digunakan untuk membeli barang kebutuhan, investasi, melunaskan utang, dll.
Alasan banyak orang merokok dan ngevape adalah untuk menghilangkan penat/stress. Tapi ada juga alasannya untuk terlihat keren, FOMO, diajak temen atau alasan kerennya untuk sosialisasi. Sejujurnya gua ngevape itu karena FOMO diawal ngeliat temen-temen gua ngevape semua. Tapi makin kesini malah jadi enak ngevape (belum difase berkebutuhan). Gua biasanya ngevape pas lagi banyak pikiran aja atau sehabis matkul itungan🤣.
Apakah bisnis rokok akan kalah dengan vape? https://cutt.ly/6wmrdlkK
Kalau dilihat dari berita tersebut, perusahaan rokok memang sudah jauh lebih mapan daripada perusahaan vape yang mayoritas masih dalam kategori UMKM. Peredaran liquid pun jauh lebih sedikit daripada produksi rokok per tahun nya. Namun pasti ada kekhawatiran oleh sang produsen rokok konvensional karena pengguna vape di Indonesia semakin meningkat tahunnya. Dalam waktu 5-10 tahun kedepan, ada kemungkinan bahwa peredaran liquid akan melesat tinggi, tapi pastinya produksi rokok juga akan tetap meningkat karena tidak semua orang menyukai vape dan lebih memilih untuk tetap menggunakan rokok konvensional. Namun perlu diperhatikan juga, tren harga rokok terus meningkat tiap tahunnya karena cukai rokok terus meningkat. Hal ini menyebabkan harga rokok terus menggembung dan membuat banyak orang pindah ke vape. Vape juga digunakan sebagai alternatif untuk orang yang ingin berhenti merokok. Tidak sedikit juga anak muda sekarang yang memakai vape daripada rokok. Jadi target pasar usaha vape cenderung lebih ke anak muda. Sedangkan rokok masih banyak digunakan untuk kalangan yang sudah diumur 30 dan 40 keatas.
Oke deh inti dari pembahasan ini bukan untuk menjelek2an pihak manapun, pembahasan ini hanya sekedar untuk membuka wawasan terhadap para stockbitor. Semoga dari pembahasan ini, kalian yang belom pernah ngerokok/ngevape jangan masuk ke lobang ini karena bakal kecanduan dan biayanya mahal bos mending nyicil selot selot. Bagi yang udah menjadi perokok aktif banget tolong dikurangin deh daripada kena banyak penyakit, khususnya untuk orang-orang yang jarang olahraga tapi rokok lancar. Pesan terakhir adalah semoga yang lagi mencoba untuk stop ngerokok/ngavape secara penuh dikasih jalan yang mulusss. Yauda deh segitu dulu hari ini, sekian terima kasih.
$GGRM $HMSP $WIIM $KOKA