INI JEROAN SAHAM DEWA YANG DIAKUISISI SALIM
Kalo kita mengikuti sepak terjang dari Antoni Salim dalam 2 tahun terakhir menurut kami sedikit unik. Antoni Salim adalah pemilik dari Group Indofood, dimana saham-saham berfundamental bagus. Menariknya pada tahun 2022 dan 2023 ini, Antoni Salim mulai bergeser memilih emiten dalam Group Bakrie khususnya emiten yang sudah tertidur cukup lama. Seperti tahun 2022 lalu, Antoni Salim masuk di emiten BUMI dan BRMS. Pada bulan Juni 2023 lalu, Antoni salim masuk ke saham DEWA, sehingga DEWA bangun dari tidur yang cukup panjang. Dibawah ini kami akan mereview emiten DEWA dari Group Bakrie.
DEWA atau Darma Henwa, dimana saham ini bergerak di bidang tambang batu bara. Bagaimana pergerakan harga sahamnya?
Apabila dilihat dari pergerakan harga saham DEWA secara jangka panjang. Harga saham DEWA lebih banyak berada di level Rp 50/lembar saham dibanding bergerak diatas level Rp 50/lembar saham. Selain itu, saham DEWA selalu bangun Ketika harga batu bara booming. Seperti pada tahun 2016 hingga 2017 saat puncaknya batu bara, harga saham DEWA bangun mencapai level harga Rp 100/lembar saham lalu kembali tertidur. Kemudian pada tahun 2022 lalu, saat emiten batu bara booming, saham DEWA juga ikut mengalami kenaikan. Hingga awal tahun 2023 kembali ke level Rp 50/lembar saham. Sebelum akhirnya, Antoni Salim masuk di saham DEWA membuat harga sahamnya tiba-tiba langsung naik melejit mencapai level harga Rp 70/lembar saham. Namun tidak berlangsung lama harga saham DEWA Kembali turun di level harga Rp 55/lembar saham hingga artikel ini di buat. Kemudian dibawah ini kami mereview mengenai neraca dari saham DEWA.
Sebelumnya, kami menggunakan laporan keuangan akhir tahun 2022 karena laporan keuangan terbaru masih belum rilis. Pada tahun 2022 ada yang perlu kita cermati yaitu pada Investasi saham dan aset tidak lancar lainnya, dimana total dari Investasi pada saham dan Aset Tidak Lancar Lainnya hampir mencapai 50% dari total Jumlah aset tidak lancarnya, dimana secara nominal cukup besar. Kemudian pada pos piutang usaha juga cukup besar, namun hal ini wajar.
Selanjutnya kita kembali pada pos investasi saham, dimana emiten DEWA melakukan investasi pada 5 perusahaan diatas sebagai kepemilikan minoritas.
Kemudian kita lihat pada pos Aset Tidak Lancar lainnya, dimana kita perlu bertanya mengenai uang muka investasi. Pada tahun 2021 dan 2022 memiliki nominal yang sama. Menurut kami hal ini perlu diwaspadai, kenapa? karena dalam waktu 2 tahun kenapa masih menjadi uang muka. Apakah uang muka investasi ini benar-benar menjadi investasi atau tidak? ini yang perlu diperhatikan.
Kemudian pada sisi liabilitas perlu kita perhatikan juga, dimana Perusahaan menunggak untuk membayar utang usahannya yang mana jangka terlambatnya sudah lebih dari 3 bulan yaitu sebesar USD 45,5 Juta. Yang berarti DEWA masih meninggalkan utang usaha yang cukup besar. Kemudian bagaimana kinerja Perusahaan DEWA?
Dari kinerjanya, saham DEWA memiliki pendapatan yang naik sebesar 26%, namun pada sisi laba bruto mengalami penurunan hingga 98% dan pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan signifikan hingga 1635%, dari yang sebelumnya mengalami untung USD 1 juta menjadi rugi sebesar USD 16,7 Juta. Perlu kita perhatikan juga pada beban pokok pendapatan dimana mengalami kenaikan yg cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya, namun hal ini wajar karena adanya kenaikan biaya distribusi dan biaya lainlain. Namun yang menjadi pertanyaan, kenapa beban pokok pendapatan nominalnya hamper sama dengan pendapatannya? Dan disisi lain-lain juga mengalami kerugian sebesar USD 744 ribu.
Secara historis, menurut kami sebenarnya pendapatan DEWA cukup bagus, dimana tahun 2022 lalu menjadi pendapatan tertingginya sejak tahun 2013. Namun, pada sisi laba bersihnya berkebalikan dengan pendapatannya. Dimana laba bersihnya di tahun 2022 masih mengalami kerugian. Padahal apabila kita berbicara mengenai emiten yang memanfaatkan cuannya karena tingginya harga batu bara semua pada mengalami keuntungan.
Jika melihat dari review yang singkat tersebut, sebenarnya DEWA memiliki resiko yang cukup besar. Dan kabarnya Antoni Salim berminat dengan saham DEWA ini. Kami tidak mengetahui apakah Antoni Salim benar-benar masuk di saham DEWA di harga berapa. Namun, misalkan cari untuk melindungi modal kita, lebih baik mencari Perusahaan yang lebih baik dan lebih bagus dibandingkan DEWA ini.
$IHSG $DEWA
1/8







