imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Perbandingan Cash Conversion Cycles Perusahaan Media

Di postingan sebelumnya saya sempat bahas tentang $BMTR yang melakukan Refinancing utang atau ambil utang baru untuk membayar utang lama
https://bit.ly/3CNwiHo

Ada yang request perbandingan Cash Conversion Cycles semua perusahaan media. Untuk membahas semua nya mungkin mustahil. Jadi saya bahas saja beberapa emiten. https://bit.ly/3ppbhQf

Cash conversion cycles (CCC) atau kadang disebut juga siklus kas adalah metrik yang digunakan untuk mengetahui berapa hari yang dibutuhkan suatu perusahaan untuk mengubah persediaan dan piutang yang mereka miliki agar bisa menjadi uang tunai setelah mereka menjual produknya. Semakin pendek CCC perusahaan, semakin sedikit waktu uang yang terikat dalam piutang dan persediaan. https://bit.ly/46n7Rhl

Konsep bisnis perusahaan dalam CCC itu kalau disederhanakan menjadi beberapa langkah berikut yakni:
Step pertama perusahaan ambil modal kas dari pinjaman atau ekuitas.
Step kedua perusahaan Belikan persediaan.
Step ketiga perusahaan jual persediaan.
Step keempat perusahaan dapat piutang setelah jual persediaan.
Step kelima perusahaan dapat kas setelah bisa tagih piutang
Step keenam perusahaan dapat kas untuk bayar gaji, utang, dan pajak.
Step ketujuh, repeat ke step 1
https://bit.ly/3PNdgJ5

Jadi perusahaan yang hebat adalah perusahaan yang bisa memperpendek siklus 7 langkah di atas. Makin pendek, makin bagus.

Dari cash conversion cycles (CCC), kita bisa tahu
+seberapa cepat perusahaan jual persediaan di gudang mereka
+seberapa cepat perusahaan tagih piutang
+seberapa lama perusahaan bisa mengulur - ulur bayar utang ke vendor, kreditor, dan karyawan

Berapa CCC ideal?

Tiap industri itu beda - beda CCC nya. Perusahaan yang persediaannya sangat besar seperti bisnis properti itu punya CCC lebih panjang jika dibandingkan dengan bisnis industri lainnya. Jadi tidak ada angka absolut untuk menentukan berapa nilai ideal CCC.
https://bit.ly/46l3Eeg

Dan satu hal lagi, tidak semua industri bisa dinilai CCC-nya. Hanya industri yang punya persediaan yang bisa dinilai CCC nya. Perusahaan seperti perbankan tidak bisa dinilai CCC nya.
https://bit.ly/3CK7AHZ

Tapi saya sendiri menggunakan standar kolektibilitas industri bank untuk menentukan nilai ideal CCC.

Dalam industri bank, kolektibilitas kredit dibagi menjadi 5 jenis. Sebuah kredit masuk kategori NPL jika kolektibilitas kredit lebih dari 90 hari alias 3 bulan atau 1 kuartal.

Jadi angka ini yang saya gunakan untuk benchmark apakah industri tersebut memiliki CCC yang bagus. Saya biasanya lebih suka perusahaan yang bisa segera dapat kas dalam jangka waktu kurang dari 90 hari jadi dari satu kuartal ke kuartal lainnya perusahaan tidak struggling cari duit.

Range toleransi yang saya gunakan adalah 200-365 hari. Jadi jika perusahaan tersebut CCC nya lebih dari 200 - 365 hari, itu artinya perusahaan tersebut struggling berat karena butuh waktu nyaris 1 tahun dan bahkan lebih dari itu hanya untuk bisa dapat kas.

Perusahaan yang CCC nya lebih dari 200 hari biasanya akan ambil utang untuk bisa membiayai operasional perusahaan agar tidak macet.

Cara Hitung CCC

CCX merangkum tiga tahapan kunci dari aktivitas penjualan perusahaan:

1. Menjual persediaan saat ini
2. Mengumpulkan uang tunai dari penjualan saat ini
3. Membayar vendor untuk barang dan jasa yang dibeli

Dengan demikian, CCC dihitung menggunakan tiga metrik modal kerja lainnya: Days Inventory Outstanding (DIO) , Days Sales Outstanding (DSO) dan Days Payable Outstanding (DPO) .
https://bit.ly/46n7Rhl

DIO dan DSO merupakan aset jangka pendek, sedangkan DPO digolongkan sebagai liabilitas.

Rumus CCC adalah sebagai berikut:

CCC = DIO + DSO – DPO

Di mana:
DIO = Days Inventory Outstanding (rata-rata persediaan/harga pokok penjualan x jumlah hari)
DSO = Days Sales Outstanding (piutang x jumlah hari/total penjualan kredit)
DPO = Days Payable Outstanding (hutang dagang x jumlah hari/ harga pokok penjualan)

Jadi misalnya, jika suatu perusahaan memiliki DIO 70 hari, DSO 30 hari dan DPO 45 hari, siklus konversi kasnya akan dihitung sebagai berikut:

CCC = 70 + 30 – 45 = 55 hari

Sekarang coba kita lihat CCC perusahaan media

CCC $VIVA minus 687 hari
CCC MDIA minus 51 hari
CCC EMTK 78 hari
CCC $SCMA 186 hari
CCC BMTR 288 hari
CCC $MNCN 441 hari
CCC $NETV 1304 hari

Dari data ini kita bisa lihat bahwa VIVA dan MDIA memiliki CCC minus itu artinya perusahaan sudah dapat duit duluan meskipun mereka belum jual produk.

Mengapa CCC MDIA dan VIVA bisa minus? Itu karena DPO mereka lebih besar dari DSO dan DIO. DPO atau lama pembayaran utang VIVA berdasarkan LK Q1 2023 mencapai 1211 hari atau mencapai 3,3 tahun. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana rasanya jadi vendor di VIVA dengan DPO selama itu.
https://bit.ly/3CK7AHZ

Sedangkan CCC yang paling panjang adalah NETV yang mencapai 1304 hari. CCC NETV memanjang karena mereka punya masalah di DIO. Itu artinya persediaan mereka sangat banyak dan sulit terjual. Butuh waktu 1304 hari atau 3,5 tahun untuk bisa menjual persediaan mereka yang ada saat ini.

Perusahaan Media yang paling baik pada vendor adalah MNCN karena DPO hanya 5,86 hari. Sayangnya untuk tagih piutang, MNCN butuh waktu 117 hari dan untuk jual persediaan butuh waktu 329 hari.
https://bit.ly/46n7Rhl

VIVA dan MDIA lebih jago dalam tagih piutang, hanya butuh waktu 95 dan 93 hari. Tapi pas disuruh bayar utang ke vendor butuh waktu 1211 hari dan 641 hari.

Menjaga keseimbangan antara DSO, DIO dan DPO adalah hal yang penting. Jangan sampai terlalu lama tagih piutang (DSO) dan jangan juga terlalu lama gantung vendor (DPO). Kalau vendor terlalu lama digantung mereka juga bisa ngambek dan malah nanti enggan kerjasama lagi dengan perusahaan.

Kalau bisa jangan gantung vendor lebih dari 365 hari. Nanti mereka ngamuk.
https://bit.ly/3LsxlQJ

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
https://bit.ly/43vdqbj
https://bit.ly/3SJLT0W
https://bit.ly/3CJthZl
https://bit.ly/3LsxlQJ

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy