


Volume
Avg volume
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance didirikan pada tahun 1990 dan mulai beroperasi pada tahun 1991. Sejak awal, Adira Finance berkomitmen untuk menjadi perusahaan pembiayaan terbaik dan terkemuka di Indonesia. Adira Finance hadir untuk melayani beragam pembiayaan seperti kendaraan bermotor baik baru ataupun bekas. Melihat adanya potensi ini, Adira Finance mulai melakukan penawaran umum melalui sahamnya pada tahun 2004 dan Bank Danamon menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 75%. Melalui beberapa tindakan korporasi, saat ini Bank Danamon memiliki kepemilikan saham sebesar 92,07% atas Adira Finance. Seba... Read More
KABARBURSA.COM – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance atau dalam kode saham ADMF menuntaskan rangkaian program loyalitas tahunan Harinya Cicilan Lunas atau HARCILNAS 2025 dengan mengumumkan pemenang pengundian periode kedua.
Di balik program ini, Adira tidak sekadar menjalankan a...

www.kabarbursa.com

KABARBURSA.COM – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance atau dalam kode saham ADMF menuntaskan rangkaian program loyalitas tahunan Harinya Cicilan Lunas atau HARCILNAS 2025 dengan mengumumkan pemenang pengundian periode kedua.
Di balik program ini, Adira tidak sekadar menjalankan a...

www.kabarbursa.com

keliatan banget dari chart $ADMF dan $BFIN lagi nunggu berita bagus buat terbang, disentil dikit udah jalan... Banking juga rata2 seperti itu
ayo mana penurunan bunga BI RATE $IHSG
- Untuk eksposur multifinance ada $ADMF & $BFIN, selain karena keduanya memiliki yield div yang oke, untuk ADMF menarik karena kemarin melakukan merger yang menurut gw produktif, dengan bergabung dengan perusahaan di sektor yang saham membuat ADMF memiliki jangkauan pasar yang lebih luas lagi.
- Lalu untuk BFIN, ternyata saya baru tahu ada keterlibatan/relasi dengan salah satu konglo walaupun dalam porsi kecil. Tapi gapapa karena kita kita gameplay yang trend saat ini saja. Dan juga BFIN dikabarkan akan ada peningkatan kinerja kedepannya
$TUGU
Dari data ini, berikut adalah poin-poin analisis saya:
A. Efisiensi Penggunaan Dana TUGU telah menyerap sekitar 89% dari total dana IPO. Ini menunjukkan manajemen memiliki rencana eksekusi yang jelas dan tidak membiarkan dana "parkir" terlalu lama tanpa kegunaan produktif. Sebagian besar dana dialokasikan untuk infrastruktur dan IT, yang sangat krusial bagi perusahaan asuransi di era digital untuk meningkatkan efisiensi operasional.
B. Penguatan Anak Usaha Keputusan menyuntikkan dana sebesar Rp125 miliar ke Tugu Re (Penyertaan Modal) menunjukkan strategi TUGU untuk memperkuat lini bisnis reasuransi nya. Ini bisa menjadi mesin pertumbuhan jangka panjang karena memperbesar kapasitas penerimaan risiko di dalam grup sendiri.
C. Keamanan Sisa Dana Meskipun sisa dana hanya tinggal Rp72,6 miliar, penempatannya di bank-bank besar (BRI & BTN) dengan bunga 4,75% adalah langkah yang konservatif dan aman. Mengingat TUGU adalah perusahaan asuransi, menjaga likuiditas pada instrumen berisiko rendah adalah kewajiban.
D. Transparansi Laporan ini ditandatangani langsung oleh Presiden Direktur (Adi Pramana) pada 14 Januari 2026. Hal ini menunjukkan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi OJK mengenai keterbukaan informasi penggunaan dana publik.
Kesimpulan & Pendapat: Secara keseluruhan, TUGU terlihat sebagai perusahaan yang disiplin. Realisasi dana untuk infrastruktur pemasaran dan IT yang seimbang menunjukkan mereka sedang fokus melakukan ekspansi pasar sekaligus modernisasi teknologi. Bagi investor, ini adalah sinyal positif bahwa perusahaan menggunakan modal publik sesuai janji prospektus untuk pertumbuhan fundamental, bukan sekadar membayar utang lama.
$BBCA $ADMF
1/3



Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten Pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan penyaluran pembiayaan baru syariah mencapai sekitar Rp8,1 triliun per November 2025. Angka ini tumbuh sekitar 13% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Segmen syariah berkontr...

www.cnbcindonesia.com

News Update
👉 Volatilitas tinggi, IHSG sesi I ditutup tertahan pada level 8,884.
👉 Menperin pede perpanjangan insentif PPN rumah bisa mendorong sektor properti.
👉 OJK akan perketat pengawasan ke BEI, KSEI, dan KPEI.
👉 Untuk serap 500rb saham baru KSP, UNTR suntikan entitas usaha Rp500M.
👉 Arkora Bakti Indonesia melepas 87.854.850 lembar saham $ARKO di harga Rp1.800/saham.
👉 $ADMF catatkan pertumbuhan pembiayaan syariah sebesar 13% YoY hingga November 25.
👉 TPIA akan melakukan pemeliharaan pabrik Petrokimia di Cilegon mulai Januari 2026.
👉 $CUAN infokan PT Intan di Sumbawa telah melakukan eksplorasi dengan biaya Rp6,68M.

“IHSG Melambung, Multifinance Tertinggal: Kurang Insentif atau Menunggu Momentum?”
Ketika IHSG terus melambung tinggi dan mencetak level tertinggi baru, ekspektasi pasar secara alami ikut meningkat: sektor-sektor lain diharapkan menyusul reli tersebut. Namun realitanya, sektor Jasa Pembiayaan justru terlihat tertinggal, bergerak datar, minim volume, dan nyaris tanpa “gebrakan”. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar bagi investor: apakah sektor ini kurang mendapat insentif pemerintah, atau ada faktor struktural lain yang membuatnya tertahan?
Pertama, dari sisi kebijakan dan insentif, sektor jasa pembiayaan memang tidak mendapatkan dorongan langsung sebesar sektor perbankan atau infrastruktur. Insentif pemerintah seperti subsidi bunga, stimulus kredit, atau relaksasi likuiditas lebih banyak mengalir ke bank sebagai tulang punggung sistem keuangan. Perusahaan multifinance berada di lapis kedua, sangat bergantung pada cost of fund dari bank atau pasar obligasi. Ketika suku bunga masih relatif tinggi dan likuiditas selektif, ruang ekspansi multifinance menjadi terbatas meskipun IHSG sedang euforia.
Kedua, ada faktor risiko bisnis dan kehati-hatian manajemen. Jasa pembiayaan sangat sensitif terhadap kualitas kredit (NPL). Di tengah pertumbuhan ekonomi yang belum merata, banyak perusahaan pembiayaan memilih strategi defensif: menahan ekspansi, memperketat pembiayaan, dan fokus menjaga rasio keuangan. Strategi ini sehat secara fundamental, tetapi dari sudut pandang pasar saham, langkah defensif sering kali diterjemahkan sebagai “tidak ada katalis”, sehingga harga saham bergerak stagnan meskipun indeks secara keseluruhan naik.
Ketiga, sentimen pasar dan preferensi investor juga berperan besar. Kenaikan IHSG belakangan ini lebih banyak ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar, sektor komoditas tertentu, dan emiten yang memiliki narasi pertumbuhan agresif. Sebaliknya, saham jasa pembiayaan—yang umumnya small hingga mid cap—kurang memiliki story jangka pendek yang “menjual”. Minimnya aksi korporasi, akuisisi, atau ekspansi besar membuat sektor ini kalah pamor dibanding sektor lain yang lebih atraktif secara narasi.
Terakhir, bukan berarti sektor jasa pembiayaan benar-benar kehilangan masa depan. Justru kondisi saat ini bisa mencerminkan fase akumulasi sunyi, di mana valuasi relatif tertinggal sementara fundamental perlahan diperbaiki. Jika ke depan pemerintah mulai mendorong konsumsi, penurunan suku bunga benar-benar terasa, atau muncul kebijakan yang mendukung pembiayaan non-bank, sektor ini berpotensi menyusul. Dengan kata lain, bukan IHSG yang “terlalu tinggi”, melainkan sektor jasa pembiayaan yang masih menunggu momentum dan katalis yang tepat.
$BFIN $ADMF $CFIN
1/2


$BFIN $ADMF $CFIN
Banyak yang tanya, BFIN kok harganya di situ-situ aja? Padahal katanya perusahaannya bagus.
Biar nggak bingung, kita pakai logika sederhana. BFIN itu ibarat "toko uang". Mereka pinjam uang dari bank/obligasi (kulakan), lalu dipinjamkan lagi ke kita buat kredit mobil atau modal usaha. Nah, belakangan ini tantangannya adalah bunga dari bank lagi tinggi-tingginya. Jadi, modal "kulakan" mereka lagi mahal.
Tapi, di akhir 2025 ini, ada angin segar yang bikin BFIN layak banget masuk radar pantau. Ini alasannya:
1. Suku Bunga Mulai Turun = Untung Naik
Sektor multifinance kaya BFIN itu paling sensitif sama yang namanya suku bunga.
Logikanya: Pas suku bunga BI turun, biaya yang dibayar BFIN ke bank buat modal jadi lebih murah.
Efeknya: Selisih keuntungan (margin) mereka jadi makin lebar. Biasanya, harga saham bakal gerak duluan sebelum laporan keuangannya keluar. Ini kesempatan buat curi start.
2. Bukan Cuma Jualan Kredit Mobil Bekas
Banyak yang ngira BFIN cuma main di mobil bekas. Padahal, mereka punya "senjata rahasia":
Pembiayaan Alat Berat: Seiring proyek infrastruktur dan tambang yang jalan terus, permintaan kredit alat berat itu gurih banget hasilnya.
Kredit Beragun Sertifikat: Ini produk yang lagi naik daun. Orangnya pinjam besar, jaminannya aman (properti), dan tenornya panjang. Ini bikin cashflow BFIN lebih stabil buat jangka panjang.
3. Perusahaan yang "Melek" Teknologi
BFIN salah satu yang paling serius investasi di sistem IT. Buat kita investor, ini penting karena:
Proses survei dan approval jadi lebih cepet (biaya operasional turun).
Risiko orang gagal bayar (kredit macet) lebih kekontrol karena sistem mereka makin pinter nyaring nasabah.
4. Rajin Bagi-Bagi "Jajan" (Dividen)
Buat pemula, BFIN ini termasuk saham yang loyal bagi dividen. Sambil nunggu harga sahamnya naik (capital gain), kita dikasih uang jajan rutin dari labanya. Jadi, nggak terlalu stres kalau harganya lagi naik-turun dikit.
Kesimpulan :
Secara fundamental, BFIN itu punya "mesin" yang sehat banget. Masalahnya cuma di kondisi bunga global yang kemarin lagi tinggi aja. Begitu bunga beneran melandai, BFIN punya potensi rebound yang kencang karena manajemennya salah satu yang paling efisien di Indonesia.
NILAI WAJAR BFIN: 1,415
MOS 30%: 990
MOS 40%: 855
MOS 50%: 705

$ADMF $MFIN
Selamat sore Bpk/Ibu seperjuangan
Happy weekend
Semoga kita cuan di Minggu depan. 🙏
Saya mengikuti dinamika harga ADMF
- keputusan merger dengan MFIN ad pro n cons, walaupun looks like byk cons ny :)
- kondisi bencana di Sumatra (semoga saudara kita disana selalu dalam keadaan aman dan sehat kembali)
- situasi global yang challenging
Semoga di awal tahun yang baru ini 2026
kita dan keluarga selalu diberkahi kesehatan dan semakin Jaya Jaya 🙏🙏🙏
Disini saya ingin menawarkan kepada teman"
harga yg sama baik sebagai Buyer dan Seller 😊 (*untuk periode 12-16 Jan 2026)
- minimal transaksi nego 1jt
- teman" yg dibawah 1 lot, beli saham admf di pasar reguler, dengan harga pasaran saat ini 8650, modal kurbih 865rb
- 1 lot teman: saya hargai 8800 (lebih tinggi dari 1 bulan terakhir)
- odd lot: saya hargai ~85% dari harga diatas = 7500
sehingga akan ad 2 skema sbb:
1. opsi saya beli (1 lot + 49 odd)
100*8800 + 49*7500 = Rp. 1,247,500
penilaian: penjual untung jangka pendek (tanpa risiko lebih lanjut) dan odd lot tidak jadi mubazir
2. opsi saya jual (1 lot + 51 odd)
100*8800 + 51*7500 = Rp. 1,262,500
penilaian: pembeli spekulasi naik, 1 lot dihargai diatas pasar reguler, dan odd lot jg tidak mubazir
Agar lebih happy kembali 😊
saya kasih diskon final
untuk saya beli, harga akan saya tambahkan 7,500
untuk saya jual, harga akan saya turunkan 7,500
sehingga harganya sama 1,255,000
dan tetap yg untung teman" yang bertransaksi dengan saya
which is sya beli dengan harga lebih tinggi atau jual dengan harga yg lebih murah
Jika minat bs hubungi saya BPK/Ibu
salam cuan
Terima kasih
$ADMF
Adira Finance (ADMF) mencatat kenaikan pembiayaan syariah 13% YoY hingga mencapai Rp 8,1 triliun, dengan kontribusi sekitar 21% dari total pembiayaan baru, menunjukkan pertumbuhan kuat dan meningkatnya minat pada produk syariah.

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $WEHA (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 139
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 135 – 145
- Stoploss: < 128
- TP1: 150
- TP2: 158 – 165
Alasan: Harga lagi bertahan di area demand kuat, Boss. Selama 128 aman, peluang pantulan teknikal masih terbuka.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 128 – 133
- Stoploss: < 122
- TP1: 139
- TP2: 150 – 158
Alasan: Area demand psikologis kuat, Boss. Entry paling aman buat swing trader yang nunggu retrace sehat.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 150 dengan volume besar
- Stoploss: < 139
- TP1: 158
- TP2: 165 – 175
Alasan: Breakout 150 bisa aktifkan momentum bullish lanjutan, Boss.
AYO REQUEST SAHAM https://bit.ly/m/skenario_saham
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound
• Breakout 150 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 128 / 122 jebol = potensi lanjut turun
• Volume tipis rawan fake breakout
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $PWON $ADMF. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
SAHAM : $GGRM
HARGA SAAT INI : 13.575
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bearish (rebound teknikal)
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga rebound dari area bawah, namun masih di bawah resistance mayor; swing fokus teknikal, bukan follow trend besar
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 13.200 – 13.350
- Support Kunci : 12.800
- Resistance 1 : 14.200
- Resistance 2 : 15.000 – 15.500
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume mulai meningkat saat rebound → indikasi technical buying
- Belum terlihat distribusi agresif
- Selama harga di atas 12.800 → peluang swing rebound masih terbuka
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 13.575
- Stop Loss : 12.800 (±5,7%)
- Target Swing : 15.200 (±12,0%)
- Risk : Reward : 1 : 2,1 → LAYAK (REBOUND)
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten rokok besar dengan brand kuat
- Tertekan regulasi cukai & margin, pertumbuhan terbatas
- Cocok untuk swing rebound teknikal, bukan akumulasi jangka panjang agresif
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
GGRM cocok untuk **swing rebound** selama bertahan di atas support kunci 12.800.
Target realistis di area 14.200–15.200 dengan disiplin stop loss ketat.
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $PWON $ADMF. DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
@guepe $PNLF masih, hanya sulit diprediksi mau sampai berapa. Masih wajar ke Rp422 kalo incar PS ratio 1.00x dari harga Rp334 dgn PS 0.79
Tau deh nanti mau dikasih bumbu2 apa biar naiknya sustain 🙃
$BFIN $ADMF
KLARIFIKASI !
Ternyata mksd dr post saya sblm ny, itu merujuk ke peraturan baru. Buat bln ini msh ikut peraturan lama
Ah...g jd ngangkut odd lot $PANI $ADMF + gocap $DADA ini mah 😭

$BFIN vs Multifinance Lainnya
Lanjutan dari postingan di External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Saham Multifinance di Indonesia itu cukup beragam tapi yang beneran gede secara laba adalah BFIN ADMF BPFI TRUS $CFIN WOMF. Banyak investor mengira yang paling besar revenue otomatis paling unggul, padahal data 9M 2025 membuktikan itu bisa salah kaprah. $ADMF memang raksasa revenue Rp7,12 triliun, tapi piala laba justru dipegang BFIN Rp1,17 triliun. Lebih menarik lagi, BFIN menang bukan karena nekat nambah risiko, tapi karena kualitas kreditnya paling rapih. Saat mayoritas emiten multifinance labanya tertekan, BFIN justru masih tumbuh laba 4,69% dan revenue 6,57%. Di industri pembiayaan, kemenangan seperti ini biasanya datang dari underwriting yang disiplin dan collection yang rapi, bukan dari marketing yang heboh. Investor yang cuma terpukau angka pertumbuhan portofolio sering telat sadar, yang menentukan umur panjang itu NPF dan CKPN. Jadi kalau harus memilih satu benchmark multifinance yang paling komplet di set data ini, BFIN yang paling layak dipasang sebagai standar. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Per 30 September 2025 untuk 9M 2025, BFIN mencatat revenue Rp5,02 triliun dan laba bersih Rp1,17 triliun. Bandingkan dengan ADMF yang revenue lebih besar Rp7,12 triliun tapi laba bersih Rp0,94 triliun. Ini inti ceritanya, BFIN menghasilkan laba sekitar 24,35% lebih besar dari ADMF, padahal revenuenya sekitar 29,48% lebih kecil. Itu bukan kebetulan, itu sinyal bahwa struktur biaya dan kualitas aset BFIN lebih efisien, sehingga setiap Rupiah pendapatan lebih banyak yang berhasil dikunci menjadi laba bersih.
Cara paling gampang memahami efisiensi itu lewat Net Profit Margin (NPM). NPM BFIN 23,26%, artinya dari setiap Rp1 pendapatan, sekitar Rp0,2326 yang menjadi laba bersih. ADMF NPM 13,19%, jadi dari Rp1 pendapatan, laba bersihnya sekitar Rp0,1319. WOMF lebih tipis lagi NPM 6,39%, dan ini biasanya terjadi saat biaya dana, biaya operasional, dan beban penurunan nilai lebih agresif memakan pendapatan. TRUS memang terlihat ekstrem dengan NPM 40,42%, tapi investor perlu menempatkan itu pada skala yang benar, karena revenue TRUS cuma Rp33,44 miliar, jadi margin mudah terlihat sangat tinggi hanya karena basisnya kecil dan model bisnisnya niche. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Lalu masuk ke inti bisnis multifinance, kualitas kredit. BFIN punya NPF gross 1,55% yang paling rendah di antara enam emiten ini. ADMF 1,96% dan WOMF 2,04% masih relatif terkendali, tetapi CFIN 3,50%, TRUS 3,01%, dan BPFI 5,41% sudah menunjukkan tekanan kualitas yang lebih besar. NPF itu termometer, tapi investor tidak boleh berhenti di termometer, investor perlu lihat ukuran masalah dalam Rupiah, yaitu Stage 3 gross, lalu lihat bantalan yang disiapkan, yaitu CKPN.
BFIN punya Stage 3 gross Rp0,40 triliun dan CKPN Rp1,02 triliun. Kalau dihitung coverage CKPN terhadap Stage 3, hasilnya sekitar 252,73%. Ini artinya cadangan BFIN lebih dari 2,5 kali nominal kredit yang sudah masuk kategori bermasalah berat. ADMF bahkan lebih tebal secara coverage sekitar 271,26%, tetapi perbedaannya, BFIN tetap menang di laba dan tetap paling rendah NPF. Di sisi lain, CFIN coverage sekitar 70,91% dan BPFI sekitar 56,26%, ini jenis kombinasi yang sering membuat laba masa depan rentan, karena ketika recovery tidak sesuai harapan, perusahaan biasanya harus menambah CKPN dan tambahan CKPN itu langsung memukul laba. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau investor ingin melihat seberapa besar kredit bermasalah dibanding mesin kreditnya, lihat Stage 3 dibanding kredit net. BFIN kredit net Rp22,43 triliun dan Stage 3 Rp0,40 triliun, rasio Stage 3 terhadap kredit net sekitar 1,79%. ADMF sekitar 1,98%, WOMF sekitar 2,42%, TRUS sekitar 3,32%, CFIN sekitar 3,59%, dan BPFI sekitar 5,55%. Ini nyambung dengan urutan NPF tadi, BFIN paling rapih, ADMF cukup rapih, WOMF menengah, lalu CFIN TRUS, dan BPFI yang paling menantang.
Bagian yang membuat BFIN terlihat makin komplet adalah profitabilitas berbasis aset dan modal. Return on Assets (ROA) annualized BFIN 6,12% tertinggi di grup ini. ROA itu penting di multifinance karena aset utamanya adalah portofolio pembiayaan, jadi ROA mengukur seberapa produktif mesin pembiayaan menghasilkan laba setelah semua biaya dan risiko. ADMF ROA 3,88% masih bagus tapi jelas di bawah BFIN. CFIN ROA 1,86% dan WOMF 1,89% rendah, biasanya artinya asetnya tidak cukup produktif atau banyak kebocoran ke biaya dan risiko. Return on Equity (ROE) BFIN 10,72% juga tertinggi, menunjukkan ekuitas diputar sangat efektif menjadi laba, dan ini terjadi bersamaan dengan NPF terendah, jadi ROE tinggi BFIN terlihat sehat, bukan hasil leverage berlebihan.
Leverage tetap perlu dibahas lewat gearing ratio. BFIN gearing 1,23 kali, lebih rendah dari ADMF 1,69 kali dan jauh lebih rendah dari WOMF 2,40 kali. Gearing yang terlalu tinggi membuat laba sensitif terhadap biaya dana dan kenaikan kredit bermasalah, sedangkan gearing yang terlalu rendah seperti TRUS 0,19 kali sering membuat skala pertumbuhan terbatas. Posisi BFIN 1,23 kali terlihat moderat, cukup untuk scale, tetapi tidak membuat struktur permodalan terlihat menekan margin. Ini nyambung dengan NPM BFIN yang tetap tinggi 23,26% pada skala revenue Rp5,02 triliun.
Sekarang lihat tren pertumbuhan, karena ini yang membedakan pemenang siklus vs korban siklus. Revenue growth BFIN 6,57% termasuk salah satu yang paling baik, hanya ditemani BPFI 8,28%. Tetapi laba bersih growth hanya BFIN yang positif 4,69%, sementara TRUS turun 37,86% dan WOMF turun 31,65%. Ini penting, karena di fase tekanan industri, yang bertahan bukan yang paling cepat menambah portofolio, tapi yang paling stabil menjaga profit setelah provisioning. BFIN juga menaikkan CKPN 24,29%, artinya BFIN tidak sedang mengorbankan cadangan demi mempercantik laba. Ini gaya main yang lebih konservatif, laba tetap tumbuh, cadangan tetap diperkuat. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi sumber pendapatan, BFIN masih kuat di core car financing, dengan pendapatan segmen Rp3,42 triliun. Artinya BFIN tidak sedang lari dari kompetensi utamanya, tetapi menjalankan core dengan kualitas yang unggul. Secara geografi, BFIN sangat ditopang Jawa dan Bali Rp2,72 triliun atau 54,2% dari total revenue, dan yang menarik, pertumbuhan regionalnya juga konsisten, Jawa dan Bali tumbuh 8,3% dan Sumatera tumbuh 8,2%. Ini memberi sinyal bahwa pertumbuhan BFIN bukan cuma terkunci di satu kantong, tetapi ada eksekusi yang jalan di beberapa wilayah utama.
Kalau BFIN dibandingkan satu-satu dengan pesaingnya, kontrasnya jelas. ADMF unggul di skala, kredit net Rp27,80 triliun dan revenue Rp7,12 triliun, coverage CKPN tebal, tetapi efisiensi labanya kalah, terlihat dari laba Rp0,94 triliun dan NPM 13,19% yang jauh di bawah BFIN. WOMF punya gearing tertinggi 2,40 kali dan NPM terendah 6,39%, jadi beban struktur pendanaan dan biaya risiko lebih terasa. CFIN punya ROA dan ROE terendah, NPF 3,50%, dan coverage CKPN tipis, jadi ruang untuk perbaikan masih besar, tapi risikonya juga nyata. BPFI memang tumbuh revenue 8,28% dan portofolio 14,23%, tetapi NPF 5,41% dan coverage sekitar 56,26% membuat investor wajib ekstra ketat membaca kualitas asetnya. TRUS terlihat indah di NPM 40,42% dan gearing 0,19 kali, tetapi skala kecil dan ada sinyal lonjakan Stage 3 gross 175,6% di tren, jadi volatilitasnya bisa terasa besar dalam persentase.
BFIN adalah kombinasi yang jarang, laba terbesar Rp1,17 triliun, NPF terendah 1,55%, ROA tertinggi 6,12%, ROE tertinggi 10,72%, NPM tinggi 23,26%, gearing moderat 1,23 kali, dan coverage CKPN tebal sekitar 252,73%. Di satu set data yang sama, BFIN tampil sebagai mesin yang bukan cuma besar, tapi juga paling efisien dan paling terkontrol dari sisi risiko. Ini tipe multifinance yang biasanya dihargai mahal oleh pasar, karena investor bukan hanya membeli laba hari ini, tetapi membeli probabilitas laba itu tetap ada ketika siklus kredit berubah. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🏆 BFIN juara laba
💰 Laba Rp1,17T dari revenue Rp5,02T
📈 Growth revenue 6,57% dan laba 4,69%
🛡️ Risiko paling rapih
✅ NPF 1,55% terendah
🧱 CKPN Rp1,02T vs Stage 3 Rp0,40T
🔒 Coverage kira-kira 253%
⚙️ Efisiensi terbaik
🚀 ROA 6,12% dan ROE 10,72% tertinggi
💎 NPM 23,26% tebal
🎯 Gearing 1,23x moderat
🆚 Pembanding cepat
👑 ADMF lebih besar tapi laba Rp0,94T dan NPM 13,19%
⚠️ WOMF gearing 2,40x NPM 6,39%
🚨 CFIN NPF 3,50% coverage 71%
🚧 BPFI NPF 5,41% coverage 56%
🧩 TRUS NPM 40,42% tapi skala mini
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6






$ADCP
⚡ SCALPING PLAN
🟢 Entry
Area Beli: 54 – 57 (Harga saat ini sedang mencoba membentuk fase pembalikan arah setelah tertahan di area support kuat level 52).
Konfirmasi: Masuk jika harga mampu bertahan di atas level 56 pada pembukaan perdagangan Januari 2026 untuk mengantisipasi kelanjutan momentum rebound.
🎯 Take Profit
TP 1: 62 – 64 → jual 50% (Area resisten dari puncak konsolidasi bulan Desember dan batas bawah zona distribusi sebelumnya).
TP 2: 68 – 72 → jual sisa (Target optimis untuk menguji kembali area swing high jika volume akumulasi meningkat signifikan di awal tahun).
🔴 Stop Loss
Cut Loss: < 52 (Wajib disiplin keluar jika harga menembus level ini, karena ADCP berisiko jatuh kembali ke area harga terendah/saham tidur).
⚠️ Catatan Teknikal Penting & Analisis MACD
Indikator MACD: Menunjukkan fase Bullish Divergence awal di area netral. Garis MACD (0,37) saat ini berada di atas garis sinyal (-0,09).
Histogram MACD: Batang histogram positif menunjukkan nilai (0,47) dan mulai memanjang ke atas, mengonfirmasi adanya peningkatan tenaga beli (momentum) dalam beberapa hari terakhir.
Karakter Saham: ADCP sedang berada dalam fase transisi dari downtrend menuju konsolidasi. Kenaikan +1,79% hari ini disertai dengan penutupan di atas rata-rata harga harian, yang merupakan sinyal positif untuk perdagangan jangka pendek.
Strategi: Saham ini cocok untuk scalping cepat dengan memanfaatkan volatilitas di rentang harga rendah. Perhatikan antrean bid/offer; jika volume tebal, potensi pergerakan menuju level 60 akan semakin terbuka lebar.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$ADES $ADMF