Volume
Avg volume
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi. Kegiatan usaha utama perusahaan mencakup konstruksi gedung perumahan, komersial dan institusional seperti pemukiman, perkantoran, perhotelan, gudang dan lainnya. Perusahaan juga menyediakan jasa listrik dan mekanikal bangungan seperti tata ruang dan air-conditioner, jasa pemasangan alat angkut serta pemasangan alat telekomunikasi. Selain itu, Perusahaan juga menyediakan jasa perencanaan, pengelolaan bangunan dan penyewaan gedung. Perusahaan juga menyediakan penyewaan sarana dan prasarana.
Untuk $WEGE masih sesuai dengan tradeplan ya, buat yang pingin masuk bisa analisa kembali karena jual beli ada pada diri sendiri. Jika suka dengan analisa saya bisa bantu follow @GEDEWIRAGUNA dan jangan lupa masuk komunitas saya karena disana kita bisa saling bertukar pikiran link ada di bio. Terima kasih
$CUAN $PANI
Perkenalkan saya Erie Irianti, mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Keuangan, Universitas Terbuka, sedang melakukan penelitian sebagai bagian dari penyusunan tugas akhir dengan judul "Pengaruh Overconfidence terhadap Keputusan Investasi Saham''.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh overconfidence terhadap keputusan investasi saham.
Sehubungan dengan hal tersebut, saya memohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara(i) untuk meluangkan waktu dalam mengisi kuesioner ini.
Seluruh data dan informasi yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan akademik.
Kuesioner ini bersifat anonim dan tidak akan digunakan untuk tujuan lain di luar penelitian.
https://cutt.ly/WrKJEHjV
Atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara(i), saya mengucapkan terima kasih.
$WEGE $WIKA $WSKT
$WEGE saat ini lumayan menarik karena sedang membentuk symetrical triangle
Entry area 64-60
Sl if close < 57
Tp 1 68
Tp2 72
Tp 3 79
Disclaimer on!!
( hanya analisa pribadi)
Jika anda suka dengan analisa saya bisa bantu follow @GEDEWIRAGUNA dan jangan lupa masuk komunitas Traders Mandiri, link ada di bio.
$CUAN $COIN
$WIKA LK Q2 2025: Bukannya Sibuk Cetak Laba, Induk dan Anak Malah Sama - sama Koleksi Banyak Kasus dan Sengketa
Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
WIKA Beton atau WTON lahir sebagai anak usaha dari PT Wijaya Karya pada 11 Maret 1997 dengan kepemilikan induk sebesar 60%. Sebelum dipisahkan, bisnis beton ini sebenarnya sudah jadi bagian dari WIKA sejak 1974. Perannya jelas vital karena produk beton dan pracetak merupakan bahan utama dalam banyak proyek konstruksi WIKA. Namun dalam beberapa tahun terakhir, WTON justru ikut terseret dalam pusaran masalah hukum dan finansial yang kompleks, terutama terkait sengketa tanah yang belum selesai hingga kini. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Sengketa ini berawal tahun 2017 ketika WTON melaporkan PT Agrawisesa Widyatama ke Bareskrim Polri atas dugaan penipuan atau penggelapan. Kasusnya berkisar pada lahan 50 hektar di Desa Karangmukti, Subang, Jawa Barat. Lahan tersebut rencananya akan dipakai untuk membangun pabrik beton, tapi sertifikat hak guna bangunan (SHGB 722) seluas 1.996.977 m2 justru diketahui sudah diserahkan atau dijaminkan ke pihak lain. Akibatnya, tanah itu tidak bisa digunakan sesuai perjanjian jual beli.
WTON mencoba jalur non litigasi dengan mengajukan pembatalan sebagian sertifikat melalui Kanwil BPN Jawa Barat. Hasilnya pada Juli 2020 keluar surat rekomendasi pembatalan sertifikat kepada BPN pusat. Namun sampai Februari 2021 prosesnya masih berjalan di kementerian terkait. Hingga pertengahan 2025, lahan ini tetap terikat masalah hukum. Manajemen memang selalu menegaskan bahwa posisi hukumnya kuat, tetapi faktanya hampir 8 tahun lebih tidak ada kepastian.
Lahan ini penting bukan hanya untuk ekspansi pabrik, tetapi juga untuk menjaga posisi keuangan perusahaan. Masalahnya, tanah dan bangunan masuk dalam daftar agunan pinjaman WTON. Jika status tanah tidak jelas, otomatis nilai agunan juga diragukan. Hal ini bisa berdampak langsung pada covenant kredit yang harus dipenuhi perusahaan. Jadi walaupun manajemen bilang masih aman, risiko di lapangan jauh lebih tinggi karena bank akan berhitung ulang soal jaminan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Selain itu, WTON juga punya dana yang penggunaannya dibatasi karena terikat fasilitas pembiayaan investasi syariah dari Bank CIMB Niaga. Situasi ini membuat ruang gerak kas perusahaan jadi kaku. Ditambah lagi, para kreditur mensyaratkan rasio keuangan ketat seperti current ratio minimal 100%, debt to equity ratio maksimal 300% dan debt security cover minimal 100%. CIMB Niaga bahkan menuntut DSCR minimal 1,2x, DER maksimal 4x, sedangkan Bank Syariah Indonesia meminta leverage maksimal 500% dan EBITDA minimal 200%. Semua batasan ini jelas berat jika aset perusahaan bermasalah.
Secara angka, per 31 Desember 2024 total aset WTON Rp7,23 triliun. Hanya enam bulan berselang, per 30 Juni 2025, asetnya turun jadi Rp6,78 triliun. Penurunan hampir Rp460 miliar dalam setengah tahun bukan jumlah kecil. Angka ini menunjukkan bahwa kondisi finansial WTON sedang melemah, sejalan dengan masalah hukum yang terus menggerogoti.
Kalau kita telisik lebih detail, piutang belum tertagih dari pelanggan anjlok dari Rp600,6 miliar di 2024 jadi Rp395,5 miliar di 2025. Uang muka pelanggan juga menurun drastis dari Rp214,1 miliar ke Rp70,4 miliar. Pinjaman jangka pendek dari pihak berelasi pun turun signifikan dari Rp350 miliar ke Rp214,4 miliar. Ini sinyal bahwa arus masuk dari proyek beton menurun, sementara akses dana dari entitas grup juga semakin terbatas.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Pendapatan diterima di muka dari beton pracetak juga melemah, dari Rp158,6 miliar per Desember 2024 menjadi Rp112,8 miliar pada Juni 2025. Padahal pos ini menunjukkan permintaan masa depan dari pelanggan. Penurunan ini berarti pipeline proyek WTON makin tipis. Sementara itu, pinjaman jangka panjangnya juga terus berkurang, bukan karena lunas secara normal, tetapi lebih karena kemampuan untuk menambah fasilitas baru makin terbatas.
Dari sisi kepentingan non pengendali, nilainya sedikit menurun dari Rp1,53 triliun di 2024 menjadi Rp1,52 triliun di 2025. Meski turunnya kecil, ini menegaskan bahwa investor minoritas pun terkena imbas. WTON yang seharusnya bisa jadi pilar pendapatan WIKA justru ikut menyusut dalam hal aset, piutang, pendapatan, bahkan prospek masa depan.
Masalah WTON bukan kasus tunggal di grup WIKA. WIKA Realty misalnya, kehilangan kendali atas PT Hotel Indonesia Properti pada November 2024. Sahamnya terpaksa dialihkan, sehingga kepemilikan tersisa 49% dan dicatat sebagai investasi pada entitas asosiasi. Bukan hanya itu, WIKA Realty juga harus mencadangkan piutang Rp1,13 triliun kepada PT Wijaya Karunia Realtindo karena keputusan BANI. Investasi Rp3,8 miliar di entitas yang sama juga harus dicadangkan penuh.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
PT Wijaya Karunia Realtindo sendiri justru jadi sumber masalah karena keputusan arbitrase BANI yang menghapus haknya atas uang muka lahan. Akibatnya, WIKA Realty bukan hanya kehilangan uang muka, tetapi juga harus menanggung kerugian investasi. Hal ini menambah daftar panjang beban yang ditanggung grup.
Masalah besar lain muncul di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia. WIKA harus mencatat penurunan nilai akumulasi Rp4,32 triliun atas penyertaan modal di PSBI per Juni 2025. Angka ini setara dengan hampir 40% total kerugian komprehensif grup WIKA di periode yang sama. Investasi strategis yang mestinya menghasilkan justru berubah jadi lubang kerugian.
WIKA Gedung pun tidak lepas dari masalah. Meski sempat memenangkan gugatan wanprestasi atas proyek apartemen B Residence di Serpong lewat BANI, lawannya masih berusaha membatalkan putusan. Eksekusi sita dan pelelangan aset pun masih tarik ulur. Di sisi lain, WIKA Gedung juga melayangkan gugatan ke kontraktor lain di PN Jakarta Selatan, tapi statusnya masih berjalan. Proses hukum panjang seperti ini menahan arus kas masuk dan memperbesar biaya litigasi.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau ditambah dengan klaim proyek yang gagal, misalnya ke Angkasa Pura I pada 2024 atau Chevron Pacific Indonesia pada 2023, jelas terlihat bahwa masalah WIKA bukan cuma soal kerugian bisnis biasa. Hampir semua jalur pendapatan alternatif gagal masuk karena klaim tidak dikabulkan. Inilah kenapa WIKA mencatat rugi komprehensif Rp1,7 triliun di semester I 2025 dan defisit akumulasi Rp11,2 triliun.
Pada akhirnya, kasus WTON menjadi potret kecil dari kekacauan besar di grup WIKA. Sengketa tanah yang tak selesai sejak 2017 membuat aset macet, memengaruhi agunan, membatasi ruang pinjaman, dan menggerus pertumbuhan. Sementara anak usaha lain juga bermasalah, mulai dari kerugian investasi, klaim gagal, hingga litigasi panjang. Semua ini terakumulasi menjadi beban keuangan yang tidak lagi bisa ditutupi oleh kinerja operasional. Hasilnya, grup WIKA berada di ambang kelangsungan usaha dengan reputasi yang ikut tercoreng.Upgrade skill https://cutt.ly/ge3LaGFx
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$WEGE $WTON
1/10
$TOBA
✅ Entry Ideal: Rp 985–1.020
(Support MA50/MA100 dan demand lama setelah koreksi, area ini teruji sebagai base reversal dan titik pantul sehat beberapa pekan terakhir. Akumulasi bertahap di zona ini menunggu sinyal reversal harga & volume rebound. Risk minim, ideal untuk swing secara sabar.)
🔰 Entry Agresif: Rp 1.030–1.070
(Entry momentum/scalping, posisi sekarang hingga atasnya. Gunakan lot kecil, scaling profit ketat—risiko profit taking cepat tetap dominan karena volatilitas tinggi dan tekanan jual sempat intens pekan sebelumnya.)
🔥 Take Profit (TP):
TP 1: Rp 1.090–1.120
(resisten minor, area distribusi pertama, swing high pendek, sekaligus target swing harian setelah reversal.)
TP 2: Rp 1.155–1.200
(target medium jangka menengah, zona rally sebelumnya, valid jika volume euforia lanjutan dan breakout sustain.)
🚫 Stop Loss (SL): Rp 970
(Cut loss disiplin jika closing breakdown support utama/MA—sinyal reversal gagal dan rawan breakdown channel support, konfirmasi exit risk.)
Strategi
Akumulasi bertahap di 985–1.020, tambah posisi hanya jika reversal candle valid & volume rebound muncul.
Entry agresif/scalping pada 1.030–1.070, exit cepat/sclaling di TP1 bila gagal breakout ke atas 1.090.
Scaling profit wajib, trailing stop untuk posisi sisa ke TP2 jika rally berlanjut.
Hindari all-in atau average up besar tanpa breakout valid volume tebal.
Risk management mutlak; volatilitas tinggi, scaling & trailing plan tidak boleh diabaikan.
Sentimen & Isu Terkini
Teknikal: TOBA rebound kuat +6,6%, bullish reversal dari area demand, namun tren utama sideway-to-up dengan bias volatil (beta 2x, ATR 8%); indikator momentum (MFI, RSI) masih tergolong jenuh jual (oversold), peluang rebound sehat jika volume benar-benar konfirmasi.
Pasar: After lonjakan Juni–Juli (+132% YTD), TOBA sempat kena suspensi UMA dari BEI akibat volatilitas ekstrem, setelah itu konsolidasi dan transaksi fantastis (Rp1,45 triliun/hari, salah satu top traded IDX semester II 2025).
Fundamental: Kinerja Q2 2025 menekan laba bersih namun transformasi bisnis hijau dan ekspansi EBT serta fasilitas limbah aktif jadi katalis mid-term. Eksternal: harga batu bara global mixed, mining outlook sentimen volatil, namun TOBA mulai dihargai sebagai emiten transisi energi.
Risiko: Jika gagal bertahan di atas 970, rawan breakdown lebih dalam ke 900/800. Potensi fake breakout tinggi di area upper band. Selalu waspadai lonjakan volume anomali atau distribusi mendadak (high beta stock).
News: Divestasi minor pengendali, namun minat asing kuat pada pipeline bisnis hijau dan EBT.
Ringkasan Analisa
TOBA rebound ke 1.050 (+6,6%), ideal entry swing 985–1.020, entry agresif scalping 1.030–1.070. TP1 1.090–1.120, TP2 1.155–1.200, SL <970. Scaling profit/trailing wajib, high beta & top traded pada volatilitas. Sabar entry di demand, hindari FOMO, risk manajemen ekstra penting pasca UMA & trend-probing.
❗Disclaimer: Informasi dan analisa yang dibagikan di sini hanya untuk tujuan edukasi dan referensi. Ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli, menjual, atau memegang saham tertentu. Selalu lakukan analisa dan riset Anda sendiri sebelum mengambil keputusan investasi. Investasi mengandung risiko, dan hasil masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
$WEGE $OPMS