83

0.00

(0.00%)

Today

0

Volume

1.91 M

Avg volume

Company Background

PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis pembiayaan konsumen dan pinjaman sewa guna. Perusahaan menawarkan pembiayaan konsumen berdasarkan berbagai merek dan jenis kendaraan baru dan bekas, serta pembiayaan barang-barang sebagai modal. Perusahaan juga bergerak dalam bisnis pembiayaan pinjaman sewa guna untuk alat berat dan mesin. Berkantor pusat di Jakarta, Perusahaan memiliki kantor-kantor cabang yang terletak di kota Banda Aceh, Bandung, Banjarmasin, Bogor, Cikarang, Jakarta, Makasar, Malang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Rantau Prapat, Samarinda, Semarang, Serang, Surabaya, dan Tangerang.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA yuk antri dibawah mangap aja sambil tunggu yang kena margin call lepas barang 🤑

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA ngapain lu ikut²qn merah

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA anjay keren sih masuk di top gainners 😀

Saat market lagi bullish semua orang merasa dirinya jago, begitu market bearish baru kelihatan siapa yang berenangnya telanjang.

Tapi emang Mizuho Group itu duitnya banyak sih (Strong), gak doyan gorengan nanti kolestrol.

$IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA cuan pada masanya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA kebiasaan vrna gtu dah terbang di banting... harus segera tp

$VRNA bangun tidur, tidur lagi. Ini mah yg main Maling kecil bukan kelas bandar. Duit seiprit koq mo coba kerek tong 😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA kok ga jdi ndar...

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA LEMAHHHHH

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA saham zombieee kuu wkwkw

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

MASUK SCREENING PANTAUAN

$DNAR
$VRNA
$EAST

#DYOR (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ga ada bandar yang mo kerek $VRNA. 🤪

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🤣🤣, chart indikator sudah bagus tapi Bandarnya si $VRNA masih tidur belum bangun.
$DMAS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA sepi amat non

Right Issue $VRNA: Bukan Cari Dana, Tapi Merapikan Free Float

Jika melihat struktur kepemilikan VRNA saat ini, hampir 92,5% saham dikuasai pemegang utama (Mizuho Leasing ±67,44% dan Bank PAN ±25,06%), sementara porsi publik hanya sekitar 7,5%. Artinya, jika VRNA ingin memenuhi ketentuan BEI terkait minimum free float 10%, maka yang dibutuhkan bukan right issue besar-besaran, melainkan penambahan sekitar 2,5% saham ke publik saja. Dalam konteks ini, right issue lebih tepat dipandang sebagai aksi teknis kepatuhan dan likuiditas, bukan ekspansi agresif.

Dengan asumsi jumlah saham beredar VRNA sekitar 5,7 miliar lembar, maka kenaikan free float dari 7,5% ke 10% hanya memerlukan tambahan sekitar 140–150 juta saham ke publik. Ini setara dengan ±2,6% dari total saham setelah right issue. Artinya, secara rasio, VRNA cukup melakukan right issue sangat kecil, misalnya 100 : 2.5, jauh lebih ringan dibanding right issue historis VRNA tahun 2017 (100:158) dan 2019 (100:120) yang bersifat struktural dan ekspansif.

Dari sisi harga, jika book value VRNA saat ini sekitar 130, maka pricing right issue yang sehat dan defensif berada di kisaran 120–135. Harga di area ini tidak merusak valuasi, tidak terlalu diskon, dan tetap rasional untuk menarik partisipasi publik. Jika mayoritas HMETD diserap oleh pemegang pengendali, maka sisa porsi kecil saja bisa dilepas ke publik melalui mekanisme pasar atau standby buyer, sehingga tujuan free float tercapai tanpa tekanan jual berlebihan di harga saham.

Kesimpulannya, right issue VRNA yang paling aman adalah right issue kecil, rasio rendah, dan harga mendekati book value, dengan tujuan utama menaikkan free float ke 10%, bukan menghimpun dana besar. Model seperti ini justru bisa menjadi sinyal positif: struktur saham menjadi lebih sehat, likuiditas meningkat, dan volatilitas berkurang. Dalam kondisi sektoral jasa pembiayaan mulai bergerak, langkah teknis seperti ini bisa menjadi fondasi penting sebelum VRNA benar-benar “bergerak” mengikuti saham-saham besar lainnya.

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

20-Aug, $TIFA bullish 482 hit, peningkatan +18.72% dari harga awal 406 https://stockbit.com/post/20220313

25-Sep, TIFA bearish 418 hit, penurunan -5% dari harga awal 440 https://stockbit.com/post/21362823

19-Nov, TIFA bearish 442 hit, penurunan -11.60% dari harga awal 500 https://stockbit.com/post/23671168

1-Dec, TIFA bullish 555 hit, peningkatan +25.57% dari harga awal 442 https://stockbit.com/post/24125190

4-Dec, TIFA bearish 472 hit, penurunan -7.45% dari harga awal 510 https://stockbit.com/post/24333881

30-Dec, TIFA bullish 550 hit, peningkatan +15.55% dari harga awal 476 https://stockbit.com/post/25575209

opini ane, retail holder TIFA utk tidak trading di TIFA. Sebaiknya buy and hold. Jangan buat antrian di offer. Antri bid boleh. Dan ingat, sabar antri. Kalaupun HAKA offer, ambillah punya ritel lain yg weak hands, jangan ambil punya supir.

Sehingga supir utama TIFA bs menghitung brp lg floating riil yg muncul di antrian offer TIFA, di luar dari antrian offer mereka.

Ingat, untuk cuan, gerakan ritel harus sync dgn gerakan supir utama.

Skr saatnya test kekuatan bear TIFA

not financial advice

$VRNA $VTNY

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Enam Tahun Tanpa Aksi Korporasi: Akankah 2026 Menjadi Titik Balik $VRNA?

Selama lebih dari enam tahun terakhir, PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA) tercatat nyaris tanpa aksi korporasi besar. Aksi terakhir yang signifikan terjadi pada periode 2018–2019, mulai dari right issue, HMETD, hingga proses merger. Setelah itu, VRNA seperti memilih jalur sunyi: fokus membenahi fundamental, menata portofolio pembiayaan, dan menjaga kualitas aset di tengah berbagai siklus ekonomi yang tidak mudah. Bagi sebagian investor ritel, kondisi ini terlihat “membosankan”. Namun bagi investor berpengalaman, justru ini sering menjadi fase tenang sebelum perubahan besar.

Memasuki tahun 2026, tantangan yang dihadapi VRNA tidak semakin ringan. Tekanan sektor pembiayaan masih terasa akibat daya beli yang belum sepenuhnya pulih, kompetisi ketat dengan bank besar, serta ekspektasi pasar terhadap efisiensi dan profitabilitas. Di sisi lain, muncul faktor struktural yang tidak bisa diabaikan: aturan free float BEI. Dengan ketentuan minimum 10% free float—dan wacana peningkatan hingga 15%—VRNA berada pada posisi yang unik. Free float saat ini relatif kecil, sehingga secara regulasi, ruang manuver perusahaan menjadi semakin sempit jika tidak ada langkah strategis.

Di sinilah aksi korporasi mulai relevan untuk dibicarakan kembali. Secara teori, ada beberapa opsi yang masuk akal: pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali untuk meningkatkan free float, stock split agar likuiditas membaik, hingga corporate action tidak langsung seperti private placement terbatas atau strategic partnership. Namun, berbeda dengan emiten gorengan, VRNA tidak memiliki insentif untuk melakukan aksi korporasi terburu-buru. Bagi grup Mizuho, harga saham yang terlalu rendah justru tidak ideal untuk aksi seperti penambahan free float atau rights issue. Artinya, jika aksi korporasi benar-benar terjadi, besar kemungkinan akan didahului oleh perbaikan kinerja dan persepsi pasar.

Menariknya, justru di tengah tahun yang penuh tantangan seperti 2026, aksi korporasi bisa menjadi alat defensif sekaligus strategis. Bukan untuk ekspansi agresif, melainkan untuk penyesuaian terhadap regulasi dan peningkatan daya tarik pasar. Dengan aset yang masih jauh lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasar, serta induk usaha global yang konservatif, VRNA berada dalam posisi “menunggu waktu yang tepat”. Sejarah di BEI menunjukkan, banyak emiten keuangan baru bergerak melakukan aksi korporasi setelah fase panjang stagnasi, bukan saat euforia.

Pada akhirnya, pertanyaannya bukan sekadar “apakah VRNA akan melakukan aksi korporasi di 2026?” melainkan “aksi korporasi seperti apa yang masuk akal bagi DNA perusahaan ini?”. Jika mengacu pada karakter Mizuho yang disiplin dan jangka panjang, maka setiap langkah yang diambil kemungkinan besar bukan untuk mengejar hype, melainkan untuk kepatuhan regulasi, stabilitas, dan keberlanjutan bisnis. Bagi investor yang sabar, fase tanpa aksi korporasi selama enam tahun ini justru bisa dibaca sebagai fase pematangan sebelum keputusan strategis berikutnya.

$PNBN

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@PoemsIpot paling paling yang beli right issue nya induk si $VRNA kalau ga $PNBN

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA kemungkinan akan RI tinggal tunggu pengumuman resmi PUBEX 🤑

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Siapa yang mo bikin ARA? Saham2 perusahaan yang rugi pada dikerek tinggi cuma $VRNA yang masih jongkok dibawah nonton. 🤣 🤣 🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BIPI
Ayok besok $VRNA & $OPMS 💸💸

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HDFA

⚡ SCALPING PLAN: HDFA

🟢 Entry
Wait for Base: No Entry (Jangan masuk sebelum harga membentuk area pijakan minimal 3 hari bursa tanpa mencetak level terendah baru).

Buy on Pullback (Spekulatif): 114 – 118 (Hanya jika terjadi pantulan teknikal cepat dengan volume masif di area support bawah).

🎯 Take Profit
TP 1: 128 – 134 → jual 50% (Area resisten minor dan pengujian ulang titik breakdown sebelumnya).

TP 2: 145 → jual sisa (Target rebound teknikal utama jika sentimen sektor pembiayaan membaik).

🔴 Stop Loss
SL Agresif: 112.

Daily Close < 110 → CUT LOSS tanpa ragu (Sinyal harga mencari dasar baru yang jauh lebih rendah).

⚠️ Catatan Cepat
Momentum Warning: Selama histogram MACD masih menunjukkan tren negatif yang menebal, peluang kenaikan sangat kecil dan berisiko terjebak bull trap.

Volume Tracking: Waspadai jika kenaikan harga terjadi dengan volume yang sangat tipis; itu menandakan pantulan yang rapuh.

Disiplin Ketat: Jangan melakukan average down pada saham yang sedang dalam fase distribusi masif seperti ini.

Jangan Lupa Follow!

Random Tag :

$VRNA $VTNY

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

MASUK SCREENING PANTAUAN

$CBPE (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
$VRNA (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
$OASA (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
AKSI (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
DKFT (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)
AGRS (AWAS SANGKUT AWAS GOCEK)

#DYOR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA Hingga saat ini (akhir Desember 2025), secara spesifik belum ada pengumuman resmi dari PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) mengenai rencana ekspansi besar yang eksklusif dimulai pada tahun 2026.
Namun, berdasarkan tren industri multifinance dan posisi strategis VRNA, berikut adalah poin-poin penting yang perlu Anda perhatikan sebagai investor atau pengamat saham:
1. Fokus Bisnis: Sinergi dengan Pemegang Saham Pengendali
Sejak diakuisisi oleh Mizuho Leasing Co., Ltd. (salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Jepang), arah bisnis VRNA cenderung fokus pada:
Pembiayaan Alat Berat dan Mesin: Sinergi dengan jaringan bisnis Jepang di Indonesia.
Pembiayaan Mobil Bekas: Yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan perseroan.
Efisiensi Operasional: Digitalisasi proses kredit untuk menekan biaya operasional di tahun-tahun mendatang.
2. Proyeksi Industri Multifinance 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan bahwa industri multifinance masih akan tumbuh positif pada 2026. Hal ini didorong oleh:
Kebutuhan Pembiayaan Investasi: Khususnya di sektor pertambangan dan infrastruktur (yang menjadi pasar alat berat VRNA).
Regulasi Ekuitas: OJK mewajibkan peningkatan ekuitas minimum perusahaan pembiayaan secara bertahap, yang mungkin memicu aksi korporasi seperti rights issue atau penahanan laba untuk memperkuat modal ekspansi.
3. Apa yang Harus Dipantau Investor?
Jika Anda memantau kode saham VRNA untuk tahun 2026, perhatikan agenda berikut:
Laporan Tahunan 2025 (rilis awal 2026): Biasanya di sini manajemen akan memberikan outlook dan target pertumbuhan untuk tahun berjalan (2026).
Public Expose: Acara ini adalah kesempatan terbaik untuk mendengar langsung rencana ekspansi cabang atau produk baru dari direksi.
Suku Bunga BI: Sebagai perusahaan pembiayaan, kinerja VRNA sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga yang akan memengaruhi biaya dana (cost of fund).
Catatan Penting: Sering kali terjadi kekeliruan antara VRNA (Verena Multi Finance di Bursa Efek Indonesia) dengan VRNA (Verona Pharma di bursa luar negeri/NASDAQ). Pastikan Anda memantau emiten yang tepat karena keduanya memiliki fundamental yang sangat berbeda.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$VRNA

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy