T

TMPI

ID flagID flag
Delisted

PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk.

50

0.00

(0.00%)

Today

0

Volume

Company Background

PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk Adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas. Perusahaan yang dulunya bernama PT Agis Tbk ini masuk ke sektor pertambangan setelah melimpahkan kegiatan bisnis di sektor konsumer elektroniknya kepada anak usahanya yaitu PT Agis Electronic. Selain itu pendapatan terbesar perusahaan berdasarkan Laporan Tahunan 2013 berasal dari penjualan emas, baik itu emas untuk perhiasan maupun emas investasi (lempengan emas).

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BULL lagi ok nih. $TMPI$BUMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@veron171 dewasa aja bro .. masih muda sini .. cuma yaa rambut perlu di semir aja .. kita mah edisi $TMPI .. tempat makan para investor wkwkw ..$IHSG 9000 yuk

$WIRG trnyata WIRG itu singkatan, sbagaimana $TMPI (Taman Makam Para Investor). WIRG (Warung Investor Rugi Gede)

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

sama hal nya di $PPRO dan $TGRA anakan DADA tinggal menunggu delisted ujungnya kayak $TMPI ,, jangan nunggu delisting DADA gakan naik kalo udah delisting Uda habis semua duitnya..

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG - PENJAGA API KECIL

Pukul 08.58.
Darma mematikan televisi seperti biasa. Bukan karena berita buruk, tetapi karena terlalu banyak suara membuat kepalanya sesak. Di rumah kontrakan yang sempit itu, teriakan analis tentang “bullish” lebih sering terdengar sebagai ejekan daripada kabar baik.

Di jendela, sirih gading merambat pada tali jemuran. Beberapa daunnya menguning. Sudah berhari-hari ia berniat memetiknya, tapi selalu lupa.

Kopi di mejanya sudah dingin. Permukaannya tak lagi beruap, seperti cermin buram. Ia lupa kapan terakhir berdiri. Sisa pahit di dasar cangkir, entah kenapa, membuat pikirannya tetap terjaga.

Di layar laptop, grafik-grafik masih diam. Dua menit lagi, semuanya akan saling menerkam.

Tangan Darma sedikit gemetar. Bukan karena kafein, melainkan karena satu saham yang tak juga pulih sejak dua kuartal lalu. Merahnya bukan lagi sekadar warna, tetapi menyerupai bekas yang tak benar-benar sembuh.

Ia pernah mati dua kali di pasar.

Yang pertama ketika saldonya tinggal ratusan ribu di usia tiga puluh tujuh. Yang kedua jauh lebih sunyi, saat uang masih ada, tetapi setiap pagi ia menatap layar tanpa benar-benar tahu apa yang ia tunggu. Pikirannya seperti rumah dengan lampu menyala, tapi penghuninya tak lagi pulang.

Ia lebih takut mati yang kedua.

Ia masuk pasar modal bukan karena ingin kaya cepat, tapi karena percaya satu kebodohan yang jujur: hidup bisa ditopang oleh akal sehat. Ia bekerja sebagai analis receh di sekuritas kecil dekat rel kereta. Gajinya cukup untuk sekolah anak. Tidak cukup untuk mimpi besar.

Mimpi itulah yang ia titipkan ke saham.

Awalnya, ia membeli seperti semua orang: ikut cerita.
“Ini tahan banting.”
“Ini masa depan.”
“Ini tinggal tunggu waktu.”

Ia ikut. Ia juga ikut hancur.

Saham pertama yang membuatnya nyaris muntah bukan yang jatuh paling dalam, melainkan yang pernah naik lebih dari tiga ratus persen, lalu runtuh tepat setelah ia berani membayangkan melunasi rumah. Di situlah ia belajar: euforia lebih cepat membunuh daripada takut.
-------------------------------------
Pukul 08.59.

Telegram berbunyi seperti pasar burung.
“IPO pecah!”
“Bandarnya sudah naik!”
“Yang ragu silakan menyesal!”

Satu pesan dari Bima, teman lamanya: Masih pegang saham bangke itu? Giliran ini yang panas!

Bima dulu satu kos dengannya, anak yang selalu tidur dengan laptop terbuka di dada seolah mimpi pun harus tentang candlestick. Mereka jatuh dan bangun bersama di awal-awal pasar. Namun Bima memilih menjadi pemburu gelombang. Darma memilih bertahan di dasar.

Darma sempat mengetik satu kata. Lalu menghapusnya.

Ia menutup Telegram tanpa membalas. Ia membuka spreadsheet yang tak pernah ia ceritakan kepada siapa pun: arus kas, utang, margin, dan satu kolom terakhir yang ia beri nama sendiri, Etika.

Ada entri lama di baris teratas, tertulis lima tahun lalu, saat ia membeli $CNTA pertama kali: P-TG: Produk Teknologi Tepat Guna. Menanam pada hal yang membantu orang kecil.

Dulu itu cukup membuatnya percaya. Kini ia bahkan tidak yakin teknologi yang sama masih diproduksi.
------------------------------------------
Pukul 09.01.

CNTA langsung jatuh enam persen di menit pertama. Fundamentalnya belum benar-benar runtuh. Kas masih ada. Tapi manajemennya berganti enam bulan lalu. Sejak itu laporan sering terlambat, klarifikasi menggantung, jawaban publik terdengar bersih namun terasa licin.

Seperti orang yang bicara baik-baik tetapi menyembunyikan sesuatu di balik tatapan.

Garis merah di layar bergerak seperti denyut yang melambat.

Kursor berkedip. Jari di mouse. Napas tertahan. Dunia menyempit menjadi satu garis merah.

Tangan kirinya mencengkeram lutut.

Di dadanya, api kecil itu berkedip-kedip redup. Hangatnya menjauh.
Dua suara bertengkar.

Suara pertama, masa lalu:
“Ini saham yang pernah menolongmu bangkit. Ini yang membuat anakmu tetap sekolah.”

Suara kedua, dingin dan mencatat:
“Direktur sulit dihubungi.”
“Tiga laporan terlambat.”
“Kalimat publik selalu menghindar.”

Sunyi memanjang.

Ia menarik napas pelan, seperti meniup sisa keberanian. Napas itu masuk, dan waktu membengkak. Di antara tarikan dan hembusan, ia melihat lima tahunnya: anaknya yang bertambah tinggi, cat motor yang makin memudar, istrinya yang kini mulai beruban di pelipis. Semuanya tertambat pada garis merah yang berkedip itu.

Lalu…Klik.

Suara kecil itu terdengar seperti gembok yang diputar di suatu ruang di dalam tulang rusuknya. Setelah itu tidak ada apa pun selama beberapa detik. Sebuah kehampaan yang tiba-tiba membeku.

Lambat-lambat tubuhnya terasa lebih ringan, dan lebih kosong. Seolah sesuatu dicabut dari dirinya. Sesuatu yang diam-diam telah ia sebut harapan.

Warna di layar berpindah. Angka berubah. Selesai.

Dadanya terasa ringan, tapi di tenggorokan mengganjal sesuatu yang seharusnya ada. Ruangan terasa lebih hening dari biasanya. Hening yang bukan tenang, hening yang sedang belajar bernapas lagi.

Sepuluh menit kemudian, tanpa sadar, ia membuka kembali aplikasi itu. Hanya untuk melihat harga. Tangannya gemetar lagi.

Ia menutup layar keras-keras.

Siang hari, indeks naik.

Grup Telegram tertawa. Saham yang ia jual memantul kecil. Meme beredar. Sindiran berhamburan.

Bima mengirim pesan: Tuh kan. Kalau tahan dikit, cuan.

Status mengetik muncul sebentar lalu hilang. Notifikasi masuk lagi: Gue juga kemarin jual $TMPI terlalu cepet. Salah terus ini hidup.

Darma membalas: Cuan tidak selalu berarti selamat.

Ia mematikan data.

Sore hari ia pulang naik motor tua. Catnya mengelupas seperti kulit yang terlalu lama ingin tampak kuat. Angin dari arah Tanjung Priok membawa bau garam bercampur asap knalpot, seperti pengingat bahwa Jakarta tetap berdenyut, entah seseorang untung atau tenggelam.

Di rumah, anaknya menyambut dengan buku gambar.

“Ayah tadi menang?”

Darma diam sebentar. “Tidak kalah,” katanya.

Anaknya mengangguk, puas.

Di dapur, istrinya mengaduk nasi. Sendok membentur dinding panci, ritme kecil yang membuat rumah terasa nyata. Saat Darma lewat, istrinya menyentuh lengannya sebentar. Gerakan yang nyaris tak terdengar, tapi cukup untuk membuat napasnya membaik.

Malam itu, sambil menyiapkan teh, istrinya bertanya tanpa menatap,
“Ayah, kalau besok sahamnya naik lagi, Ayah mau beli lagi tidak?”

Darma tersenyum tipis.
“Tidak, Bu. Sudah cukup satu kali salah percaya pada hal yang sama.”

Istrinya hanya mengangguk. Ada helaan napas pendek yang terdengar seperti lega.

Di teras, langit Jakarta memerah seperti tirai yang pelan-pelan ditutup. Ia membuka laptop.
Ia tidak langsung melihat portofolio.
Ia membuka spreadsheet.
Melewati kas, utang, margin.
Berhenti di kolom terakhir: Etika.

Ia mengetik pelan: Hari ini menjual sebelum terlalu yakin. Lebih percaya diri sendiri daripada janji orang lain.

Ia menutup layar.

Keesokan paginya, CNTA melonjak dua puluh persen karena rumor akuisisi. Namanya muncul bersama kata potensi dan harapan baru.

Di kolom komentar seseorang menulis: Yang jual kemarin pasti mental tempe.

Beberapa menit kemudian muncul berita tambahan: akuisisi itu dilakukan oleh perusahaan yang dua tahun lalu pernah diselidiki karena rekayasa laporan. Rumor euforia menutupi kejanggalan itu, tetapi Darma melihatnya.

Ia menatap layar lama. Lalu memetik sejumput garam dari atas meja, menaburkannya pelan ke dalam kopi. Ia menyeruput.

Pahitnya tetap pahit. Tapi kini ada asin.

Ada satu kata melintas di kepalanya: “Sialan.”
Kata itu melayang sebentar, lalu pecah tanpa suara seperti gelembung sabun yang menyentuh tanah.

Tidak ada gemetar.
Tidak ada lonjakan adrenalin.
Tidak ada penyesalan yang membakar.

Darma tak pernah menjadi investor terkenal. Ia tak muncul di podcast. Tak pernah dipanggil mentor.

Setiap pagi ia tetap membuka layar. Bukan untuk berburu keajaiban, melainkan untuk memastikan pikirannya masih miliknya sendiri.

Pagi berikutnya, sebuah stiker bintang kecil menempel di sudut monitor laptopnya.

“Biar Ayah tetap berani,” kata anaknya.

Malam itu, setelah mematikan laptop, Darma berjalan ke jendela. Dengan kuku jempol, ia memotong tangkai daun sirih gading yang paling menguning. Membiarkannya jatuh ke tanah pot. Lalu ia menyentuh satu daun muda yang baru merekah.

Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, ia tertidur tanpa mengecek harga lebih dulu.

Dalam tidurnya yang lelap, tidak ada mimpi tentang candlestick hijau atau merah.
Hanya suara air mendidih dari dapur, dan bau tanah usai hujan, dua hal yang tak pernah masuk spreadsheet, dan tak akan pernah bisa diperdagangkan.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$COIN terinspirasi oleh $TMPI 🤭

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@AsanCung wkwkw ntar kyk $TMPI mau om ... $IHSG go go

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@fikrikawakibi klu di repokan itu sudah biasa.... tapi ini kasusnya REPO yg di REPOkan lagee... klu liat kejadian 2008 pake mata kepala sendiri...ngeriii.... arb terusss...dari 8k terjun bebas.... $BUMI $TMPI $BNBR sangat seram waktu itu 🤣🤣... terutama TMPI krn kejadian dasyatt....sampe aturan ARA ARB berubah...🤧🤣😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TMPI
lama gak ngikuti kabar dari saham ini. ada yang boncos ratusan juta?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

jangan sampai $DADA ini kayak $TMPI

@Wawankg luar biasa ini $WIRG, apakah akan menjadi next Taman Makam Para Investor $TMPI 🤔
belajar dari case $MENN

$TOBA pada triak" kecantol lah... saham sampah lah.... halooo... trading plan gmn? target jual gmn? batas stop lose gmn? market maker juga mau cari cuan kali... klu gak siap ya masuk deposito ajahh..😅😆😆 $BUMI >>> klu udah kerasa pembantain saham bakrie thn 2008 dan saham $TMPI. ini gak seberapa.... *MASUK MARKET : MASUK MEDAN PERANG 💥💥💥*

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DADA mirip $TMPI , taman makam para investor

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ATPK $DAJK $TMPI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$GOTOBQCZ5A gas naikin siap meluncur $TMPI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $MDKA bener2 kyk $TMPI kan .., EMAS juga bossss .. kaga bisa gw ambil dana nya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $MDKA ke 50 cocok ente uno .. 5% kok pengendali kyk $TMPI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TMPI pasti

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $WIRG gile .. lama2 kyk $TMPI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@ruthmarthaamelias ngeri kalau ujungnya masuk ke $TMPI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@tpnndaru 😂 $TMPI ama $HKMU

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@ruthmarthaamelias baru ngehh $TMPI itu taman makam para investor.🤣🤣🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@andriguntoro 🤣🤣 pahlawan yang akan diabadikan di $TMPI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

wah kalau tahu $TMPI berarti investor yg sudah tahan uji bbrp zaman.. keren...

@andya93 ks hormat ama suhu yaa.. ingat pengalaman lbh berbicara drpd uang banyak..

$TMPI Taman Makam Para Investor (Bagian 2):
Ketika Cuan Jadi Kenangan, dan Cut Loss Jadi Doa Harian

Pernahkah kamu duduk diam, menatap portofolio saham seperti menatap batu nisan? Jika ya, selamat. Kamu tidak sendiri.

Di antara impian pensiun dini dan mimpi beli properti tanpa KPR, banyak investor akhirnya tersesat dalam gelombang hype, fear of missing out, dan rekomendasi dari grup WhatsApp. Dan begitulah… satu per satu mereka masuk ke tempat yang tak pernah diiklankan di seminar: Taman Makam Para Investor.

Di sinilah Mereka Bersemayam:
• Yang percaya saham gorengan bisa jadi rejeki nomplok.
• Yang bilang “hold aja, nanti juga balik!”
• Yang beli karena tetangga beli.
• Yang averaging down… sampai saldo juga down.

Setiap makam punya epitaf yang jujur dan getir:

“Di sini berbaring investor optimis. Terakhir terlihat beli saham di harga puncak.”

Tapi Jangan Salah, Mereka Punya Warisan

Bukan berupa cuan atau rumah mewah. Tapi warisan paling berharga: pelajaran.
Bahwa investasi bukan sekadar beli dan lupa.
Bahwa fundamental lebih penting dari rumor.
Bahwa sabar bukan berarti pasrah, dan panik bukan strategi.

Apakah Kamu Akan Menyusul?

Mungkin. Tapi bisa juga tidak.

Asal kamu sadar, bahwa dunia saham bukan panggung sulap.
Cuan tak datang dari harapan kosong, tapi dari proses yang panjang, melelahkan, dan sering membosankan.

Dan saat kamu nyaris menyerah, ingatlah:
Jalan menuju kebebasan finansial bukan lewat shortcut, tapi lewat kesadaran, kendali emosi, dan… riset yang enggak cuma dari video TikTok.



Karena tujuan kita bukan ikut berbaring di taman itu, tapi berziarah ke sana—dengan bunga, bukan dengan saldo merah.
Tersenyum, memberi hormat, lalu melangkah lebih bijak sebagai investor yang tumbuh dari cerita-cerita pilu di taman sunyi itu.

$WIFI $PANI

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TMPI Taman Makam Para Investor:
Sebuah Refleksi tentang Dunia Saham

Pasar saham adalah tempat yang penuh dengan peluang, tetapi juga tidak jarang menjadi kuburan bagi harapan-harapan besar. Di antara angka-angka yang terus berfluktuasi, ada sebuah taman yang tidak terlihat oleh banyak orang: Taman Makam Para Investor.

Kehidupan yang Dipenuhi Harapan

Para investor yang datang ke pasar saham biasanya membawa harapan besar: membeli saham dengan harga rendah dan menjualnya saat harga melambung tinggi. Mereka adalah para pejuang di pasar yang penuh dengan janji-janji kaya raya. Setiap pembelian saham adalah langkah penuh keyakinan, seolah mereka telah menemukan kunci keberuntungan.

Namun, kenyataannya tidak selalu seindah impian mereka. Taman ini menyimpan banyak kenangan—kenangan para investor yang telah jatuh dan gagal meraih kemenangan besar mereka. Mereka datang dengan harapan yang tinggi, tetapi sering kali berakhir dengan kekecewaan yang mendalam.

Saham IPO yang Menjanjikan: Sebuah Mimpi yang Hilang

Di taman ini, terdapat banyak nisan yang menceritakan kisah para investor yang pernah tergoda oleh janji-janji indah dari saham IPO. “Ini kesempatan emas,” kata mereka. “Jadi investor sejak awal, harga sahamnya pasti melambung!” Namun, kenyataan berbicara lain. Harga saham yang mereka beli dengan harapan tinggi justru ambruk, dan kini mereka hanya bisa mengenang masa-masa itu dengan senyum pahit.

Beli High, Sell Low: Cerita Klasik Para Investor Pemula

Ada juga banyak kisah para investor pemula yang masuk ke pasar saham dengan penuh semangat. Mereka membeli saham saat semua orang bicarakan “peningkatan luar biasa,” hanya untuk terkejut melihat harga sahamnya merosot tajam ke bawah. “Kenapa saya tidak dengar nasihat untuk beli rendah dan jual tinggi?” gerutu mereka.

Di taman ini, ada banyak makam yang bertuliskan “Saham Teknologi,” “Startup Menjanjikan,” dan “Crypto Mania.” Semua itu adalah jejak-jejak yang pernah diikuti oleh investor yang terlalu cepat percaya dengan tren, tanpa memahami risikonya.

Tapi, Taman Ini Juga Tempat Pembelajaran

Namun, meski taman ini dipenuhi dengan cerita-cerita kegagalan, bukan berarti tidak ada pelajaran yang bisa dipetik. Setiap batu nisan mengingatkan kita bahwa dunia saham bukan tempat untuk mencari keuntungan instan. Di balik setiap kerugian, ada pelajaran tentang manajemen risiko, ketekunan, dan kesabaran.

Para investor yang kini terbaring di taman ini, meski gagal, mereka tetap memberikan pelajaran berharga bagi generasi berikutnya. Mereka mengajarkan kita untuk tidak mengikuti arus tanpa pemahaman yang matang, untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan tanpa riset yang cukup, dan untuk belajar dari setiap kegagalan.

Pelajaran dari Taman Makam Para Investor

Taman Makam Para Investor mengingatkan kita bahwa investasi di pasar saham bukan hanya tentang keuntungan. Ini tentang belajar untuk menerima risiko, memahami fluktuasi pasar, dan bersiap menghadapi kenyataan bahwa tidak semua saham yang dibeli akan naik.

Namun, untuk setiap investor yang mengalami kerugian, ada yang berhasil bangkit dan belajar dari kesalahan mereka. Mereka tahu bahwa pasar saham adalah perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan, bukan tujuan instan.

Akhirnya, taman ini menjadi tempat untuk merenung: apakah kita hanya mengejar keuntungan cepat, ataukah kita siap untuk menjadi investor yang bijaksana dan sabar?



Taman Makam Para Investor bukanlah tempat yang harus kita takuti. Sebaliknya, ia adalah pengingat bahwa setiap kegagalan membawa pelajaran yang berharga. Dalam dunia saham, tidak ada yang pasti. Tetapi, bagi mereka yang belajar dan bertumbuh, ada harapan di balik setiap grafik yang berfluktuasi.

daaaaan sesekali nulis serius bole laaaa yaaaa

Semoga bisa Bermanfaat,
-Martha Sitorus- ❤️🤍🖤
$IHSG $BTC

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@ruthmarthaamelias @RizalZabarudin

Badut lebih hebat dari Supir Tua yaaa
$TMPI $CPRO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sad but True‼️
$HKMU $TMPI $ENVY

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Piercing the Corporate Veil: Karena Dunia Maya sudah milik Ariel

🎭 Apa Itu “Piercing the Corporate Veil”?

Dalam dunia hukum, perusahaan berbadan hukum (seperti PT) itu dianggap sebagai entitas terpisah dari pemiliknya. Jadi kalau perusahaannya utang, ya bukan berarti pemiliknya langsung harus ganti rugi. **Aman kan?**

Tapi… kalau perusahaan ini cuma **boneka** buat nutupin kelakuan si pemilik aslinya,
maka hukum bisa berkata:

“STOP main petak umpet! Kita buka kedoknya!”
Itulah yang disebut **piercing the corporate veil** —
alias **menerobos tabir hukum perusahaan.**

🚩 Kapan Kedok Ini Bisa Dirobek?

Hanya di kondisi **ekstrem dan mencurigakan**, contohnya:

1. **PT-nya cuma tempelan**, semua keputusan diambil pemilik secara pribadi.
2. Uang perusahaan = ATM pribadi pemilik.
3. Perusahaan dibikin buat **ngelindungin kejahatan** atau tipu-tipu investor.
4. Pemilik kabur setelah proyek gagal, lalu bilang, “Itu kan PT yang urus, bukan saya.” 😇

💸 Contoh di Dunia Nyata

> Investor: “Saya ditipu sama perusahaan investasi bodong itu!”
> Pemilik: “Lho, saya juga korban kok, itu kan PT yang jalan sendiri.”
> Hukum: *Menyalakan api suci keadilan*
→ *Pierce the veil, bring out the real villain!*

🧠 Kenapa Ini Penting Buat Kita?

- Biar gak gampang percaya sama perusahaan yang "katanya legal".
- Biar tahu bahwa hukum bisa ngejar pemilik kalau memang niatnya jahat.
- Dan kalau kamu bikin PT buat bisnis: **hormati batas antara pribadi dan perusahaan.** Jangan disatuin kayak mie sama bumbu.

🪞Refleksi Buat Para “Bos Besar”:

Kalau bikin PT niatnya buat ngelindungin diri dari tanggung jawab moral dan finansial…
Jangan kaget kalau suatu saat hukum berkata:
“Bukan cuma PT-nya yang akan diadili. Tapi kamu juga.”

🎬 Penutup :

Hukum bisa salah. Tapi hukum juga bisa tajam.
Apalagi kalau kamu terlalu sering pake topeng.
Ingat, hukum bisa membuka tirai.
Dan ketika **tabir perusahaan disingkap...
kadang yang ditemukan bukan direktur...
tapi badut dengan dasi dan laporan keuangan palsu. 🤡🤹

Makanya, di Dunia Nyata yang bukan milik Ariel, pastikan selalu kita tau PRODUK, PROSPEK dan yang terpenting PENGENDALI nya..

$HKMU $TMPI $IHSG

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Beli $TMPI aja

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy