Volume
Avg volume
PT TIMAH Tbk merupakan produsen dan eksportir logam timah, dan memiliki segmen usaha penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan hingga pemasaran. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi juga bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pengangkutan dan jasa. Kegiatan utama perusahaan adalah sebagai perusahaan induk yang melakukan kegiatan operasi penambangan timah dan melakukan jasa pemasaran kepada kelompok usaha mereka. Perusahaan memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak dibidang perbengkelan dan galangan kapal, jasa rekayasa teknik, penambangan timah, jasa konsultasi d... Read More
βπ― Rangkuman Penting $TINS 2024β2025
β
βData dan isu TINS yang aku rangkum dari sumber berita & data pasar resmi sepanjang 2024β2025.
β
βπFundamental Mulai Pulih
β
β2024 laba bersih Rp 1,19 T (rebound setelah rugi 2023).
βEBITDA & efisiensi membaik β perusahaan lebih sehat.
β
βπΈDividen Kembali Dibagikan (2025)
β
βRp 63,73/saham (yield ~6%).
βEx-date: 23 Juni 2025, payment: 11 Juli 2025.
βJadi daya tarik tambahan buat investor yield seeker.
β
ββοΈTarget Produksi Agresif
β
β2025 awal: target 21β23 ribu ton.
βJuli 2025 direvisi bisa sampai 31 ribu ton (kalau cuaca & izin kondusif).
βProduksi lebih besar = potensi revenue naik.
β
βπHarga Timah Global Naik
β
βRata-rata kuartal I 2025: USD 32.495/ton (+20% YoY).
βPerusahaan optimis harga timah bertahan di USD 29β31 ribu/ton.
βPositif untuk margin & pendapatan.
β
ββ οΈIsu Risiko: Tambang Ilegal & Royalti
β
βAda gangguan dari penambangan ilegal di konsesi TINS β bisa tekan produksi.
βPemerintah bahas royalti progresif (3β10%) β margin bisa tertekan kalau harga timah tinggi.
β
βπView Analis
β
βKonsensus target harga: Rp 1.478 β Rp 1.800.
βMayoritas sekuritas kasih rating BUY karena prospek harga timah & dividen.
β
βπSentimen Makro
β
$IHSG pernah drop besar Maret 2025 (β7%) β saham tambang juga ikut tertekan.
βJadi sentimen pasar & politik tetap jadi faktor eksternal.
β
βπ Kesimpulan untuk Retail
β
βPositif: Laba pulih, dividen cair, harga timah tinggi, target produksi naik β bisa jadi momentum uptrend kalau eksekusi lancar.
β
βNegatif: Risiko tambang ilegal + rencana royalti progresif β bisa tekan margin.
β
βStrategi Retail: DYORππ
$TINS Ndar masih nahan aja ndar. gass apa di rungkadin nih
https://cutt.ly/vrKB7Eru
Live Analisa Saham
https://cutt.ly/wrKBQMLB
$BBRI $BBNI $TINS
@veronicachyntia Ketutup ka ini mah, aku pengalaman los -40jt ketutup ko ka, asal nggak ikut2an aja belinya sama sabar. di porto sekarang juga masih FL di $TINS sama $SIMP, SMBR , ada juga yang FP di $BMTR . belum di TP karena masih bagus untuk HOLD.
$TINS susah banyak kejanggalan. Tambang mereka juga bisa bisanya kecolongan digarap yg lain. Luas tambangnya aja bisa berkurang dari 500an ga ngerti
$TINS secara koefisien korelasi hubungan antara $TIN dengan $TINS rata-rata 0.55-0.75 & tidak mendekati 0.90, artinya korelasinya tidak begitu kuat. jika harga komoditas timah sedang uptrend, maka saham ini cenderung tidak mengikuti jejak komoditas timah.
$TINS mengolah harta karun dunia REE
LOGAM TANAH JARANG yg lagi hot hot nya
lebih hot dari saham bisnis sampah.
LTJ incaran trump tapi dikuasai china.
Saham $TINS
Timah Tbk. (Basic Materials - Metals & Minerals)
27 Aug 2025
Opening harga : 1,015
High harga : 1,025 (0.99%)
dan Low harga : 1,010 (0.50%) -> ( Don't Break )
Harga sekarang : 1,015 (0.50%)
saham ini kecil kemungkinan untuk mengalami penurunan dari Low hari ini,
krn low hari ini tidak berhasil menembus L5 : 1,005, L10 : 1,000 dan L20 : 990
ANALISA VOLUME:
Volume hari ini sebanyak 122,303 Lot(dibawah rata- rata), atau 0.95x dari rata2 Volume 20 Hari,
Value Transaksi hari ini Rp. 12.43M
Dgn Money InFlow Rp.+1.16M
Saham ini Likuid dgn ATR 1.76 (Moderate).
Frekuansi transaksi Hari ini sebanyak 1,465, dimana rata2 Frequensi 20 hari sebanyak 2,507
ANALISA NBSA:
Hari ini Asing
melakukan Pembelian Rp. 1.86 Milyar (Normal Accum),
5 hari terahir Asing
melakukan Pembelian Rp. 6.46 Milyar,
10 hari terahir Asing
melakukan Pembelian Rp. 9.06 Milyar,
20 hari terahir Asing
melakukan Pembelian Rp. 854.31 Juta.
ANALISA FUNDAMENTAL :
Record Board : Utama
Market Cap : Rp. 7.56 Trilyun
Book Value : Rp. 979
Price to BV : 1.04 X Murah (β
)
E P S : Rp. 40.29
P E R : Rp. 25.19 Mahal (β)
N A V : Rp. 979 Mahal (β)
Oprt. Profit : -30.93 % Turun (β)
Net Profit : -30.93 % Turun (β)
Revenue : -19.03 % Turun (β)
Div. Yield : 0.00 % (β)
Max Buy : 1,324 Lot / ( Rp. 134.63Jt )
ATR : 1.76 % (Moderate)
Likuiditas : Likuid
Buy Power : 54.68 %
Sell Power : 45.32 %
Volume : 122,303 || V20x : 0.95
STRATEGI TRADING:
1. One Shoot
Strategi one shoot ini, kita langsung beli saham dalam jumlah besar sesuai lot yang disarankan, dan apabila harga turun kita bisa menjaga modal kita dgn cara cutloss, jadi walau harga terus turun posisi modal kita sudah aman dari turunnya harga.
Buy Range : 1,000 - 1,020
Cutloss : 980 (-3.45 %)
Target 1 : 1,060 (4.43 %)
Target 2 : 1,085 (6.90 %)
Target LT : 1,285 (26.60 %)
2. Average Down
Strategi Average Down ini, kita membeli saham dgn cara dicicil sesuai dgn harga dan lot yang disarankan, jadi pembelian kita bertahap tidak langsung sekaligus pembelian. dan target harga bisa berubah sesuai rata-rata harga yang kita punya namun persentase target tetap.
System ini mempunyai kelemahan yaitu tidak ada Cutloss, sehingga apabila harga turun terus kita rawan sangkut. jadi disarankan apabila ingin menggunakan strategi ini pastikan saham yang akan kita beli memiliki Fundamental yang bagus dan Valuasi yang murah serta likuid.
Buy Range : 1,000 - 1,020 -> 67 lot, or 6.83Jt
Avg Down 1 : 985 (3.05) -> 69 lot, or 6.80Jt
Avg Down 2 : 960 (2.60) -> 127 lot, or 12.19Jt
Avg Down 3 : 935 (2.67) -> 230 lot, or 21.50Jt
Avg Down 4 : 905 (3.31) -> 401 lot, or 36.29Jt
Avg Down 5 : 880 (2.84) -> 580 lot, or 51.04Jt
π¨π»βπ»This Analysis created by Artificial Intelligence
#Disclaimer On (28-08-2025)
DISCLAIMER!!
1. Ini adalah Analisa berdasarkan system trading base on Artificial Intelligence yang saya buat, dan ini hanya sebuah analisa bukan ajakan membeli atau menjual, keputusan membeli dan menjual tetap ditangan Anda.
2. Gunakan system trading ONE SHOOT untuk saham valuasi mahal, Arus Kas negatif (Merugi), banyak hutang dan Management perusahaan bermasalah.
3. Gunakan system Trading AVERAGE DOWN Untuk saham Valuasi Murah, Cash Flow Positif (Untung), Hutang Kecil dan Management perusahaan Sehat.
4. Memilih Strategi trading (One Shoot or Average Down) ada di tangan anda, cek Fundamental (EPS dll) perusahaan sebelum memutuskan.
5. Lakukan analisa kembali informasi yang kami berikan sesuai analisa masing - masing.
6. Trading dan Investasi Saham memiliki potensi untung dan rugi, Manage your Own Risk.
7. Ingat tidak ada yang bisa menjamin keuntungan ataupun kerugian dalam dunia investasi atau trading saham.
8. Analisa kami bisa benar dan juga tentunya bisa salah, Ingat!! Market Always Right.
9. ingat!! Ingat!! Ingat!! apabila sebuah saham ramai NEWS POSITIF, itu artinya ada yang lagi butuh EXIT LIQUIDITY.
10. Jangan terlalu GREEDY atau terlalu FEAR dan Jangan lupa selalu bersyukur.
1/3
$TINS - Potensi Logam Tanah Jarang di Tanah yg Rapuh
Kalau bicara soal logam tanah jarang atau rare earth elements (REE), awalnya nyubi impostor seperti sy langsung terbayang sesuatu yg langka dan mahal. Padahal ternyata secara geologi, REE itu tidak benar-benar langka, mereka cukup melimpah di kerak bumi, tapi tersebar tipis-tipis dan tidak terkonsentrasi di satu titik sehingga sulit ditambang secara ekonomis.
REE terdiri dari 17 unsur, termasuk neodymium (Nd), praseodymium (Pr), dysprosium (Dy), samarium (Sm), sampai yttrium (Y). Unsur-unsur inilah yg jadi bahan dasar teknologi modern, mulai dr magnet superkuat utk motor listrik kendaraan listrik, turbin angin, laser medis, sampai sistem pertahanan canggih.
Tanpa REE, dunia tidak akan bisa bergerak cepat ke arah energi hijau maupun industri high-tech. Banyak laporan yg mengatakan bahwa permintaan global REE terus meningkat seiring transisi energi, terutama untuk Nd dan Pr yg digunakan dalam permanent magnet.
China saat ini memegang kendali hampir keseluruhan rantai pasok REE dunia. Lebih dari 60% produksi tambang REE global berasal dr China, sementara porsi ekstraksi dan pemurnian jauh lebih dominan lagi, mencapai >85%.
Hal ini membuat banyak negara maju, termasuk AS, Jepang, dan Uni Eropa, sangat bergantung pada supply chain dr China. Makanya dlm beberapa tahun terakhir, banyak negara gencar mencari alternatif pasokan baru, baik lewat eksplorasi di Afrika, Australia, maupun lewat investasi ke negara berkembang seperti di Asia Tenggara yg punya cadangan.
Nah, pd titik inilah Indonesia mulai masuk radar. Potensi REE di Indonesia sebenarnya sudah disebut sejak lama lewat hasil penelitian geologi. Seperti penelitian Aryanto & Kamiludin pd tahun 2016. Mereka dalam laporannya menuliskan bahwa di Bangka-Belitung terdapat sumber daya monazite sekitar 471 juta mΒ³ yg dikategorikan sebagai hypothetical resources.
Monazite ini adalah mineral ikutan dari penambangan timah, dan kaya akan unsur tanah jarang seperti Ce, La, Nd, dan Pr. Karena data ini baru bersifat hipotesis sementara, penelitian lebih rinci menjadi menarik untuk dilakukan. Barangkali estimasi potensi di Bangka-Belitung bisa jauh lebih besar dari itu.
Pemerintah Indonesia lewat holding tambang MIND ID dan anak usahanya PT Timah Tbk (TINS) punya posisi strategis di sini sebenarnya. Selama ini TINS lebih dikenal sebagai produsen timah nomor dua dunia setelah China, dengan cadangan dan sumber daya timah terbesar di dunia.
Tapi karena monazite ikut keluar sebagai mineral ikutan dr pasir timah, TINS otomatis jadi pemilik salah satu βkunciβ potensi REE di Indonesia. Hal ini menjadikan TINS tidak hanya sekadar perusahaan tambang timah, tapi bisa menjadi pintu masuk ke industri strategis tanah jarang.
Kalau dilihat dari sisi peta global, posisi Indonesia ini unik. Australia lewat Lynas sudah menjadi alternatif penting bagi Barat, Myanmar selama beberapa tahun terakhir juga dieksploitasi China untuk suplai REE murah, sementara negara-negara Afrika seperti Malawi dan Tanzania masih tahap eksplorasi.
Indonesia dengan Bangka-Belitung sebenarnya punya basis cadangan yg besar, plus sudah ada infrastruktur tambang dan smelter timah yg relatif lengkap. Artinya, kita tidak perlu memulai dr nol. Tantangannya adalah bagaimana mengubah status dari sekadar βhypothetical resourcesβ menjadi cadangan terbukti dan kemudian membangun hilirisasi yg berkelanjutan.
Story seperti ini tentu sangat menarik di mata investor, tapi pemahaman dibaliknya menurut sy jauh lebih penting. Saat mendengar βIndonesia punya 471 juta mΒ³ monaziteβ bukan berarti itu langsung bisa jadi $UANG. Itu baru angka geologi kasar, yg nilainya bisa menyusut drastis setelah melalui proses eksplorasi, uji metalurgi, dan studi keekonomian.
Tapi poin utamanya adalah Indonesia memang punya βaset strategisβ di sektor REE, dan kalau suatu saat berhasil dikembangkan, dampaknya bukan cuma untuk TINS, tapi jg kepada posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis global.
Kemudian, untuk memahami lebih lanjut peluang REE di Indonesia, pertama-tama kita harus paham dulu realita industri timah kita sendiri. Sy sendiri sudah pernah membahasnya pd postingan ini: https://stockbit.com/post/19060528
Perlu diketahui bahwa selama ini ekspor timah Indonesia itu sudah dlm bentuk refined tin ingot dengan kemurnian tinggi, bukan lagi bijih mentah. Kebijakan ini diatur lewat PERMENDAG No. 32/M-DAG/PER/6/2013 yg melarang ekspor bijih timah mentah dan mewajibkan hanya produk batangan murni yg boleh dijual keluar negeri.
Dengan kata lain, Indonesia sudah tidak lagi mengekspor pasir timah mentah ke China atau negara lain, melainkan ingot yg siap pakai di industri solder, elektronik, dan kemasan.
Tapi cerita di Bangka-Belitung tidak sesederhana aturan di atas. Banyak penelitian sosial kemasyarakatan yg mencatat bahwa meskipun TINS yg memegang izin usaha pertambangan (IUP) yg luas, sebagian besar produksi timah darat justru digarap oleh tambang rakyat atau yg sering disebut tambang inkonvensional (TI).
Mereka beroperasi secara semi-legal atau ilegal di lahan konsesi perusahaan, menghasilkan timah tapi jg meninggalkan kerusakan lingkungan yg serius krn faktor teknik yg tradisional. Fenomena ini menimbulkan konflik panjang antara PT Timah, masyarakat lokal, dan pemerintah daerah. Tambang inkonvensional ini menjadi sumber mata pencaharian ribuan orang di Bangka, sehingga setiap upaya penertiban malah memicu resistensi sosial.
Nah, posisi REE berada tepat di jantung masalah ini. Mineral monazite dan xenotime yg mengandung REE biasanya terkonsentrasi di tailing dan pasir mineral berat hasil tambang darat. Penelitian Aryanto & Kamiludin jg menyebutkan sumber daya monazite terbesar justru ditemukan di placer alluvial darat Bangka, bukan di laut.
Sementara TINS selama ini lebih mengandalkan tambang laut sebagai sumber utama bijih timahnya. Ini berarti, secara de facto, masyarakat penambang daratlah yg paling dekat dengan sumber REE. Jadi kalau PT Timah ingin serius masuk bisnis REE, mereka harus berhadapan dengan realitas sosial bahwa bahan baku monazite banyak berasal dari tailing tambang rakyat, yg notabene berada di wilayah penuh konflik.
Di sisi lain, ada faktor teknologi. Memproses monazite jadi oksida REE bukan hal sederhana. Dibutuhkan teknologi ekstraksi dan refinery yg rumit dan mahal, plus ada isu limbah radioaktif karena monazite mengandung thorium dan uranium. Indonesia saat ini belum punya teknologi komersial untuk itu.
Di sinilah kemungkinan joint venture atau kerja sama internasional muncul. Salah satu kandidat yg ditemukan dlm pencarian adalah Yunnan Tin, salah satu produsen timah terbesar di China yg 2024 lalu menjalin MoU dengan TINS.
Yunnan Tin ini memiliki anak usaha di bidang material canggih berbasis REE dan mereka jg tercatat memiliki keterlibatan dlm proyek hilirisasi REE di China selatan. Artinya, kalau Indonesia mencari mitra untuk mengembangkan REE dr monazite, Yunnan Tin bisa jd kandidat yg masuk akal. Mereka punya rekam jejak di timah sekaligus pengalaman teknologi REE.
Namun peluang ini tidak datang tanpa risiko. Keterlibatan mitra asing, apalagi dr China, sering memunculkan debat politik di dlm negeri. Isu kedaulatan sumber daya, kekhawatiran soal monopoli, dan dampak sosial lingkungan bisa menjadi hambatan besar.
Ditambah lg REE di BangkaβBelitung yg terkonsentrasi di tambang darat, setiap proyek pasti akan berhadapan langsung dgn tambang rakyat. Tanpa model konsorsium yg melibatkan TINS, MIND ID, riset universitas, dan mitra teknologi asing, besar kemungkinan proyek REE cuma jd wacana di atas kertas.
Kalau dirangkum, realita di Bangka Belitung "lagi-lagi" adalah paradoks. Di satu sisi, kita memiliki potensi monazite yg mengandung REE dlm jumlah besar. Di sisi lain, kontrol atas bahan baku justru lebih banyak di tangan tambang rakyat, bukan PT Timah.
Padahal kalau kita hitung-hitung secara sederhana dan konservatif, ternyata hasilnya tidak buruk. Data geologi 471 juta mΒ³ pasir monazite di wilayah Bangka-Belitung bisa kita gunakan sebagai basis utama, meskipun data ini dikategorikan sebagai hypothetical resources (belum terbukti) tetapi bisa jd langkah awal untuk observasi lebih lanjut.
Dari sekitar 471 juta mΒ³ pasir monazite di wilayah tersebut, kalau dengan asumsi densitas rata-rata 2 ton/mΒ³, maka totalnya menjadi sekitar 942 juta ton ore monazite. Terkait monazite itu sendiri, ini adalah mineral ikutan timah yg kaya akan rare earth oxides (TREO).
Komposisi mineral berdasarkan data presentasi TINS menunjukkan monazite tipe cerium (Ce,La,Nd,Th)POβ memiliki kandungan utama berupa cerium oksida 34,16%, lanthanum oksida 16,95%, neodymium oksida 14,01%, dan thorium oksida 5,5%. Dari total 942 juta ton ore yg kita hitung sebelumnya, kandungan REE yg bisa diestimasi setara dengan 160 juta ton LaβOβ, 322 juta ton CeβOβ, dan 132 juta ton NdβOβ.
Jika dihargai dengan harga pasar saat ini, LaβOβ dan CeβOβ berada di kisaran US$2.000 per ton, sedangkan NdβOβ mencapai US$50.000 per ton. Dengan perkalian sederhana, total nilai kotor dari cadangan ini bisa mendekati US$7,6 triliun, mayoritas berasal dari neodymium.
Namun, jelas tidak semua kandungan bisa benar-benar ditambang dan diolah. Untuk menjaga kehati-hatian, kita ambil asumsi konservatif hanya 2% yg terealisasi. Dengan skenario ini, nilai ekonomi riil yg mungkin masuk sepanjang umur proyek adalah sekitar US$152 miliar, setara Rp2.432 triliun. Kalau dibagi rata 30 tahun umur proyek, berarti pendapatan kotor per tahun sekitar Rp81 triliun. Dengan margin laba bersih konservatif 5%, laba bersih tahunan bisa mencapai Rp 4 triliun.
Jika dibandingkan dengan kinerja PT Timah saat ini, laba bersih tahunannya masih di kisaran Rp 1 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp 7,5 triliun. Artinya, bahkan dalam skenario pesimis sekalipun, tambahan dari REE ini bisa melipatgandakan laba bersih hingga 4 kali lipat. Dengan asumsi pasar memberi valuasi PER yg sama seperti sekarang, kapitalisasi TINS bisa naik menuju Rp50 triliun. πΉ
Namun perlu ditekankan lagi, ini semua masih berbasis potensi. Ada banyak risiko, seperti status cadangan masih belum terbukti, teknologi refinery belum dikuasai di dalam negeri, isu limbah radioaktif perlu izin ketat dari BAPETEN, konflik sosial dgn tambang rakyat belum selesai, dan kerja sama internasional masih sebatas wacana.
Karena itu, sy hanya melihat rare earth elements pada TINS ini sebagai elemen tambahan saja. Kalau gagal, TINS tetap perusahaan timah besar dengan laba dan dividen yg "lumayan". Kalau berhasil, valuasinya bisa berubah total.
Disclaimer: Catatan ini adalah refleksi pengetahuan penulis tentang kerabat dr $PTBA yg diperoleh dr berbagai sumber umum. Bukan info A1. Dan catatan ini jg bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Segala kerugian sebagai akibat penggunaan informasi pada tulisan ini bukan menjadi tanggung jawab penulis. Do your own research
1/5
$TINS Masih tetap setia kah holder π€§ , minus bikin mata sepet dan mual asam lambung naik, wait sebentar lagi yaa π° π° π°.
https://cutt.ly/4rKcgWE9
Random tag: $ANTM , $PGEO
$PGEO Rekom Buy on Weakness kemarin guys dah cuan yaaa https://stockbit.com/post/20286533
Ini pasang stop loss +3%an, Hold aja PGEO masih ada potensi lanjut naik guys, Pergerakan Bandar - Foreign kemarin cuma Mark Down guys.
untuk $BREN dah Pofit yaa kemarin si Pak pp Lagi jualan wkwkw
$TINS Kayaknya lagi akumulasi diamΒ² guys layak pantau.
@zaky2028 korupsi di $TINS , gaji tunjangan tantiem dan segala fasilitas untuk Direksi Komisaris $SMGR padahal laba perusahaan menurun...itu bukan politik kah?π