Volume
Avg volume
PT TIMAH Tbk merupakan produsen dan eksportir logam timah, dan memiliki segmen usaha penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan hingga pemasaran. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi juga bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pengangkutan dan jasa. Kegiatan utama perusahaan adalah sebagai perusahaan induk yang melakukan kegiatan operasi penambangan timah dan melakukan jasa pemasaran kepada kelompok usaha mereka. Perusahaan memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak dibidang perbengkelan dan galangan kapal, jasa rekayasa teknik, penambangan timah, jasa konsultasi d... Read More
🎯 Trading Strategy $TINS
Entry: 3550 - 3300 (Riwayat cenderung koreksi ke MA 10)
Take Profit: 4180 - 4400
SL if Close <3000
Not Financial Advice!
Outlook 🔹 $TINS
Disclaimer :
Tidak ada analisa yang 100% pasti, harap
Research kembali dengan data yang anda miliki
RT $TRUE $EMTK

📊 Belajar Saham Sambil Baca News
🤝Follow ya, untuk dapatkan insight saham😇
Realisasi investasi 2025 tembus Rp1.931 T.
Sektor terbesar? Mineral & Hilirisasi 🔥
Disusul Perkebunan & Kehutanan 🌴🌲
Artinya? Uang besar lagi masuk ke sektor ini.
Kira-kira saham mana yang bisa kecipratan?
🪨 Nikel? Timah? Batu bara?
🌴 Sawit? Pulp & paper?
Follow the money 🤑
Jangan cuma baca news, tapi cari emiten yang diuntungkan 👀
$TINS $MBMA $BUMI
1/2


$LAPD
Hallo Pak Jamal...
Kapan MTO nya?
Investor nya udah lama nungguin nih..
Mohon juga harga saham nya di Naikan sesuai dengan Valuasi asli dari JSI nya ya pak..
Ditunggu informasi Perpanjangan IUP La Tahzan (jth tempo maret 2026), persetujuan RKAB terbaru, juga mungkin perubahan nilai kontrak sebagai kontraktor tambang di Kutai Kaltim milik anak usaha $TINS dengan penyesuaian RKAB terbaru. Juga kerjasama dengan Emiten lainnya kalau ada.
KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat signifikan pada perdagangan hari ini. IHSG melonjak 97,96 poin atau naik 1,19 persen ke level 8.310,23. Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh level terendah di 8.227,45 dan tertinggi di 8.308,22. Hal ini mencerminkan volatilita...

www.kabarbursa.com

$TINS
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengumumkan rencana pemerintah untuk menghentikan ekspor timah, mencontoh keberhasilan pelarangan ekspor bijih nikel pada 2018-2019 yang berhasil meningkatkan nilai ekspor nikel hampir sepuluh kali lipat dalam lima tahun terakhir.
Pada periode 2018-2019, total ekspor nikel Indonesia hanya mencapai sekitar US$ 3,3 miliar.
Setelah pelarangan ekspor bijih dan penguatan industri pengolahan dalam negeri, nilai ekspor nikel pada 2024 melonjak menjadi sekitar US$ 34 miliar.
https://cutt.ly/ctQqAajR
kalo ga punya beking susah dehh usaha tambang. $ANTM aja dulu kena kasus raja ampat, $TINS tambang ilegal, pdhl 2 ini plat merah masih aja ada yg blowup
Corat-coret Pribadi : Diskusi dengan Asisten, terkait Saham Blue Chip dibawah ini :
Per tanggal 13 Feb 2026, Data Net Foreign Buy/Sell MA10 :
ADRO: 6.66 B (Dibeli Asing)
ANTM: (45.62 B) → -45.62 B (Dijual Asing paling besar)
ASII: 7.69 B (Dibeli Asing)
AUTO: (0.37 B) → -0.37 B (Dijual Asing kecil)
ISAT: 6.47 B (Dibeli Asing)
PGAS: 212.03 M (Dibeli Asing kecil)
PGEO: (2.42 B) → -2.42 B (Dijual Asing)
PTBA: 925.73 M (Dibeli Asing)
TINS: 8.94 B (Dibeli Asing terbesar)
TLKM: 323.83 M (Dibeli Asing kecil)
Kesimpulan: Mayoritas saham blue chip dibeli asing, kecuali ANTM (jual besar), AUTO (jual kecil), dan PGEO (jual).
Peringkat 1: TINS (Timah Tbk.)
Mengapa:
Dibeli Asing Terbesar: Net Foreign Buy +8.94 B - kepercayaan tertinggi dari asing.
Valuasi Super Murah: PEG 0.09 (sangat murah dibanding pertumbuhan).
ROE Sehat (7.45%): Fundamental cukup baik.
Momentum Teknikal Kuat: Harga (4.050) berada jauh di atas MA5 (3.714) dan MA10 (3.433). Tren naik sangat kuat.
Kesimpulan: Kombinasi sempurna: diburu asing, valuasi murah, tren naik.
Peringkat 2: ADRO (Adaro Energy)
Mengapa:
Dibeli Asing Kuat: Net Foreign Buy +6.66 B.
Dividen Raksasa: Yield 27.34% - tertinggi di grup!
Valuasi Murah: PEG -0.88 (negatif karena pertumbuhan laba tinggi di masa lalu).
Momentum: Harga di atas MA5 dan MA10, tren positif.
Kesimpulan: Cocok untuk investor yang mencari dividen super tinggi plus apresiasi harga.
Peringkat: ASII (Astra International)
Mengapa:
Dibeli Asing: Net Foreign Buy +7.69 B.
Fundamental Kokoh: ROE 14.03% dan Market Cap terbesar kedua.
Dividen Menarik (6.76%): Stabil.
Momentum: Harga sedikit di bawah MA5 (6.735 vs 6.650), tapi masih di atas MA10. Koreksi ringan bisa jadi peluang beli.
Kesimpulan: Pilihan aman untuk jangka panjang dengan fundamental teruji.
Peringkat 4: ISAT (Indosat)
Mengapa:
Dibeli Asing: Net Foreign Buy +6.47 B.
ROE Tertinggi (22.70%): Sangat efisien dan menguntungkan.
Dividen 6.11%: Cukup menarik.
Peringatan: PEG 1.07 (agak mahal, tapi masih wajar untuk growth).
Kesimpulan: Cocok untuk investor growth dengan toleransi valuasi sedikit lebih tinggi.
Peringkat 5: PTBA (Bukit Asam)
Mengapa:
Dibeli Asing: Net Foreign Buy +925.73 M.
Dividen Tinggi (16.85%): Sangat menarik.
Peringatan: PEG -0.55 (negatif) dan ROE 28.41% (tinggi tapi bisa siklikal). Harga stagnan di MA.
Kesimpulan: Cocok untuk income investor, tapi waspadai siklus batubara.
Peringkat 6: PGAS (Perusahaan Gas Negara)
Mengapa:
Dibeli Asing Kecil: Net Foreign Buy +212.03 M.
Valuasi Termurah: PEG 0.38 (sangat murah).
Dividen Tinggi (7.52%): Menarik.
Peringatan: Harga sedang terkoreksi -4.05% dan berada di bawah MA5 & MA10. Tunggu hingga bottom jika ingin beli.
Kesimpulan: Cocok untuk value investor yang sabar menunggu koreksi selesai.
Peringkat 7: TLKM (Telkom Indonesia)
Status: PILIHAN KETUJUH (Wait & See)
Mengapa:
Dibeli Asing Kecil: Net Foreign Buy +323.83 M.
Fundamental Kokoh: ROE 18.29%, Market Cap terbesar.
Peringatan: PEG -4.23 (negatif) dan harga sedang turun -3.09% di bawah MA. Ada tekanan jual.
Kesimpulan: Tunggu hingga tren berbalik naik. Fundamental baik tapi sentimen sedang buruk.
Peringkat 8: ANTM (Aneka Tambang)
Mengapa:
Dijual Asing Paling Besar: Net Foreign Sell -45.62 B.
Valuasi Murah: PEG 0.71.
ROE Sehat (10.54%).
Momentum: Harga di bawah MA5 & MA10.
Kesimpulan: Hanya untuk investor yang berani melawan arus (contrarian) dengan keyakinan fundamental kuat. Risiko tinggi.
Peringkat 9: PGEO (Pertamina Geothermal)
Mengapa:
Dijual Asing: Net Foreign Sell -2.42 B.
Valuasi Mahal: PEG 13.99.
Free Float Terkecil (10.90%): Risiko likuiditas.
Momentum: Harga turun -2.07% di bawah MA.
Kesimpulan: Mahal dan ditinggal asing. Tunggu koreksi lebih dalam.
Peringkat 10: AUTO (Astra Otoparts)
Mengapa:
Dijual Asing Kecil: Net Foreign Sell -0.37 B.
Valuasi Cukup Murah: PEG 0.60.
ROE Sehat (8.95%).
Volume Sangat Tipis (2.7 juta): Kurang likuid.
Kesimpulan: Fundamental ok, tapi kurang likuid dan kurang diminati asing. Banyak pilihan lebih baik.
$TINS $ADRO $ASII

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan menutup sesi pertama perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, di level 8.285,087, menguat 72,815 poin atau naik 0,89 persen. Pada sesi pertama, indeks bergerak dengan pembukaan 8.235,81 dan sempat menyentuh tertinggi 8.302,16.
Namun, sesaat kemudian IHSG ber...

www.kabarbursa.com

Berinvestasi di Sektor Komoditas
Saham sektor komoditas sering membuat investor bingung. Di satu waktu terlihat sangat murah dan menggiurkan, beberapa bulan kemudian justru jatuh tajam tanpa ampun. Pola ini bukan kebetulan, melainkan cerminan dari karakter bisnis komoditas yang sangat dipengaruhi faktor eksternal. Karena itu, memahami saham komoditas tidak bisa hanya dari laporan keuangan atau rasio valuasi, tetapi harus dimulai dari logika bisnisnya.
Harga komoditas adalah penggerak utama kinerja perusahaan. Ketika harga batu bara, minyak, atau logam naik, pendapatan perusahaan produsen hampir pasti meningkat. Namun pendapatan bukanlah laba. Yang menentukan kualitas keuntungan adalah selisih antara harga jual dan biaya produksi. Di sinilah pemahaman kita perlu lebih dalam, karena tidak semua kenaikan harga komoditas otomatis berarti perusahaan akan semakin untung.
Biaya produksi dalam industri komoditas bersifat dinamis. Biaya energi, bahan bakar, bahan kimia, tenaga kerja, hingga biaya pengangkutan bisa berubah mengikuti kondisi ekonomi dan kebijakan. Perusahaan dengan struktur biaya rendah biasanya memiliki keunggulan besar. Saat harga komoditas naik, margin mereka melebar lebih cepat. Sebaliknya, perusahaan dengan biaya tinggi sering kali hanya menikmati kenaikan laba sementara, lalu tertekan ketika biaya mulai naik atau harga komoditas sedikit melemah.
Faktor berikutnya adalah supply dan demand. Permintaan komoditas sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi global. Ketika aktivitas industri dan pembangunan meningkat, permintaan ikut naik. Namun supply tidak bisa langsung menyesuaikan. Membuka tambang atau memperluas kapasitas produksi butuh waktu bertahun-tahun dan modal besar. Ketidakseimbangan inilah yang biasanya memicu lonjakan harga komoditas.
Masalahnya, industri komoditas selalu bereaksi terhadap harga tinggi. Saat harga bertahan di level menarik, produsen berlomba meningkatkan produksi. Proyek-proyek yang sebelumnya tidak ekonomis menjadi terlihat layak. Beberapa tahun kemudian, supply berlebih mulai muncul. Jika pada saat yang sama permintaan melambat, harga komoditas turun, dan laba perusahaan ikut tertekan. Siklus ini berulang dari waktu ke waktu dan jarang bisa dihindari.
Bagi investor saham, pasar sering kali bereaksi lebih cepat daripada kondisi bisnis saat ini. Harga saham komoditas biasanya bergerak berdasarkan ekspektasi, bukan data historis. Ketika pasar percaya harga komoditas akan turun, saham bisa jatuh meski laba masih tinggi. Sebaliknya, saham bisa naik saat laba belum pulih, hanya karena pasar melihat perbaikan siklus ke depan.
Untuk menyederhanakan cara berpikir, kita bisa merangkum beberapa prinsip berikut:
1. Harga komoditas menentukan arah, tetapi biaya produksi menentukan kualitas laba.
2. Perusahaan dengan biaya rendah lebih tahan menghadapi penurunan siklus.
3. Supply dan demand bergerak lambat, tetapi dampaknya sangat besar.
4. Harga saham mencerminkan ekspektasi masa depan, bukan kondisi saat ini.
Bila kita berinvestasi di saham komoditas, kita harus menyadari bahwa volatilitas adalah bagian dari permainan. Kita tidak sedang membeli bisnis dengan pendapatan stabil, tetapi bisnis yang sangat bergantung pada siklus. Dengan demikian, kita bisa lebih rasional dalam menentukan kapan bersikap agresif dan kapan berhati-hati.
@Blinvestor
Random tags: $ANTM $INCO $TINS
Catatan Pribadi. Rabu, 18 Feb 2026
Kata kunci: Nothing
$BKSL 14000 Ha buat apa kalo sahamnya ga terbang, ga laku tanahnya 🥹😭
$BWPT $TINS

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $TINS (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 4050
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 3950 – 4150
- Stoploss: < 3800
- TP1: 4400
- TP2: 4700 – 5000
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support kuat, struktur swing TINS masih memungkinkan lanjutan naik Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 3600 – 3800
- Stoploss: < 3450
- TP1: 4150
- TP2: 4550 – 5000
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 4250 dengan volume besar
- Stoploss: < 3950
- TP1: 4700
- TP2: 5200 – 5600
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 4250 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 3600 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$PTRO $AGII
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada penutupan perdagangan Jumat Kamis (13/2/2026). Sejumlah saham pun diketahui dibeli asing.
Pada penutupan minggu lalu, indeks turun 0,64% menyentuh level 8.212,27. Sebanyak 267 saham turun, 408 naik, dan 148 tidak ...

www.cnbcindonesia.com
