Volume
Avg volume
PT TIMAH Tbk merupakan produsen dan eksportir logam timah, dan memiliki segmen usaha penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan hingga pemasaran. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi juga bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pengangkutan dan jasa. Kegiatan utama perusahaan adalah sebagai perusahaan induk yang melakukan kegiatan operasi penambangan timah dan melakukan jasa pemasaran kepada kelompok usaha mereka. Perusahaan memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak dibidang perbengkelan dan galangan kapal, jasa rekayasa teknik, penambangan timah, jasa konsultasi d... Read More
@Sltnhnfi yang mana bro kmarin kan serok di 170 dibawa terbang 230 saya kasih info pasang Trailing stop di 220 dan 215 kalau mau beli nunggu harga dibawah 200 kan? kenapaa masih rugi berarti kamungak dengar arahan. saya
$TRUE $TINS $MBMA
3 SKENARIO ENTRY SAHAM $TINS (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 3140
1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 3080 – 3180
- Stoploss: < 2980
- TP1: 3350
- TP2: 3550 – 3700
Alasan: Harga masih konsolidasi di atas area support kuat, struktur swing TINS masih aman buat peluang lanjutan Boss.
2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 2900 – 2980
- Stoploss: < 2800
- TP1: 3180
- TP2: 3450 – 3700
Alasan: Area demand bawah cukup solid, ini zona paling aman buat entry sambil jaga risiko Boss.
3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 3250 dengan volume besar
- Stoploss: < 3080
- TP1: 3550
- TP2: 3800 – 4000
Alasan: Breakout resistance kunci bisa jadi trigger momentum lanjutan Boss.
Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan rebound / masih bullish
• Breakout 3250 bisa jadi trigger lanjutan
Risiko:
• Kalau 2900 jebol = potensi lanjut turun / koreksi lebih dalam
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti
$AMMN $NICE
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Halo Sobat 我是誰, berikut level support 1-2 dan resistance 1-2 untuk masing-masing saham yang diminta berdasarkan data terbaru:
1. AGII:
- Support 1: Rp2.110,00 | Support 2: Rp2.060,00
- Resistance 1: Rp2.250,00 | Resistance 2: Rp2.340,00
2. ARCI:
- Support 1: Rp1.638,00 | Support 2: Rp1.586,00
- Resistance 1: Rp1.718,00 | Resistance 2: Rp1.746,00
3. ASPR:
- Support 1: Rp136,00 | Support 2: Rp132,00
- Resistance 1: Rp143,00 | Resistance 2: Rp146,00
4. NPGF:
- Support 1: Rp72,00 | Support 2: Rp67,00
- Resistance 1: Rp80,00 | Resistance 2: Rp83,00
5. PPRE:
- Support 1: Rp193,00 | Support 2: Rp182,00
- Resistance 1: Rp210,00 | Resistance 2: Rp216,00
6. PTPS:
- Support 1: Rp191,00 | Support 2: Rp190,00
- Resistance 1: Rp194,00 | Resistance 2: Rp196,00
7. RAJA:
- Support 1: Rp3.593,00 | Support 2: Rp3.356,00
- Resistance 1: Rp4.003,00 | Resistance 2: Rp4.176,00
8. TINS:
- Support 1: Rp3.070,00 | Support 2: Rp2.980,00
- Resistance 1: Rp3.230,00 | Resistance 2: Rp3.300,00
Data ini berdasarkan penutupan terakhir, dan dapat menjadi acuan transaksi atau trading plan Sobat.
$RAJA $TINS $NPGF
EOD-09/02/2026
Saham yang baru keluar signal Strong Uptrend hari ini
-
EMAS, CMRY, JSMR,
LUCY, SMMA, LABS, BBSI,
INPP, (Appear after Low Value <100jt, Ignore/ Low Liquidity)
Saham yang baru keluar signal Uptrend hari ini
-
TOTL,
LRNA, TPMA, ADMF,
- (Appear after Low Value <100jt, Ignore/ Low Liquidity)
Saham yang baru keluar signal *Potential Reversal/ Early Move/ Bottoming/ SOS* hari ini
$MDKA, AMMN, CUAN, $BUMI, $TINS,
ARCI, SMDR, CBRE, DSSA, PBSA, AYAM, KBLV, MLPL, IRSX,
CASH, ITMA, EURO, FORU, SHIP, HAJJ, OBMD, ASPR, OBAT, BKSW, DRMA, PBID, PGUN, SOFA, SAFE, PBRX, TIFA, SULI, PUDP, CSIS, BCIP, WIRG, MPXL, FPNI, GUNA, MSTI, TAYS, RCCC, WOWS, CENT, TRIM, CYBR,
DART, WGSH, MGNA, (Appear after Low Value <100jt, Ignore/ Low Liquidity)
Saham yang baru keluar signal Downtrend hari ini
INCO,
AVIA, ASSA,
PNIN, KAQI, VINS, AEGS,
- (Appear after Low Value <100jt, Ignore/ Low Liquidity)
Saham yang baru keluar signal Strong Downtrend hari ini
-
-
DWGL, HYGN, MSIE, HILL, SINI, REAL,
- (Appear after Low Value <100jt, Ignore/ Low Liquidity)
Stock closed at Highest YTD dan ATH (Sort by +)
ZONE, LION, EMAS, TIRT, INDS, GRPM, VISI, MYTX, NPGF, NAYZ,
GDYR, CMRY, DCII, MYOR, NISP, BBSI, ELSA, BLUE, BRIS, BNGA,
SGRO,
Saham ARA:
PURI, YELO, LINK, IFSH, ALKA, PGUN, EPAC, MGLV, SOUL, COCO,
TIRT, INDS, UDNG, NINE, CASH, LUCY, UNSP, GRPM, IKAI, VISI,
INTA, MEJA, RAFI, PURA, MDRN, MYTX, TAMU, TAXI, KREN, BTEK,
MTFN,
Jujur saja saya agak bingung setiap kali mendengar pengumuman target besar dari perusahaan tambang plat merah kita terutama soal hilirisasi yang seolah tidak ada habisnya dibahas. Saya membaca pernyataan dari Dony Oskaria yang sekarang menahkodai Danantara soal ambisi proyek smelter grade alumina refinery atau SGAR di Mempawah. Katanya fase kedua ditargetkan selesai tahun 2028 yang artinya kapasitas produksi bakal melompat jadi 2 juta ton alumina per tahun. Kedengarannya memang hebat dan sangat visioner tapi sebagai orang yang sudah cukup lama memperhatikan pergerakan $ANTM saya tidak bisa menahan diri untuk sedikit skeptis atau setidaknya merasa perlu menarik napas panjang. Kita sudah sering dijanjikan kemandirian industri tapi jalan menuju ke sana rasanya selalu berliku dan penuh dengan istilah fase satu serta fase dua yang seringkali bikin bingung investor ritel yang cuma ingin lihat laba bersih naik.
Kalau kita bicara soal struktur bisnisnya sebenarnya kolaborasi antara ANTM dan Inalum ini sangat masuk akal secara teori karena kita punya bahan mentahnya tapi malah sering impor hasil olahannya. Sekarang ada tambahan peran dari $PTBA yang bakal memasok listrik sampai 1,25 gigawatt yang menurut saya itu angka yang sangat masif untuk ukuran satu proyek saja. Tapi ya itu tadi membangun ekosistem raksasa seperti ini di tengah kondisi ekonomi global tahun 2026 yang masih penuh ketidakpastian tentu bukan perkara mudah. Suku bunga memang mulai menunjukkan tanda tanda melandai tapi biaya investasi untuk teknologi smelter itu mahal sekali dan resiko keterlambatan proyek selalu membayangi setiap jengkal pembangunannya. Saya jadi bertanya tanya apakah target tahun 2028 itu benar benar realistis atau hanya sekadar angka yang bagus untuk dipresentasikan di depan pemangku kepentingan sekarang.
Ada resiko tersembunyi yang kadang kita lupakan saat terlalu asyik melihat narasi hilirisasi ini yaitu soal efisiensi operasional dan bagaimana integrasi ini benar benar bekerja di lapangan nanti. Maksud saya begini kalau PTBA yang pasok listriknya lalu ANTM yang kelola bauksitnya dan Inalum yang ambil aliminanya maka pertanyaannya adalah siapa yang paling diuntungkan dalam rantai nilai ini secara margin keuntungan. Jangan sampai proyeknya jadi dan kapasitasnya dua kali lipat tapi beban utang atau biaya operasionalnya malah menggerus potensi dividen yang selama ini diharapkan oleh para investor ritel. Belum lagi kalau kita bicara soal harga komoditas global yang pergerakannya tidak pernah bisa ditebak dengan pasti meskipun narasi kendaraan listrik atau industri strategis sedang kencang kencangnya sekarang ini. Saya merasa pasar kadang terlalu bias dan menganggap semua proyek hilirisasi pasti berakhir dengan keuntungan melimpah padahal kenyataannya seringkali lebih rumit dari itu.
Namun di sisi lain saya juga melihat ada keunikan tersendiri dari cara Danantara mencoba merapikan aset aset strategis ini supaya tidak berjalan sendiri sendiri seperti dulu. Mungkin saya agak terlalu berhati hati tapi melihat sinergi yang melibatkan energi dari PTBA ini memberikan sedikit harapan bahwa masalah klasik soal biaya energi yang mahal dalam pengolahan mineral bisa sedikit teratasi. Proyek SGAR fase dua ini memang punya potensi besar untuk mengubah peta bisnis ANTM dari sekadar tukang gali menjadi pemain industri yang lebih serius kalau memang eksekusinya benar benar bersih dan tepat waktu. Tapi ya namanya juga investasi di sektor komoditas dan proyek infrastruktur kita harus siap dengan segala drama yang mungkin terjadi di tengah jalan nanti. Kita mungkin harus belajar lebih sabar lagi sambil terus memperhatikan apakah komitmen pembangunan ini benar benar berjalan sesuai jadwal atau malah ada penyesuaian penyesuaian lagi di masa depan yang ujung ujungnya menunda harapan kita.
Cerita soal ANTM dan ambisi aluminanya ini adalah soal bagaimana kita mengelola ekspektasi di tengah janji janji besar pembangunan nasional yang kadang terasa terlalu jauh di depan mata. Saya sering merenung apakah kita sebagai investor ritel hanya sedang membeli sebuah mimpi besar tentang kemandirian industri atau memang sedang menanam modal di perusahaan yang benar benar tahu cara mencetak uang dari setiap butir alumina yang mereka hasilkan nantinya. Tahun 2028 masih terasa cukup lama dan banyak hal bisa berubah dalam dua atau tiga tahun ke depan termasuk kebijakan politik atau dinamika pasar mineral dunia. Mungkin yang terbaik bagi kita sekarang adalah tetap mengamati dengan kritis tanpa perlu terlalu terbawa suasana euforia yang seringkali diciptakan oleh pemberitaan di permukaan saja. Jalan menuju 2 juta ton itu masih panjang dan penuh tanjakan yang mungkin belum terlihat jelas di peta yang mereka bagikan hari ini.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
$TINS
Sobat 我是誰, berikut analisa terkini saham TINS:
Dari sisi teknikal:
- Harga terakhir di Rp3.130,00, bergerak di bawah rata-rata 30 hari (Rp3.420,67) dan middle Bollinger Band (Rp3.475,50), menunjukkan tren masih cenderung turun.
- Indikator MACD di -69,19 dan histogram -63,32, mengindikasikan momentum pelemahan yang masih cukup kuat.
- RSI ada di 43,14, belum masuk area oversold, jadi tekanan jual masih terasa.
- Strength beberapa hari terakhir negatif, misal -13,92 dan -19,14, menandakan aksi jual lebih dominan.
- Area support terdekat Rp3.073,00 dan resistance Rp3.163,00.
Dari sisi fundamental:
- PER (ttm) cukup tinggi di 25,64 dan PBV di 2,97, membuat valuasi terbilang tidak murah.
- ROE 11,56% dan NPM 12,66%.
- Current Ratio yang sangat sehat di 225,21% namun cash flow operasional negatif.
Kesimpulan:
Tren TINS saat ini cenderung menurun, baik dari sisi teknikal (tekanan jual, momentum lemah), maupun valuasi yang kurang atraktif.
Rekomendasi: Jika ingin koleksi, sebaiknya tunggu konfirmasi reversal, misalnya harga menembus resistance dengan volume besar atau indikator mulai membaik. Saham ini masih rawan lanjut ikut tekanan koreksi.
$TINS
$PTSN diam diam dalam kesenyapan udh merangkak naik... slow but sure..., mungkin kah bakal pivot k chipset semikonduktor berkelas sejajar dengan negeri Jiran...? Semoga bisa terintegrasi dgn hulu LTJ $TINS dan pasir kuarsa $ANTM

ga bisa kaya momen bullish kemarin ya, kalo naik ngarep ARA
sekarang kalo arb beli, kalo naik liatin aja...nanti juga ARB lagi 😂
*trust the process
arb kan metals $TINS $MDKA $ANTM
@hanipridho saya masih optimis sih wkwk walopun agak kesel kmrn ga tektokan, tinggal tunggu lkq4 + narasi ammonia + rencana pabrik baru
semoga harganya udh priced in sebelum berita2 kayak $TINS
US dan Eropa Hijau pekat..
Asia sudah buka
jepang 5%
korsel 4.5%
siap2 IHSG diatas 3%
semunguttt... 💪💪💪
$BUMI $BUVA $TINS

Morning WiseTrader.
Bangun pagi. Langit masih gelap. Hujan turun deras. Badan bener2 males 🤣🤣
Tapi kaki tetap melangkah ke treadmill.
Pelan, tapi tetap jalan.
Karena konsistensi harus menang dari alasan.
Di market juga sama.
Kadang merah, kadang bikin nyali ciut.
Bukan soal selalu benar,
tapi tentang siapa yang tetap disiplin dan konsisten saat kondisi tak ideal.
Hujan akan reda.
Market akan berputar.
Yang bertahan dengan kebiasaan baik,
biasanya yang sampai tujuan.
Selamat pagi. Tetap jalan. 💪
Tetap Semangat. 💪
Semoga hari ini IHSG lebih baik.
Amin 😇😇😇
$BUMI $BUVA $TINS

$TINS
Halo Sobat Investor! Mari kita bedah saham **PT Timah Tbk (TINS)**. Saat ini TINS sedang berada di persimpangan jalan yang menarik: secara teknikal sedang tertekan ("diskon"), tapi secara fundamental ada cerita *turnaround* besar di tahun 2026.
Berikut analisis lengkap ala mentor untuk strategi portofolio Anda:
### 1. Bedah Teknikal: Jangan Tangkap Pisau Jatuh Dulu
Saat ini, tren jangka pendek TINS sangat *bearish*. Jangan FOMO (*Fear Of Missing Out*), perhatikan level-level krusial ini:
* **Sinyal Pasar:** Indikator teknikal menunjukkan sinyal **"Sangat Jual"**. Moving Average (MA5 hingga MA200) mayoritas memberikan sinyal jual.
* **Level Harga:** Harga terakhir di Rp3.030. RSI (14-hari) berada di level 36,66, mendekati area *oversold* (jenuh jual), yang biasanya memicu *rebound* teknikal.
* **Area Support Kuat:** Perhatikan level **Rp3.000 - Rp3.100**. Jika level ini jebol, harga berisiko turun ke level psikologis **Rp2.700**.
* **Potensi Swing:** Jika harga mampu bertahan di atas Rp3.100, ada peluang *swing bullish* menuju Rp3.500 hingga Rp3.900.
### 2. Fundamental & Kinerja: Paradoks Laba
Kinerja TINS menunjukkan anomali menarik. Volume turun, tapi margin terjaga berkat harga jual global yang tinggi.
* **Kinerja 2025:** Laba bersih per Kuartal III-2025 melonjak menjadi Rp602 miliar (naik 2x lipat dibanding Semester I), meskipun secara *Year-on-Year* (YoY) turun 33,71% karena penurunan pendapatan akibat kendala ekspor dan produksi.
* **Valuasi:** PER TINS berada di kisaran 25,6x - 33x dengan PBV sekitar 3x - 3,2x. Ini tergolong premium dibandingkan sektornya, mencerminkan ekspektasi pasar yang tinggi terhadap pemulihan kinerjanya.
* **Kesehatan Keuangan:** Arus kas bebas diproyeksikan membaik signifikan pada 2026-2027 seiring rampungnya masalah izin ekspor.
### 3. Katalis Profit (Bahan Bakar Kenaikan)
Ini alasan kenapa "Big Money" melirik TINS untuk 2026:
* **Harga Timah Global:** Melonjak 50% dalam tiga bulan terakhir akibat defisit pasokan global (terutama dari Myanmar dan China).
* **Pemberantasan Tambang Ilegal:** Pemerintah sedang gencar menertibkan tambang ilegal. Aset sitaan (blok tambang dan smelter) dialihkan ke TINS, yang berpotensi meningkatkan cadangan dan produksi secara legal.
* **Inklusi MSCI:** Ada potensi TINS masuk indeks **MSCI Small Cap** pada Februari 2026, yang akan memicu aliran dana asing masuk secara otomatis.
* **Target Produksi:** Manajemen menargetkan pemulihan produksi besar-besaran di 2026 (target rebound volume penjualan hingga >100% di 2026F) pasca pembukaan kembali keran ekspor.
### Arahan Mentor: Strategi Cuan ("Buy on Weakness")
Melihat kondisi "Sangat Jual" secara teknikal namun prospek cerah secara fundamental, berikut strategi yang disarankan:
1. **Wait & See di Support:** Jangan langsung *All-in*. Tunggu konfirmasi pantulan di area **Rp3.000 - Rp3.050**. Jika ada akumulasi volume di area ini, itu sinyal masuk.
2. **Cicil Bertahap:** Karena volatilitas tinggi, gunakan strategi *Pyramiding*. Masuk kecil dulu, tambah posisi jika harga berhasil *breakout* di atas Rp3.100.
3. **Target Harga:**
* Jangka Pendek: **Rp3.240 - Rp3.500**.
* Jangka Panjang (Konsensus Analis): **Rp3.825** hingga **Rp5.000**.
4. **Waspada Risiko:** Jika harga tembus ke bawah Rp2.830, segera batasi kerugian (*Cut Loss*) karena tren penurunan bisa berlanjut.
**Kesimpulan:** TINS adalah saham untuk investor yang berani mengambil risiko demi potensi *multibagger*. Sentimen negatif jangka pendek adalah peluang bagi investor jangka panjang untuk mengoleksi di harga diskon, asalkan manajemen berhasil menggenjot produksi kembali di 2026.
https://cutt.ly/etbNow1C
RANDOM TAG $ANTM $MDKA