Volume
Avg volume
PT TIMAH Tbk merupakan produsen dan eksportir logam timah, dan memiliki segmen usaha penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan hingga pemasaran. Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi juga bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pengangkutan dan jasa. Kegiatan utama perusahaan adalah sebagai perusahaan induk yang melakukan kegiatan operasi penambangan timah dan melakukan jasa pemasaran kepada kelompok usaha mereka. Perusahaan memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak dibidang perbengkelan dan galangan kapal, jasa rekayasa teknik, penambangan timah, jasa konsultasi d... Read More
Follow untuk analisa teknikal & trading plan sederhana.
Trading Plan PT Vale Indonesia Tbk ($INCO) – 1H:
Harga breakout dari area sideways dan kini bertahan di sekitar 7.350. Selama tetap di atas support 7.000, peluang kenaikan ±4–5% menuju 7.700 masih terbuka. RSI(7) tinggi (~70) menunjukkan momentum kuat namun mulai mendekati overbought sehingga rawan pullback tipis sebelum lanjut naik. Entry ideal di area 7.200–7.350 atau saat pullback sehat, stop loss di bawah 7.000. Setup: bullish continuation pasca breakout konsolidasi.
Disclaimer: hanya untuk edukasi & analisis, bukan ajakan investasi.
Random tag $INDY $TINS

Indonesia memasuki fase era pertambangan baru .
Gebrakan KLH 2026: 80 Izin Tambang Dibekukan, Potensi Penerimaan Negara Capai Rp6 Triliun
$BUMI $TINS $ANTM
1/8








gw heran dah sama $TINS padahal ketahuan korupsi gede gedean tapi sahamnya malah ngaceng dari ratusan perak ke ribuan
👀 Timah: Polri Tangkap Penyelundupan Rp22 T; Outlook 2026
Bloomberg Technoz melaporkan bahwa Bareskrim Polri telah menangkap 11 tersangka dugaan tindak pidana penambangan dan penyelundupan timah ilegal dari Bangka Belitung ke Malaysia. Direktur Tindak Pidana Tertentu Polri, Mohammad Irhamni, mengatakan bahwa para tersangka diduga menyelundupkan 120.000 ton timah ilegal per tahun ke Malaysia, dengan perkiraan nilai total seluruh timah tersebut mencapai Rp22 T.
Penangkapan para tersangka tersebut melanjutkan pengawasan sektor timah yang dilakukan oleh pemerintah sejak tahun lalu, di mana Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2025 memerintahkan pihak berwenang untuk menutup jalur penyelundupan timah yang ditambang secara ilegal dari 1.000 lokasi penambangan di Bangka Belitung. Hal ini ditindaklanjuti oleh Timah ($TINS) yang memperbolehkan penambang rakyat untuk menambang di wilayah IUP perseroan, asalkan hasilnya dijual ke TINS dengan harga Rp300.000/kg untuk kadar Sn 70%.
Ekspektasi pengetatan pasokan dari penindakan tambang ilegal di Indonesia telah mendorong harga timah di LME melonjak ke level US$50.003/ton per 25 Februari 2026, naik +9,5% WoW dan +24% YTD. Sebagai konteks, Indonesia merupakan negara dengan surplus perdagangan timah terbesar di dunia pada 2024 yakni sebesar US$1,4 miliar, sehingga gangguan produksi di Indonesia berdampak signifikan terhadap keseimbangan supply–demand global.
Di level korporasi, TINS mencatat produksi logam sebesar 10.855 ton Sn selama 9M25 (-25% YoY), baru memenuhi 50% target RKAP 2025 di level 21.500 ton Sn. Penurunan ini disebabkan oleh kegagalan pembukaan 3 tambang baru — yakni, Laut Rias, Briga, Oliver — akibat penolakan masyarakat dan keterlambatan perpanjangan IUP hingga Juni 2025. Meski demikian, TINS telah menerima aset rampasan korupsi sekitar Rp1,45 T dari pemerintah pada Oktober 2025, yang mencakup 6 smelter, ~681.000 kg logam timah, dan 22 bidang tanah seluas 238.848 meter persegi. Dari sisi pendanaan, Managing Director Danantara, Febriany Eddy, memastikan tidak ada injeksi modal jangka pendek kepada TINS, sehingga TINS bergantung pada restrukturisasi internal atau memperoleh dukungan pendanaan dari MIND ID untuk membiayai program hilirisasi.
Untuk 2026, Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia, Harwendro Adityo Dewanto, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan kuota produksi timah Indonesia dalam RKAB 2026 akan berada di kisaran 60.000 ton, naik +13,2% YoY dari RKAB 2025 di level 53.000 ton. Harwendro menambahkan bahwa proses persetujuan kuota saat ini masih berlangsung. TINS sendiri menetapkan target RKAP 2026 sebesar 30.000 ton Sn, naik +39,5% YoY dibandingkan RKAP 2025, dengan opsi revisi ke atas jika realisasi produksi pada 1H26 menunjukkan tren peningkatan signifikan.
🔑 Key Takeaway
Meski ditopang oleh struktur supply–demand yang solid dalam jangka panjang, investor juga perlu mewaspadai pergerakan harga timah global yang dapat terdorong oleh euforia logam dan gelombang spekulasi AI. Timah kini menjadi instrumen spekulasi tidak langsung dalam narasi perkembangan AI, seiring perannya sebagai bahan solder esensial di perangkat elektronik dan data center. Fenomena ini terlihat di Shanghai, di mana volume perdagangan sempat meledak hingga 1 juta ton dalam sehari pada akhir Januari 2026 — lebih dari 2x kebutuhan fisik global secara tahunan — sebelum otoritas mengintervensi dengan peringatan keras dan pembatasan trading frekuensi tinggi. Terlepas dari volatilitas tersebut, konsensus Bloomberg per Rabu (25/2) memproyeksikan harga timah forward 3 bulan di LME akan berada di kisaran US$49.950/ton pada 2026 dan US$50.416/ton pada 2027. Tren kenaikan harga timah serta penertiban industri dalam negeri telah memberikan sentimen positif bagi TINS, di mana harga saham TINS telah menguat +332% dalam 6 bulan terakhir ke level Rp4.340 per 25 Februari 2026.
Stockbit Snips 25 Februari 2026:
https://cutt.ly/ItWO3FGA

$TINS
👀 Timah: Polri Tangkap Penyelundupan Rp22 T; Outlook 2026
/February 25, 2026 by Stockbit Snips
Bloomberg Technoz melaporkan bahwa Bareskrim Polri telah menangkap 11 tersangka dugaan tindak pidana penambangan dan penyelundupan timah ilegal dari Bangka Belitung ke Malaysia. Direktur Tindak Pidana Tertentu Polri, Mohammad Irhamni, mengatakan bahwa para tersangka diduga menyelundupkan 120.000 ton timah ilegal per tahun ke Malaysia, dengan perkiraan nilai total seluruh timah tersebut mencapai Rp22 T.
Penangkapan para tersangka tersebut melanjutkan pengawasan sektor timah yang dilakukan oleh pemerintah sejak tahun lalu, di mana Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2025 memerintahkan pihak berwenang untuk menutup jalur penyelundupan timah yang ditambang secara ilegal dari 1.000 lokasi penambangan di Bangka Belitung.
Hal ini ditindaklanjuti oleh Timah ($TINS) yang memperbolehkan penambang rakyat untuk menambang di wilayah IUP perseroan, asalkan hasilnya dijual ke TINS dengan harga Rp300/kg untuk kadar Sn 70%.
Ekspektasi pengetatan pasokan dari penindakan tambang ilegal di Indonesia telah mendorong harga timah di LME melonjak ke level US$50.003/ton per 25 Februari 2026, naik +9,5% WoW dan +24% YTD. Sebagai konteks, Indonesia merupakan negara dengan surplus perdagangan timah terbesar di dunia pada 2024 yakni sebesar US$1,4 miliar, sehingga gangguan produksi di Indonesia berdampak signifikan terhadap keseimbangan supply–demand global.
Di level korporasi, TINS mencatat produksi logam sebesar 10.855 ton Sn selama 9M25 (-25% YoY), baru memenuhi 50% target RKAP 2025 di level 21.500 ton Sn. Penurunan ini disebabkan oleh kegagalan pembukaan 3 tambang baru — yakni, Laut Rias, Briga, Oliver — akibat penolakan masyarakat dan keterlambatan perpanjangan IUP hingga Juni 2025. Meski demikian, TINS telah menerima aset rampasan korupsi sekitar Rp1,45 T dari pemerintah pada Oktober 2025, yang mencakup 6 smelter, ~681.000 kg logam timah, dan 22 bidang tanah seluas 238.848 meter persegi. Dari sisi pendanaan, Managing Director Danantara, Febriany Eddy, memastikan tidak ada injeksi modal jangka pendek kepada TINS, sehingga TINS bergantung pada restrukturisasi internal atau memperoleh dukungan pendanaan dari MIND ID untuk membiayai program hilirisasi.
Untuk 2026, Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia, Harwendro Adityo Dewanto, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan kuota produksi timah Indonesia dalam RKAB 2026 akan berada di kisaran 60.000 ton, naik +13,2% YoY dari RKAB 2025 di level 53.000 ton. Harwendro menambahkan bahwa proses persetujuan kuota saat ini masih berlangsung. TINS sendiri menetapkan target RKAP 2026 sebesar 30.000 ton Sn, naik +39,5% YoY dibandingkan RKAP 2025, dengan opsi revisi ke atas jika realisasi produksi pada 1H26 menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Key Takeaway
Meski ditopang oleh struktur supply–demand yang solid dalam jangka panjang, investor juga perlu mewaspadai pergerakan harga timah global yang dapat terdorong oleh euforia logam dan gelombang spekulasi AI. Timah kini menjadi instrumen spekulasi tidak langsung dalam narasi perkembangan AI, seiring perannya sebagai bahan solder esensial di perangkat elektronik dan data center. Fenomena ini terlihat di Shanghai, di mana volume perdagangan sempat meledak hingga 1 juta ton dalam sehari pada akhir Januari 2026 — lebih dari 2x kebutuhan fisik global secara tahunan — sebelum otoritas mengintervensi dengan peringatan keras dan pembatasan trading frekuensi tinggi. Terlepas dari volatilitas tersebut, konsensus Bloomberg per Rabu (25/2) memproyeksikan harga timah forward 3 bulan di LME akan berada di kisaran US$49.950/ton pada 2026 dan US$50.416/ton pada 2027. Tren kenaikan harga timah serta penertiban industri dalam negeri telah memberikan sentimen positif bagi TINS, di mana harga saham TINS telah menguat +332% dalam 6 bulan terakhir ke level Rp4.340 per 25 Februari 2026.
https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/timah-polri-tangkap-penyelundupan-rp22-t-outlook-2026?source=research

25.02
Ihsg 8,322 +0.5%
Top value
Bipi 2.1T +17.7%, illiquid- Bakrie(?)
Bumi 1.8T -1.4%
Bbri 1T +2.5%
Inkp 981B +16.5%
Buva 946B +14.8% (illiquid)
Adaro group
Adro +3.4% > $ADMR +6.4% > Aadi +3%
Gold stock
Antm +1.8%, Arci +3.2%, Hrta +5.3%, Untr +2.2%
Ath plays
Elsa +7.6%, $TINS +4.5%
Worth mention
$INKP (DH again?), Tkim +20% (fast trade - vol surge)
Film +4%, illiquid - IF comeback?
Nikkei +2.2%, Kospi +1.9%
Btc 65.5k
Commodities
Nickel -1.2%, Tin +2.5%
Gold 5.2k
$TINS yakin banget gue ini barang bakal masuk MSCI, tahun ini bisa lah ke 7000, industri AI semakin pesat, kebutuhan akan timah dalam peralatan elektronik sebagai alat pembantu sektor industri ini tentunya juga semakin meningkat, belum lagi industri ai butuh energi, salah satunya bisa dari nuklir, nah, TINS ini rumornya juga dalam pertambangan Timah terdapat kandungan mineral rare earth yang ikut menyertainya, yakin banget gue sama TINS, semoga ada modal buat beli ini barang ratusan lot.
$EXCL $TRIN
Pernah dengar tambang sengaja "puasa" cuan?
Sengaja menahan diri demi panen masa depan.
Mari kita bedah kisah $AMMN.
Tahun ini mungkin terasa cukup berat.
Pendapatannya anjlok cukup dalam.
Bahkan berpotensi catatkan rugi bersih.
Bikin banyak investor pemula ketakutan.
Tapi, apakah perusahaannya mau bangkrut?
Tentu tidak. Ini murni siklus bisnis tambang.
Mereka sedang di masa transisi operasional.
Pindah area galian dari Fase 7 ke Fase 8.
Makanya produksi bijihnya turun sementara.
Kadar logamnya juga belum terlalu optimal.
Biaya operasional keluar, tapi hasil sedikit.
Namun, coba intip peta jalan ke depannya.
Tahun depan adalah titik balik yang dinanti.
Area bijih utama Fase 8 siap dipanen massal.
Volume penjualan siap meroket kembali.
Biaya tambang per unit otomatis menurun.
Artinya apa? Margin keuntungan bakal pulih.
Belum lagi ada cerita ekspansi di sektor hilir.
Proyek pabrik pengolahan baru siap diuji coba.
Mengolah bahan mentah jadi nilai tambah.
Bagi yang paham, ini ibarat masa tanam.
Saat yang lain takut melihat layar merah,
Pemain cerdas fokus membedah prospek cerah.
Apakah kamu tipe yang panik lihat kerugian sesaat?
Atau sabar menunggu ledakan panen Fase 8?
$TINS $MDKA
____
Follow & Like biar yang lain bisa dapat manfaat juga ^^
Cek link bio untuk join VIP Membership Saham Bagger.
Kamu bisa dapetin akses analisa saham mingguan, dashboard data 800+ saham, Watchlist Momentum investing terbaik saat ini: https://cutt.ly/EetQOBGO
Kalo mau ebook gratis, klik link nya diatas, join newsletter analisa saham bareng ribuan subscriber lain☝🏻
___
Stockbit External Community
Saya seorang Momentum Investor yang fokus di Fundamental first lalu technical analysis secara quantitative.
Mau ikutan perjalanan investasi saya?
❤️ Join External Community, masukkan kode: A39716
https://stockbit.com/community
1/2


📊 Hasil Screener – BSA Community
1. Leading → Tren kuat, masih lanjut
2. Improving → Mulai naik, sinyal awal
3. Lagging → Tertinggal, lemah
4. Panik → Tekanan jual tinggi
Note: Tidak semua BSJP prioritas diambil, cek lagi karakter & chart dari saham.
💡 Berikut saham-saham yang menarik menurut Admin BSA:
$TINS
$BUVA
PGAS
$KAQI
GRPH high risk
BSBK high risk
LABA high risk

Maunya semua profit, tapi kalo ada yang loss ada yang profit itu biasa
maunya semua tesis investasi bener, tapi kalo ada yang kita missing atau ada faktor diluar data yang sudah diakumulasi harus diakui tesis kita bisa salah
kodrat saya hanya manusia biasa, dan sebagai manusia saya akan berbuat salah walau sering berusaha untuk berbuat benar. belajar menerima hal tersebut adalah normal dan terus introspeksi untuk tidak mengulang kesalahan yang sama adalah kuncinya
sering kali satu keuntungan investasi yang solid bisa mengcover loss dari beberapa investasi yang salah bahkan lebih dari itu masih bisa profit dan compounding
you only need to get rich once
yang terpenting itu bukan win rate atau portofolio yang sempurna karena kita bukan Tuhan, tapi seberapa banyak yang saya dapat waktu saya untung dan seberapa banyak yang saya habiskan saat saya rugi
profit factor is more important than win rates
$TINS $VOKS $ADMR
1/2


SCALPING $TINS (4360)
RENCANA ENTRY & EXIT
Entry Buy (4250 – 4470)
Take Profit 1 (TP1) 4600
Take Profit 2 (TP2) 4900
Zona Stoploss (< SL) 4000
RISK : REWARD (DETAIL)
Asumsi Entry Ideal (4320)
Risiko (Risk)
Entry 4320 → Stoploss 4000
Risiko = 320 poin
Reward TP1
TP1 – Entry = 280 poin
Risk : Reward TP1 = 1 : 0,9
Reward TP2
TP2 – Entry = 580 poin
Risk : Reward TP2 = 1 : 1,8
Catatan Risk : Reward
- Minimal ambil TP1, jangan serakah
- TP2 hanya jika volume & momentum mendukung
- Jika TP1 tercapai, stoploss digeser ke BEP
Catatan Tambahan
- Scalping berhasil dari disiplin, bukan nekat
- Stoploss wajib dan tidak boleh digeser turun
- Tidak ada sinyal → tidak entry
- Fokus konsistensi, bukan sekali besar
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
$NCKL $BEBS
IDXChannel – Saham-saham emiten nikel menguat pada perdagangan Rabu (25/2/2026) pagi, seiring membaiknya sentimen komoditas.
Berdasarkan persentase kenaikan, hingga pukul 09.46 WIB, penguatan terbesar dicatatkan oleh PT Timah Tbk (TINS) yang melonjak 6,51 persen ke Rp4.420 per unit.
Menyusul di ba...

www.idxchannel.com
