


Volume
Omni Inovasi Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam distribusi dan penjualan retail kartu isi ulang pulsa prabayar dan kartu SIM. Kegiatan bisnis lainnya termasuk distribusi dan penjualan retail ponsel dan aksesorinya, serta penyediaan konten dan jasa perbaikan ponsel. Beberapa merek ponsel yang didistribusikan dan dijual perusahaan secara retail antara lain Samsung, Apple, HTC, dan LG. Anak perusahaannya termasuk PT Telesindo Shop, PT Excel Utama Indonesia, PT Mitra Telekomunikasi Selular, PT Poin Multi Media Nusantara, PT Perdana Mulia Makmur, yang bergerak dalam distribusi dan/atau penjualan retail ponsel; PT ... Read More
itu Haiyanto value investor kaya yang nyangkut di value trap dimana-mana. Dulu di $TELE nyangkut, sekarang di $DUCK juga nyangkut.
sebelum tidur,saya mau kasih pandangan POV saya terhadap kejadian yg kemaren terjadi
Padahal saya udah ingetin secara halus di post ini
https://stockbit.com/post/28483792
Kalau yg paham mah udah tau maksud saya itu apa
Saya ga mau bahas personal atau emiten,karena itu udah diluar rana saya dan males berurusan dengan begituan soalnya ga ada benefit buat saya
Cuma mau kasih tau beberapa hal saja
rangkuman dan POV saya :
1.saham itu adalah kertas alias kepemilikan,kalau belom dicairin ya masih berupa kertas
Namannya kertas itu mau harga 50 atau 200 atau berapapun ya tetap cuan asalkan bisa dicairkan
Pernah saya bahas post2 beberapa tahun lalu tentang ini
2.pindah saham dari broker A ke B
Atau butuh saya perjelas dari XA ke YP itu sangatlah gampang alias cuma butuh beberapa hari
Jadi pintar2lah kalau tiba2 ada broker YP jualan gede padahal di check broksum 1 tahun bahkan ga pernah itu YP beli
Jadi darimana barang GOIB ini?
Kalau kata cak lontong
MIKIR !!!
3.nyangkut banyak dihitung dari lot bukan dari nominal
Masih ada 200rb lot avg 1200an kalau menurut broksum dengan nominal 16M
Tapi distribusi hari ini YP 30 miliar,mau sisanya saya bersih2 di harga 200 perak atau 50 perakpun keknya ga rugi yaa?
Udah cuan 15 Miliar kan?
Sisanya bonus lah
Inget sekali lgi saya ga mau nyerang personal
4.mungkin akan lepas arb nanti kedepannya tapi apakah rela retail2 CL?
Apalagi yg pake pinjol,pake uang panas,dll
Apalagi nanti kalau arb di jebol naek ke area deket mereka beli
Pasti nunggu hijau baru di TP
Padahal dia tau si big player yg udah nyangkut itu di avg berapa
Enak ajee dikasih cuan,terus yg beli siapa kalau dia cuan? Ini cuma POV saya belom
Tentu bener
5.Kenapa kemaren2 naek? Yaa karena ga ada big player yg entry untuk diguyur
Jdi mending up up up sambil menunggu
Mana nih pasukan pinjol gadai rumah yg pengen cepet kaya yg masuk
Saya ga akan mau bahas personal,
Saya cuma mau mengedukasi saja beberapa paham 5 point diatas yang kadang di salah artikan retail,terutama yang newbie2
Setiap orang punya style,punya cara mencari uang,dan punya keyakinan masing2
Saya no offense ke personal soalnya saya cuma 1x doang dulu loss di $TELE
Setelah itu selalu cuan karena menjadi ritel yg pintar
Jadi ya itu kembali lagi dengan pribadi masing2 aja,jangan menyalahkan orang lain walaupun mungkin dia juga kelewatan,tapi better intropeksi diri
Metode yg kalian lakukan udah tepat belom?
Dijadikan pelajaran aja dan kedepannya lebih baik lagi
Jangan pasrah dengan keadaan,akui kesalahan dan move on,jangan nunggu dijemput apalagi yg beli dipucuk,pikirin resikonya
Goodluck teman2
Saya bersyukur teman2 saya ga ada yg kena harusnya
$INDS

$HILL kenapa ya owner nya jualan terus pake broker LG dan YU? apa mau pailitkah seperti owner $TELE?
PT Omni Inovasi Indonesia Tbk - TELE
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!
Sumber Data: https://cutt.ly/LtvQzLOe
$TELE
1/4




@Andrian1567 baiklah,,, semoga jadi pengalaman yg membangkitkan semangat berinvestasi di saham. Saya juga awal di saham kena trap $TELE, skrg udah hangus ditelan bumi,, ilang beserta modal.
sebelum memutuskan beli.
bayangin saham yang akan dibeli itu, storynya berakhir seperti $KAYU & $TELE
$LPPF
โก SCALPING PLAN: LPPF
๐ข Entry
Buy Area: 1.740 โ 1.775 (Masuk selama harga mampu bertahan di atas level 1.750).
Breakout Buy: > 1.800 (Konfirmasi momentum penguatan jika harga menembus level angka bulat dengan volume tinggi).
๐ฏ Take Profit
TP 1: 1.840 โ 1.880 โ jual 50% (Area resisten historis di mana harga sering mengalami tekanan jual).
TP 2: 1.950 โ 2.000 โ jual sisa (Target psikologis jangka menengah jika momentum MACD terus menguat).
๐ด Stop Loss
SL Agresif: 1.710.
Daily Close < 1.640 โ CUT LOSS mutlak (Sinyal bahwa tren pembalikan arah gagal dan harga akan kembali melemah ke bawah 1.600).
โ ๏ธ Catatan Cepat
Moderate Volatility: LPPF cenderung bergerak lebih teratur; cocok untuk posisi yang tidak perlu dipantau setiap menit seperti saham "gorengan".
MACD Cross Confirmation: Perhatikan jika garis MACD mulai melebar menjauhi sinyal; ini adalah konfirmasi untuk hold posisi lebih lama.
Retail Sentiment: Perhatikan rilis data ekonomi atau konsumsi ritel yang dapat menjadi katalis penggerak harga di awal tahun 2026.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$MKNT $TELE
@Selus13 investing ataupun trading itu soal probabilitas. Tidak ada peluang 100% di setiap keputusan apapun. Contoh, $SRIL $TELE atau $DUCK, salah satu mungkin pernah jadi porto pelaku dividen investing atau value investor, bahkan sekelas LKH atau RK atau Thowilz pun mengakui pernah loss karena salah analisa, padahal pengalaman mereka sudah belasan atau puluhan tahun. Yg lebih senior, JS pun mengakui pwrnah salah analisa. Jadi, lebih percaya mana? Silahkan ๐
Ambil ilmunya, belajar pengalamannya. ๐

Saham asuransi yang bagus, menurut rekan-rekan, saham asuransi yang mana yagesya ?
disclaimer on, dyor.
random: $IHSG $DUCK $TELE
$TELE daripada hangus, saya bantu keluar. Segera dibeli Rp1/lembar utk koleksi
Serius silakan DM, Thanks SB
$TELE Berikut adalah perkembangan utama yang terjadi pada saham TELE hingga Desember 2025:
1. Dinyatakan Pailit
Pada awal November 2025, PT Omni Inovasi Indonesia Tbk. secara resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Penyebab: Kepailitan ini merupakan buntut dari pembatalan perdamaian (homologasi) setelah perusahaan dinilai gagal memenuhi kewajiban kepada para krediturnya.
Proses Hukum: Tim kurator telah dibentuk dan mulai melakukan pendataan tagihan kreditur sejak Oktober-November 2025.
2. Suspensi Perdagangan Berkepanjangan
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham TELE di seluruh pasar.
Status Terakhir: Suspensi dilanjutkan kembali pada 7 November 2025 segera setelah putusan pailit keluar.
Alasan Tambahan: Sebelum pailit, saham TELE sudah sering disuspensi karena laporan keuangan yang mendapatkan opini Disclaimer (Tidak Menyatakan Pendapat) dari auditor independen untuk tahun buku 2023 dan 2024.
Harga Terakhir: Harga saham TELE tertahan di level Rp50. Secara historis, bagi investor yang memegang saham ini dari harga tertingginya (Rp1.260), nilai investasi tersebut telah menyusut hingga lebih dari 96-99%.
3. Kinerja Keuangan yang Memburuk
Laporan keuangan terakhir per Juni 2025 menunjukkan kondisi finansial yang sangat tertekan:
Pendapatan Anjlok: Pendapatan turun drastis menjadi hanya Rp295 miliar, dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai triliunan rupiah.
Kerugian Membengkak: Perusahaan mencatat rugi bersih sebesar Rp27,32 miliar pada semester I-2025.
Defisiensi Modal: Perusahaan mengalami ekuitas negatif, yang artinya total utang jauh lebih besar daripada total aset yang dimiliki.
4. Perubahan Nama Perusahaan
Sebagai informasi tambahan, pada pertengahan 2025 perusahaan sempat mengubah nama dari PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. menjadi PT Omni Inovasi Indonesia Tbk. sebagai bagian dari upaya reorganisasi, namun langkah ini tidak cukup untuk menyelamatkan perusahaan dari jeratan utang.
Pola Umum Saham Nyungsep
Jika ditarik benang merah, banyak saham yang akhirnya jatuh ke jurang memiliki pola yang sangat mirip.
1. Kas Menipis, Bahkan Mendekati Nol
Sinyal paling awal biasanya terlihat di laporan arus kas:
Kas dan setara kas terus turun dari tahun ke tahun.
Operasional tidak lagi menghasilkan arus kas positif.
Perusahaan bertahan dari utang baru atau aksi korporasi (rights issue, private placement).
Saat kas hampir habis, perusahaan kehilangan breathing room. Gaji, bunga, dan kewajiban jangka pendek mulai tersendat.
2. Liabilitas dan Utang Berbunga Membengkak
Masalah kas biasanya diikuti:
Utang bank dan obligasi dengan bunga tinggi.
Beban bunga lebih besar dari laba operasional.
Rasio utang terhadap ekuitas (DER) melonjak tidak sehat.
Pada tahap ini, perusahaan sering terlihat โmasih jalanโ, padahal sebenarnya hanya menunda waktu.
3. Harga Saham Ditarik Naik oleh Bandar (Distribution Phase)
Inilah fase paling berbahaya bagi investor ritel:
Harga saham perlahan ditarik naik.
Volume transaksi meningkat tidak wajar.
Muncul narasi optimistis: restrukturisasi, investor strategis, kontrak besar, atau turnaround.
Pada kenyataannya, fase ini sering menjadi exit liquidity bagi pemegang besar. Saham dilepas ke publik di harga atas.
4. Ritel Terkunci di Puncak, Harga Nyungsep
Setelah distribusi selesai:
Harga jatuh cepat.
Antrian jual menggunung.
Likuiditas mengering.
Ritel yang masuk di harga tinggi tidak punya jalan keluar. Ketika masalah fundamental akhirnya terbuka, semuanya sudah terlambat.
5. Suspend dan Kehilangan Nilai
Tahap akhir yang berulang:
Suspend karena gagal bayar, laporan keuangan bermasalah, atau ketidakpastian usaha.
Suspend berkepanjangan.
Saat dibuka kembali, harga sudah jatuh puluhan hingga ratusan persen.
Nilai investasi praktis hilang.
Contoh Kasus: Sejarah yang Terus Berulang
Tanpa perlu menyebut detail satu per satu, pola pada saham seperti $TELE, $KAYU , WMPP, dan beberapa emiten menunjukkan ciri yang sama:
Fundamental rapuh sejak lama.
Kas menurun drastis.
Utang berbunga menekan.
Harga saham sempat โhidupโ sebelum akhirnya kolaps.
Banyak investor baru terjebak karena melihat pergerakan harga, bukan kesehatan bisnis.
1/2


PT Omni Inovasi Indonesia Tbk - TELE
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!
Sumber Data: https://cutt.ly/kty4hGQ9
$TELE
1/4




@RJTinvestasi kecuali kalau ada owner baru yg siap nalangi dan rombak bisnis nya sih bakal ada harapan ๐๐ cuma siapa yg mau akuisisi $TELE atau inject modal 4-5 T or maybe more, buat lunasi dan memperbaiki bisnis.
#disclaimer
$TLKM $EXCL
IDXChannel - ย PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE) mengumumkan pengunduran diri Meijaty Jawidjaja dari kursi direktur utama perseroan.
Sebelumnya, Meijaty Jawidjaja menduduki posisi direktur keuangan TELE pada 2012-2021. Dia menggantikan posisi dirut yang ditinggalkan oleh Tan Lie Pin pada 2024.
Ad...

www.idxchannel.com
