240

0.00

(0.00%)

Today

282,800

Volume

2.01 M

Avg volume

Company Background

PT Sekar Laut Tbk. atau SKLT adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri, pertanian, perdagangan, dan pembangungan, khususnya dalam industri krupuk, saos dan bumbu masak. Produk-produknya dipasarkan dengan merek ''FINNA''. Selain memasarkan produk sendiri, perusahaan juga memproduksi dan menyuplai produk untuk perusahaan makanan lainnya. '

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT tanpa disadari, emiten ini menjadi yang akan growth. karena efek perputaran dari ekonomi dalam sektor FnB khususnya catering.

catering sering di order ketika musim nikahan dan momen akhir tahun sejak Q3 dimulai. karena di Q3 sering sekali melakukan penyerapan anggran pemerintah atau memaksimalkan anggaran pada periode tahun itu untuk belanja. dan akhirnya ekonomi terus berputar.

$IHSG $BEEF

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saya sih berharap segera disusul, tapi kalau bisa balapan dulu.

$NISP $TUGU $SKLT

$SKLT #3 - Tentang Segmen Kerupuk

Kalau sambal dan saus berbicara soal rasa, maka kerupuk berbicara soal kebiasaan. Ia tidak pernah jadi menu utama, tapi hampir selalu ada.

Dari warung kecil, nasi kotak acara, katering aqiqah, sampai meja makan rumah tangga, kerupuk hadir sebagai bagian dr ritual makan itu sendiri. Poin inilah yg menjadikan segmen kerupuk SKLT menarik utk dibedah lebih dalam.

Bagian:
#1 - https://stockbit.com/post/25513717
#2 - https://stockbit.com/post/25622289

Dalam dua bagian sebelumnya, kita melihat bagaimana SKLT membangun bisnis sambal dan saus secara konsisten. Tidak ada loncatan produk yg aneh, tidak ada diversifikasi ke luar lingkaran kompetensi mereka. Menurut sy kerupuk berada di jalur yg sama. Ia dikonsumsi bersamaan, dibeli berulang, dan jarang dipertanyakan mereknya selama rasanya konsisten.

Sejak awal berdiri, SKLT sebenarnya tidak pernah keluar dr satu ruang besar, yaitu pelengkap makanan. Bahkan dr sisi sejarah usaha, SKLT lahir bukan dr sambal atau saus, melainkan dr pengolahan hasil laut dan pertanian sejak 1966, ketika fokus utamanya adalah bagaimana limbah hasil laut seperti cangkang udang bisa diolah menjadi bahan pangan, diawetkan, dan didistribusikan secara efisien.

Kerupuk secara natural muncul sebagai turunan paling logis dr ekosistem tersebut. Produk ini memanfaatkan bahan baku laut, proses pengeringan, pengolahan massal, serta karakter distribusi kering yg stabil dan tahan lama. Semua elemen ini sudah menjadi bagian dr kompetensi teknis SKLT sejak awal.

Karena itu, kehadiran kerupuk bukanlah ekspansi oportunistik yg lahir belakangan. Ia justru mencerminkan fase paling awal dr bisnis SKLT, yaitu ketika perusahaan membangun fondasi kemampuan produksi dan distribusi sebelum akhirnya masuk lebih jauh ke produk berbasis rasa seperti sambal dan saos.

Kerupuk sendiri adalah bisnis volume. Marginnya mungkin tidak setinggi produk premium, tapi perputarannya cepat dan stabil. Dalam laporan keuangan, segmen ini menunjukkan karakter yg khas. Coba perhatikan data pendapatan segmen kerupuk SKLT dr tahun ke tahun:

2019 Rp292 miliar
2020 Rp293 miliar
2021 Rp304 miliar
2022 Rp298 miliar
2023 Rp362 miliar
2024 Rp441 miliar

Dari data tersebut, CAGR segmen ini sekitar 8,6%. Tidak tinggi, tapi stabil dan konsisten mengikuti pola konsumsi harian masyarakat. Penjualannya tidak melonjak drastis seperti produk viral, tapi jg tidak mudah anjlok.

Yang menarik, kerupuk SKLT tidak hanya bermain di pasar konsumen ritel. Justru jejaknya terlihat jelas di kanal B2B. Dari pengamatan lapangan, kerupuk Finna muncul berulang kali di berbagai model katering.

Silakan lihat gambar terlampir, mulai dari paket aqiqah tradisional, nasi kotak modern, sampai tumpeng mini ekonomis, kerupuk yg sama terus muncul. Dan menurut nyubi seperti sy, ini rasanya bukan kebetulan belaka.

Bagi pelaku katering, kerupuk matang yg sudah dikemas rapi bukan sekadar pelengkap. Ia adalah solusi efisiensi. Coba catat:

- Mereka jd tidak perlu menggoreng,
- Mereka jd tidak perlu menjaga kualitas minyak,
- Mereka jg jd tidak perlu risiko kerupuk melempem.

Tinggal beli, simpan, dan sajikan. 🍌

Penghematan proses jauh lebih bernilai dibanding selisih harga per bungkus bagi bisnis katering yg volumenya padat dan waktunya sempit.

Nah, pd titik inilah muncul MOAT berupa switching cost yg sering luput dr perhatian. Bukan switching cost dalam bentuk kontrak, tapi dalam bentuk "kerepotan". πŸ˜…

Begitu katering menemukan pemasok kerupuk yg konsisten rasa dan kualitasnya, insentif utk pindah hampir tidak ada. Kerupuk bukan item yg ingin diuji coba tiap minggu. Ia harus β€œaman”, dan aman artinya dikenal.

Polanya serupa dengan sambal dan saus SKLT di kanal HOREKA. Sambal dalam cup kecil atau plastik polos sering tidak bermerek. Tapi justru di sanalah kekuatannya. Produk itu hadir sebagai fungsi, bukan sebagai identitas saja.

Maka, sangat masuk akal jika sambal tersebut dipasok dalam bentuk bulk atau jerigen besar oleh SKLT, lalu dikemas ulang oleh katering. Perhatikan kembali gambar terlampir, apakah mereka membuat sambalnya sendiri? Bagi sudut pandang dapur produksi, membeli sambal jd jauh lebih efisien daripada mengulek sendiri setiap hari.

Kerupuk dan sambal, dalam konteks ini, bekerja sebagai satu paket efisiensi. Keduanya menghemat waktu, tenaga, dan konsistensi rasa. Dan SKLT berada di posisi yg tepat utk mengisi kebutuhan itu lewat merek dan kapasitas produksinya.

Jika kita geser ke sisi B2C, ceritanya tidak kalah menarik. Pasar kerupuk mentah dan matang di Indonesia memang sangat terfragmentasi. Banyak produsen lokal, banyak merek daerah. Tapi justru karena fragmentasi itu, merek nasional yg konsisten menjadi patokan.

Dari berbagai ulasan konsumen dan peringkat produk, Finna kerap muncul sebagai referensi kerupuk udang standar. Ini penting, karena konsumen kerupuk jarang bereksperimen sejauh konsumen snack modern. Begitu menemukan rasa yg cocok, mereka cenderung bertahan. Dan konsistensi lebih bernilai daripada inovasi rasa yg agresif di pasar seperti ini. SKLT tampaknya memahami ini sejak lama.

Persaingan di segmen kerupuk tentu ada. Tekanan harga, bahan baku, dan UMKM lokal selalu menjadi faktor. Tapi justru di sinilah skala bekerja. Luasnya distribusi, besarnya kapasitas produksi, serta penetrasi pd jaringan ritel membuat pemain seperti SKLT mampu bertahan tanpa harus berperang harga setiap hari.

Teman-teman @stockbit jg bisa melakukan pengecekan sederhana misalnya dgn melihat langsung ke berbagai pasar tradisional, toko sayur, atau kios bahan makanan. Merek kerupuk yg tersedia dan berulang muncul biasanya menunjukkan permintaan yg stabil dan perputaran barang yg cepat. Produk yg bertahan di kanal ini umumnya adalah produk yg jarang bermasalah dan sudah diterima konsumen.

Dari sudut pandang kebanyakan orang, kerupuk mungkin terdengar terlalu membosankan. Tapi justru di situlah nilainya. Produk sederhana, permintaan stabil, dan kebutuhan berulang adalah fondasi bisnis yg tahan lama.

Lihat saja bagaimana dapur katering berproduksi tiap hari, atau coba hitung saja berapa banyak yg mengadakan acara seperti aqiqah, syukuran, atau hanya "rapat kantor" tiap harinya. Hitung jg berapa banyak dr rumah makan dan rumah tangga yg tiap makan terdengar bunyi "kriuukk" yg renyah tersebut.

Jadi, bagi sy tidak semua bisnis harus tumbuh dua digit setiap tahun utk menjadi berharga bagi pemiliknya. Bahkan mungkin kalau dr sudut pandang Peter Lynch, ini adalah tipe bisnis yg sering diabaikan pasar. Tidak glamor, tidak banyak story, tapi angka penjualannya jalan terus. Investor sering terlambat menyadari bahwa bisnis seperti ini sudah bekerja jauh sebelum mereka meliriknya.

Pada akhirnya, segmen kerupuk memperlihatkan satu hal penting tentang SKLT, bahwa perusahaan ini tidak mengejar cerita besar. Mereka mengejar kehadiran konsisten di titik-titik konsumsi harian. Sambal memberi rasa, saus memberi variasi, kerupuk memberi tekstur. Semuanya hadir bersama.

Kemudian, jika SKLT sudah sedekat ini dengan dapur, katering, warung, dan ritel, maka siapa sebenarnya yg mengatur aliran barangnya?

Bagaimana produk-produk ini sampai ke tangan konsumen?

Di sinilah story SKLT belum selesai.

Ternyata, ada satu segmen lainnya yg mungkin jarang dibahas tapi kontribusinya pd pendapatan justru lebih besar. Bukan tentang rasa, tapi tentang distribusi.

Disclaimer: Catatan ini adalah refleksi pengetahuan penulis tentang dunia perkerupukan di Indonesia. Dan catatan ini jg bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Segala kerugian sebagai akibat penggunaan informasi pada tulisan ini bukan menjadi tanggung jawab penulis. Do your own research.

Random Tag:
$AISA
$JPFA

Read more...

1/5

testestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kinerja Investasi FY 2025

Realized profit (kontribusi terbesar), Thanks to :

- $ELIT
- $SKLT
-TAPG

Terima kasih untuk dashboardnya yang mempermudah tracking kinerja @Stockbit

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Untuk dokumentasi pribadi,
berikut terlampir portofolio saya akhir 2024 vs akhir 2025

Ada 1 yang saya hide karena tidak likuid dan alasan tertentu.
Selama 2025, portofolio saya tumbuh +27.7% (termasuk dividen), vs. $IHSG +22.13%.
Teruntuk value investor, jangan julid / iri ke aliran lain.

Happy new year 2026
1 Januari 2026, JongXiung

$SKLT $TUGU

$SKLT #2 - Tentang Segmen Saos

Pada bagian pertama kita sudah bicara panjang soal sambal (#1 - https://stockbit.com/post/25513717). Tentang budaya, tentang lidah Indonesia, tentang bagaimana sambal bukan cuma produk tp kebiasaan. lalu muncul satu pertanyaan yg mungkin muncul saat membuka laporan keuangan SKLT:

Kenapa di laporan tertulis β€œsaos”, bukan β€œsambal”?Β 
Apakah ini berarti story-nya berubah?

Jawabannya justru sebaliknya.Β 
Ceritanya malah menjadi lebih luas.

Begini, ternyata dlm dunia akuntansi makanan, sambal uleg, saos cabai, saos bangkok, saos serbaguna, semuanya masuk ke payung yg sama, yaitu saos & bumbu cair. Jadi ketika kita melihat segmen β€œsaos” di SKLT, itu bukan bertujuan untuk mengaburkan data, tapi pencatatan yg sesuai klasifikasi resminya. Jadi, sambal yg kita bahas di bagian pertama adalah inti emosionalnya, sementara saos adalah kerangka bisnisnya.

Nah, jika difokuskan pd produk khusus "saos", di sinilah saos SKLT dengan merek FINNA berperan. FINNA bukan sambal uleg tradisional, tapi lini saos yg dirancang utk fleksibel. Bisa utk mie, ayam, seafood, nasi goreng, sampai masakan rumahan yg butuh rasa instan tapi konsisten. Teksturnya beda, fungsinya beda, dan pasarnya pun lebih luas. FINNA hidup di dapur rumah tangga, di warung, di gerai makanan, bahkan di dapur skala besar.

Lalu kita masuk ke pertanyaan berikutnya, apakah saos SKLT hanya main di rak supermarket?

Jawabannya: tidak.

SKLT sudah lama bermain di wilayah yg lebih senyap tapi menentukan, yaitu B2B, khususnya HOREKA. Bagi yg paham, hotel, restoran, kafe, dan jaringan makanan sebetulnya adalah mesin volume. Marginnya memang tipis, tapi stabil. Dan utk memahami landscape bisnis saos B2B ini kita tidak bisa hanya mengandalkan laporan resmi di publik. Kita perlu investigasi langsung karena dipublik infonya terlalu minim, datanya bisa dikatakan sunyi senyap.Β 

Sebagai gambaran umumnya, di industri ini jg ada pemain seperti Akufood, perusahaan saos dan kecap yg sejak lama fokus memasok ke hotel dan restoran kelas menengah hingga atas. Pelanggan mereka bukan nama kecil, ada Shangri-La, Four Seasons, Grand Hyatt, KFC, Wendy’s, Yoshinoya, bahkan jaringan bioskop seperti 21 Cineplex. Ini contoh nyata bahwa saos di B2B bukan bisnis spekulatif, tapi bisnis kontrak, volume, dan kepercayaan.

Kenapa ini penting dibahas? Karena dr sini kita paham bahwa masuk ke HOREKA bukan hal sepele. Ada standar rasa, konsistensi, keamanan pangan, dan kemampuan supply chain. SKLT berada di ekosistem yg sama ini, meskipun dengan pendekatan yg sedikit berbeda.

Lalu kita sampai pada satu studi kasus yg menarik, relevan, dan nyata pada SKLT, yaitu Mie Gacoan.

Mie Gacoan menurut sy adalah sebuah fenomena di industri kuliner. Lahir dr Jawa Timur, tumbuh agresif lewat franchise, mengandalkan mie pedas, harga terjangkau, dan viralitas media sosial. Ribuan porsi per hari di satu kota bukan hal aneh bagi Gacoan. Per 2025 jumlah gerainya dilaporkan sudah lebih dari 130 di seluruh Indonesia. Namun, dari story tersebut ada satu detail kecil yg sering luput, yaitu Bangkok Sauce mereka ternyata diproduksi oleh PT Sekar Laut Tbk. Ya, SKLT.

Ini bukan asumsi, tapi fakta yg tercetak di kemasan. Silakan cek sendiri. 🫣

Artinya apa? Artinya SKLT tidak hanya menjual saos dengan mereknya sendiri, tapi jg berperan sebagai produsen di balik layar. Maklon. Contract manufacturing. Pemainnya yg tidak tampil di depan, tapi hadir di setiap piring.

Memang bagaimana kontribusinya terhadap penjualan segmen saos SKLT?Kalau kita hitung secara konservatif, sebenarnya kontribusi langsung saos dr Gacoan mungkin tidak spektakuler. Begini estimasi sy pribadi:

1. Jika per sachet saos dihargai Rp300 dari SKLT untuk Mie Gacoan dan per porsi Mie katakanlah mendapat 1 sachet.Β 

Kenapa hanya Rp300 per sachet? Di marketplace kita bisa menemukan saos serupa dengan harga Rp23.000-Rp25.000 per 50 sachet, maka per sachetnya sekitar Rp460-Rp500. Agar konservatif dan mempertimbangkan harga kontrak, maka kita pakai harga Rp300 per sachet saja.

Perlu diingat jg bahwa harga rata-rata Mie Gacoan adalah Rp10.000 saja. Cost harus betul-betul ditekan.

2. Berdasarkan Jurnal Manajemen Kreatif dan Inovasi Vol. 3, No. 1, tahun 2025 dikatakan bahwa rata-rata penjualan Mie Gacoan per gerai mencapai 200 porsi mie per hari. Gerai yang lebih ramai bahkan dpt menjual hingga 300 porsi atau lebih per hari.Β 

Oleh karena itu jika dikalkulasi, maka:

Penjualan saos per gerai / hari 200 porsi Γ— Rp300 = Rp60.000 per hariΒ 

Penjualan saos per gerai / bulanΒ  =Β  Rp60.000 Γ— 30 hari = Rp1.800.000 per bulan

Penjualan saos per gerai / tahunΒ  =Β  Rp1.800.000 Γ— 12 bulan = Rp21.600.000 per tahun

Ini adalah perkiraan kasar revenue contribution yg berasal dr item saos saja per gerai.

3. Jika gerai Mie Gacoan se-Indonesia berjumlah 130 gerai, maka total kontribusi tahunan saos Mie Gacoan utk SKLT adalah 130 Γ— Rp21.600.000 = Rp2.808.000.000

Angka Rp2,8 miliar per tahun dr saos Mie Gacoan terdengar kecil bila dibandingkan dgn total pendapatan saos SKLT di 2024 yg mencapai Rp670 miliar (segmen saos total). Artinya kontribusi langsung dr permintaan saos Mie Gacoan, dalam bentuk konsumsinya saat ini bisa dikatakan belum dominan di lini saos SKLT secara keseluruhan.

Namun perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama, perhitungan ini yg berdasar asumsi konservatif dgn konsumsi saos Rp300 per porsi. Padahal, jika Gacoan pakai saos curah/bulk dr SKLT utk semua menu (bukan hanya satu sachet) penggunaan dan harga per porsi bisa saja lebih tinggi.Β 

Selain itu, bisa jg mereka pakai bumbu atau saos campuran utk produksi mie di dapur. Lagipula Mie Gacoan sering terkenal dgn repeat visit, kemungkinan penggunaan bahan pendukung real bisa lebih tinggi dr asumsi sederhana di atas.Β 

Nah, jika anda hitung secara agresif dengan estimasi harga saos per sachet Rp400 dan penjualan per gerainya 300 porsi per hari, maka dari 130 gerai pertahun hanya mendatangkan pendapatan sebesar Rp5,6 miliar saja. 😭

Lalu bagaimana kita bisa menjelaskan besarnya pertumbuhan penjualan segmen saos?

Mungkin begini penjelasan yg bisa terpikirkan oleh sy. Jadi, jika kita berhenti di kontribusi langsung saos Mie Gacoan saja, kita bisa saja kehilangan gambaran besarnya. Menurut penilaian sy, value sebenarnya dr Mie Gacoan bukan di kontrak B2B-nya, tapi di efek rasa.

Mie Gacoan bukan hanya channel penjualan, tapi mesin iklan paling murah dan paling jujur. Orang makan, lidah suka, otak mencatat rasa, lalu muncul keinginan utk replikasi di rumah. Ini persis yg terjadi pd saos bangkok gacoan. konsumen tidak peduli siapa produsennya di awal. Mereka hanya tahu rasanya β€œini beda”.Β 

Begitu tahu produsennya PT Sekar Laut Tbk. lewat label yg tertera di kemasan, atau postingan di medsos, efeknya pindah ke rak marketplace. Ini bukan asumsi belaka, karena jejaknya terlihat jelas di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dgn seller yg eksplisit menjual β€œsaos Bangkok Finna Mirip Gacoan”.Β 

Di sinilah HOREKA berubah fungsi. Bukan hanya channel penjualan, tapi mesin trial. Tempat konsumen mencicipi rasa sebelum membeli versi rumahannya. Media sosial mempercepat proses ini, marketplace menyelesaikannya. Inilah mengapa penjualan saos ritel dan online bisa tumbuh tanpa harus ada kontrak HOREKA jumbo yg diumumkan ke publik.

Kalau kita bandingkan dgn pemain seperti Akufood yg fokus kontrak besar hotel dan restoran internasional, posisi SKLT memang berbeda. SKLT tidak mengejar eksklusivitas framework agreement skala global. SKLT bermain di ceruk yg lebih cair, yaitu HOREKA lokal, franchise populer, lalu dikonversi ke ritel nasional dan digital.

Bagi sy itu adalah strategi yg sesuai dgn DNA SKLT sebagai perusahaan consumer goods yg mengerti lidah pasar. Dan di laporan keuangan, kita melihat hasilnya. segmen saos bertumbuh konsisten. bukan karena satu klien raksasa, tapi karena kombinasi beberapa faktor sekaligus. Produk yg adaptif, exposure rasa lewat HOREKA, dan distribusi ritel yg luas. pertumbuhan yg tidak bergantung pd satu story besar, tapi pada banyak cerita kecil yg berulang.

Sebagai penutup bagian kedua ini, sy ingin menyampaikan kembali bahwa SKLT tidak memaksakan brand lewat iklan mahal, tapi lewat penetrasi rasa. Seperti di artikel pertama bahwa sambal uleg mereka kuat di sidoarjo dulu, lalu masuk ke wilayah pariwisata, HOREKA, repeat consumption, baru kemudian menyebar ke daerah lain. Saos Gacoan hanyalah versi modern dr pola lama ini, dgn skala viral yg lebih besar karena dibantu algoritma medsos.Β 

Jadi, segmen saos SKLT bukan sekadar turunan sambal. Ia adalah jembatan antara dapur profesional dan dapur rumah. Antara pengalaman makan di luar dan konsumsi harian. Antara B2B yg sunyi dan B2C yg ramai. Dan ini baru satu segmen dr keseluruhan bisnis SKLT. Karena setelah sambal dan saos, masih ada produk yg sering diremehkan, tapi justru paling stabil, paling defensif, dan paling Indonesia, yaitu kerupuk.

Disclaimer: Catatan ini adalah refleksi pengetahuan penulis tentang dunia persaosan di Indonesia. Dan catatan ini jg bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Segala kerugian sebagai akibat penggunaan informasi pada tulisan ini bukan menjadi tanggung jawab penulis. Do your own research.Β 


Random Tag:
$ADES
$FAST

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT kerenn, jualannya sampe mancanegara

$SKLT #1 - Tentang Sambal Uleg

Sambal dlm konteks Indonesia bukan sekadar pelengkap rasa. Sebgaimana teman-teman @stockbit ketahui, sambal adalah elemen yg sangat struktural dlm pola makan sehari-hari. Dari meja makan rumah tangga sampai warung kecil, dari hajatan sampai restoran, sambal selalu hadir sbg penentu selera. Ini membuat sambal berbeda dgn produk makanan lain yg sifatnya opsional. Selama orang Indonesia makan nasi, sambal akan terus dicari.

Keunikan sambal Indonesia terletak pd keragamannya. Tidak ada satu definisi tunggal tentang sambal. Ada sambal mentah, sambal matang, sambal basah, sambal berminyak, dgn komposisi cabai, bawang, terasi, tomat, atau kombinasi lain. Setiap daerah punya preferensi sendiri, bukan hanya soal tingkat pedas, tapi jg tekstur dan aroma. Ini membentuk pasar yg sangat terfragmentasi, namun dalam.

Secara historis, sambal dibuat di rumah. Diulek manual, disesuaikan dgn selera keluarga. Proses ini menciptakan kedekatan emosional antara sambal dan konsumennya. Sambal bukan sekadar rasa, tapi kebiasaan. Tantangannya muncul ketika gaya hidup berubah. Urbanisasi, ritme kerja, dan keterbatasan waktu mendorong kebutuhan akan sambal yg praktis.

Nah, pada titik inilah sambal kemasan mulai masuk.

Namun ternyata, tidak semua sambal kemasan dapat diterima pasar. Banyak produk yg gagal karena terlalu menyerupai saus cabai, encer, seragam, dan kehilangan karakter sambal rumahan. Konsumen Indonesia cukup sensitif terhadap ini. Mereka bisa menerima produk praktis, tapi tidak mau kehilangan rasa β€œdiulek”.

Uleg dlm konteks ini bukan hanya metode, tapi simbol. Ulegan menghasilkan tekstur kasar, minyak keluar alami, aroma bawang dan cabai lebih hidup. Sambal uleg terasa lebih dekat dgn sambal dapur, meski dibuat secara industri. Di sinilah diferensiasi penting muncul antara sambal dan saus.

Produk sambal uleg SKLT hadir tepat di segmen ini. Ia bukan saus cabai botolan yg ditujukan utk semua selera, tapi sambal matang siap saji dgn pendekatan rasa rumahan. Secara jenis, ini tentu sangat berbeda. Sambal uleg tidak bersaing langsung dgn saus, tapi dgn kebiasaan memasak sambal sendiri.

Menariknya, sambal uleg bukan produk yg impulsif. Ia bukan dibeli utk dicoba sekali lalu selesai. Sambal dikonsumsi berulang, malah sering kali setiap hari. Tentunya ini menciptakan pola permintaan yg stabil. Selama kualitas konsisten, konsumen cenderung setia. Dan soal sambal, kesetiaan ini bukan muncul karena besarnya suatu brand, tapi hanya karena kecocokan di lidah.

Karakter repeat consumption ini membuat sambal sangat cocok masuk ke segmen HOREKA. Warung makan, rumah makan, katering, dan usaha kuliner kecil membutuhkan sambal dgn rasa yg konsisten tanpa repot produksi harian. Sambal uleg siap pakai menghemat waktu, biaya, dan tenaga, tanpa mengorbankan rasa.

Di sinilah pola distribusi mulai terlihat. Wilayah dgn aktivitas kuliner tinggi dan pariwisata cenderung menyerap sambal uleg lebih cepat. Bukan karena wisatawan datang ke sana untuk membeli sambal kemasan, tapi karena pelaku usaha kuliner membutuhkannya. Konsumen datang silih berganti, tapi sambal tetap harus tersedia. Sekali lagi, dengan cepat, dan konsisten. Itu kata kuncinya.

Data penjualan SKLT dr 2021–2024 menunjukkan pola ini. Jawa Timur, khususnya Sidoarjo dan sekitarnya, menjadi rumah utama. Ini masuk akal. Budaya konsumsi sambal tinggi, jarak distribusi pendek, kontrol kualitas lebih mudah. Kuat di rumah sendiri memberi fondasi volume dan cashflow.

Dari basis ini, penetrasi bergerak ke wilayah dgn karakter konsumsi kuat. Bali, Yogyakarta, kota kuliner lain, menunjukkan peran sbg pasar penyangga. Bukan sekadar ritel, tapi penggunaan sambal dlm skala usaha. Ini menjelaskan kenapa wilayah pariwisata sering muncul dlm laporan, meski populasinya tidak sebesar kota besar lain.

Wilayah lain jg mulai disentuh, meski porsinya belum dominan. Ini bukan tanda kelemahan, tapi pilihan strategi. Distribusi sambal tidak ringan. Biaya logistik, daya tahan produk, dan jaringan distributor menjadi faktor pembatas. Ekspansi yg terlalu cepat justru berisiko menekan margin dan modal kerja.

Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur masih menyimpan ruang pertumbuhan. Namun pasar ini berbeda. Di luar Jawa, sambal lokal sangat kuat. Di sana terdapat banyak produsen kecil dgn rasa yg spesifik daerah dan harganya jg sangat kompetitif. Jadi, di luar Jawa persaingannya bukan hanya dgn brand nasional, tapi dgn sambal buatan setempat.

Ini membuat pendekatan distribusi menjadi sangat krusial. Masuk lewat ritel modern saja seringkali tidak cukup. Nah, dari penilaian sy pribadi, jalur HOREKA dan grosir lokal menjadi kunci. SKLT sejauh ini terlihat memilih jalur yg lebih organik, membangun kehadiran pelan-pelan, bukan memaksakan nasionalisasi produk. Anda bahkan mungkin tidak akan melihat iklannya di TV.

Dari sudut pandang bisnis, sambal uleg adalah permainan volume. Margin per unit tidak spektakuler, tapi perputaran tinggi. Selama jaringan distribusi terjaga dan kualitas stabil, cashflow operasional cenderung bisa diprediksi. Ini tipe bisnis yg jarang menarik perhatian, tapi jarang jg mati mendadak.

Karakter ini sejalan dgn filosofi boring but durable-nya Buffet. Produk sederhana, kebutuhan berulang, dan tidak tergantung tren. Sambal tidak mengikuti musim. Ia mengikuti kebiasaan makan. Selama kebiasaan itu bertahan, bisnisnya ikut bertahan. Kalau dlm portfolio Buffet ini mungkin seperti KO dan KHC.

Dalam konteks SKLT, sambal uleg berfungsi sbg fondasi. Ia membangun volume, jaringan, dan hubungan dgn pelanggan usaha. Dari sini, lini produk lain bisa ikut bergerak. Tapi tanpa fondasi sambal yg kuat, ekspansi lain akan rapuh. Perlu diakui produk sambal memang bukan produk keluaran yg pertama, namun dalam perkembangannya, sambal menjadi andalan.

Risiko tetap ada. Persaingan harga, biaya distribusi, dan potensi tiruan selalu mengintai. Namun risiko ini bersifat operasional, bukan struktural. Selama manajemen disiplin, risiko bisa dikelola, bukan dihindari.

Jika dilihat secara keseluruhan, sambal uleg SKLT ternyata bukan memberikan growth story yg fantastis, tapi lebih kepada process story yg berkelanjutan. Pelan, berulang, dan bertumpu pada kebiasaan makan. Bagi investor yg mencari sensasi, ini mungkin membosankan. Tapi bagi nyubi seperti sy yg mencari keberlanjutan, justru di situlah nilainya.

Bagian ini sengaja berhenti di sambal. Karena memahami sambal berarti memahami jantung bisnis SKLT. Setelah fondasi ini jelas, baru masuk akal membahas lini produk lain seperti kerupuk, yg akan sy bahas di bagian berikutnya.

Disclaimer: Catatan ini adalah refleksi pengetahuan penulis tentang dunia persambalan di Indonesia. Dan catatan ini jg bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Segala kerugian sebagai akibat penggunaan informasi pada tulisan ini bukan menjadi tanggung jawab penulis. Do your own research.

Random Tag:
$MYOR
$SKBM

Read more...

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT disaat mau jualan saham treasury pasti diangkat setinggi tingginya. Minimal samain aja target harga SKLT = $SKBM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT kok gak terbang seperti saudaramu $SKBM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

sini tak bantu haka bang $SKLT$SUPA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT bid tipis laporan keuangan bagus, colek $RLCO$SUPA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$INDX Asik bandar udah mulai akum lagi

$SKLT $OASA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT ini saham terlalu banyak pencopet nya, kalau ritel saja yang disini bakalan jalan di tempat harga sahamnya, kecuali mau dilirik sama investor besar

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT πŸ€— 270

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sekar Laut Tbk - SKLT
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

Sumber Data: https://cutt.ly/RtpMSXDM

$SKLT

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT tipis tipis

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT🀦 🫣🀣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT

Berikut update pergerakan saham $SKLT

KONDISI HARGA TERKINI

Harga terakhir: 240

Turun –3.23%, koreksi setelah naik kuat sebelumnya

Candle merah memantul turun dari area resisten 245–260

ANALISIS TEKNIKAL

1. Trend Masih Bullish

Harga masih berada di atas EMA 9 & MA 50 β†’ struktur masih uptrend.

MA50 terus naik β†’ momentum jangka menengah masih aman.

2. Bollinger Bands

Harga sebelumnya menyentuh/menembus upper band, lalu terkoreksi β†’ normal pullback.

Lower band cukup jauh β†’ ruang koreksi masih ada sampai 218–206.

3. RSI 57.5

RSI masih bullish

Tidak overbought

Ini koreksi sehat selama tidak turun di bawah RSI 45.

4. Bandar Volume

Terlihat red candle besar, artinya ada distribusi kecil

Tetapi masih dalam batas wajar pullback.

5. Accumulation / Distribution

Line stabil, tidak turun β†’ tidak ada distribusi besar, bandar masih tahan.

6. Foreign Flow

Asing masih net buy (545M)

Ini mendukung uptrend berlanjut.

*LEVEL-LEVEL PENTING*

- Support

233 (EMA 9 area)

218 (support kuat / MA50)

206 (support utama struktur)

- Resistance

245–250 (resisten minor)

260 (resisten kuat)

280 (target lanjutan bila breakout 260)

πŸ“ˆ POTENSI PERGERAKAN

Skenario Bullish – Paling Mungkin

Harga koreksi dari 260 β†’ turun ke 233–240 β†’ mantul

Jika break 245 β†’ lanjut uji 260

Skenario Bearish – Jika jebol support

Jika harga jatuh di bawah 233, SKLT berpotensi turun ke:

218

206

( KESIMPULAN )

SKLT masih uptrend, koreksi hari ini masih wajar:

Asing masih net buy

MA50 naik

RSI sehat

Struktur masih bullish

Selama tidak jebol 233, tren masih aman dan peluang melanjutkan naik tetap besar.

Read more...

$SKLT bisa yuk 600......

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Produk $SKLT enak juga!

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT besok lanjut ijo, $SKBM nunggu antrian berikutnya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

pantauan sesi 2

$KIOS
$SKLT
$JARR

*dyor

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT test

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKBM katanya satu group sama $SKLT. kompakin dong ijonya.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT laporan keuangan bagus kan ini kenapa gk jalan"β˜•

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SKLT ini kenapa gamau match ya?
$IHSG lagi eror kah?





$IGAR

2013-2026 Stockbit Β·AboutΒ·ContactHelpΒ·House RulesΒ·TermsΒ·Privacy