


Volume
Avg volume
PT Sekar Bumi Tbk. atau SKBM saat ini memiliki 2 divisi usaha, yaitu Hasil Laut Beku Nilai Tambah dan Makanan Olahan Beku. Hasil Laut Beku Nilai Tambah meliputi berbagai jenis produk, seperti udang, ikan, cumi-cumi, dan banyak lainnya. Makanan Olahan Beku meliputi berbagai macam produk dim sum, udang berlapis tepung roti, bakso seafood, sosis, dan banyak lainnya. Selain itu, melalui ketiga anak perusahaannya, Sekar Bumi juga memproduksi pakan ikan, pakan udang, mete dan produk kacang lainnya. Brand Perseroan diantaranya FINNA, SKB, Bumifood dan Mitraku. Perseroan aktif melakukan ekspor dalam memasarkan produknya.
SAHAM : $PURI
HARGA SAAT INI : 250
1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways – fase base (bawah)
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga bergerak di area bawah konsolidasi, peluang rebound teknikal selama support kunci bertahan
2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 240 – 245
- Support Kunci : 230
- Resistance 1 : 265
- Resistance 2 : 285 – 300
3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume mulai muncul di area bawah → indikasi akumulasi spekulatif
- Tekanan jual melemah mendekati support
- Selama harga di atas 230 → masih dijaga
4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 250
- Stop Loss : 230 (±8,0%)
- Target Swing : 295 (±18,0%)
- Risk : Reward : 1 : 2,2 → LAYAK
5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten properti skala kecil–menengah
- Sensitif terhadap progres proyek dan sentimen sektor properti
- Cocok untuk swing spekulatif hingga mid-term dengan disiplin stop loss
📌 KESIMPULAN SWING TRADER
PURI menarik untuk swing spekulatif selama bertahan di atas support kunci 230.
Peluang kenaikan ke area 265–295 masih terbuka dengan risiko terukur.
Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.
Ketik Nama Saham,Contohnya $SPMA $SKBM
🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
📡 SUBJECT: $ITMA
📅 TIMESTAMP: 30 Desember 2025, 01:10 WIB
📊 LAST PRICE: Rp1.705 | 🚦 SYSTEM TREND: Bullish
⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):
✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp1.520 – Rp1.621
Analisa Sistem: Support MA Cross 9/26 berada di zona Rp1.520-1.621 dengan struktur higher low yang solid sejak November. Bandar Value positif +464.86B mengindikasikan akumulasi institutional masif dengan volume spike 55.07M. Entry ideal menunggu pullback ke zona MA 26 (Rp1.621) untuk optimal risk/reward ratio. RSI 52.6 netral memberikan ruang untuk continuation bullish tanpa risiko overbought immediate.
🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp1.705 – Rp1.762
Analisa Sistem: Entry immediate di current price Rp1.705 dengan spekulasi continuation rally energy sector rerating. Chart menunjukkan breakout dari resistance Rp1.700 dengan frequency 2.5K participation. Entry agresif cocok untuk momentum trading menuju resistance zone Rp1.800-2.000, didukung katalis operasional PLTD 20 MW Lombok dan PLTMG 3 MW yang sudah commercial operation.
🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:
🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp1.900 (Resistance Minor / Psychological Level)
Perhitungan: ((1900 - 1621) / 1621) × 100 = +17.21%
TP2: Rp2.130 (Resistance Major / ARA Level)
Perhitungan: ((2130 - 1621) / 1621) × 100 = +31.40%
🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp1.420 (Support Structure / Low Swing)
Perhitungan: ((1420 - 1621) / 1621) × 100 = -12.40%
Risk/Reward Ratio: 1:1.39 (TP1) hingga 1:2.53 (TP2)
📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:
Katalis Sektor Energi
Harga Minyak Brent Stabil (USD 61/barel): Minyak Brent crude berada di level USD 61,11/barel pada 28 Desember 2025, naik +0.78% namun masih turun -17,41% YoY. Harga tertahan di support psikologis USD 60-62 dengan risiko penembusan ke USD 58-59 jika stok EIA naik dan The Fed hold rate. Untuk ITMA yang fokus power generation (bukan upstream oil), harga minyak moderat ini netral karena membuat biaya bahan bakar PLTD/PLTMG stabil tanpa pressure margin signifikan.
Program Waste to Energy (WtE) Nasional: Pemerintah bersama Danantara sedang mempersiapkan proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) dengan 33 titik lokasi dan investasi Rp2-3 triliun per titik. ITMA telah menyatakan ketertarikan masuk bisnis WtE dan EBT (energi baru terbarukan) termasuk mini hydro, menjadikan proyek nasional ini sebagai katalis ekspansi strategis jangka panjang.
Katalis Korporasi ITMA
Proyek Operasional Baru (Multiple Revenue Streams): ITMA merampungkan pembangunan PLTD 20 MW di Lombok, NTB yang telah beroperasi penuh sejak Agustus 2025. Perseroan juga mengoperasikan PLTMG 3 MW di PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) dengan kontrak sewa 5 tahun sejak 30 September 2025. ITMA tengah membangun Mini LNG Plant 2,5 MMSCFD di Jawa Timur dengan progress 60% dan target commissioning Maret 2026. Proyek-proyek ini memberikan recurring revenue stabil dan diversifikasi portofolio dari trading/jasa kontraktor ke power generation.
Ekspansi ke EBT dan WtE: ITMA secara agresif membidik peluang di energi baru terbarukan (mini hydro, renewable energy) dan pengelolaan sampah Waste to Energy. Positioning ini sejalan dengan transisi energi nasional dan target pemerintah mengurangi ketergantungan fosil, memberikan ITMA akses ke pasar growing dengan valuasi premium.
Kinerja Keuangan Q3/2025 (Top Line Impresif, Bottom Line Tertekan): ITMA membukukan pendapatan USD 15,6 juta pada 9M25, melesat +500% YoY dari USD 2,6 juta. Pendapatan Q3 standalone USD 8,4 juta naik fantastis +30,3% QoQ. Namun, laba bersih 9M25 turun -34,2% YoY menjadi USD 802 ribu akibat lonjakan beban pokok pendapatan +2.814% YoY menjadi USD 732 ribu dan beban bank melejit dari USD 408 menjadi USD 1.016. Gross profit margin tertekan signifikan meski absolute gross profit naik +37,7% YoY. Kinerja menunjukkan phase ekspansi agresif dengan beban tinggi yang perlu monitoring sustainability margin.
No Dividen 2024 (Full Reinvestment): RUPST Juni 2025 memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024. Laba bersih USD 1,86 juta dialokasikan untuk dana cadangan USD 10 ribu dan sisanya USD 1,85 juta untuk ekspansi usaha serta penguatan struktur permodalan. Kebijakan ini mencerminkan prioritas growth over yield, cocok untuk investor growth-oriented.
Struktur Kepemilikan (BIPI 29,7%): PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) adalah induk usaha ITMA dengan kepemilikan 41,9% per laporan 2025, namun data historis menunjukkan BIPI pernah melepas kepemilikan menjadi 29,7% pada 2022. BIPI mengakuisisi ITMA pada 2018 senilai Rp3.465/saham (premium 5x dari harga pasar saat itu) untuk menguasai aset PT Mitratama Perkasa yang dimiliki ITMA 30%.
Profil Bisnis: ITMA adalah perusahaan kontraktor pertambangan dan energi dengan bisnis perdagangan, ekspor impor, konstruksi pembangkit listrik, O&M (operation & maintenance), dan konsultasi migas/geotermal. Pendapatan utama berasal dari entitas asosiasi PT Mitratama Perkasa (30%) dan ekspansi ke power generation dengan portofolio PLTD, PLTMG, dan LNG plant.
🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:
📈 MOMENTUM CHECK: POSITIVE
Reasoning: Sektor energi mengalami rerating dengan katalis ekspansi agresif ITMA ke power generation. Pendapatan 9M25 melesat +500% YoY mencerminkan traksi bisnis kuat dari operasional PLTD 20 MW, PLTMG 3 MW, dan pipeline Mini LNG plant (COD Maret 2026). Chart menunjukkan bullish momentum dengan Bandar Value +464.86B institutional buying dan volume spike 55.07M. Meski laba turun -34.2% YoY akibat beban tinggi fase ekspansi, katalisis jangka panjang dari program WtE nasional dan transisi EBT sangat promising. RSI 52.6 netral, masih ada headroom untuk continuation.
🚀 PRIMARY SIGNAL: SWING
✅ RECOMMENDED FOR: Swing Trader / Growth Investor (high risk tolerance)
⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 72%
⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
RANDOM TAG
$ENAK$SKBM
$BAPA
⚡ SCALPING PLAN
🟢 Entry
Buy on pullback: 92 – 94 (Menunggu harga menguji area support psikologis di level 90).
Buy breakout (agresif): > 98 (Valid jika volume naik signifikan dan mampu menembus resisten minor hari ini).
🎯 Take Profit
TP 1: 100 → jual 30–40% (Resisten psikologis angka bulat).
TP 2: 105 → jual 30–40%.
TP 3: 110 – 115 → jual sisa (Jika momentum menguji kembali puncak jarum bulan Desember).
🔴 Stop Loss
SL pullback: 90.
SL breakout: 95.
Daily close < 90 → CUT LOSS tanpa ragu (Jika harga mematahkan struktur uptrend jangka menengahnya).
⚠️ Catatan Cepat
Karakter Saham: Sangat volatile dengan sering munculnya ekor panjang di atas (upper shadow); jangan masuk dengan porsi penuh sekaligus.
Indikator MACD: Saat ini menunjukkan pelemahan momentum dengan histogram negatif yang mulai muncul, waspadai fase konsolidasi atau koreksi lebih lanjut.
Strategi: Jika harga gagal menembus level 100 dan volume melemah, segera amankan keuntungan (hit and run).
Disiplin: Jangan melakukan average down jika harga tembus ke bawah level 90.
Jangan Lupa Follow!
Random Tag :
$IHSG $SKBM
$SKLT #1 - Tentang Sambal Uleg
Sambal dlm konteks Indonesia bukan sekadar pelengkap rasa. Sebgaimana teman-teman @stockbit ketahui, sambal adalah elemen yg sangat struktural dlm pola makan sehari-hari. Dari meja makan rumah tangga sampai warung kecil, dari hajatan sampai restoran, sambal selalu hadir sbg penentu selera. Ini membuat sambal berbeda dgn produk makanan lain yg sifatnya opsional. Selama orang Indonesia makan nasi, sambal akan terus dicari.
Keunikan sambal Indonesia terletak pd keragamannya. Tidak ada satu definisi tunggal tentang sambal. Ada sambal mentah, sambal matang, sambal basah, sambal berminyak, dgn komposisi cabai, bawang, terasi, tomat, atau kombinasi lain. Setiap daerah punya preferensi sendiri, bukan hanya soal tingkat pedas, tapi jg tekstur dan aroma. Ini membentuk pasar yg sangat terfragmentasi, namun dalam.
Secara historis, sambal dibuat di rumah. Diulek manual, disesuaikan dgn selera keluarga. Proses ini menciptakan kedekatan emosional antara sambal dan konsumennya. Sambal bukan sekadar rasa, tapi kebiasaan. Tantangannya muncul ketika gaya hidup berubah. Urbanisasi, ritme kerja, dan keterbatasan waktu mendorong kebutuhan akan sambal yg praktis.
Nah, pada titik inilah sambal kemasan mulai masuk.
Namun ternyata, tidak semua sambal kemasan dapat diterima pasar. Banyak produk yg gagal karena terlalu menyerupai saus cabai, encer, seragam, dan kehilangan karakter sambal rumahan. Konsumen Indonesia cukup sensitif terhadap ini. Mereka bisa menerima produk praktis, tapi tidak mau kehilangan rasa “diulek”.
Uleg dlm konteks ini bukan hanya metode, tapi simbol. Ulegan menghasilkan tekstur kasar, minyak keluar alami, aroma bawang dan cabai lebih hidup. Sambal uleg terasa lebih dekat dgn sambal dapur, meski dibuat secara industri. Di sinilah diferensiasi penting muncul antara sambal dan saus.
Produk sambal uleg SKLT hadir tepat di segmen ini. Ia bukan saus cabai botolan yg ditujukan utk semua selera, tapi sambal matang siap saji dgn pendekatan rasa rumahan. Secara jenis, ini tentu sangat berbeda. Sambal uleg tidak bersaing langsung dgn saus, tapi dgn kebiasaan memasak sambal sendiri.
Menariknya, sambal uleg bukan produk yg impulsif. Ia bukan dibeli utk dicoba sekali lalu selesai. Sambal dikonsumsi berulang, malah sering kali setiap hari. Tentunya ini menciptakan pola permintaan yg stabil. Selama kualitas konsisten, konsumen cenderung setia. Dan soal sambal, kesetiaan ini bukan muncul karena besarnya suatu brand, tapi hanya karena kecocokan di lidah.
Karakter repeat consumption ini membuat sambal sangat cocok masuk ke segmen HOREKA. Warung makan, rumah makan, katering, dan usaha kuliner kecil membutuhkan sambal dgn rasa yg konsisten tanpa repot produksi harian. Sambal uleg siap pakai menghemat waktu, biaya, dan tenaga, tanpa mengorbankan rasa.
Di sinilah pola distribusi mulai terlihat. Wilayah dgn aktivitas kuliner tinggi dan pariwisata cenderung menyerap sambal uleg lebih cepat. Bukan karena wisatawan datang ke sana untuk membeli sambal kemasan, tapi karena pelaku usaha kuliner membutuhkannya. Konsumen datang silih berganti, tapi sambal tetap harus tersedia. Sekali lagi, dengan cepat, dan konsisten. Itu kata kuncinya.
Data penjualan SKLT dr 2021–2024 menunjukkan pola ini. Jawa Timur, khususnya Sidoarjo dan sekitarnya, menjadi rumah utama. Ini masuk akal. Budaya konsumsi sambal tinggi, jarak distribusi pendek, kontrol kualitas lebih mudah. Kuat di rumah sendiri memberi fondasi volume dan cashflow.
Dari basis ini, penetrasi bergerak ke wilayah dgn karakter konsumsi kuat. Bali, Yogyakarta, kota kuliner lain, menunjukkan peran sbg pasar penyangga. Bukan sekadar ritel, tapi penggunaan sambal dlm skala usaha. Ini menjelaskan kenapa wilayah pariwisata sering muncul dlm laporan, meski populasinya tidak sebesar kota besar lain.
Wilayah lain jg mulai disentuh, meski porsinya belum dominan. Ini bukan tanda kelemahan, tapi pilihan strategi. Distribusi sambal tidak ringan. Biaya logistik, daya tahan produk, dan jaringan distributor menjadi faktor pembatas. Ekspansi yg terlalu cepat justru berisiko menekan margin dan modal kerja.
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur masih menyimpan ruang pertumbuhan. Namun pasar ini berbeda. Di luar Jawa, sambal lokal sangat kuat. Di sana terdapat banyak produsen kecil dgn rasa yg spesifik daerah dan harganya jg sangat kompetitif. Jadi, di luar Jawa persaingannya bukan hanya dgn brand nasional, tapi dgn sambal buatan setempat.
Ini membuat pendekatan distribusi menjadi sangat krusial. Masuk lewat ritel modern saja seringkali tidak cukup. Nah, dari penilaian sy pribadi, jalur HOREKA dan grosir lokal menjadi kunci. SKLT sejauh ini terlihat memilih jalur yg lebih organik, membangun kehadiran pelan-pelan, bukan memaksakan nasionalisasi produk. Anda bahkan mungkin tidak akan melihat iklannya di TV.
Dari sudut pandang bisnis, sambal uleg adalah permainan volume. Margin per unit tidak spektakuler, tapi perputaran tinggi. Selama jaringan distribusi terjaga dan kualitas stabil, cashflow operasional cenderung bisa diprediksi. Ini tipe bisnis yg jarang menarik perhatian, tapi jarang jg mati mendadak.
Karakter ini sejalan dgn filosofi boring but durable-nya Buffet. Produk sederhana, kebutuhan berulang, dan tidak tergantung tren. Sambal tidak mengikuti musim. Ia mengikuti kebiasaan makan. Selama kebiasaan itu bertahan, bisnisnya ikut bertahan. Kalau dlm portfolio Buffet ini mungkin seperti KO dan KHC.
Dalam konteks SKLT, sambal uleg berfungsi sbg fondasi. Ia membangun volume, jaringan, dan hubungan dgn pelanggan usaha. Dari sini, lini produk lain bisa ikut bergerak. Tapi tanpa fondasi sambal yg kuat, ekspansi lain akan rapuh. Perlu diakui produk sambal memang bukan produk keluaran yg pertama, namun dalam perkembangannya, sambal menjadi andalan.
Risiko tetap ada. Persaingan harga, biaya distribusi, dan potensi tiruan selalu mengintai. Namun risiko ini bersifat operasional, bukan struktural. Selama manajemen disiplin, risiko bisa dikelola, bukan dihindari.
Jika dilihat secara keseluruhan, sambal uleg SKLT ternyata bukan memberikan growth story yg fantastis, tapi lebih kepada process story yg berkelanjutan. Pelan, berulang, dan bertumpu pada kebiasaan makan. Bagi investor yg mencari sensasi, ini mungkin membosankan. Tapi bagi nyubi seperti sy yg mencari keberlanjutan, justru di situlah nilainya.
Bagian ini sengaja berhenti di sambal. Karena memahami sambal berarti memahami jantung bisnis SKLT. Setelah fondasi ini jelas, baru masuk akal membahas lini produk lain seperti kerupuk, yg akan sy bahas di bagian berikutnya.
Disclaimer: Catatan ini adalah refleksi pengetahuan penulis tentang dunia persambalan di Indonesia. Dan catatan ini jg bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Segala kerugian sebagai akibat penggunaan informasi pada tulisan ini bukan menjadi tanggung jawab penulis. Do your own research.
Random Tag:
$MYOR
$SKBM
1/4




$SKBM
ada kekhawatiran yg tetap di simpan
Ada harapan yg ingin di suara kan
Tapi kenyataan lah yg akan menjawab
Dan akhir dari mimpilah yg akan membangun kan
🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
📡 SUBJECT: $PTMP
📅 TIMESTAMP: 24 Desember 2025, 00:13:17 UTC+7
📊 LAST PRICE: Rp81 | 🚦 SYSTEM TREND: Bearish (Downtrend Consolidation)
⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS)
✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: Rp75 – Rp78
Analisa Sistem: Support krusial di area Rp75-77 yang merupakan zona demand sebelumnya dengan price action mencoba mencari bottom. Entry konservatif menunggu konfirmasi reversal dengan volume >8M lot dan candle bullish hammer/morning star di timeframe 1D. Broker Action menunjukkan Top 1 Small Accumulation +9.7% (+3,623 lot), namun Top 3/Top 5/Average masih Neutral, indikasi akumulasi belum solid. Net Volume +37,227 lot dengan Net Value Rp0.3B menunjukkan ada buying interest minor di level rendah.
🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: Rp80 – Rp84
Analisa Sistem: Entry agresif di current price Rp81-84 hanya valid jika breakout resistance Rp85-86 dengan volume konfirmasi >10M lot. High risk entry karena struktur masih downtrend dengan MA death cross aktif dan Stoch RSI di 0.0 (deeply oversold). Entry harus menunggu konfirmasi Frequency hijau dominan dan Bandar Volume berubah positif dari current -1.85K.
🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT
🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: Rp90 (Resistance Minor - level psikologis dan area MA 10)
TP2: Rp100 (Resistance Major - angka psikologis bulat dan area konsolidasi sebelumnya)
🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: Rp70 (Support Structure krusial dan all-time low risk zone)
📊 RISK-REWARD CALCULATION
(Berdasarkan Entry Ideal Rp76.5)
🟢 TP1 Gain: +17.65% ((Rp90-Rp76.5)/Rp76.5*100)
🟢 TP2 Gain: +30.72% ((Rp100-Rp76.5)/Rp76.5*100)
🔴 SL Risk: -8.50% ((Rp70-Rp76.5)/Rp76.5*100)
(Berdasarkan Entry Agresif Rp82)
🟢 TP1 Gain: +9.76% ((Rp90-Rp82)/Rp82*100)
🟢 TP2 Gain: +21.95% ((Rp100-Rp82)/Rp82*100)
🔴 SL Risk: -14.63% ((Rp70-Rp82)/Rp82*100)
📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA
📢 Katalis Utama (Korporasi):
PTMP menargetkan pendapatan tumbuh 20-30% di 2025 menjadi Rp231-250 miliar, didorong penguatan jaringan distribusi dan diversifikasi produk. FY 2024 mencatat penjualan Rp192.3 miliar (+25.69% YoY) dengan laba neto Rp13.9 miliar. Perseroan fokus pada rental business model untuk recurring income dari mesin coding, marking, labeling untuk industri FMCG. Katalis negatif: PTMP berencana melepas entitas anak PT Master Print Tbk (PTMR) melalui negosiasi pengambilalihan per 24 Juni 2025, yang dapat mengurangi aset dan revenue konsolidasi. Saham mengalami UMA (Unusual Market Activity) pada Juli 2024 dan Juli 2025, indikasi volatilitas tinggi dan spekulasi pasar. Dividen yield 1.49% dengan payout ratio 41.79% di tahun sebelumnya.
🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic):
PTMP bergerak di sektor Consumer/Industrial Packaging, melayani industri susu, makanan-minuman, farmasi dengan mesin pengemasan. Inflasi Jakarta Desember 2025 diprediksi terkendali di 2.5%±1% (November 2.67% YoY). Harga Konsumen Inti Indonesia naik ke 107.65 poin (November 2025) dari 107.47 (Oktober). IKK optimis 124, IPR +5.9% YoY menunjukkan aktivitas konsumsi meningkat. BI Rate dipertahankan 4.75% untuk stabilitas rupiah. Rupiah melemah ke Rp16,765/USD (24 Des) dari Rp16,685 (16 Des). Foreign net sell mereda dari Rp44T (Juli) ke Rp26T (12 Des 2025). Nataru 2025 mendorong mobilitas +4.85% dan transaksi HARBOLNAS Rp35T.
⚠️ Risk Factor:
Kinerja Q3-2025 stagnan, pertumbuhan laba bottom line lambat
Rencana pelepasan entitas anak PTMR dapat mengurangi revenue konsolidasi
UMA berulang (Juli 2024 & 2025) indikasi volatilitas tinggi dan spekulasi
Valuasi P/E 21.4x cukup tinggi untuk growth yang stagnan
Top 5 Broker -1.2% Neutral (lemah), Average +3.2% Neutral
Net Foreign -151.86M menunjukkan asing agresif net sell
Bandar Volume negatif -1.85K, tekanan distribusi masih ada
Kapitalisasi kecil Rp147.9M, likuiditas terbatas
Rupiah melemah meningkatkan cost import equipment
Saham turun -4.30% minggu lalu, -7.29% bulanan
🌡 Community Heatmap:
StockBot mendeteksi aktivitas forum: Sepi-Moderat (Post-Hype Cooling) - Volume 22.12M lot menurun signifikan dari puncak. Market maker menahan harga di Rp80-81 untuk mark-up tertahan, mencoba memancing retail di Rp82 sementara distribusi halus terjadi. Sentimen wait-and-see dominan menunggu clarity atas rencana divestasi PTMR.
⚙️ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY
✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: 5M - 15M
Trigger: Breakout Rp85-86 dengan volume spike >12M lot/15 menit dan Stoch RSI crossover dari 0.0 (deeply oversold) ke zona bullish >30. Gunakan konfirmasi candle bullish di VWAP dan Frequency hijau dominan
Sizing: Maksimal 2% portfolio per trade mengingat high risk saham Tier 3 dengan UMA history
Order Type: Limit order di Rp81-83, target quick profit Rp88-90 (6-9%), cut loss sangat ketat di Rp78
✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: 1D - 1W
Trigger: Buy on Weakness di area Rp75-78 dengan konfirmasi volume >10M lot harian dan candle hammer/bullish engulfing. Tunggu Bandar Movement berubah positif dan RSI bounce dari zona oversold ekstrem
Trailing Stop: Gunakan 14-period ATR (sekitar Rp3-4), naikkan SL ke breakeven saat profit >7%, trailing stop +Rp2 setiap kenaikan Rp5
Exit Plan: Invalid jika breakdown Rp70 dengan volume tinggi >15M lot atau clarity negatif atas divestasi PTMR yang material merugikan valuasi. Exit juga jika Broker Accumulation tidak terkonfirmasi dalam 5 hari trading
🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT
📈 MOMENTUM CHECK: NEGATIVE
Reasoning: Struktur downtrend masih aktif dengan MA death cross, Stoch RSI di 0.0 (extremely oversold), Foreign net sell masif -Rp151.86M, dan Bandar Volume negatif -1.85K. Meskipun ada Net Volume +37K (akumulasi minor), magnitude terlalu kecil untuk reverse tren bearish. Katalis fundamental ambiguous: target revenue growth 20-30% positif namun terancam oleh rencana divestasi PTMR dan kinerja Q3 stagnan. Broker Action hanya Small Acc di Top 1 (+9.7%), belum cukup kuat.
🚀 PRIMARY SIGNAL: WAIT ⏳ (High Priority) / SWING (Speculative Only)
✅ RECOMMENDED FOR: Patient Value Investor yang bisa menunggu clarity divestasi PTMR dan konfirmasi reversal teknikal di support Rp75-78
⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 34%
Logic:
Positif (+): +Revenue target growth 20-30% (Rp231-250B), +Sektor packaging defensif (FMCG demand stabil), +Inflasi terkendali 2.5%±1%, +IKK 124 & IPR +5.9%, +Stimulus Nataru Rp35T, +Stoch RSI 0.0 extremely oversold (bouncing potential), +R/R ratio menarik 1:2.1-3.6, +Net Volume +37K (minor accumulation), +Dividen yield 1.49%
Negatif (-): -UMA berulang (high volatility risk), -Rencana divestasi PTMR (revenue threat), -Kinerja Q3 stagnan, -Foreign net sell -Rp151.86M (sangat agresif), -Bandar Volume -1.85K, -Top 5/Avg Neutral (lemah), -Saham turun -7.29% bulanan, -P/E 21.4x untuk growth stagnan, -Kapitalisasi kecil Rp147.9M, -Rupiah melemah Rp16,765/USD, -No clarity timing divestasi PTMR, -Market maker distribusi halus
📚 EXECUTIVE SUMMARY
Berdasarkan analisis StockBot, saham PTMP menunjukkan tekanan bearish yang persisten dengan Foreign net sell masif -Rp151.86M, Bandar Volume negatif -1.85K, dan struktur teknikal downtrend aktif (MA death cross, Stoch RSI 0.0), diperparah oleh ketidakpastian corporate action (rencana divestasi entitas anak PTMR) dan kinerja Q3-2025 yang stagnan meskipun management menargetkan revenue growth 20-30%. Algoritma memprediksi potensi rebound spekulatif dari zona oversold ekstrem Rp75-78 menuju Rp90-100 dengan R/R ratio 1:2.1-3.6, namun risiko sangat tinggi mengingat UMA berulang (Juli 2024 & 2025), valuasi stretched (P/E 21.4x untuk growth lemah), dan akumulasi institusional yang masih sangat lemah (hanya Top 1 Small Acc +9.7%). Kesimpulannya, StockBot menyarankan posisi WAIT hingga mendapat clarity atas dampak divestasi PTMR dan konfirmasi reversal teknikal yang lebih kuat (Broker Big Accumulation + volume >10M lot) - hanya spekulan sangat agresif dengan high risk tolerance yang boleh entry spekulatif di support Rp75-78 dengan SL sangat ketat di Rp70, namun disarankan allocate maksimal 1-2% portfolio mengingat high beta dan uncertainty tinggi.
⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR).
$SKBM $MEDS
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat deretan saham penghuni top gainers pada periode perdagangan 22-24 Desember 2025.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan melemah sebesar 0,83 persen dengan ditutup di level 8.537,911 dari posisi 8.609,551 pada pekan lalu.
Bertolak be...

www.idxchannel.com

CIS - Cuan Inside Sharing
SAHAM MULTI BAGGER part.1
(cek slide)
sumber : exc. ngomongin uang
random tags$IHSG $SKBM $PJHB
tips trading utk pemula, setuju? https://stockbit.com/post/20680521
disclaimer : catatan pribadi ini hanyalah celoteh / prediksi nubitol, bukan ajakan beli atau jual.. . yuk mari kita sama2 mandiri 💞
(boleh diSHARE semoga bermanfaat)
1/10









