


Volume
Avg volume
Perseroan didirikan pada tahun 2017 dengan nama PT Rantai Mulia Kontraktorindo sebagai perusahaan dalam rangka PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri). Perseroan pada tahun 2022 melakukan perubahan nama dari sebelumnya PT Rantai Mulia Kontraktorindo menjadi PT Royaltama Mulia Kontraktorindo. Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penunjang pertambangan dan jasa penyewaan alat-alat berat. Perseroan memiliki kompetensi yang luas dalam bisnis batubara terintegrasi. Beberapa keahlian yang dimiliki Perseroan antara lain di bidang persiapan infrastruktur pertambangan, penambangan batubara, persiapan dan pembangunan jal... Read More
$RMKO kadang bingung sama ritel penjudi disini disaat saham ini arb/diskon mereka takut masuk giliran terbang/ara mereka malah masukk ,tar dikarunginn mereka ngamuk ngamuk distream,hadeh lau pada kemana mpruy disaat ni saham diskon😊🙏🏻
Transaksi untuk merealisasikan keuntungan atas peningkatan harga saham
dan untuk meningkatkan kepemilikan saham oleh publik🤣
Terimakasih kasih atas kepercayaan yang di berikan kepada kami sebagai pemegang saham PT RMK INVETASI 🙏
$RMKO
Berita terbaca 10 Maret 2026
sembarang tag : $RMKO , $BBRI , $ESSA
Kalo ada yang salah/beda/kurang, nanti di koreksi.
Selamat i’tikaf bagi yang menjalankan....

Royaltama Mulia Kontraktorindo
IDX Code : $RMKO
Perusahaan dngan potensi besar yang tunduk dibawah tekanan Operasional yang jauh dari kata sistematis.
Buat yang nanya apakah aku udh keluar dari RMKO apa Engga, Jawbannya udah pasti aku keluar .....
Berdasarkana analisa ku sebelumnya kan juga sudah kusampaikan kalau RMKO Berpotensi besar Terkoreksi.
https://stockbit.com/post/29439713
Namun jika ditanya apakah akan masuk lagi ?
Jawbannya : Ya ! Aku Bakalan masuk All In dengan Metode Investasi / Swing Long ~
Laporan Terbaru RMKO menunjukan Kerugian Massive pada Quartal ke-4 tahun 2025 namun secara pribadi Laporan Tersebut jauh lebih rendah dari Ekspektasi ku, yang berarti RMKO menunjukan Performa yang cukup Relevan dan memiliki Kinerja serta Operasional Nyata.
Ada beberapa masalah besar yang dialami RMKO pada Quartal ke-4 nya dimana di bulan Oktober - November Operasional terhenti dan diaudit Keras oleh Pihak Inti RMKO (Jakarta) - (Gumeng). Masalahnya apa ?
Jawabannya sudah ku jabarkan Di Pengumuman komunitas dan Group Chat ~
Jadi yah terlepas dari pada kerugiannya karna memang terkadang Nasib Buruk ga bisa diprediksi dan tidak ada dikalender, Pendapatannya meningkat Drastis sudah cukup jadi acuan Dasar untuk saat ini ~
Revune RMKO menyentuh ATH nya selama bertahun-tahun akhirnya RMKO berhasil mecatatkan pendapatan 188Miliar Rupiah Jauh Lebih tinggi dari Q3 sebelumnya dan YoY membuktikan pertumbuhan yang nyata sudah lebih dari cukup untuk jangka panjang yang berpotensi, Pikirku Sejenak ~
Sementara Perkara dan masalah COR (Cost of Revune) yang menyebabkan Kerugian yang sangat besar seharusnya sudah selesai diatais selama 2 belan terakhir ditahun 2025, Struktur Organisasi berubah dan penerapan Logistik juga diperketat untuk menghindari kejadian yang sama terulang kembali. Operasional RMKO juga di proyeksikan berjalan Penuh pada tahun 2026 ini sehingga Q1 2026 Kemungkinan akan jadi Batu Loncatan dan Q2 2026 adalah Performa penuh dari RMKO, Ditambah Issue terkait RI pertama RMKO semakin memperkuat keyakinan saya akan Potensi yang ada dimasa depan dan membuat saya berfikir untuk masuk dan melakukan Investasi atau paling tidak Swing Long ~
Ekosistem yang memadai membantu Kinerja RMKO, Dana hasi RI dapat menjadi bahan bakar Operasional yang lebih Besar dorongannya yang menjadi asas Pondasi pada keyakinan saya untuk memantau posisi yang tepat sebagai Entry.
Untuk saat ini sepertinya RMKO masih cukup berpotensi untuk terkoreksi dimana Tekanan Sell masih cukup dominan, walau beberapa Broker Potensial seperti AK sudah mengambil ancang-ancang yang cukup strategis tetap tidak menutup fakta bahwa secara Teknikal Entry Pososi masih belum terkonfirmasi.
Per tanggal 10 Maret 2026 ini Barang dominan diakuisisi oleh para ritel, dimana pada broksum dapat dilihat :
1. XL 1.7Miliar Avg 529
2. AK
3. PD
4. YP
5. CC
6. NI
5 Broker Ritel yang umumnya pattern seperti ini menyebabkan Koreksi lanjutan terhadap suatu saham karna karakteristik para Ritel adalah Masuk dan keluar tanpa adanya strategi yang jelas dan matang.
Ditambah tekanan Sell yang masih dominan tercermin dan Trend Menurun yang sangat kuat tampak pada MA Cross 9 26 (Gambar 1), dan MACD, RSI serta ATR yang menunjukan dominan masih ada pada tekanan jual.... bukan hanya itu, setelah saya amati dan analisa secara cermat terkait Euforia dan Disforia saya mendapati hasil yang menunjukan bahwa Disforia jauh lebih dominan untuk saat ini, kepanikan dan Ketakutan jauh lebih dominan yang semakin memperkuat Argumen saya akan terjadinya koreksi besar dikemudian hari, Secara psikologi juga akibat dari irisan tipis tipis berkepanjangan Sentimen pasar terkhususnya ritel seharusnya sangat tetrdampak dan akan tercermin di esok hari parahnya lagi ada News dimana Pengendali dan AH jualan yang sebenernya menurut saya pribadi adalah langkah strategis ~
Terlepepas dari pada itu bata psikologi nya seharusnya ada apda angka 450 Rupiah per lembar saham yang artinya jika sampai menyentuh kesana dan tidak segera ditarik kembali / tekanan jual masih dominan seharusnya angka 420an sudah pasti akan tersentuk ~
dan jika itu terjadi mungkin aku bakalan masuk di posisi sekitaran sana sesuai dengan situasi dan Kondisi.
Jika disingkat,
Saya pribadi menemukan dan beranggapan bahwa COR kali ini pada Q4 sendiri adalah musibah yang tidak dapat dihindari selama kinerja Bertumbuh seharusnya masih ada potensi dari RMKO dengan Ekosistem milik $RMKE, Namun untuk saat ini Posisi Entry masih abu - abu dan jauh lebih ke rana WnS sambil mantengin $RATU ....
Namun perlu difahami bahwa RMKO punya masalah besar yang benar-benar nyata dimana Utangnya cukup perlu diwaspadai sehingga manajemen Resiko dan penerapan strategi yang Ketat penting untuk dilakukan jika kamu ingin masuk kedalam saham RMKO
1/4




$RMKO ga peduli lapkeu bagus atau enggak. yang penting kalo ada yang pompom pasti besok bisa ARA.
bukan saya yang pompom karena saya tidak punya barang.
$RMKE
@ranggayuanto iya udh fase bearish andai kemarin senin breakout neckline nya bisa back new ath malahan 3500 $RMKO
$RMKO
Nitip sendal dulu lah, ada rencana korpo action (RI), baru aja kelar publish Q4 & Annual Report 2025, mau ada Pubex Tahunan, mau dibawa kemana ya RMKO? banyak yang bilang siii bakal junam 🫢
Update LK (laporan keuangan) 08 Maret 2026
update terbaru : $RMKO , update tambahan : $BUVA , $BOBA
Kalo ada salah atau beda, nanti saya koreksi.
Keterangan :
1. Kurs Dollar per EPS
TW 1 : 16.588
TW 2 : 16.233
TW 3 : 16.680
TW 4 : 16.782
2. EPS negatif belum tentu laba negatif, cek lagi LK aslinya dan isinya.
3. Jumlah saham = update terakhir bulan berjalan (saat ini data jumlah saham per Februari 2026), bukan pada saat LK di umumkan.
4. Freefloat masih banyak koreksian dari idx nya+
5. Untuk RMKO, Q1 memakai data FinancialStatement-2025-I-RMKO.pdf, EPS -19.95 dengan laba -24,936,663,980. Bukan yang -29.048.771.519

@salepot udh pasti hit bg bukan karna sotoy tapi dia abis bikin pola terus breakdown support..... dyor $RMKO
@VirgoInvest udah lah akuin aja ga usah denial, kau gasalah kok soal spekulasi nya. cuma salah dibagian ga terima klo ada masukan yg bertentangan dengan spekulasi kau 🤭 🤭
atau malu klo ngaku nanti member nya pada kabur ya? $RMKO
$RMKO Analisis fundamental terhadap Laporan Keuangan FY 2025 RMKO
Kinerja RMKO pada FY 2025 menunjukkan tekanan finansial yang sangat berat. Meskipun pendapatan tumbuh, perusahaan mencatat kerugian operasional dan bersih yang signifikan akibat lonjakan beban pokok pendapatan yang jauh melampaui pertumbuhan top-line.
1. Revenue Structure Analysis
Total Revenue FY 2025: Rp 407,56 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 53,1% YoY dibandingkan FY 2024 yang sebesar Rp 266,13 miliar.
Komposisi Revenue (Segmentasi):
-Jasa Konstruksi: Rp 157,88 miliar (38,7% dari total revenue).
-Jasa Penambangan: Rp 126,20 miliar (31% dari total revenue).
-Sewa Alat Berat: Rp 123,48 miliar (30,3% dari total revenue).
Driver Utama & Kualitas Growth:
Pertumbuhan didorong oleh ekspansi volume pada segmen konstruksi dan penambangan.
Risiko Konsentrasi: Sangat tinggi, di mana 86,73% pendapatan berasal dari pihak berelasi. Ini menunjukkan ketergantungan ekstrem pada ekosistem grup RMK.
Sifat Growth: Bersifat cyclical dan sangat tergantung pada keberlangsungan kontrak dalam grup.
Ketergantungan pada pihak berelasi menciptakan risiko captive market yang rentan jika kondisi keuangan grup induk memburuk.
2. Profitability & Net Income Quality
Net Income FY 2025: Rugi Bersih sebesar Rp 49,40 miliar, memburuk signifikan dari rugi Rp 18,67 miliar di FY 2024.
Margin Analysis (Compression):
Gross Profit Margin (GPM): Negatif -7,2%.
Perusahaan mengalami rugi kotor sebesar Rp 29,39 miliar.
Net Profit Margin (NPM): Negatif -12,1%.
Earnings Quality:
Kualitas Laba Sangat Rendah: Kerugian berasal langsung dari operasi inti. Beban pokok pendapatan (COGS) melonjak menjadi Rp 436,95 miliar, melampaui total pendapatan itu sendiri.
Segmen Penambangan dan Sewa mencatatkan rugi kotor masing-masing Rp 40,1 miliar dan Rp 39,2 miliar. Hanya segmen konstruksi yang menghasilkan laba kotor positif Rp 49,9 miliar.
Terjadi Margin Compression yang parah akibat biaya operasional yang tidak terkendali atau inefisiensi dalam pelaksanaan kontrak jasa penambangan.
3. Balance Sheet Strength
Total Assets: Rp 557,02 miliar (relatif stagnan dari Rp 550,33 miliar di FY 2024).
Net Debt & Leverage:
Total Pinjaman (Bank + Sewa): Rp 95,49 miliar.
Net Debt: Rp 89,85 miliar.
Debt to Equity (DER): Rasio pinjaman bersih terhadap modal berada di level 50%. Meskipun turun dari 83% di 2024, penurunan ini lebih disebabkan oleh penurunan saldo utang bank jangka panjang, bukan karena penguatan ekuitas.
Struktur Neraca: Agresif. Saldo laba yang belum dicadangkan mencatat defisit (rugi) sebesar Rp 36,78 miliar, yang menggerus total ekuitas perusahaan.
4. Cash Flow & Capital Allocation
Operating Cash Flow: Tertekan oleh kerugian operasional.
Unearned Revenue: Terdapat kenaikan tajam pada "Pendapatan diterima di muka" sebesar Rp 61,26 miliar. Secara teknis ini adalah cash-in, namun merupakan liabilitas yang harus dipenuhi di masa depan.
Capex: Perusahaan masih melakukan perolehan aset tetap meskipun dalam kondisi rugi, terlihat dari nilai aset tetap yang meningkat menjadi Rp 372,37 miliar.
Capital Allocation: Manajemen tidak membagikan dividen dan fokus pada restrukturisasi internal serta pemenuhan kontrak pihak berelasi. Kedisiplinan alokasi modal dipertanyakan mengingat beban operasional yang melampaui pendapatan.
5. Industry Position & Competitive Advantage
Moat: Sangat lemah di luar ekosistem grup. Keunggulan utamanya hanya terletak pada integrasi dengan infrastruktur logistik milik grup RMK.
Resilience: Rendah terhadap siklus biaya. RMKO gagal melakukan pass-through kenaikan biaya operasional kepada pelanggan (yang mayoritas adalah afiliasi), sehingga margin tergerus habis.
Analisis Risiko
-Concentration Risk: Ketergantungan 86%+ pada pihak berelasi membuat RMKO rentan terhadap masalah likuiditas di level grup.
-Sustainability Risk: Dengan saldo laba negatif dan rugi operasional, perusahaan berisiko mengalami kendala going concern jika tidak ada suntikan modal atau renegosiasi kontrak.
Inefisiensi Operasional: Kegagalan mengelola COGS di tengah kenaikan volume produksi adalah red flag utama bagi investor.
Investment View – Perspective
Fundamental RMKO saat ini berada dalam tahap "Distressed". Pertumbuhan pendapatan tidak memberikan nilai tambah bagi pemegang saham karena struktur biaya yang tidak efisien. Profitabilitas bersifat sangat siklikal dan saat ini berada di titik nadir.
Valuasi saat ini kemungkinan besar belum mencerminkan risiko erosi ekuitas yang berkelanjutan.
Catalyst:
-Renegosiasi tarif kontrak dengan pihak berelasi untuk memperbaiki margin.
-Efisiensi biaya operasional (COGS reduction).
-Kontrak baru dari pihak ketiga (non-afiliasi).
Kesimpulan Skenario:
-Bull Case: Margin kembali positif melalui renegosiasi kontrak grup, laba bersih berbalik positif di 2026.
-Base Case: Kerugian menyusut namun ekuitas tetap tertekan, pertumbuhan melambat untuk fokus pada efisiensi.
-Bear Case: Kerugian terus berlanjut, memicu erosi ekuitas lebih dalam dan memerlukan rights issue untuk memperkuat modal.
Status: UNDERWEIGHT
Argumentasi: Kerugian operasional yang masif (Negative GPM), kualitas laba yang buruk akibat ketergantungan pada pihak berelasi, serta erosi saldo laba yang signifikan menjadikannya investasi berisiko tinggi dengan profil risk-reward yang tidak menarik bagi investor saat ini.
Estimasi Harga wajar:
metode
1.DCF (Rp 215-240)
https://cutt.ly/NtTOgmLl Cash Flow to Firm (FCFF) (-)
3. Graham Number (-)
4. Graham Formula (Revised) Rp.182
5. Peter Lynch (PEG Ratio) (-)
6. ROE vs Cost of Equity (COE) Rp.142
7. EPS Growth Model (Forward Valuation) Rp.250.
Secara fundamental, harga wajar berada di kisaran Rp180 - Rp250. Harga Rp520 mencerminkan ekspektasi super-growth yang belum terbukti pada baris laba bersih. Terdapat risiko koreksi teknikal jika laporan kuartalan mendatang tidak menunjukkan perbaikan margin yang signifikan.
Disclaimer : Analisis ini berdasarkan data LK FY 2025 yang tersedia, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/beli
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemegang saham pengendali PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), yakni RMK Investama mengurangi porsi kepemilikan dengan menjual sebanyak 36.250.000 unit (2,9%) sahamnya dalam emiten jasa penunjang pertambangan ini. Penjualan saham RMKO dilakukan RMK Investa...

stockwatch.id
🤭 🤭 Cacing Cacing... Amoeba Amoeba... IHSG rebound.. kau masih tetap merah...
emang saham "KOSONG"... koq ga terima dibilang kosong....
Btw saham siluman cacing.. semua chartnya mirip2... mau $RMKO $SOTS atau $KARW tempat penjagalan... 😁 😁
nah kalau mau tau seberapa kosong SOTS.. sudah pernah saya ulas disini
https://stockbit.com/post/29296399 <<<<<<
SEMANGAT.... tetap Ferrarihhh Muhhh Warnaahhh Apaaahhhh...
Cacing-cacing.... amoeeebaa amoeeebaa....
TOLONG SOMASI itu si HAha ha hahaha.... 🤭
Hotman Paris : pala kau somasi... gw lagi sibuk ngurus Dr.Richard lee..

$RMKO 09 Mar 26
Investor: RMK INVESTAMA
Action: SELL
Shares Traded: -36,250,000 (-2.9000%)
Current: 843,730,000 (67.4984%)
Previous: 879,980,000 (70.3984%)
Price: 590
Investor Type: Domestic
Source: IDX
$RMKO Laporan keuangan tahunannya rugi 49m lebih gede ruginya daripada tahun kemarin, taulah bakal kemana ni saham
$RMKE $IHSG
