


Volume
Avg volume
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. atau PSDN memiliki bidang usaha Pengolahan dan Perdagangan Karet Remah, Kopi Bubuk dan Instan serta Kopi Biji. Perseroan memiliki tiga anak perusahaan yaitu PT Aneka Bumi Kencana, PT Tirta Harapan Bali, dan PT Aneka Coffee Industry. Produksi karet remah dilakukan Kantor Cabang Perseroan di Palembang, Sumatera Selatan. Produksi kopi bubuk, kopi instan dan ekstrak kopi dilakukan oleh anak perusahaan Perseroan yaitu PT. Aneka Coffee Industry di Sidoarjo, Jawa Timur. Pengolahan kopi biji dilakukan di Kantor Cabang Perseroan di Palembang dan Bandar Lampung dan anak Perusahaan PT. Aneka Bumi Kencana di Sur... Read More
ANALISA SAHAM $BUMI
Harga Sekarang: Rp 360
Zona Area Beli Aman:
Rp 345 β 355
β’ Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 330
β’ Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 370 β ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
β’ Breakout 370 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
β’ TP1 = Rp 395
β’ TP2 = Rp 420 β 440
Keterangan Tambahan:
β’ Selama harga bertahan di atas 345, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
β’ Saham sektor tambang batubara, pergerakan agresif dan sangat sensitif terhadap sentimen komoditas
β’ Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti $PSDN $TOSK ,DM βmauβ jika ingin dianalisa sahamnya
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar π² di bawah ya. Terima kasih banyak π
Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PDSN) akan melakukan penjualan tanah kepada calon pembeli yang tidak terafiliasi untuk menambah modal kerja Perseroan dalam bisnis biji kopi dan pembayaran gaji karyawan. Transaksi penjualan tanah tersebut senilai Rp67,1 miliar.
Mengutip ket...

www.cnbcindonesia.com

News Update
π IHSG ditutup terkoreksi 0,20% ke level 8,992 dan Asing catatkan net sell jumbo Rp1,3T.
π Di penutupan pasar, Rupiah menguat 0,13% ke level Rp16,934/USD.
π Proyek peternakan Ayam senilai Rp20T Dari Danantara akan dibangun pada 28 Januari 2026.
π $PSDN menjual lahan senilai Rp67M untuk beli kopi dan bayar gaji karyawan.
π LPGI infokan pengunduran diri Kim Dong Wook sebagai komisaris perseroan.
π Perkuat Modal kerja, $YOII akan gelar Rights Issue terbitkan 684,94jt saham baru Rp100.
π Lippo lewat $MPPA suntikan Rp46,65M ke Toko Mama untuk ekspansi ritel.
π Direktur BAUT membeli 1,6jt lembar saham di harga Rp60/saham.

π― BULLISH PREDICTION
$PSDN
Haka 156++? DYOR
Buy 1 : 154
Buy 2 : 148
CL < 144
TP1 : 172
TP2 : 184
Arah Trend: πΉ Uptrend
Validasi Teknis: π¦ Early Momentum
CMIIW, Disclaimer On, DYOR!
π‘ $PSDN π
20 Januari 2026 | π° Rp 156 | π¦ PHASE: DISTRIBUTION / DISTRESSED ASSET LIQUIDATION
ββββββββββββββββββββββββββββββ
β‘ STRATEGI EKSEKUSI (TRADING PLAN)
π‘οΈ PLAN A: KONSERVATIF (Stay Away Completely)
Buy Area: JANGAN MASUK - Company in Financial Distress
Logic: Penjualan aset Rp67B gagal atasi krisis. Sales collapse 80%, rugi Rp13.7B, tidak bisa bayar gaji karyawan. Ini zona BANGKRUT
β
β
βοΈ PLAN B: AGRESIF (Exit Immediately if Holding)
Buy Area: N/A - KELUAR SEKARANG JUGA
Logic: Distribusi -19.4% average saat harga naik 1.3% = institusi exit ke retail yang tidak sadar company sekarat
β
β
ββββββββββββββββββββββββββββββ
π― EXIT STRATEGY (JIKA TERJEBAK - CUT LOSS SEKARANG)
π΄ EXIT IMMEDIATE: Rp 156 | Jual berapa pun harganya, selamatkan modal sebelum terlambat
π΄ WORST CASE: Rp 50-80 (-50% to -68%) | Potensi delisting atau PKPU jika likuiditas tidak resolved
β οΈ DELISTING RISK: BEI sudah monitoring UMA Desember 2025. Company fundamentally broken
β
ββββββββββββββββββββββββββββββ
π° NEWS & MACRO CATALYST
π Sektor & Komoditas
Consumer Goods - Coffee Bean Trading
Focus solely on coffee bean after rubber business collapsed. Industry under pressure from weak purchasing power
β
π’ Berita Penggerak (Impact Rating)
KRISIS LIKUIDITAS AKUT - Tidak Bisa Bayar Gaji Karyawan: Manajemen admit perusahaan tidak mampu membayar gaji karyawan secara tepat waktu sejak penurunan penjualan kopi dan karet remah pasca pandemi. Ini adalah red flag paling fatal - company tidak bisa cover operational expenses paling basic. (IMPACT: CATASTROPHIC - Company Insolvency)
β
SALES COLLAPSE 80% - Dari Rp28.65B ke Rp5.47B: Penjualan 9 bulan 2025 anjlok brutal dari Rp28.65 miliar (2024) menjadi hanya Rp5.47 miliar (2025) = drop 80.9%. Ini bukan penurunan biasa - ini adalah business death spiral. (IMPACT: SANGAT NEGATIF - Revenue Decimation)
β
RUGI KOMPREHENSIF Rp13.73 MILIAR - 9M 2025: Company booking comprehensive loss Rp13.73B di 9 bulan 2025. Dengan ekuitas hanya Rp32.77B, ini adalah 42% dari ekuitas terhapus dalam 9 bulan. Ekuitas akan negatif dalam 1-2 kuartal jika tidak ada cash injection. (IMPACT: SANGAT NEGATIF - Equity Evaporation)
β
PENJUALAN ASET RP67.1 MILIAR NOVEMBER 2025 - Desperate Move: PSDN jual aset senilai Rp67.1B (184.96% dari ekuitas) ke PT Kurnia Tunggal Nugraha untuk atasi krisis pendanaan. Transaksi material ini butuh approval RUPSLB 24 Desember 2025. Ini adalah fire sale untuk survive, bukan strategic divestment. (IMPACT: NEGATIF - Distressed Asset Sale)
β
TARGET 2025 GAGAL TOTAL - Realisasi 4% dari Proyeksi: Management proyeksi penjualan kopi 2,000 ton tahun 2025, tapi hingga September hanya 83 ton terealisasi (4.15%). Management admit target tidak akan tercapai karena keterbatasan modal kerja yang sangat severe. (IMPACT: SANGAT NEGATIF - Execution Failure)
β
MASUK UMA BEI DESEMBER 2025 - Under Surveillance: BEI mencermati pola transaksi PSDN dan memasukkan ke Unusual Market Activity monitoring Desember 2025. Ini adalah early warning sign sebelum potential suspension atau delisting. (IMPACT: SANGAT NEGATIF - Regulatory Risk)
β
FOKUS KOPI BIJI SAJA - Abandon Rubber Business: Company tinggalkan bisnis karet (dulu core business) dan fokus hanya di trading kopi biji. Tapi dengan modal kerja sangat terbatas, mereka tidak bisa beroperasi efektif bahkan di satu lini bisnis. (IMPACT: NEGATIF - Business Model Collapse)
β
ββββββββββββββββββββββββββββββ
βοΈ THE FINAL VERDICT
π SIGNAL: STRONG SELL / AVOID AT ALL COSTS
π‘ Risk Profile: EXTREME RISK - ZONA DELISTING
β Confidence Score: 0% (Extreme Bearish - Potential Bankruptcy)
π INTELLIGENCE SUMMARY
[-] COMPANY INSOLVENCY - Tidak Bisa Bayar Gaji
Ini adalah death sentence untuk company. Management openly admit tidak bisa bayar gaji karyawan tepat waktu. If you can't pay salary, you can't retain talent, you can't operate business. This is pre-bankruptcy condition. Banyak company yang collapse dari titik ini: start dengan delay salary, lalu creditor panic, lalu PKPU, lalu liquidation. PSDN sudah di tahap 1.
β
[-] REVENUE DEATH SPIRAL - Sales Drop 80%
Rp28.65B ke Rp5.47B adalah collapse, bukan slowdown. Ini menunjukkan: (1) Total loss of market access, (2) No working capital to buy inventory, (3) Customer abandonment karena supply tidak reliable. Company dalam vicious cycle: no money to buy stock β can't fulfill orders β lose customers β even less revenue β even less money. Ini irreversible tanpa massive capital injection Rp100B+.
β
[-] EQUITY NEAR WIPEOUT - 42% Terhapus 9 Bulan
Ekuitas Rp32.77B dengan loss Rp13.73B dalam 9 bulan berarti 42% ekuitas sudah gone. Q4 2025 kemungkinan besar loss lagi minimal Rp5-8B, bringing full year loss to Rp18-21B. Artinya end-2025 equity tinggal Rp11-15B. Dengan burn rate ini, equity akan NEGATIF di Q2-Q3 2026. Company akan technically insolvent.
β
[-] ASSET SALE GAGAL FIX PROBLEM
Fire sale aset Rp67B hanya temporary band-aid. Dana ini akan habis untuk: (1) Bayar debt, (2) Cover operational loss yang Rp1.5B/bulan, (3) Bayar backlog salary. Dengan burn rate Rp18B/year, dana Rp67B hanya cukup 3-4 bulan. Setelah itu back to square one. Tanpa revenue turnaround, asset sale hanya delay the inevitable.
β
[-] DISTRIBUSI MASSIVE - Smart Money Fleeing
Flow data brutal: Top 1 (-15.1%), Top 3 (-21.6%), Top 5 (-18%), Average (-19.4%) = MASSIVE distribution across all broker levels meski harga naik 1.3%. Volume 29.55M sangat tinggi (3-5x normal). Ini adalah classic dead cat bounce: retail buy karena lihat green, tidak tahu company bankrupt. Institusi use this as exit liquidity.
β
[-] UMA Monitoring = Pre-Delisting Warning
BEI masukkan PSDN ke UMA surveillance Desember 2025. This is almost always precursor untuk suspension atau delisting. BEI monitor unusual trading activity yang biasanya indicate pump & dump atau insider manipulation. Combined dengan fundamental catastrophic, delisting risk very high dalam 6-12 bulan.
β
[-] NO VIABLE TURNAROUND PATH
Company sudah tinggalkan rubber (dulu core), fokus kopi tapi gagal execute (4% dari target). Management tidak punya strategy beyond "jual aset dan hope for the best". Dengan purchasing power lemah (sektor consumer goods struggling), coffee bean commodity business margin tipis, kompetisi sangat ketat. Tidak ada moat, tidak ada differentiation, tidak ada capital. Recipe for failure.
β
π
OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB - 21 Januari 2026)
"CODE BLACK - COMPANY BANKRUPT IMMINENT. Tidak bisa bayar gaji karyawan + sales collapse 80% + loss Rp13.7B + equity tinggal Rp32.7B + asset fire sale Rp67B (yang hanya delay 3-4 bulan) + masuk UMA monitoring BEI = ini adalah ZONA DELISTING. Distribusi -19.4% average dengan volume 29.55M saat harga naik 1.3% adalah retail jadi exit liquidity untuk smart money yang flee sinking ship. JANGAN SENTUH. Jika hold, CUT LOSS IMMEDIATE di 156 sebelum terlambat. Target realistic 50-80 dalam 6-12 bulan or DELISTED. This is not investment - this is financial suicide. STAY AWAY."
ββββββββββββββββββββββββββββββ
β οΈ Disclaimer: Analisis mesin bantu. Keputusan investasi tetap di tangan Anda. π€
$VOKS $OPMS
π― Dari Reaktif Menjadi Prediktif: Mengubah Strategi Trading Anda
Berapa lama lagi Anda akan membiarkan diri menjadi trader reaktifβyang hanya membeli setelah melihat saham naik dan seringkali malah terjebak di harga pucuk? Pasar saham adalah permainan informasi dan waktu. Para investor profesional memiliki keunggulan karena mereka dapat melacak pergerakan modal institusional, atau yang sering disebut Dana Cerdas (Smart Money). Mereka memahami bahwa pergerakan harga yang masif selalu diawali oleh periode stealth accumulation (akumulasi tersembunyi) yang dilakukan oleh para pemain ini.
Trigger Smart Money dikembangkan untuk menutup kesenjangan itu. Alat trading yang canggih ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini, memungkinkan trader di Indonesia untuk mengidentifikasi kapan dan di mana dana besar mulai menanamkan investasi mereka. Prinsipnya adalah memanfaatkan kenyataan bahwa setiap transaksi meninggalkan jejak volume, dan lonjakan volume yang tidak wajar adalah indikator utama dari campur tangan "tangan besar".
Fitur unggulan dari perangkat ini adalah Pendeteksian Peningkatan Volume yang Jauh di Atas Rata-Rata. Sistem ini mampu mengukur lonjakan volume mendadak, misalnya, ketika aktivitas perdagangan melesat 4 hingga 8 kali lipat dari volume intraday rata-rata yang sudah mapan. Peningkatan yang ekstrem ini hampir mustahil terjadi tanpa adanya campur tangan dari pihak yang terorganisir dan memiliki modal besar. Inilah pembeda utamanya: kami fokus pada anomali volume yang sangat spesifik, bukan sekadar perbandingan volume harian yang sering kali terlambat. Keunggulan penting lainnya adalah Analisis Arus Dana Bersih (Net Money Flow). Volume hanyalah setengah cerita. Trigger Smart Money menyelesaikan cerita itu dengan menunjukkan apakah volume yang tinggi tersebut menghasilkan arus uang masuk (akumulasi) atau arus uang keluar (distribusi). Dengan menggabungkan anomali volume dengan arah arus dana yang dominan, alat ini menyediakan sinyal buy atau sell yang sangat teruji, menjauhkan Anda dari jebakan false signal. Semua ini disajikan real-time, berdasarkan data perdagangan aktual di BEI.
$PSDN $SOHO $TUGU
1/3


