


PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), juga disebut PBS, bergerak dalam bidang konstruksi bangunan sipil, pengembangan infrastruktur, proyek mekanikal, dan proyek kelistrikan. Perusahaan ini didirikan pada 27 November 2002. Perusahaan ini memperluas bisnisnya ke industri kelapa sawit dengan mengembangkan bulking station di Bagendang, Kalimantan Tengah. Perusahaan juga memiliki anak perusahaan di Malaysia bernama Paramita Bangun Saran Sdn. Bhd. Kantor pusatnya berada di Jalan Sisingamangaraja 59, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
$BUMI
📅 Timestamp: 1 Feb 2026, 19:33 WIB | 💰 Last Price: Rp258 (penutupan 30 Jan 2026 di chart kamu)
🚦 PHASE STATUS: PANIC MARKDOWN MENUJU AKUMULASI BOTTOM
⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
Struktur harga BUMI: habis fase markup September–Desember 2025, lalu masuk koreksi tajam berhari‑hari dengan candle merah beruntun, volume besar hari ini muncul di area support historis 240–250 (lihat area demand lama di chart kamu). Pola ini khas “guyur habis, baru nanti akumulasi senyap” di bawah tekanan panic cutloss ritel.
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp240 – Rp252
The Logic:
Area ini beririsan dengan base demand kuat sebelumnya (zona konsolidasi panjang sebelum rally ke 400‑an), jadi banyak big player yang dulu entry di kisaran ini dan cenderung defend harga.
Lower Bollinger Band harian sekarang juga sudah ditembus dan ekor bawah candle mulai muncul di sekitar 240–250, indikasi oversold teknikal + potensi technical rebound kalau tidak ada news negatif baru.
Secara psikologis, 250 itu angka “gendut” yang sering dijaga bandar untuk mark‑down terakhir sebelum dibalik arah; ideal untuk masuk bertahap, bukan full margin.
⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp270 ke atas
The Logic:
Entry hanya kalau harga mampu balik naik dan closing intraday di atas 270 dengan volume minimal setara atau lebih besar dari hari panic sell terakhir di area 240–260 (artinya bukan cuma pantulan tipis, tapi ada serapan serius dari smart money).
Perhatikan tape: haka valid kalau antrean offer di 268–272 yang biasanya tebal mulai dikikis habis, bid naik berlapis dan tidak cepat dibanting lagi ke bawah 260.
Break intraday di atas MA10 harian dan price mulai nempel lagi ke middle Bollinger Band akan mengonfirmasi bahwa fase mark‑down paling brutal sudah lewat, kita masuk sebagai momentum trader, bukan bottom picker.
🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio: ~1:2,5)
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp290 (+sekitar 12% dari 260)
Reason: Area ini mendekati low breakdown sebelumnya dan sering jadi supply zone pertama setelah relief rally; banyak nyangkut pendek akan antre jual di sini untuk keluar modal.
🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp340 (+sekitar 32% dari 258)
Reason: Dekat rumpun MA20–MA50 daily sebelumnya dan area distribusi awal sebelum longsor; kalau harga tembus dan bertahan di atas 340, berarti bandar sudah menggeser fase dari recovery ke re‑markup.
🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp230 (‑sekitar 11% dari 258)
Note: Jebol 230 berarti support demand sebelumnya ditembus bersih, akumulasi lama di bawah sudah rontok dan mark‑down berpotensi lanjut ke 200–190. Tesis “rebound di demand lama” batal, jangan ngeyel, keluar dan evaluasi ulang.
📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Komoditas:
BUMI masih berakar di batu bara, tapi mulai serius transformasi ke mineral (tembaga, bauksit, dll.) lewat akuisisi dan ekspansi non‑termal, sehingga sensitivitas ke siklus batubara pelan‑pelan menurun tapi belum hilang sepenuhnya.
Outlook batubara 2026 relatif stagnan: permintaan global masih stabil, tapi regulasi dan penurunan harga 2025 bikin ruang upside harga komoditas tidak terlalu lebar, meski awal 2026 Newcastle coal sempat mantul di kisaran 107–112 USD/ton.
📢 Key Drivers (Pemicu Utama):
Transformasi ke Bisnis Mineral (Akuisisi Wolfram, ekspansi copper & bauksit):
Positif jangka menengah–panjang karena diversifikasi sumber pendapatan dari thermal coal ke mineral bernilai tambah lebih tinggi; mengurangi risiko kalau siklus batubara makin melemah.
Namun di jangka pendek, pasar bisa memaknai ini sebagai fase “investasi berat” yang menekan margin dan free cash flow, sehingga market bisa bermain volatil di saham.
(IMPACT: POS MENENGAH, VOLATIL JANGKA PENDEK)
Tidak Ada Rencana Rights Issue 2026:
Manajemen menegaskan tidak ada rencana right issue tahun 2026, mengurangi kekhawatiran dilusi yang selama ini jadi trauma klasik di BUMI era restrukturisasi.
Bagi institusi, kepastian ini bikin perhitungan valuasi dan sizing posisi lebih nyaman karena tidak perlu mendiskon risiko tambah saham murah di tengah jalan.
(IMPACT: POS)
Outlook Harga Batubara yang Lebih Rendah tapi Stabil:
Proyeksi lembaga riset dan asosiasi menunjukkan harga batubara 2025–2027 cenderung lebih rendah dari puncak komoditas 2022, tapi relatif lebih stabil di kisaran 110–125 USD/ton untuk Newcastle.
Artinya ruang rerating besar dari sisi komoditas mungkin terbatas; pergerakan BUMI lebih banyak digerakkan sentimen, rotasi sektor, dan narasi transformasi mineral ketimbang lonjakan harga batubara murni.
(IMPACT: NEUTRAL CENDERUNG NEG)
Minim Corporate Action Spektakuler Lain Saat Ini:
Di luar transformasi mineral dan ketiadaan rights issue, belum ada katalis besar lain seperti dividen jumbo atau akuisisi raksasa baru yang diumumkan ke publik; banyak noise berupa penghargaan dan CSR yang tidak signifikan ke cashflow.
Ini membuka ruang lebih lebar bagi market maker untuk mainkan harga berbasis teknikal dan psikologi ritel, terutama di saham se‑likuid BUMI.
(IMPACT: NEUTRAL)
⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY (untuk trader berani yang paham risiko gorengan ber‑beta tinggi)
🌡️ Risk Profile: High Risk
⭐ Confidence Score: 72%
📝 INTELLIGENCE SUMMARY:
[+] Bullish Factor: Valuasi sudah turun cukup dalam dari pucuk 400‑an ke 250‑an dengan candlestick oversold dan volume besar di area demand lama, membuka peluang technical rebound kalau panic selling mereda.
[+] Bullish Factor: Narasi transformasi ke mineral (tembaga, bauksit) + tidak ada rights issue 2026 memberi backstory fundamental yang bisa dijadikan bahan bandar untuk menggoreng lagi ketika kondisi pasar mendukung.
[-] Bearish Risk: Sektor batubara memasuki fase harga yang lebih rendah dan menantang, sementara BUMI masih harus mengeluarkan capex untuk ekspansi mineral; jika eksekusi lambat atau harga komoditas kembali tertekan, bandar bisa manfaatkan sentimen negatif ini untuk mark‑down lebih dalam.
🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Pantau dulu reaksi pembukaan; jangan haka di atas 260, tunggu kalau ada guyuran pagi ke 240–250 baru cicil masuk, dan cut tegas kalau hari itu ditutup di bawah 230."
⚠️ Disclaimer: Ini adalah hasil bedah data dan pola pergerakan harga, bukan ajakan membeli atau menjual. Seluruh keputusan trading sepenuhnya berada di tangan masing‑masing trader.
$AIMS $PBSA
$PBSA yang bikin turun sebenernya bukan karna masalah freefloat bro. emang lagi keseret badai index aja. logikanya owner kalo mau lepas barang ke retail pasti harganya dibikin menarik. kalo diturunin terus terusan begini ma siapa yang mau beli. harusnya si mingdep rebound😆😆😆
$PBSA anjir freefloat realnya masih di 8%an masuk zona merah ini, minimal kan 15% masih jauh cuk😥 tambah dalem deh🤬 makin melarat aja.
yok semangat para apestor $PBSA masih ada arb arb berikutnya menanti dan jangan optimis
CINTAICUTLOS😄
$PBSA yg punya bukan perusahaan kaleng2.
Relakah dia di delisting hanya krn urusan free float kurang 2.6% ?
yg panik coba deh mikir...
$PBSA
makannya jgn asal percaya org di saham, belajar tuh di yt jg banyak cara analisanya, jgn males maunya disuapin doang, kalau udah kyak gini bisanya nyalahin org lain, salahin noh diri lu sendiri
belajar dulu, jgn asal haka all in
sebenernya kasian sama kalian udah ku bilang pasang ts/sl malah dikata-katain gua
$PBSA retail yg panik sedang takut kena delisting, pdhl retail (free float) hanya 12.3% sisa nya masi d pegang bandar dan perusahaan.
Artinya : bandar punya power bs naikin harga.
dari Desember bandar pbsa ud bagusin harga, ud mulai pelan2 distribusi barang dr 11 % jd 12.3% . minat masyarakat sempet naik.
cuman pbsa emang mainnya kasar naik turunnya. Skali junam ya junam, skali naik ya naik.
Dan bos bandar itu mana mau jualan harga murah, tentu maunya jualan d harga atas.
logika nya dia harus naikin harga supaya minat masyarakat naik buat beli pbsa.
kalo skrg turun dulu juga gpp, bandar dan asing retail bs beli dg harga diskon😄