640

-5

(-0.78%)

Today

2.51 M

Volume

3.08 M

Avg volume

Company Background

PT Panorama Sentrawisata Tbk didirikan pada tanggal 22 Juli 1995. Ruang lingkup kegiatan Panorama adalah menjalankan usaha dalam bidang jasa konsultan Pariwisata. Unit kegiatan usaha perseroan dibagi menjadi 4 pilar bisnis: Inbound Pillar (Panorama Destination, Asia World); Travel & Leisure Pillar (Panorama JTB, Chan Brothers, Smart Holiday, Wupi, Preferred Tours Management); Media Pillar (Panorama Media, Panorama Publication, Panorama Events); Transportation Pillar (White Horse Group, DayTrans).

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR Ini emiten kenapa jarang dilirik dah.

$MHKI $ADRO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR

$PANR OMG!!! 635 closing nya

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR mencium aroma PANR tampil besok 🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTSN fasten your seat belt, ready for take off 🚀🚀🚀

$PANR $KKGI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR akhirnya keatas lagi

$MAPB $CSAP $PANR
assalamualaikum wr. wb
Halo Para Investor Di Stockbit,
Saya adalah mahasiswa S1 dari IAI SYAICHONA MOHAMMAD CHOLIL BANGKALAN, nama saya Abd Mu'ti (NIM 11629220001) yang sedang menyusun skripsi dengan judul “Pengaruh Analisis Fundamental terhadap Minat Investasi Saham Syariah di Stockbit."

Saya memohon kesediaan Anda untuk meluangkan waktu ±4 menit untuk mengisi kuesioner ini. Seluruh jawaban akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan akademik.
Partisipasi Anda sangat berarti dalam membantu kelancaran penelitian ini. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya. 🙏

https://cutt.ly/8thw6Vxs

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

✅ Perjalanan wisatawan nasional (wisnas), dari dalam ke luar negeri, tumbuh secara bulanan maupun tahunan.

https://cutt.ly/SthwOpoc

$BAYU $PANR $PDES

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

➖ Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, dari luar ke dalam negeri.

Masih tumbuh secara tahunan pada November, walaupun menurun secara bulanan.

Pertumbuhan tahunan Nov +9,79% yoy, melambat dari Okt +11,19% yoy.

https://cutt.ly/KthwUGoD

$BUVA $PANR $INPP

$ADRO vs TINS pilih masuk adro, tins nya yg terbang duluan
$NELY vs $PANR pilih masuk panr, nely nya yg terbang duluan

yg dipilih masuk juga tetep naik sih setelahnya.

Setelah ke filter emiten2 yg fundamentalnya bagus berdasarkan lk Q terakhir, masih PR cara milih emiten mana yg duluan naik. Biar bisa swing cepat dan compounding the interest. 😢

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR Owner nya buang barangg

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR waduh 645

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR i am waiting you to flying high 📈📈😇

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR OMG 640

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR lawak sumpah nih emiten

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR kocak malah ke 645

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Duel Bisnis Travel: $BAYU vs $HAJJ vs $PANR vs PDES vs PGJO vs SONA

Request member External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

BAYU adalah salah satu perusahaan travel di Indonesia. Masalahnya, bisnis travel itu sering kelihatan gagah di revenue, tapi gampang hancur di kas karena margin tiket tipis dan timing pembayaran bisa bikin jungkir-balik. Per 30 September 2025, PT Bayu Buana Tbk (BAYU) masih bisa cetak laba bersih Rp78,89 miliar, tapi arus kas operasi Cash Flow from Operations (CFO) justru minus Rp65,59 miliar. Setelah belanja tmodal Capital Expenditure (Capex) Rp18,26 miliar, arus kas bebas Free Cash Flow (FCF) BAYU jadi minus Rp83,85 miliar, ini sinyal yang tidak enak. Di saat yang sama, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) bisa selaras, laba bersih Rp93,38 miliar dan CFO Rp90,36 miliar. PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) malah beda kelas, CFO Rp137,82 miliar dan margin kotor Gross Profit Margin (GPM) 55,11%. PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) kecil tapi tajam, Return on Equity (ROE) 34,17% dan Net Profit Margin (NPM) 6,51%. PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) masih berdarah-darah, revenue Rp314,74 juta tapi rugi bersih Rp1,93 miliar, sementara PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) untung Rp35,50 miliar tapi CFO minus Rp60,53 miliar. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau disederhanakan, sektor wisata di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini bukan satu jenis bisnis. BAYU, PANR, dan PDES itu mesin jasa perjalanan, jual tiket dan paket tur, mainnya volume besar dengan margin yang sering tipis. HAJJ itu travel khusus umrah dan haji, demand kuat tapi kebutuhan modal kerja bisa berat karena urusan deposit, kuota, dan booking. PGJO itu platform digital yang kalau skalanya belum jadi, biaya kantor bisa makan revenue mentah-mentah. SONA itu anomali manis karena porsi ritel dan duty free bikin margin jauh lebih tebal dibanding travel agent murni.

Fokus ke BAYU dulu. Revenue BAYU di 2025 per 30 September mencapai Rp1,96 triliun, naik tipis 0,60%, laba bersih BAYU Rp78,89 miliar, naik 2,98%. Secara margin, BAYU memang hidup di dunia margin tipis, setipis sutera, dengan GPM hanya 7,75%, Operating Profit Margin (OPM) 5,01%, NPM 4,03%. Ini nyambung dengan struktur bisnisnya, tiket itu kontributor 71,5% revenue BAYU tapi margin bisnis tiketnya hanya 4,1%, sedangkan bisnis tur marginnya 15,3% dan bisnis lain-lain margin 18,6%, dengan margin lebih enak tapi sayanganya porsinya lebih kecil. Artinya, kalau investor mau BAYU naik kelas, porsi tur dan jasa bernilai tambah harus makin dominan, karena bisnis tiket itu kerja rodi dengan volume besar, tapi komisi kecil. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Yang bikin investor perlu ekstra waspada justru kualitas kasnya. CFO BAYU masih minus Rp65,59 miliar padahal laba bersih positif, lalu FCF minus Rp83,85 miliar. Ini biasanya bukan karena bisnisnya mati, tapi karena pergeseran modal kerja, misalnya pembayaran ke pemasok lebih cepat, atau piutang dan uang muka jalan duluan, atau pola penerimaan kas berubah. Tanpa bongkar detail akun, intinya begini, laba BAYU kelihatan rapi, tapi uangnya sedang keluar lebih dulu. Untungnya, bantalan neraca BAYU masih tebal, total aset Rp896,21 miliar dan kas Rp571,58 miliar, walau turun dari Rp673,81 miliar. Total liabilitas juga turun tajam ke Rp358,63 miliar, utang berbunga BAYU relatif jinak karena tidak ada pinjaman bank, dan liabilitas sewa turun ke Rp116,18 miliar.

Coba bandingkan BAYU dengan PANR. PANR itu raja skala di grup wisata versi jasa perjalanan, revenue PANR mencapai Rp2,61 triliun dan laba bersih Rp93,38 miliar. Marginnya memang tidak setinggi SONA, dengan GPM hanya 9,87% dan NPM 3,58%, tapi PANR unggul di kualitas konversi laba ke kas, CFO Rp90,36 miliar dan FCF Rp76,92 miliar setelah Capex Rp13,44 miliar. PANR juga terlihat serius diet utang, utang bank jangka panjang turun drastis ke Rp88,60 miliar dari Rp360,47 miliar. Total aset PANR memang turun ke Rp1,90 triliun, tapi salah satu pendorongnya justru penyusutan piutang lain-lain pihak ketiga yang turun tajam, ini bisa dibaca sebagai neraca yang dibersihkan.

Lalu PDES, ini versi lebih kecil tapi lebih gesit. Revenue Rp383,03 miliar, laba bersih Rp24,92 miliar, CFO Rp22,17 miliar, FCF Rp17,44 miliar. Yang bikin PDES menarik di kertas adalah ROE 34,17% dan NPM 6,51%, artinya tiap rupiah modal pemegang saham diperas lebih efektif jadi laba. Risiko PDES ada di struktur utang bank yang masih signifikan, utang bank turun ke Rp134,55 miliar tapi tetap besar relatif terhadap ukuran aset Rp301,66 miliar. Jadi PDES bagus di efisiensi, tapi investor wajib awasi ruang napas bunga dan refinancing. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

SONA itu pembunuh sunyi di sektor ini, karena modelnya bukan tiket doang. Revenue SONA mencapai Rp678,56 miliar, laba bersih Rp59,86 miliar, CFO Rp137,82 miliar, FCF Rp117,86 miliar walau Capex Rp19,96 miliar paling tinggi. GPM 55,11% dan NPM 8,82% bikin SONA terasa seperti bisnis margin tebal, bukan bisnis komisi tipis. Konsekuensinya, SONA lebih sensitif ke traffic bandara dan kontrak konsesi, tapi secara kualitas laba dan kas, SONA yang paling meyakinkan di data ini. Kas juga naik ke Rp671,30 miliar, jadi amunisinya besar.

HAJJ itu cerita yang kelihatan enak di laba tapi licin di kas. Revenue Rp727,25 miliar, laba bersih Rp35,50 miliar, tapi CFO minus Rp60,53 miliar dan FCF minus Rp61,10 miliar. Di neraca, aset naik ke Rp666,23 miliar dan kas naik ke Rp19,75 miliar, tapi ada beban modal kerja besar berupa persediaan kamar hotel dan tiket Rp334,70 miliar. Utang berbunga HAJJ juga naik, utang bank jangka pendek Rp28,62 miliar dan utang musyarakah muncul Rp35,58 miliar bagian jangka pendek plus Rp88,94 miliar bagian jangka panjang. Jadi HAJJ lebih berisiko dari BAYU kalau bicara disiplin kas dan tren utang berbunga, walau demand umrah haji bisa jadi mesin pertumbuhan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

PGJO jelas yang paling lemah. Revenue hanya Rp314,74 juta, rugi bersih Rp1,93 miliar, CFO minus Rp1,05 miliar, dan skala aset Rp4,86 miliar. Di kondisi begini, investor tidak sedang menilai profitabilitas, investor sedang menilai apakah bisnisnya bisa hidup dulu sampai scale-up, karena margin apa pun akan kelihatan absurd kalau revenue belum cukup menutup biaya tetap. Mungkin lagi siap-siap ganti bisnis ke bisnis lain yang lebih cuan.

Jadi, BAYU itu lebih baik atau lebih buruk? Kalau ukuran investor adalah profitabilitas bersih dan neraca konservatif, BAYU tidak jelek, laba bersih Rp78,89 miliar, ROA 11,74%, tidak punya utang bank, kas masih Rp571,58 miliar, dan liabilitas turun. Tapi kalau ukuran investor adalah kualitas laba yang langsung jadi kas, BAYU kalah dari PANR dan SONA, karena CFO dan FCF BAYU sedang negatif paling dalam di kelompok yang sama-sama sudah untung. Di posisi sekarang, BAYU bisa dibilang kelas menengah, menang di kehati-hatian utang, kalah di kualitas arus kas periode berjalan. Untuk investor, pertanyaan kuncinya sederhana, apakah BAYU bisa menggeser bauran bisnis dari tiket komisi tipis menuju tur dan jasa margin lebih tebal, sambil menormalkan kembali CFO supaya laba tidak cuma bagus di laporan tapi juga masuk ke rekening.

✅ BAYU laba bersih Rp78,89 miliar
❌ Arus Kas Operasi (CFO) minus Rp65,59 miliar
❌ Arus Kas Bebas (FCF) minus Rp83,85 miliar setelah Belanja Modal (Capex) Rp18,26 miliar

⚖️ Pembanding IHSG
🟢 PANR rapi
✅ Laba Rp93,38 miliar
✅ CFO Rp90,36 miliar

🟣 SONA mesin kas
✅ CFO Rp137,82 miliar
💎 Margin Kotor (GPM) 55,11%

🔵 PDES efisien
⚡ Return on Equity (ROE) 34,17%
💰 Net Profit Margin (NPM) 6,51%

🟠 HAJJ untung tapi licin
✅ Laba Rp35,50 miliar
❌ CFO minus Rp60,53 miliar

🔴 PGJO paling lemah
📉 Revenue Rp314,74 juta
❌ Rugi Rp1,93 miliar
Mau ganti bisnis

🏁 Putusan investor
🙂 BAYU unggul laba, kalah kualitas kas
✅ Lebih baik dari PGJO
❌ Lebih buruk dari PANR dan SONA soal kas

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🌊 Menguasai Trade Flow: Analisis Aliran Transaksi yang Dibuat Smart Money
Trade flow (aliran transaksi) adalah data mentah yang digunakan Smart Money untuk mengakumulasi. Mereka menciptakan aliran transaksi yang masif dan terorganisir yang, jika dianalisis dengan benar, akan mengungkapkan niat beli mereka.

Trigger Smart Money adalah alat yang dirancang untuk menguasai analisis trade flow ini di BEI. Kami mengubah aliran transaksi mentah menjadi sinyal akumulasi yang jelas.

Kami fokus pada Deteksi Volume Anomali sebagai Indikator Trade Flow Masif. Kami mencari lonjakan volume yang sangat cepat dan besar, yang merupakan bukti adanya trade flow terorganisir. Bukti ini diverifikasi dengan Analisis Arus Dana Bersih yang Dominan pada trade flow tersebut. Kami memastikan net buying mendominasi aliran transaksi. Dengan Trigger Smart Money, Anda menguasai analisis trade flow yang didorong oleh Smart Money.
$MGNA $PANR $KJEN

Read more...

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR masih sideways

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR Turis lebih pilih thailand daripada bali

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR say : persetan dengan nataru

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR piye Iki ,mau nataru nggk fly fly

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR OMG open nya :'(

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR please ARA 🚀🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PANR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Bagaimana hasil valuasi saham $PANR $HAJJ $PDES yg dianalisis menggunakan Magic Formula Greenblatt, bagaimana historis kinerja keuangan perusahaan, bagaimana keputusan investasi atas harga saham saat ini apakah layak untuk diinvestasikan untuk stabilitas dan keamanan aset,
Studi Joel Greenblatt (2005) dalam bukunya "The Little Book That Beats the Market", dalam konteks pasar modal Indonesia, strategi ini dapat diterapkan pada saham-saham di Bursa Efek Indonesia yang memenuhi kriteria rasio tersebut. Metodologi penyusunan portofolio Magic Formula ini melibatkan pemeringkatan (ranking) saham berdasarkan rasio ROC dan EY, dan kemudian menjumlahkan peringkat tersebut untuk menemukan saham dengan nilai terbaik.
Mari kita pelajari bersama pada video berikut.. https://cutt.ly/itsJNwsc

Disclaimer: video yang membahas strategi ini bukanlah ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham, melainkan semata-mata bertujuan untuk literasi dan menambah literatur dalam bidang keuangan dan investasi.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy