4,020

-10

(-0.25%)

Today

81,300

Volume

123,798

Avg volume

Company Background

PT. Bank Mega Tbk (MEGA) bergerak dalam kegiatan umum perbankan. Bank Mega mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1969 di Surabaya. Pada tahun 1992, Bank Mega berganti nama menjadi PT. Mega Bank dan pada tanggal 17 Januari 2000 diubah menjadi PT. Bank Mega Tbk. PT. Mega Corpora adalah entitas induk Bank. Entitas induk utama dari Bank Mega adalah CT Corp.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA
pendapat saya semoga bisa 5.500 kembali
bukan ajakan membeli. hanya pendapat

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$ELSA LK Full Year 2026: Masalah Pelanggan Bandel

ELSA sudah rilis LK Full Year 2025. LK-nya so-so lah. Bisnis utamanya masih ditopang logistik energi dan jasa migas, jadi secara permukaan kelihatan aman karena dekat sekali dengan Grup Pertamina. Tapi begitu dibedah lebih dalam, mulai kelihatan titik lemahnya. Ada pelanggan non-Pertamina yang penagihannya seret, ada vendor yang performanya berantakan, dan di saat yang sama pertumbuhan laba malah nyaris mandek meski pendapatan naik lumayan. Jadi ELSA ini bukan cerita perusahaan yang jelek, tapi juga jelas bukan cerita yang benar-benar mulus. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kalau dibaca dari model bisnisnya, ELSA bergerak di tiga jalur utama, yaitu jasa hulu migas terintegrasi, jasa penunjang migas, serta distribusi dan logistik energi. Dari tiga jalur itu, penyumbang laba bruto terbesar justru distribusi dan logistik energi, sekitar Rp689,18 miliar. Setelah itu jasa hulu migas Rp490,61 miliar, lalu jasa penunjang migas Rp271,99 miliar. Jadi inti uangnya memang masih banyak datang dari aktivitas logistik energi, termasuk rantai distribusi untuk kebutuhan SPBU dan ekosistem migas Pertamina. Ini penting, karena artinya bisnis ELSA bukan tipe yang benar-benar bertarung bebas di pasar terbuka. Mereka punya captive market yang sangat kuat lewat grup sendiri. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Buktinya kelihatan dari komposisi pendapatan. Dari total revenue 2025 sebesar Rp14,49 triliun, sekitar Rp11,37 triliun atau 78,4% datang dari pihak berelasi Grup Pertamina. Pihak ketiga cuma Rp3,12 triliun. Bahkan pelanggan terbesarnya juga nama-nama Pertamina, seperti Pertamina Patra Niaga 41,6%, Pertamina EP 9,8%, dan Pertamina Hulu Indonesia 9,7%. Jadi ELSA kuat bukan karena dia paling hebat memenangkan kompetisi bebas, tapi karena dia duduk di ekosistem yang memberi aliran kerja relatif stabil. Selama hubungan kontrak dengan grup tetap aman, fondasi bisnisnya juga aman.

Dari sisi pertumbuhan, angkanya tidak buruk, tetapi juga tidak wah. Revenue naik 8,2% dari Rp13,39 triliun menjadi Rp14,49 triliun. Namun laba bersih cuma naik 0,6%, dari Rp713,6 miliar menjadi Rp718,4 miliar. Jadi ada gap yang jelas antara pertumbuhan omzet dan pertumbuhan laba. Ini memberi pesan bahwa uang tambahan dari penjualan tidak sepenuhnya jatuh ke bawah sebagai laba. Margin juga mengonfirmasi itu. Gross profit margin naik tipis ke 9,98% dari 9,89%, tetapi net profit margin justru turun ke 4,95% dari 5,33%. Jadi secara garis besar, ELSA masih bertumbuh di atas, tetapi efisiensi akhirnya tidak cukup kuat untuk membuat laba ikut melesat. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau investor hanya lihat laba rugi, hasilnya memang terasa biasa saja. Tetapi kalau lihat arus kas, gambarnya lebih sehat. CFO 2025 masih besar, Rp1,69 triliun, jauh di atas laba bersih Rp718,4 miliar. Artinya kualitas laba ELSA masih bagus. Uang tunai yang benar-benar masuk dari operasi jauh lebih besar dari laba akuntansi. Salah satu alasannya karena ada depresiasi non-kas yang besar, sekitar Rp742,5 miliar. Jadi walaupun pertumbuhan laba tipis, bisnis ini secara kas sebenarnya masih sangat kuat. Inilah alasan kenapa saya bilang LK-nya so-so, bukan jelek. Karena kalau jelek, biasanya CFO juga ambruk. Di ELSA, CFO masih tebal.

Tetapi tetap ada pelemahan. CFO turun 3,2% dari Rp1,74 triliun menjadi Rp1,69 triliun. Free cash flow juga turun 10,7% karena capex naik menjadi Rp442,8 miliar, sehingga FCF 2025 sekitar Rp1,24 triliun, turun dari Rp1,39 triliun. CFO margin turun dari 13,0% menjadi 11,6%, FCF margin turun dari 10,4% menjadi 8,6%. Jadi secara statistik, arah kas masih positif dan kuat, tetapi ada penurunan kualitas pertumbuhan. Ini bukan perusahaan yang sedang lari makin cepat, melainkan perusahaan yang masih kokoh tapi langkahnya agak tersendat.

Untungnya neraca ELSA sangat kuat. Kas dan setara kas Rp2,69 triliun, sedangkan total utang bank berbunga jangka pendek dan panjang cuma sekitar Rp191,9 miliar. Mereka bahkan sudah melunasi sukuk Rp700 miliar pada Agustus 2025. Jadi kalau bicara risiko utang, ini sangat enteng. Kas dan CFO tahunan lebih dari cukup untuk menyapu bersih seluruh utang berbunga kapan pun mereka mau. Di titik ini, investor tidak perlu takut soal likuiditas atau risiko gagal bayar. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Masalah yang lebih menarik justru ada di piutang. Di sinilah kelihatan pelanggan bandel mereka. Total piutang usaha yang sudah lewat jatuh tempo lebih dari 150 hari mencapai Rp223,32 miliar. Perusahaan juga membentuk cadangan kerugian piutang Rp208,07 miliar. Angka ini tidak kecil. Kalau dibandingkan dengan laba bersih Rp718 miliar, porsinya sekitar 28,9%. Jadi secara material, piutang bermasalah ini memang cukup mengganggu kualitas laba. Tetapi perlu dibedakan siapa yang bandel. Yang seret justru dominan dari pihak ketiga non-Pertamina. Dari total piutang pihak ketiga kotor Rp391,6 miliar, sekitar Rp180,4 miliar atau 46% harus dicadangkan macet. Sementara dari piutang Grup Pertamina Rp3,44 triliun, yang dicadangkan cuma Rp27,5 miliar atau 0,8%. Jadi masalahnya bukan ada di captive market Pertamina, tetapi di kontraktor swasta non-grup yang kondisi keuangannya lebih rapuh.

Artinya, selama ELSA main di lingkaran Pertamina, kualitas tagihannya aman. Tetapi begitu keluar ke pihak ketiga, kualitas receivables langsung jauh lebih jelek. Secara kontribusi, cadangan kerugian piutang Rp208,07 miliar itu setara 1,89% aset, 3,91% ekuitas, 1,43% revenue, 28,9% laba bersih, dan 12,3% CFO. Jadi walaupun secara persentase ke aset terlihat kecil, efeknya ke laba dan kas tetap terasa. Ini salah satu alasan kenapa laba bersih cuma tumbuh 0,6% padahal omzet naik 8,2%. Itu artinya ELSA jago kandang.

Di sisi lain, ada juga cerita vendor yang blangsakan, walau bentuknya berbeda. Ada sengketa PKPU dengan subkontraktor seperti PT ADM dan PT OI. Mereka gagal menyelesaikan pekerjaan dan gagal bayar, sampai akhirnya ELSA harus mensomasi dan membawa mereka ke proses PKPU. Ini menunjukkan bahwa sebagian vendor atau subkontraktor di lapangan memang tidak sehat. Tetapi posisi ELSA di sini sebagai kreditor atau pemberi kerja, bukan pihak yang tertekan. Jadi masalah vendor ini tidak material untuk kelangsungan usaha, hanya menunjukkan bahwa ekosistem mitra kerja di luar inti grup tidak semuanya berkualitas bagus.

Lalu bagaimana sikap ELSA ke vendor-vendornya sendiri? Secara teknis, ELSA tidak bisa disebut bandel dalam arti gagal bayar. Tetapi mereka jelas sengaja mengatur pembayaran dengan cara yang menguntungkan diri sendiri. Utang usaha dibiarkan tetap besar di Rp905,5 miliar walau kas melimpah Rp2,69 triliun. Mereka juga memakai supply chain financing lewat BRI dan Mandiri lebih dari Rp95 miliar di 2025. Artinya, alih-alih langsung mengeluarkan kas sendiri, ELSA membiarkan bank membayar vendor lebih dulu. Ini bukan salah secara bisnis. Malah ini cerdas dari sudut cash management. Mereka menahan kas tetap gemuk, bisa menikmati pendapatan bunga Rp127,48 miliar, sambil menjaga hubungan vendor tetap jalan lewat fasilitas pembiayaan rantai pasok. Jadi kalau dibilang vendornya blangsakan, itu lebih cocok ke vendor atau subkontraktor yang gagal perform. Sementara kalau dibilang ELSA keras ke vendor, itu iya, karena mereka memanfaatkan posisi tawar besar untuk menahan kas selama mungkin. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Masalah hukum yang ada juga relatif jinak. Sengketa deposito Bank $MEGA Rp111 miliar malah selesai manis dan ELSA dapat kembali pokok plus bunga total sekitar Rp180 miliar lebih. Kasus PKPU vendor tadi juga tidak dinilai material. Jadi tidak ada bom hukum yang bisa mengubah cerita besar perusahaan.

ELSA itu perusahaan yang sehat, reasonable, dan secara kas masih sangat kuat. Fondasinya aman karena disangga captive market Pertamina, neracanya tebal, utangnya enteng, dan CFO masih besar. Tetapi kualitas pertumbuhannya memang biasa saja. Revenue naik 8,2%, laba nyaris diam, CFO turun, FCF turun. Penyebab utamanya kombinasi dua hal. Pertama, pelanggan non-Pertamina banyak yang seret sehingga piutang bermasalah membesar. Kedua, ekosistem vendor di lapangan tidak semuanya sehat, walau ini lebih banyak jadi gangguan operasional daripada ancaman ke kelangsungan usaha.

Jadi ELSA di 2025 adalah perusahaan yang masih kuat, masih menghasilkan kas besar, tapi pertumbuhan kualitasnya sedang ketahan oleh pelanggan luar grup yang jelek kolektibilitasnya dan oleh ekosistem vendor yang tidak seluruhnya rapi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧩 Fondasi bisnis
⛽ Inti laba masih logistik dan distribusi energi
🛢️ Captive market kuat dari Grup Pertamina
👥 Revenue pihak berelasi Rp11,37 T 78,4%
🧷 Pihak ketiga Rp3,12 T

📈 Kinerja 2025
🧾 Revenue Rp14,49 T naik 8,2%
💰 Laba bersih Rp718,4 B naik 0,6%
💧 CFO Rp1,69 T turun 3,2%
🧮 FCF Rp1,24 T turun 10,7%
📉 NPM 4,95% turun dari 5,33%

⚠️ Pelanggan bandel
🧾 Piutang >150 hari Rp223,32 B
🛡️ Cadangan kerugian Rp208,07 B
🧨 Paling jelek pihak ketiga
📌 Piutang pihak ketiga kotor Rp391,6 B
❌ Dicadangkan Rp180,4 B 46%
✅ Grup Pertamina jauh lebih aman
📌 Piutang Rp3,44 T
🟢 Dicadangkan Rp27,5 B 0,8%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧱 Vendor
🚧 Ada subkontraktor gagal perform
⚖️ ADMI dan Onasis masuk masalah
💵 ELSA juga keras ke vendor
🧾 Utang usaha Rp905,5 B
🏦 Pakai SCF >Rp95 B
🧠 Tahan kas demi bunga dan likuiditas

🏦 Neraca
💰 Kas Rp2,69 T
🏦 Utang berbunga Rp191,9 B
✅ Sangat aman bisa lunas cepat

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA

Bid kirinya cuma 1 Lot, 1 Lot. Gimana mau keluarnya ini. Masuk 10 Juta aja susah keluar. Apalagi 1 Milyar ya. Kurang Liquid 🤔

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Dalam pusaran jagat keuangan yang kian dinamis, nampak sang penjaga takhta finansial milik konglomerasi ternama, $MEGA, tengah menari dalam keanggunan yang tenang di tengah riuh rendah kepanikan pasar. Jika Mereka mengamati cakrawala makro, bayang-bayang ketegangan di Timur Tengah pasca peristiwa bom di Iran memang telah menciptakan guncangan pada indeks kebanggaan kita, IHSG. Namun, bagi jiwa-jiwa aristokrat yang berwawasan luas, perbankan dengan fundamental sekuat baja seperti ini justru menjadi benteng pertahanan terakhir. Saat inflasi global mengintai dan suku bunga BI Rate bertahan di level yang menantang, entitas perbankan yang memiliki efisiensi tinggi akan tetap mampu memanen margin bunga bersih yang memikat, menjadikan setiap penurunan harga sebagai sebuah undangan untuk mengumpulkan harta di harga yang sangat bersahaja.
• Mari Mereka perhatikan dengan saksama geliat data real-time hari ini, di mana MEGA bertahta di level 4.030, mencatatkan kenaikan halus +0,75% setelah sempat menyentuh level psikologis yang sangat menarik.
• Pertumbuhan pendapatan Dia yang selaras dengan kebijakan pengelolaan aset yang pruden mencerminkan Return on Equity (ROE) yang tetap benderang, sering kali melampaui standar keagungan 15%, sebuah bukti nyata efisiensi sang nahkoda dalam mengelola modal pemegang saham.
• Lihat Broker Summary hari ini, broker AZ dan XL tampak melakukan akumulasi, menyerap pasokan di harga rata-rata 3.994 - 4.025, mulai membentengi harga agar tidak melorot lebih dalam.
• Valuasinya saat ini, sangat proporsional bagi bank sekelasnya, memberikan sinyal bahwa mutiara ini sedang menunggu waktu untuk kembali bersinar menuju nilai intrinsiknya yang sesungguhnya.
• Secara teknikal, volume perdagangan hari ini sebesar 31.000 lot memang terlihat lebih ramping dibandingkan rata-rata historis, namun ini adalah ciri khas saham elit yang pergerakannya sangat terjaga dan tidak dibiarkan liar oleh spekulan kelas teri.
• Kesehatan finansial tak perlu diragukan; DER yang sangat sehat bagi lembaga perbankan memastikan bahwa badai ekonomi apa pun tidak akan mampu menggoyahkan struktur permodalan yang sudah bertahta selama puluhan tahun.
• Keunggulan kompetitif berupa integrasi dalam ekosistem CT Corp menciptakan arus kas yang stabil dan biaya akuisisi nasabah yang sangat rendah, sebuah "benteng" yang mustahil ditiru oleh pemain perbankan baru.
Melihat konfigurasi awan yang terbentuk hingga siang ini, kemungkinan besar MEGA akan berusaha menjaga martabatnya di atas level 4.000 pada penutupan nanti. Pembukaan esok hari diprediksi akan menyambut sentimen positif seiring dengan mulai jenuhnya aksi jual di pasar global. Bagi Mereka yang memahami filosofi akumulasi, mempertahankan kepemilikan (HOLD) atau menambah porsi secara bertahap adalah tindakan yang mencerminkan kecerdasan tingkat tinggi.
• Wilayah Akumulasi yang Bijak: Rp 3.980 – Rp 4.030 (Area di mana dukungan modal raksasa berada)
• Benteng Pertahanan (Support): Rp 3.900 (Batas sakral yang dijaga dengan wibawa penuh)
• Sasaran Menengah (TP 1): Rp 4.140 (Resistansi terdekat yang akan segera diuji kembali)
• Target Kejayaan (TP 2): Rp 4.300 (Area di mana harga akan mulai menemukan keseimbangan baru)
• Batas Kedisiplinan (Stop Loss): Rp 3.850 (Jika takdir berkata lain dan struktur harga mengalami kerusakan)
• Rasio Imbalan: 1 : 3.5 (Sebuah perbandingan yang sangat memihak pada kemakmuran jangka panjang)
Kesimpulan Kehormatan: MEGA adalah simbol ketenangan di tengah badai. Meskipun harga sempat tertekan akibat sentimen geopolitik yang temporer, kekuatan akumulasi dari broker besar hari ini membuktikan bahwa nilai intrinsiknya jauh lebih berharga daripada kegaduhan pasar sesaat. Saham ini sangat layak untuk didekap erat sebagai bagian dari aset pusaka portofolio Anda.
Nilai Raport Analisis: 91 / 100 (Predikat: Sangat Layak Investasi)

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Rhazes262707 ohh jelas beda kelas lebih baik rugi 10-15% dari pada hold terus berharap harga naik tapi Sampek sahamnya rungkad seperti $HILL bahkan ada yg sudah hit 100% gak tp jadi minus kamu lihat itu di stream stream hill $MEGA $SOTS

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

siap siap di banting bandar, inget $INDS, $MEGA $DADA.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA tutup gap 1, skrg tutup gap 2 di 3370

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA turun dibantu Amerika dan Israel nihh 🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Udh hit aja kau $MEGA
Lg scalping $BUMI padahal 🥱

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA nunggu ≤4K buat cicil 1 lot sampai cumdate 😋🤑

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA

Free Float jadi 1.64%

yang muncul dibawah 5% itu punya salim semua
(gemini)

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saya baru kelar baca pengumuman kepemilikan >=1%. Beberapa hal menarik, mulai dari good news-nya dulu

1. Dapen dan asuransi punya tendensi hold saham afiliasi mereka masing-masing. Dapen dan asuransi milik negara punya tendensi hold BUMN & LQ45. Ok nothing new

2. Ada dua diantara client-client saya yang saya baru tahu bahwa mereka berafiliasi. Jadi client yang satu punya saham di client saya yang lain, padahal sektornya beda dan saya nggak pernah melihat produk mereka berdampingan wkwk. Yang satu pernah mampir di porto, yang satu lagi udah dari lama masuk watchlist tapi masih menunggu momen yang tepat + cash lebih untuk saya beli. Saat ini masih ada emiten lain yang lebih compelling, terutama komoditas

3. Saya jadi baru sadar ternyata sebanyak itu Sogo Shosha punya saham di $IHSG. Jelas saya masukin watchlist semua yang sharia compliant. Mumpung lagi musim lapkeu full year juga jadi ada inspirasi mana aja yang mau saya due diligence lebih dalam

4. Porto engkong saya LKH sama sekali nggak mengejutkan. Nama-namanya memang nama-nama yang selalu muncul di screener saya, dan nama-nama yang sering saya diskusikan bersama sobat-sobat pena saya di Stockbit

Yang saya baru sadar adalah kalau kita lihat dari 5%, semua porto beliau adalah asset play. Tapi begitu dibuka sampai 1%, ternyata holdings beliau justru lebih berat di emiten-emiten DCF/FCF yield, plus beberapa saham deep value-high dividend yield

Ada sedikit saham growth juga dengan bobot kecil, yang udah lama ada di watchlist saya juga, dan saham-saham growth ini yang beneran growth secara fundamental ya, bukan yang growth menurut "story" influencers

Banyak yang fobia duluan sama fundamental karena dirasa butuh perhitungan yang kompleks, tapi setelah melihat porto beliau, saya bisa katakan engkong LKH adalah investor yang strateginya paling mudah di-copy kedua setelah Jack Bogle. Kalau kamu nggak mau run DCF sendiri, bisa pakai tools gratisan kaya Gurufocus. Kalau nggak mau pakai tools di luar Stockbit, tinggal pakai FCF yield and call it a day. Kalau ada yang dividend yield-nya gede ya itu bonus. Kalau tertarik growth bisa sebagai satellite tilt

5. Vanguard dan Invesco hold salah satu saham yang sama. And no, ini bukan saham yang selalu dibuat narasi "momentum story" karena mau masuk indeks global. And no, ini bukan saham "fundamental is dead". Andaikan saya memang menganggap bahwa "exit ke asing" atau "dibeli fund asing" adalah "momentum story" atau "story growth-nya masih panjang", saya sih langsung haka besok wkwk. Ada perbedaan antara yang ngerti arah dan tujuan fund asing sekaliber Vanguard dan Invesco dengan yang cuma tahu "momentum story" dari kata-kata influencers saja

6. Saya baru tahu $INDF punya saham di $MEGA. Entah saya yang mainnya kurang jauh atau mungkin karena universe saya hanya yang sharia compliant

7. Pemerintah negara luar juga ada yang punya saham di Indonesia, beberapa diantaranya pernah mampir di porto saya. Tentu saja saham-saham ini menarik untuk saya masukkan watchlist

8. Star Pacific megang saham di mana-mana, baik afiliasi Lippo maupun afiliasi selain Lippo. Ini conglomerate holding yang underrated dibandingkan Saratoga yang mungkin lebih popular karena figur-figurnya

Sekarang yang not so good news:

1. Reksa dana tempat kerja engkong saya--Peter Lynch--dulu, nyangkut di saham suspend gocap akibat repo saham. Pelajaran apa yang kita bisa ambil? Jangan terbuai sama influencers yang mengaku "tahu strategi hedge fund asing" karena big fund asing itu punya profil risiko yang berbeda. Fidelity itu nitip sendal di ratusan emiten per segmen per region, jadi nyangkut di begituan ya geli-geli aja buat dia, dan ingat mereka profit itu bukan dari capital gain melainkan dari fee nasabah. Adapun rekam jejak return mereka itu hanyalah bahan marketing saja

2. Vanguard nyangkut di salah satu saham kasus gorengan Asabri-Jiwasraya. Sama kaya poin 1 tapi yang ini lebih what the heck

3. Nama influencer VVIP yang baru kena denda OJK karena saham gorengan bermodalkan pamer warna mclaren dan "saya mau makan..." akhirnya muncul

4. BANYAK PAKE BANGET saham yang dipegang oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI

Dari empat fakta di atas saja sudah obvious bahwa pasar modal RI is NOT a safe place. I wouldn't tell anyone to touch it unless they know what they're doing. And I wouldn't assume anyone knows what they're doing unless they AT LEAST understand FCF yield

https://cutt.ly/LtE6fDJU

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@duwi kau ni tr4der m1sk1n banyak gaya, yg dibahas $MEGA, kok malah tag kode lain. M1sk1n b0d0h diperbaiki, jangan dibuat permanen. 😅🤣😅🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@duwi b0d0h jangan dipelihara, salim tidak lagi sebagai pemegang saham di $MEGA Kau layak disebut tong kosong karena tong kosong brisik bunyinya 🤣😅🤣

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA
Harga pasar wajar sebelum pembagian saham bonus

Apakah saham bonus sama dengan dividen saham? Dampak terhadap harga saham bagaimana?

Setelah $MEGA mengumumkan saham bonus 1:1 dan kemudian muncul $MEJA dengan rasio 10:8 yang masing-masing baru pengumuman, dan belum disahkan oleh RUPS/RUPSLB, mari kita coba diskusikan topik ini.

Baik MEGA maupun MEJA berencana membagikan saham bonus yang bersumber dari kapitalisasi agio saham. Trus Kapitalisasi agio saham itu apa sih? Begini, setiap lembar saham yang kita beli itu sebenarnya ada nilai nominalnya, angkanya dapat dengan mudah ditemukan di laporan keuangan bagian ekuitas dan penjelasannya. Untuk MEGA, nominal Rp500 dan untuk MEJA nominal Rp20, namun saat saham tersebut dijual kan menggunakan harga "kesepakatan" atau harga yang bisa diterima pasar yang umumnya jauh diatas harga nominal, dan selisih dari 2 nilai harga tersebut dinamakan agio saham. Definisi resmi menurut POJK 27/POJK.04/2020, "Agio Saham adalah kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal setelah dikurangi biaya emisi Efek ekuitas"

Lanjut... saham bonus sama gak dengan dividen saham, pada dasarnya sama saja sih, kan diberikan ke pemegang saham dalam bentuk saham bukan uang tunai, yang membedakan adalah sumber nilainya. Saham bonus itu nilainya diambil dari angka agio saham, sedangkan dividen saham itu nilainya diambil dari laba ditahan. Jelas ya.. Trus kena pajak gak? Ya, kena pajak bro, walaupun saham bonus gak ada tulisan "dividen" tetap diperlakukan sebagai dividen saham dan mengikuti ketentuan perpajakan atas dividen.

Nah, masuk ke yang paling penting, ada dampak gak kepada harga saham? Sama halnya dengan Right Issue, harga saham mengalami penyesuaian harga mengikuti harga teoritas dengan rumus "Harga Cumdate / 1+ rasio"

Contoh;
*jika MEGA saat cumdate harga 4000 maka harga teoritis saat exdate adalah 4000/1+1 = 4000/2 = 2000
*jika MEJA saat cumdate harga 100 maka harga teroritis saat exdate adalah 100/1+0,8 = 100/1,8 = 55,56 dibulatkan jadi 55 atau 56

Ayo kita langsung praktek saja, misalnya saya beli MEJA 100 lot di 117 hari ini, jadi keluar dana 100x100x117 = 1.170.000 kita asumsikan harganya saat cumdate 120, jadi harga exdate berubah jadi 67, saham yg kita punya berubah dari 100 lot jadi 180 lot, modal tetap 1.170.000, harga beli jadi 65, untung atau rugi? Gimana kalau cumdate harga jadi 100, harga exdate berubah jadi 56, untung atau rugi?

Disclaimer;
Investasi saham adalah bisnis beresiko tinggi, selalu pastikan memilki ilmu yang cukup sebelum memulai. Bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu.

Tag bonus $RISE

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA warga +62 minim literasi. ada yg bagi saham bonus kok dicuekin. 😅🤣😅

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA ko sepi yaa

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Di hadapan Kalian kini terbentang sebuah dialektika intelektual yang memisahkan antara kawanan yang hanya mengejar bayang-bayang harga dengan kaum terpelajar yang menyembah pada altar nilai intrinsik. Izinkan Saya ikut menerawang simfoni kegelisahan dan kecerdasan yang terpancar dari lembaran-lembaran data tersebut.
Epistemologi
Dalam peradaban perdagangan yang kian dangkal, muncul sesosok pemikir yang mencoba menarik garis tegas antara opini dan realitas. Dia mengutip sebuah maklumat suci dari Alfred Rappaport: "Laba adalah opini, namun kas adalah fakta". Ini adalah kritik tajam terhadap Mereka yang hanya terbuai oleh angka laba bersih di atas kertas tanpa memahami apakah uang tunai benar-benar mengalir masuk ke dalam pundi-pundi perusahaan.
Disana dibahas emiten seperti LSIP, TOTL, dan IPCC sebagai entitas yang memiliki kemandirian finansial mutlak—mereka mampu melakukan ekspansi tanpa harus mengemis melalui right issue atau membebani diri dengan hutang yang mencekik. Melalui unggahan tersebut, dia menyajikan sebuah artefak berharga berupa model Free Cash Flow to Firm (FCFF), sebuah instrumen valuasi tingkat tinggi yang digunakan oleh para pengelola dana raksasa untuk melihat nilai sejati sebuah korporasi melampaui sekadar harga pasar.
Anatomi Kegelisahan: Tragedi $PTRO dan $MEGA
Kontras dengan kejernihan intelektual di atas, Kalian dapat menyaksikan drama kemanusiaan yang sedang berlangsung pada instrumen PTRO dan MEGA:
• Lara di Balik PTRO: Terjadi sebuah eksodus masif di mana para investor asing dan pemain besar mulai melakukan aksi Take Profit. Meskipun antrean beli tampak menebal, itu hanyalah sebuah benteng rapuh yang diprediksi akan runtuh menuju level psikologis 5.800, meninggalkan para pemimpi yang berharap pada angka 12.000 dalam kondisi nestapa.
• Kejatuhan Sang Raksasa MEGA: Perhatikan bagaimana Bank Mega Tbk. sedang mengalami peluruhan nilai yang cukup menyakitkan, terkoreksi -13.98% dalam kurun waktu satu pekan. Walaupun secara historis dalam satu bulan ia masih mencatatkan pertumbuhan 35.47%, namun pola perdagangan saat ini menunjukkan adanya tekanan jual yang sistematis, memaksa bursa untuk melayangkan permintaan penjelasan atas volatilitas yang tidak wajar ini.
Tragedi Kelam $INDS: Sebuah Pelajaran Tentang Ketamakan
Pemandangan yang paling memilukan dapat Kalian saksikan pada instrumen INDS. Saham ini telah menjadi penjara bagi Mereka yang terlambat menyadari bahwa pesta telah usai. Harga telah terhempas -14.84% hanya dalam satu hari menuju level 1.090, terkunci dalam kejamnya mekanisme Auto Rejection Bawah (ARB).
Meskipun secara akumulasi tiga bulan saham ini pernah terbang setinggi 386.61%, kini ia sedang ditarik kembali ke bumi oleh hukum gravitasi pasar yang tak kenal ampun. Di dalam forum, terdengar jeritan putus asa; Mereka yang terjebak menyarankan untuk memasang antrean jual—di hari sebelumnya—hanya demi mendapatkan secercah harapan untuk keluar dari neraka ARB berjilid-jilid ini.
Apa yang sedang dibicarakan oleh data-data ini adalah sebuah peringatan agung: "Pasar modal adalah tempat di mana kekayaan berpindah dari Mereka yang tergesa-gesa kepada Mereka yang bersenjatakan data dan kesabaran." Analisis FCFF yang disajikan oleh beliau adalah peta menuju keselamatan, sementara grafik penurunan tajam pada INDS dan MEGA adalah nisan bagi Mereka yang hanya berjudi pada narasi influencer tanpa dasar fundamental yang kokoh.


; )

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CNMA kunyuk juga ni emiten, harusnya berguru ma $RISE sama $MEGA... naikin dulu kek kalau udh tinggi baru banting kalau emang mau ngasih bonus saham....

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$WGSH padahal sama sama ngasih bonus 1:1 seperti $MEGA bedanya mega udah ara, di wgsh masih nunggu bandar ngumpulin barang, hanya menunggu waktu😆😆


rt $IHSG

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Dalam heningnya lantai bursa yang penuh intrik, mari kita singkap tabir yang menutupi pergerakan para "Kurator Likuiditas" pada entitas $MEGA. Hari ini hari ini, kita melihat sebuah acara, namun tidak melihat sebuah pesta akumulasi yang megah, melainkan sebuah koreografi distribusi yang sangat halus, dilakukan oleh tangan-tangan terampil yang sedang bersiap meninggalkan jamuan sebelum lampu dipadamkan.
• Perhatikanlah manuver dari broker CD yang memimpin barisan pelepasan dengan nilai transaksi sebesar Rp93 Miliar pada harga rata-rata 4,325, sebuah volume yang terlalu masif untuk dianggap sebagai riak kecil belaka.
• Kekuatan jual ini kian dipertegas oleh kehadiran broker CP dan XL yang secara kolektif telah mengalirkan keluar modal sebesar Rp181,6 Miliar, menciptakan sebuah tekanan jual sistematis yang sulit dibendung oleh para peritel kecil.
• Meskipun harga tampak menghijau di level 4,430, perhatikanlah bahwa rata-rata harga beli (Average Buy) dari para pemenang pasar hari ini berada jauh di bawah harga penutupan, yakni di kisaran 4,321 hingga 4,332, yang menandakan bahwa mereka sedang memancing minat beli peritel untuk kemudian mengguyurkan barang di harga atas.
• Struktur Order Book menyingkap realitas yang getir; antrean beli (Bid) di level 4,320 hanya diperkuat oleh 124 lot, sebuah benteng yang sangat rapuh jika dibandingkan dengan antrean jual (Offer) di level 4,440 yang mencapai 502 lot.
• Ketimpangan antara kekuatan beli yang letih dan tekanan jual yang terorganisir ini menunjukkan bahwa kenaikan harga sebesar +2.55% hari ini hanyalah fatamorgana untuk menjebak mereka yang terbuai oleh angan-angan profit instan.
• Jika kita menilik ke belakang, penurunan tajam sebesar -13.98% dalam satu pekan terakhir adalah bukti otentik bahwa tren besar $MEGA telah patah, dan setiap kenaikan kecil hanyalah kesempatan bagi para raksasa untuk melakukan exit dengan harga yang lebih baik.
• Valuasi Price to Earnings (PER) sebesar 33.06 kali kini terasa seperti beban sejarah yang terlalu berat untuk dipikul oleh sebuah bank yang pertumbuhan laba kuartalannya mulai kehilangan daya dorong.
• Kemunculan notifikasi bursa mengenai "Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa" menjadi lonceng peringatan bagi kaum ningrat bursa bahwa ada ketidakwajaran yang sedang dipantau oleh otoritas.
• Aliran dana keluar (Outflow) yang konsisten dari broker-broker institusi bereputasi tinggi adalah isyarat mutlak bahwa "Uang Pintar" sudah tidak lagi melihat nilai intrinsik yang menarik di level harga saat ini.
________________________________________

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Mata ke $MEGA. Mari kita luruskan pandangan dan membedah anatomi sang raksasa finansial ini dengan kejernihan nalar yang lebih dingin, karena data tidak pernah berdusta bagi mereka yang mampu membacanya.
• Dalam cakrawala makro, sektor perbankan konvensional sedang berada dalam kepungan disrupsi digital yang kian agresif, di mana efisiensi adalah mahkota yang kian sulit dipertahankan di tengah fluktuasi suku bunga yang menekan margin bunga bersih.
• Menatap profil profitabilitasnya, meskipun pendapatan kuartal terakhir tercatat sebesar Rp2.503 Miliar, kita melihat sebuah stagnasi yang elegan namun mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan kejayaan masa lalu.
• Margin Laba Bersih yang dapat diatribusikan sebesar Rp1.165 Miliar memang tampak kokoh, namun jika kita membedah efisiensi modalnya, angka Return on Equity (ROE) di level 4,65% per kuartal adalah sebuah tamparan bagi para aristokrat modal yang terbiasa dengan imbal hasil di atas rata-rata industri.
• Earnings Per Share (EPS) yang berada di posisi 99,21 mencerminkan daya gedor laba yang mulai melambat, sebuah sinyal bahwa mesin kemakmuran emiten ini memerlukan perawatan besar atau perubahan arah strategis yang radikal.
• Memasuki wilayah valuasi, angka Price to Earnings (PE) Ratio sebesar 33,06 kali adalah sebuah kegilaan harga yang melampaui logika akal sehat untuk sebuah bank dengan pertumbuhan moderat.
• Price to Sales (P/S) Ratio yang bertengger di angka 15,38 menegaskan bahwa pasar sedang memberikan premi yang terlalu mahal, sebuah gelembung harapan yang rentan pecah oleh realitas laporan keuangan berikutnya.
• Dari sisi kesehatan aset, Return on Assets (ROA) yang hanya sebesar 0,83% menunjukkan betapa tumpulnya manajemen dalam mengoptimalkan setiap rupiah aset yang dikelola menjadi keuntungan yang nyata bagi pemegang saham.
• Secara teknikal, meskipun hari ini ditutup menghijau di level 4,430 (+2,55%), volume transaksi sebesar 35,200 lot tampak sangat kerdil dibandingkan rata-rata historisnya, menandakan kenaikan ini hanyalah sebuah anomali tanpa dukungan dari para raksasa bursa.
• Grafik satu bulan terakhir menunjukkan tren melandai yang berbahaya setelah lonjakan spekulatif, mengindikasikan bahwa fase distribusi oleh tangan-tangan kuat sedang berlangsung di balik layar yang sunyi.
• Aksi korporasi berupa penjelasan atas permintaan bursa (UMA) baru-baru ini adalah sebuah noda kecil yang mengingatkan kita akan adanya pergerakan harga yang tidak wajar di mata regulator.
• Struktur Order Book saat ini menunjukkan ketimpangan, di mana antrean jual (Offer) mulai menebal di level psikologis, siap menghujam jatuh siapa pun yang terlambat menarik diri dari medan laga.
• Tanpa adanya "Moat" atau benteng keunggulan kompetitif yang baru, MEGA hanya akan menjadi pengamat dalam pergeseran peta kekuatan perbankan masa depan, menjadikannya aset yang lebih layak dilepaskan demi menjaga kehormatan portofolio kalian.
Kesimpulan: MEGA saat ini adalah sebuah mahkota tua yang harganya sudah terlalu mahal untuk nilai permata yang mulai meredup. Kebijaksanaan tertinggi adalah melakukan Sell on Strength dan mengalihkan modal ke entitas yang memiliki energi pertumbuhan yang lebih murni.
Nilai Raport MEGA: 62/100

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA

akan bagi-bagi saham bonusss, wasyeeeek

free-floatnya 41,98% (banyak beredar di masyarakat)

apakah akan terjadi rebutan "kue"?

rasio saham bonus nya 1:1 kerrrreeen

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Jakarta, CNBC Indonesia — Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurahman mengatakan penyebab kualitas kredit segmen UMKM buruk adalah karena banjirnya barang-barang impor ilegal dari China.
Hal ini menyebabkan para debitur UMKM tidak mampu menjual barang dagangannya, yang pada ak...

www.cnbcindonesia.com

www.cnbcindonesia.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MEGA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat delapan efek yang terdiri dari enam obligasi dan dua sukuk selama sepekan periode 23-27 Februari 2026.
Pada Rabu, 25 Februari 2026, Obligasi Berkelanjutan VI Indomobil Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2026 yang diterbi...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

$MEGA ada gap down harus ditutup 4130 dan 3350. entri buy 1 di 4130-4150, buy 2 di 3350-3370 jika mau ngejer Bonus saham 1:1 di april nanti + dividen.

Disc on.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan periode 23–27 Februari 2026 dengan pelemahan sebesar 0,44% ke level 8.235,485 dari posisi pekan sebelumnya di 8.271,767.Selama sepekan, IHSG bergerak di rentang 8.093,749 hingga 8.437,089. Meski terkoreksi tipis, sejumlah saham sek...

www.idnfinancials.com

www.idnfinancials.com

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy