


Volume
Avg volume
PT Merdeka Battery Materials Tbk., atau Perseroan (sebelumnya dikenal sebagai PT Hamparan Logistik Nusantara) dengan sumberdaya terbesar di dunia dalam hal kandungan nikel di Tambang Nikel Konawe milik SCM (“Tambang SCM”) menurut Wood Mackenzie, menargetkan posisi untuk menjadi salah satu pemain global terdepan yang terintegrasi secara vertikal dalam rantai nilai bahan baku strategis dan ke depannya dalam rantai nilai baterai kendaraan bermotor listrik. Perseroan dan Perusahaan Anak ('Grup MBM') memiliki berbagai aset signifikan di Sulawesi Tengah dan Tenggara, Indonesia dalam rantai nilai bahan baku strategis dan ke depannya da... Read More
Dari Limbah Jadi Harta Karun: Kenaikan Nilai Tambah Sampai 1.500x Lipat! 💎
Tahu nggak kalau Indonesia sekarang punya "Pasukan Bakteri" buat nambang logam langka dari limbah?. Bukan cuma itu, teknologi HPAL kita bisa lipat gandakan nilai biji nikel jadi bahan baku baterai premium sampai 250 kali lipat!
Ini bukan lagi soal pertambangan tradisional "gali-muat-jual", tapi soal transformasi kimiawi. Siapa emiten yang paling siap dengan teknologi ini?
Cek detail teknologinya di video ini: https://cutt.ly/BtR1NsjV
Tag: $MBMA $NCKL $INCO
Indonesia Bukan Lagi "Tukang Gali", Tapi Pengendali Harga Dunia! 🇮🇩🚀
Selama ini kita cuma main di kuantitas, tapi sekarang strateginya berubah total jadi kontrol produksi ala OPEC. Hasilnya? Harga nikel langsung terbang ke level tertinggi dalam 15 bulan terakhir!
Pemerintah sudah tegas: Era nikel murah sudah lewat. Dengan sistem royalti baru Ad Valorem, kas negara bakal makin tebal kalau harga nikel tinggi. Ini katalis besar buat emiten nikel kita!
Simak analisis lengkap "OPEC Nikel" di sini: https://cutt.ly/ItR1ToqG
Tag: $ANTM $NCKL $MBMA
terpaksa harus melepaskan saham2 boy tohir
ini parah sih. koruptor = pembunuh
koruptor pantas dihukum mati
$MBMA $ADRO $ESSA

ANALISA SAHAM $ULTJ
Harga Sekarang: Rp 1.545
Zona Area Beli Aman:
Rp 1.470 – 1.510
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 1.430
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 1.580 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 1.580 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 1.700
• TP2 = Rp 1.820 – 1.900
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 1.470, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• ULTJ saham consumer dairy yang biasanya bergerak stabil dan defensif saat market berfluktuasi
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Nyangkut disaham apa Boss? Sini aku bantu $MBMA $CITA
Stock market (pasar saham) itu tempat jual beli saham perusahaan. Banyak orang mikir saham cuma soal grafik naik atau turun, padahal sebenarnya jauh lebih luas dari itu. Di dalamnya ada analisa, strategi, psikologi, manajemen risiko, dan pemahaman kondisi ekonomi.
Orang yang sukses di market biasanya bukan yang paling cepat beli atau jual, tapi yang paling paham apa yang dia lakukan.
Di market ada 3 hal utama yang selalu jalan bareng:
1. Peluang → harga saham bisa naik karena kinerja perusahaan bagus, sentimen positif, atau banyak investor masuk.
2. Risiko → harga juga bisa turun karena berita buruk, krisis ekonomi, atau panic selling.
3. Mental → emosi sangat berpengaruh. Takut, serakah, atau panik bisa bikin keputusan jadi salah.
Kalau kamu cuma fokus ke keuntungan tanpa ngerti risiko, biasanya malah gampang rugi. Sebaliknya, kalau kamu paham cara kerja market, kamu bisa lebih tenang walau harga lagi turun.
Contoh sederhana:
- Contoh peluang:
Kamu beli saham perusahaan A di harga 1.000 karena laporan keuangannya bagus. Beberapa minggu kemudian naik ke 1.300 → kamu dapat profit.
- Contoh risiko:
Kamu beli saham B karena ikut-ikutan orang. Ternyata perusahaan itu punya masalah utang dan harga turun dari 800 ke 500 → kamu rugi.
- Contoh mental:
Saham kamu turun sedikit, padahal fundamental masih bagus. Kalau kamu panik dan jual cepat, kamu bisa kehilangan potensi naik di masa depan.
📌 Intinya:
Stock market itu bukan judi, tapi permainan strategi dan pengetahuan. Semakin kamu belajar memahami cara kerjanya, semakin besar peluang kamu bisa ambil keputusan yang tepat
Analisis ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi jual atau beli saham. Keputusan sepenuhnya berada pada masing-masing investor.
▶️ Follow & Kunjungi profil saya untuk insight dan postingan bermanfaat lainnya.
Random tag : $MBMA $PTBA $NSSS

Kedengarannya seperti... akhir-akhir ini, ruang diskusi mulai ramai dengan pertanyaan yang tidak sempat dijawab. Ada yang bertanya, "Mengapa saham momentum justru jatuh, sementara yang lain menguat?" Lalu, dengan cepat, penjelasan baru muncul: tentang perang dengan lembaga pemeringkat, tentang ketidakstabilan makro, tentang saran untuk trading cepat atau bahkan istirahat.
Kedengarannya seperti ada yang berusaha keras menyesuaikan peta setelah kapal kandas. Seolah-olah, dengan mengganti judul bab, bab sebelumnya bisa dilupakan.
Tampaknya ada suasana yang mulai berubah ketika prediksi yang sebelumnya terasa begitu meyakinkan, kini harus berhadapan dengan kenyataan pasar yang berkata lain. Sepertinya ada kebutuhan mendesak untuk segera mencari penjelasan baru ketika sektor yang dijanjikan akan meledak justru mengalami penurunan yang cukup tajam, sementara bisnis-bisnis yang selama ini dianggap biasa saja justru menunjukkan kekuatannya.
...Penjelasan baru?
Sepertinya ada rasa lelah yang mulai muncul saat kita terus-menerus diminta untuk bergerak cepat—masuk dan keluar dalam hitungan waktu yang semakin singkat—hanya karena situasi makro dianggap tidak lagi stabil. Rasanya seolah-olah kita sedang dipaksa untuk terus berlari mengejar setiap momentum dividen atau berita harian, dengan ketakutan bahwa jika kita terlambat sedikit saja, modal kita akan habis tergerus oleh ketidakpastian.
...Terus-menerus berlari?
Itu benar. Perasaan ingin mendapatkan penjelasan yang masuk akal adalah wajar. Apalagi ketika kita sudah menaruh kepercayaan pada seseorang yang tampak begitu yakin, begitu mengetahui apa yang terjadi, dan begitu paham berpikir sebagai bandar. Ketika prediksi meleset, kita mencari alasan—bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memahami agar tidak terulang.
Namun, saya penasaran. Tampaknya ada perbedaan besar antara menjadi 'lincah' karena memiliki strategi yang matang, dengan menjadi 'panik' karena kita tidak lagi memiliki pegangan yang jelas.
Siklus yang Tak Pernah Berhenti
Ada pola yang menarik untuk diamati. Pola ini tidak baru, hanya berganti kostum.
Beberapa waktu lalu, kita diajak percaya pada momentum rights issue dan backdoor listing. Ketika itu meredup, datanglah momentum oil akibat ketegangan di selat yang jauh. Sekarang, ketika momentum oil kandas, muncullah narasi baru: perang dengan lembaga pemeringkat, makro tidak stabil, dan saran untuk trading cepat atau istirahat.
Setiap kali, ada target baru yang digemakan. Setiap kali, ada janji bahwa kali ini berbeda. Setiap kali, setelah target itu meleset, ada penjelasan baru yang datang—tepat waktu, seperti obat yang diresepkan setelah penyakitnya diketahui.
Yang menarik, siklus ini tidak pernah berhenti. Ia terus berputar, mencari momentum berikutnya, mencari cerita berikutnya, mencari pengikut berikutnya. Dan di setiap putaran, ada yang terlambat keluar, ada yang terjebak, dan ada yang diam-diam menghapus jejak lama untuk menulis cerita baru.
Sementara itu, di sudut lain yang lebih sunyi, ada saham-saham yang tidak butuh momentum. Mereka tidak butuh perang, tidak butuh rumor, tidak butuh narasi rights issue atau oil. Mereka hanya butuh waktu—waktu untuk menjalankan bisnis, membayar dividen, dan tumbuh perlahan. Mereka tidak naik dengan spektakuler saat pasar sedang pesta, tapi mereka juga tidak hancur saat badai datang. Dan menariknya, justru mereka yang hari ini menguat, tanpa perlu dijelaskan dengan teori makro yang rumit.
Sepertinya kita mulai menyadari bahwa jika sebuah bisnis memiliki nilai, keuangan yang sehat, arus kas yang nyata, dan manajemen yang jujur, maka fluktuasi jangka pendek akibat berita politik dunia tidak akan mengubah nilai intrinsik dari perusahaan tersebut. Ada ketenangan yang mulai tumbuh saat kita berhenti mencoba menebak kapan 'gempa' akan terjadi, dan mulai fokus pada kualitas bangunan yang kita miliki.
...Kualitas bangunan yang dimiliki?
Tampaknya kita kini lebih menghargai keberanian untuk tetap diam pada pilihan yang benar, daripada kesibukan untuk terus bertransaksi namun dengan hasil yang tidak menentu. Ada pengakuan yang jujur bahwa kemandirian finansial tidak dibangun dari seberapa cepat kita bisa keluar-masuk pasar saat orang lain sedang takut, melainkan dari seberapa dalam kita memahami bahwa harga saham pada akhirnya akan selalu mengikuti kinerja bisnisnya, bukan sekadar mengikuti sentimen atau hukum pasar sesaat.
Tampaknya kedaulatan kita sebagai investor justru sedang diuji: apakah kita akan terus menjadi pengikut narasi yang berubah-ubah setiap malam, atau mulai menjadi pemilik bisnis yang mandiri.
Jadi, di tengah semua saran yang berganti—dari kejar momentum menjadi trading cepat lalu lebih baik istirahat—mungkin ada satu pertanyaan yang bisa membantu menjernihkan:
"Jika saya mencatat semua 'momentum' yang saya kejar dalam setahun terakhir, berapa banyak yang benar-benar membawa saya lebih dekat ke tujuan finansial saya, dan berapa banyak yang hanya membuat saya sibuk berganti cerita?"
Jika pada akhirnya alasan Anda membeli sebuah saham adalah karena kualitas bisnisnya di masa depan, bagaimana cara Anda memastikan bahwa setiap keputusan untuk 'keluar-masuk' dengan cepat hari ini tidak sedang mengorbankan potensi keuntungan jangka panjang dari perusahaan-perusahaan hebat yang sebenarnya sedang Anda miliki?
$ADRO $MBMA $BUMI

Maaf bang, orang towl0l dilarang beli $DKFT 🤣
Diakumulasi Group Djarum nih Bos 😎
Lu towl0l amat beli Nikel malah yang punya Smelter HPAL 🤮
$MBMA $NCKL

$ADRO $MBMA Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Umumkan Bakal Konversi 120 Juta Motor Jadi Motor Listrik
https://cutt.ly/YtRS1beD
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG merosot 2,61% atau 201,44 poin ke level 7.509 pada perdagangan sesi pertama, Jumat (6/3). Saham-saham terafiliasi konglomerat besar berguguran.
Saham milik Prajogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) misalnya anjlok 7,95% atau 105 poin ke level 1.215 dan...

katadata.co.id
@Kokoliben
Pertama masalah harga sulfur sebagai cost paling besar di Smelter HPAL, harga melonjak naik karena penutupan selat Hormuz (mayoritas sulfur diimpor dari Arab). ini memukul semua emiten yang punya Smelter HPAL > $NCKL, INCO, MBMA
Kedua masalah Kuota tambang
$INCO cuma diapprove 30 persen atau dipotong 70 persen dari pengajuan jauh dari angka pemotongan nasional yang cuma 30 persen
$MBMA punya tambang Sulawesi Cahaya Mineral yang bermasalah AMDAL-nya dan berpotensi dipotong juga kuotanya dari 19 Juta ton tahun lalu (kebutuhan Smelter internal-nya cuma 5 Juta ton Biji Nikel)

$INCO mencari korban, sama kayak $MBMA
Keduanya terkena isu jelek tapi harga malah di-pump... tinggal tunggu dump nya saja (on progress sejak capai ATH kemarin)
$MBMA gampang banget cara ngusir ritel biadab, kasih offer tebel, nanti juga psimis ujungnya hajar kiri 😅