


Volume
Avg volume
PT Resource Alam Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara melalui anak perusahaan dan perdagangan batubara. Perusahaan yang dahulu bernama PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries ini melalui tiga anak usahanya memproduksi batubara yang sebagian besar diekspor ke China (78%), India (9,6%) dan Korea (8,2%).
ASP $KKGI hampir selalu inline dengan harga ICI 4. Pada Tahun 2024, ASP rata2 sekitar 51,65 US$/MT yg Inline dengan harga ICI 4 (GAR 4200)
Penyebab utama kinerja Tahun 2025 menurun (hingga Q3) adalah kombinasi antara penurunan produksi dibawah target (IBP 4,85 jt & Loa Haur 1 jt) akibat adanya kecelakaan longsor tambang dan penurunan harga ICI 4.
Menarik bila pada Tahun ini produksi dan penjualan bisa normal kembali. Total produksi batubara KKGI 2024 Sekitar 5,9 MT sedangkan hingga Q3 2025 baru sekitar 2,7 MT. Sementara itu, di awal Februari ini harga ICI 4 telah mencapai 51,8 US$ / MT - kurang lebih sama seperti ASP KKGI di Tahun 2024.
Laporan pada Q4 2025 bisa menjadi clue apakah sudah dilakukan pemulihan produksi pada site tambang yg terdampak sebelumnya. Potensi terbaik KKGI adalah adanya turnaround kinerja jika tambang yang longsor telah pulih.
Namun yg perlu diperhatikan juga adalah secara historis KKGI cenderung menurunkan volume produksinya bila harga batubara sedang tidak menguntungkan dan sebaliknya. Jadi bagi para investor KKGI mungkin sebaiknya perlu memantau bagaimana harga komoditas batubara https://cutt.ly/8tmWst5y
terutama ICI 4 yg menjadi mayoritas tipe batubara KKGI.
Disc on.. DYOR.
1/8








Ici 4 $BSSR, $KKGI naik 10% dari minggu pertama Januari.. semoga ga ada kendala sama produksi karena RKAB. 😅
Harga Nickel LME terbang.....berlawanan arah dengan harga saham emiten Nickel yang menyelam...
$NICE $KKGI $NICL

@misterwang88 besok $IHSG koreksi baru ikutan koreksi ya $KKGI. saham isinya kebanyakan ritel jangan ngimpi kemana2.
Kalau lihat trend harga $KKGI saat ini serasa dejavu di tahun 2024 lalu..Hanya saja di tahun tersebut terjadi ledakan kinerja di Q1 dan Q2.. Apakah mungkin akan terulang?

$KKGI : Potensi turn around 2026?
Ada beberapa faktor kunci yg dapat membuat kinerja KKGI membaik di 2026 ini.
1. Momentum Harga Batu Bara (The Macro Wind)
Meskipun harga batu bara sempat melandai di 2024-2025, adanya tren kenaikan kembali (rebound) di awal 2026 memberikan napas baru.
Peningkatan Permintaan Regional: Permintaan dari India dan Vietnam untuk batu bara kalori menengah (spesialisasi KKGI) tetap kuat.
Efisiensi Biaya: KKGI memiliki keunggulan logistik di Loa Haur. Jika harga jual naik sementara biaya operasional tetap terjaga (karena lokasi tambang dekat dengan sungai), margin keuntungan akan melebar secara eksponensial.
Sentimen RKAB: Jika pemerintah akhirnya memberikan relaksasi kuota pada kuartal II-2026, volume penjualan yang kembali normal di tengah harga yang membaik akan memicu lonjakan laba bersih secara signifikan.
2. Diversifikasi Bisnis: Realizing the Hidden Value
Ini adalah faktor pembeda utama KKGI dibandingkan emiten batu bara lainnya.
Transformasi Lahan Menjadi Kas: Dengan landbank sekitar 250 hektar di Samarinda, KKGI tidak lagi hanya bergantung pada lubang tambang. Penjualan unit properti memberikan cash flow yang lebih stabil dan berkelanjutan (recurring income).
Valuasi RNAV sebagai Margin of Safety: Estimasi nilai lahan bila disesuaikan dengan harga pasar saat ini yg berkisar Rp 1,25 T - Rp 1,87 T bertindak sebagai jaring pengaman. Kapitalisasi pasar KKGI saat ini yg mendekati nilai aset lahannya saja, membuat bisnis tambangnya seolah-olah dihargai "gratis" oleh pasar.
3. Analisis Teknikal dan Fundamental (Turnaround Signal)
Secara fundamental, tanda-tanda turnaround biasanya terlihat dari:
- Bottoming Out: Laba bersih yang sudah menyentuh titik terendah (seperti anjloknya laba 97% di 2025) sering kali menjadi indikator bahwa sentimen negatif sudah sepenuhnya tercermin di harga saham (priced in).
Dividen Yield: KKGI dikenal royal membagikan dividen. Jika mereka tetap membagikan dividen di tengah kondisi sulit, itu menunjukkan manajemen memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi terhadap posisi kas mereka.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meskipun peluangnya besar, tetap ada hambatan yang bisa menunda turnaround:
- Ketidakpastian Regulasi: Jika persetujuan RKAB final terus menggantung, volume produksi tidak akan maksimal.
- Pemulihan tambang paska bencana longsor. Tahun 2025 merupakan tahun yg berat bagi KKGI. Selain penurunan harga batubara, terjadi kecelakaan berupa longsor pada site utama IBP. Apabila pemulihan tidak berjalan sesuai rencana, maka proses turn around menjadi lebih panjang.
Disc. On DYOR.
bocil, baru research 10 menit langsung nemu $KKGI udah jadi die hard aja. ngelangkahin sepuh2nya yang pada nyangkut di angkatan 2025.
ONE FOR ALL or ALL FOR ONE?
Tulisan ini semata-mata berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi Saya saja. Sebuah katalis, narasi ataupun sentimen pada sebuah saham, grup dan afiliasi ataupun sektor dapat menyeret saham-saham lainnya yang diidentifikasi pelaku pasar memiliki keterkaitan, meski belum tentu terkait.
Sebuah berita dapat memberikan efek domino ke banyak saham. Ini bukan cerita MSCI yang dianggap berpengaruh besar pada guncangan di IHSG beberapa Minggu terakhir. Ini cerita yang mirip-mirip, tapi dalam skala yang lebih terisolir pada sejumlah sektor atau grup dan afiliasinya.
EFEK SEKTORAL
Ini sudah umum diketahui. Ketika sebuah sektor menemukan momentumnya, orang tidak lagi berpikir perusahaan mana yang paling bagus kinerjanya, "pokoknya" satu sektor ikutan berpesta.
Ketika harga emas naik tinggi, semua saham emas naik, gak peduli perusahaannya sangat bagus, cukup bagus, atau sebenarnya kurang bagus. Semua ikut balapan. Makanya dulu kita sering melihat arena balap saham-saham emas. Begitu juga ketika harga nikel dan CPO naik tahun lalu, semua pesta pora berhari-hari.
Atau ada juga efek domino pemberitaan Danantara yang hendak berinvestasi pada sektor WTE, saham-saham seperti OASA, MHKI, TOBA, dll ikutan meroket. Termasuk berita di dunia tekstil dan regulasi terkait ekuitas minimum perusahaan asuransi dan bank "mini".
Menjelang akhir tahun ada katalis dari harga aluminium, semua yang berkaitan dengan aluminium ikutan pesta, tidak hanya $ADMR yang bahkan tungkunya saja baru mulai dinyalakan, saham-saham seperti INAI dan ALKA juga ikutan tersengat.
Minggu ini ada berita harga COAL naik, kalau beneran katalisnya jalan nantinya, bukan hanya perusahaan ternama seperti ITMG AADI PTBA yang akan ikutan naik harga, bahkan perusahaan yang net income-nya merosot bahkan merugi seperti $KKGI pun bisa ikutan naik. Itu kalau beneran katalis ini mampu meredam aura negatif IHSG yang sedang dalam puncak maximum fear-nya.
EFEK GRUP & AFILIASI
Ketika berita terkait saham $PADI ramai seminggu terakhir, nama pengendali saham-saham lainnya pun banyak dikait-kaitkan. Beberapa saham seperti MINA dan BUVA sudah memberikan tanggapan dan bantahan keterkaitannya dengan pemberitaan yang sedang panas ini. Saya tidak tau pasti, apakah berita ini juga turut mempengaruhi ambrolnya harga RAJA dan RATU seminggu terakhir, ataukah ambrolnya harga saham itu hanya bagian dari koreksi ambrolnya IHSG secara umum.
Hal yang mirip pernah terjadi tahun lalu ketika pemberitaan terkait polemik diskon harga solar industri menerpa GROUP ADARO/ALAMTRI. Atau kasus "pagar laut" yang menerpa PANI hingga berefek ke CBDK dan perusahaan terafiliasi lainnya. Termasuk kisah dramatis ARB-nya UNTR ketika berita Tambang Martabe dicabut izin operasional dan hendak diambil alih oleh perusahaan plat merah. Semua saham segrup atau terafiliasi ikutan terjun bebas.
Jadi kalau hari ini sebuah grup atau yang terafiliasi terimbas berita negatif, besok lusa bisa menimpa yang lain. Investor ritel harus bisa jernih melihat ini. Tidak ada jaminan bahwa saham yang ambrol akan rebound ke harga sebelum ambrolnya. Tapi dari beberapa kasus-kasus tertentu di masa lalu, tidak sedikit yang akhirnya bisa rebound bahkan naik lebih tinggi dari harga sebelumnya.
"Selalu bijak berinvestasi,
ini bukan ajakan jual beli saham."
Di saham berdividen jg pun bisa cutloss kalau belinya di pucuk. Saya jg pengalaman cutloss di $KKGI $BMRI $BBRI karena kurasa timeframenya terlalu panjang hanya utk kembali ke BEP kalau belinya di harga pucuk (dan khusus KKGI karena tiba-tiba rungkad 😂). Di saham-saham gorengan juga bisa cuan kalau belinya di bawah, kayak INET kalau beli di bawah 200 sblm RI, jual setelah cumdate RI masih bagger + hak tebus.
Intinya di semua saham 1, gausah beli di pucuk, beli pas sepi. Saham apapun kalau beli di pucuk + udah rame ga akan tenang.
@AntisamaBadutz hebat km bos,bisa tau entry kpn di $KKGI luar biasa anda..anda bisa tau juga?brp lot saya punya?avg hrg brp?hhhhh
@xin38 lu aja baru masuk november di $KKGI, penghuni2nya yang dari awal tahun 2025 aja udah pada ngilang yang optimisnya sama kek lu. apa yang membuat lu berbeda dari mereka? wkwkwkwk ntar juga ngilang pas Lapkeu nya yang busuknya keluar.
Rilis data ekonomi China
✅ RatingDog Services PMI Jan = 52,3 (vs previous 52,0, vs consensus 51,8)
✅ RatingDog Composite PMI Jan = 51,6 (vs previous 51,3)
PMI sektor jasa dan gabungan sektor China menurut RatingDog makin kuat di zona ekspansif.
Angka ekspansif ini berkebalikan dengan angka PMI menurut NBS yang justru kontraksi.
Rilis PMI RatingDog ini menjadi penyeimbang dari outlook negatif yang muncul sebelumnya.
$ITMG $BSSR $KKGI