Volume
Avg volume
PT. Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) didirikan pada 29 Juni 2015 dan memulai operasi komersial pada 8 Agustus 2015. Saat ini, Kioson menyediakan berbagai layanan yang bisa digunakan oleh para mitra untuk bertransaksi. Fitur dan layanan Kioson antara lain loket pembayaran (telepon, listrik, TV kabel, PDAM, asuransi, e-commerce, dll), penjualan pulsa, paket data, penjualan produk e-commerce, penjualan produk asuransi dan jasa layanan keuangan. Kioson juga berkolaborasi dengan perusahaan terkemuka di bidang telekomunikasi, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, komputer dan suku cadangnya, voucher isi ulang pulsa telepon ... Read More
Harga $TOTL Sekarang: Rp 1.025
Zona Area Beli Aman:
Rp 980 – 1.000
• Area support kuat, cocok untuk entry aman jika harga pullback ke zona ini, Boss
Zona Stoploss:
< Rp 940
• Jika turun di bawah level ini, struktur swing melemah dan rawan koreksi lebih dalam, Boss
Jika naik & breakout:
> Rp 1.060 → ENTRY LANJUTAN (tambah posisi)
• Breakout 1.060 berpotensi memicu momentum bullish lanjutan, Boss
Target Profit:
• TP1 = Rp 1.100
• TP2 = Rp 1.160 – 1.220
Keterangan Tambahan:
• Selama harga bertahan di atas 980, peluang swing bullish tetap terjaga, Boss
• Saham konstruksi, perhatikan sentimen proyek & BUMN
• Breakout valid jika disertai volume meningkat
Analisa saya boleh bantu, tapi keputusan tetap milik Boss.
Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti $KIOS $MBMA ,Nanti Kami Buatkan Flowchart Keputusan biar analisa makin gampang!
Support like agar terus update!!!
Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend
Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏
Hubungan $AMMS dan $KIOS
Request member External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
KIOS dan AMMS terlihat seperti dua dunia yang tidak nyambung, tapi investor yang fokus ke orangnya justru melihat satu garis yang rapi. KIOS adalah panggung digital e-commerce yang akhirnya berubah jadi cerita perebutan kontrol, sementara AMMS muncul sebagai kendaraan baru yang ditempeli narasi fintech dan aset digital. Di bursa, koneksi manusia sering lebih menentukan daripada koneksi korporasi, karena manusia yang sama bisa memindahkan jaringan, modal, talenta, dan arah strategi dari satu cerita ke cerita lain. Itu yang membuat hubungan KIOS dan AMMS terasa erat, bukan karena ada kepemilikan silang yang otomatis, tapi karena ada kesinambungan aktor dan kesinambungan storyline.
KIOS dimulai 2015 oleh Roby Tan dan Viperi Limiardi, lalu IPO 2017 membuat kepemilikan pendiri terdilusi sampai sekitar 77% gabungan dan publik 23%. Setelah itu, 2017 sampai 2018, PT Artav Mobile Indonesia mengakumulasi sampai 53,89% dan praktis mengendalikan arah KIOS. Efeknya terlihat di ujung cerita, Roby Tan tinggal minoritas 4,26%, lalu harga saham KIOS ambruk dari Rp1.600 ke Rp52 atau turun 97%. Ketika penurunan harga sedalam ini terjadi, investor berhenti membahas mimpi platform dan mulai membahas satu hal yang lebih menentukan, siapa yang memegang kendali dan apa motifnya. Barulah beberapa bulan terakhir KIOS terbang lagi dari 50 ke 200. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di titik inilah koneksi manusia menjadi jembatan ke AMMS. Ringkasan yang investor berikan menempatkan Brian Limiardi sebagai figur yang bergerak di lapis blockchain dan fintech lewat Copra Labs, bersama Dimitri Sastropranoto sebagai CTO. Ekosistemnya disebut mendapat dukungan East Ventures dengan assets under management (AUM) US$1,5B, serta arah produk yang dekat ke decentralized finance (DeFi) dan infrastruktur kripto. Lalu muncul langkah penting yang mengunci asosiasi pasar, Brian Limiardi disebut terlibat dalam akuisisi AMMS pada Desember 2025 bersama David Viratama Batubara. Buat investor, perpindahan dari operator atau builder ke posisi pengendali emiten publik adalah sinyal kuat, karena itu berarti ada ruang mengubah arah bisnis, bukan sekadar memberi nasihat dari pinggir lapangan.
Sementara itu, ringkasan juga menunjukkan kubu yang berseberangan di sekitar KIOS. Di belakang kendali KIOS ada jalur Artav yang dikaitkan dengan Tan Heng Lok, lalu dibumbui risiko yang disebut berat, investigasi KPK, permintaan pencekalan, gugatan perbuatan melawan hukum, estimasi kerugian negara Rp180B, serta kepemilikan 34,48% di SBAT yang disebut bangkrut pada September 2025. Kombinasi kontrol, sengketa, dan risiko reputasi membuat KIOS bukan lagi sekadar emiten teknologi, tapi medan konflik. Karena itu, ketika ada figur lain yang punya narasi lebih bersih dan lebih modern masuk ke emiten lain seperti AMMS, pasar cenderung mengikat dua cerita ini lewat kontras, KIOS sebagai kisah kontrol yang memakan perusahaan, AMMS sebagai peluang memulai ulang lewat kendali baru. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Lapisan tambahan yang memperjelas jaringan adalah Roby Tan dan MKNT. Di ringkasan, MKNT disebut distributor tradisional yang stabil, revenue Rp1+ triliun, harga saham Rp200 sampai Rp250 dengan penurunan sekitar 30%, lalu Roby resign Juni 2023 dan muncul litigasi melawan Artav. Ini menegaskan bahwa drama di KIOS bukan drama kecil, karena melibatkan kepentingan distribusi yang nyata dan konflik antar aktor yang punya aset di dunia offline. Ketika konflik sudah menyentuh bisnis tradisional yang menghasilkan uang, maka peta relasi manusia makin penting dibanding bagan struktur perusahaan.
Jadi hubungan KIOS dan AMMS yang paling kuat adalah rantai manusia dan rantai cerita. KIOS memberi pelajaran bahwa IPO dilution dan akumulasi pemegang besar bisa mengubah perusahaan jadi alat kontrol, lalu berujung litigasi dan kerusakan nilai. AMMS, lewat akuisisi yang dikaitkan dengan figur dari ekosistem fintech, menjadi panggung baru yang membuat investor melihat potensi pivot, baik itu menuju investasi aset digital maupun model bisnis yang lebih dekat ke layanan keuangan. Investor yang peka akan membaca ini sebagai satu ekosistem yang saling menyambung lewat orang, jaringan, dan insentif, bukan lewat kepemilikan silang yang tercetak rapi di laporan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🏪 KIOS
🗓️ 2015 Roby Tan dan Viperi Limiardi.
📣 2017 IPO, pendiri 77%, publik 23%.
🧲 Artav 53,89%, kendali pindah.
🧩 Roby 4,26% minoritas.
📉 Rp1.600 ke Rp52, turun 97%.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
🌐 Jembatan ke AMMS
🚀 Brian Limiardi, ekosistem fintech blockchain.
🧾 Desember 2025, Brian dan David Viratama Batubara akuisisi AMMS.
🔑 Dari builder ke pengendali, ruang pivot besar.
⚖️ Lingkar risiko KIOS
🏢 Artav dikaitkan Tan Heng Lok.
💸 Rp180B, SBAT 34,48% bangkrut September 2025.
🚚 MKNT
🏗️ Revenue Rp1+ triliun.
📌 Roby resign Juni 2023, litigasi lawan Artav.
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$YELO
1/3



$JAST Tinggal menunggu ledakannya saja ini biar MM yang bekerja RF AZ biasanya LG akan nambah barang lagi🤔 HIGH RISK
DYOR
Random Tag
$DPUM
$KIOS
