650

+35

(5.69%)

Today

1.62 M

Volume

3.23 M

Avg volume

Company Background

Grand House Mulia Tbk (HOMI) adalah perusahaan perseroan terbatas yang bergerak dibidang real estate, dengan kegiatan usaha utama yaitu mendirikan dan membangun hunian baik secara vertikal maupun horizontal. Saat ini, HOMI dengan konsisten mengembangkan proyek kawasan perumahan yang bernama Parkville Serpong, terletak di Jalan Raya Pengasinan - Gunung Sindur, Bogor.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DADA $RELF $HOMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI ini saham sepi. tapi bisa jadi ladang cuan asal ga panik an

Gua udah CL barang $HOMI, untung gak ngambil bnyak,

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KRAS (Scalping – Intraday)

Trend Intraday:
Sideways to Bullish (selama di atas VWAP)

Zona Entry:
325 – 330

Area Support Terdekat:
320 – 325

Area Resistance Terdekat:
335 – 345

Volatilitas turun: -1.0% (≈ 325)
Volatilitas naik: +2.0% (≈ 335)

Stop loss ideal: -0.8% s/d -1.0% (≈ 326 – 325)
Target realistis: +1.5% s/d +2.0% (≈ 333 – 335)

Trigger Buy (Eksekusi):
- Harga bertahan di atas support 320–325
- Bid menebal dan naik bertahap
- Volume 5–15 menit meningkat

Trigger Sell (Aman):
- Offer menebal di area 335–345
- Volume melemah saat mendekati resistance
- Gagal break high intraday

Time Holding Ideal:
5 – 30 menit

Risk/Reward: 1 : 2

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $HOMI $BSML.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang perdagangan pekanan ini menunjukkan tekanan jual pada sejumlah emiten.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun KabarBursa.com, sepuluh saham tercatat mengalami koreksi terdalam secara mingguan, dengan penurunan harga mencapai d...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI ndar kapan diajak pesta ini? turun terus perasaan.. ayok donk ndar to the moon 🚀🚀🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

3 SKENARIO ENTRY SAHAM $RAJA (Swing Trader Plan)
Harga sekarang: 6.300

1) SKENARIO ENTRY SEKARANG (Moderate Entry)
- Entry: 6.100 – 6.450
- Stoploss: < 5.900
- TP1: 6.600
- TP2: 6.900 – 7.300
Alasan: Harga lagi bertahan di area demand kuat, Boss. Selama 5.900 aman, peluang rebound masih terbuka.

2) SKENARIO ENTRY PULLBACK (Conservative – Paling Aman)
- Entry: 5.900 – 6.050
- Stoploss: < 5.650
- TP1: 6.300
- TP2: 6.600 – 6.900
Alasan: Area demand psikologis kuat, Boss. Entry paling aman buat swing trader.

3) SKENARIO ENTRY AGRESIF (Buy on Breakout)
- Entry: Buy kalau breakout > 6.600 dengan volume besar
- Stoploss: < 6.300
- TP1: 6.900
- TP2: 7.300 – 7.800
Alasan: Breakout 6.600 bisa aktifkan momentum bullish baru, Boss.

Alasan Buy:
• Harga masih di area demand
• Struktur swing memungkinkan reversal
• Breakout 6.600 bisa jadi trigger lanjutan

Risiko:
• Kalau 5.900 / 5.650 jebol = potensi lanjut turun
• Breakout tanpa volume rawan fake
• Stoploss wajib buat jaga modal Boss

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $HOMI $BSML. Biar saya buatkan skenarionya.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $VKTR
HARGA SAAT INI : 990

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung bullish
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga naik dan konsolidasi di area atas, struktur swing masih aman selama support kunci bertahan

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 940 – 960
- Support Kunci : 900
- Resistance 1 : 1.040
- Resistance 2 : 1.100 – 1.150

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Volume meningkat saat koreksi → indikasi akumulasi
- Kenaikan bertahap, belum euforia
- Selama harga di atas 900 → masih dijaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB UNTUK SWING)
- Entry Acuan : 990
- Stop Loss : 900 (±9,1%)
- Target Swing : 1.120 (±13,1%)
- Risk : Reward : 1 : 1,4 → CUKUP LAYAK

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten kendaraan listrik & transportasi publik
- Sensitif terhadap realisasi proyek dan kontrak pemerintah
- Cocok untuk swing spekulatif hingga mid-term dengan disiplin stop loss

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
VKTR layak dipantau untuk swing trading selama bertahan di atas support kunci 900.
Peluang kenaikan ke area 1.040–1.120 masih terbuka dengan risiko terukur.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ketik nama sahamnya Boss, contohnya $HOMI $BSML.

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI udah di support resisten gessss

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$KSIX vs $HOMI vs $PWON: Beda Dunia

Kalau investor mau membandingkan HOMI, KSIX, dan PWON dengan kacamata governance, yang paling cepat kelihatan adalah siapa pengendalinya dan seberapa besar porsi publiknya. PWON dikendalikan PT Pakuwon Arthaniaga 68,68% dengan porsi masyarakat 31,30% dan UBO Alexander Tedja, jadi kontrolnya kuat tapi barang publiknya juga tebal, biasanya bikin likuiditas lebih sehat dan harga lebih susah dibikin liar. HOMI dikendalikan PT Graha Mulia Indotama 52% dengan porsi publik 24%, jadi masih jelas ini emiten yang ditentukan satu kubu, tapi ruang publiknya tidak setipis KSIX. KSIX dikendalikan PT Badra Arta keluarga Kalbe 58,84% dengan publik 15,00%, ini yang paling tipis, dan float tipis itu sering bikin grafik tampak dramatis karena supply sedikit, bukan karena fundamental tiba-tiba berubah jadi hebat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi umur dan sejarah, urutannya terasa menarik karena tidak linear. KSIX berdiri 27 Oktober 1980, mulai komersial 1985, tapi baru IPO 8 Januari 2025, artinya perusahaan tua yang baru masuk bursa, jadi investor sedang menilai transisi dari bisnis lama ke disiplin emiten publik. PWON berdiri 20 September 1982, mulai komersial Mei 1986, lalu IPO 9 Oktober 1989, jarak sekitar 7 tahun, ini ciri perusahaan yang sejak awal bertumbuh dengan mode korporasi terbuka dan ritme governance yang matang. HOMI berdiri 9 Januari 2006 dan IPO 10 September 2020, jarak sekitar 14 tahun, jadi emiten lebih muda yang masih berada di fase pembuktian siklus proyek dan ketahanan kas.

Valuasi memperjelas cara pasar memperlakukan ketiganya. PWON pada harga Rp342 punya P E sekitar 5,82x dan PBV sekitar 0,63x, artinya pasar membayar laba murah dan memberi diskon ke nilai buku, biasanya terjadi saat bisnisnya dianggap matang dan kuat tapi sentimennya sedang tidak panas. HOMI pada harga Rp640 punya PER sekitar 640x dan PBV sekitar 7,58x, artinya pasar membayar harapan dengan premi ekstrem, jadi sedikit saja eksekusi meleset, tekanan turun bisa lebih cepat dari yang investor kira. KSIX pada harga Rp440 dibanding IPO Rp452 turun sekitar 2,65%, dan karena laba 9M 2025 turun tajam, rasio P E cenderung tampak mahal kalau dipaksa dihitung dari laba yang sedang kecil, sehingga narasi KSIX biasanya bergeser ke aset dan land bank, bukan ke mesin laba yang stabil. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian transaksi pihak berelasi itu biasanya jadi pembeda kualitas tata-kelola, karena di situ terlihat apakah grup menjaga jarak sehat atau terlalu banyak tarik-menarik internal. Di PWON, tidak ada penjualan ke pihak berelasi yang disebut, dan yang menonjol adalah kompensasi manajemen kunci Rp56,5 miliar, wajar untuk organisasi besar, tapi tetap harus dipantau karena biaya manajemen adalah biaya yang selalu ada. Di HOMI, pihak berelasi terasa lebih personal, ada jaminan pribadi dari Tan Ping sebagai komisaris dan Velliana Tanaya sebagai direktur untuk utang perusahaan, lalu imbalan manajemen kunci Rp812,5 juta yang sekitar 37,4% dari total beban gaji, ini khas emiten kecil karena struktur biaya orang kunci terlihat sangat dominan. Di KSIX, pihak berelasi muncul dalam bentuk sewa kantor dari entitas asosiasi PT Nusalanggeng Prabujaya dan struktur jaminan yang melibatkan deposito pihak berelasi PT Panca Muara Jaya untuk fasilitas bank, ini bukan otomatis buruk, tapi investor wajib melihat apakah transaksinya wajar, transparan, dan tidak jadi pintu belakang memindahkan risiko.

Sekarang soal sengketa, ini yang sering jadi pemicu diskon valuasi karena tidak bisa dimodelkan timing-nya. KSIX punya sengketa lahan signifikan 115.084 m2 di Bogor melawan ahli waris H. Asmara, sempat menang di tingkat Peninjauan Kembali, tapi muncul gugatan baru April 2025 dan masih proses, jadi risiko hukum belum selesai. HOMI tidak disebut punya sengketa material, tapi ada risiko kepatuhan pajak berupa cicilan utang pajak hasil pemeriksaan SP2DK 2021 sekitar Rp3,2 miliar, ini bukan sengketa lahan, tapi tetap sinyal ada beban yang menggerus kas. PWON tidak disebut punya sengketa material dalam ringkasan yang investor pakai, risiko utamanya lebih ke kurs karena utang obligasi USD, jadi risikonya bukan perkara pengadilan, melainkan fluktuasi Rupiah terhadap beban utang.

PWON adalah emiten matang dengan pengendali kuat, float publik besar, valuasi yang justru terlihat murah, transaksi pihak berelasi relatif bersih di sisi penjualan, dan risiko sengketa tidak menonjol. HOMI adalah emiten muda dengan kontrol jelas, valuasi sangat premium, relasi internal lebih terasa lewat jaminan pribadi dan porsi kompensasi manajemen kunci yang besar, plus ada beban pajak yang perlu dipantau. KSIX adalah perusahaan tua yang baru IPO dengan float paling tipis, valuasinya mudah jadi bahan debat karena laba sedang turun, transaksi pihak berelasi nyata di sewa dan dukungan pendanaan, dan faktor pembeda paling sensitif adalah sengketa lahan yang belum benar-benar selesai.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI vs $PWON: Duel Properti

HOMI adalah saham properti. Untuk melihat apakah HOMI bagus secara fundamental, pembandingnya harus properti yang jauh lebih mapan supaya kelihatan mana yang sekadar hidup dan mana yang benar-benar mencetak uang. Di titik itu, PWON adalah cermin yang kejam karena PWON bukan cuma jual properti, PWON juga punya mesin sewa mall dan hotel yang berputar tiap hari. Kalau investor menilai pakai skala, HOMI dan PWON itu bukan beda tipis, tapi beda liga. Kalau investor menilai pakai pergerakan harga setahun terakhir, gambarnya kontras karena HOMI 1 tahun naik sekitar 77,03% sedangkan PWON turun sekitar -15,08%. Tapi mengunci kesimpulan bandar baik atau tidak hanya dari harga itu sering jatuhnya ilusi, karena ukuran emiten, jumlah saham beredar, dan likuiditas bisa bikin pergerakan harga terlihat seperti ada tangan besar padahal efek skala. PWON punya saham beredar sekitar 48,16 miliar lembar, sementara HOMI sekitar 1,57 miliar lembar, jadi wajar kalau PWON jauh lebih sulit digerakkan dibanding HOMI yang kecil. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Mulai dari skala bisnis supaya investor langsung kebayang. Di 9M 2025, revenue HOMI Rp26,15 miliar, sedangkan PWON Rp5,12 triliun. Itu kira-kira 196 kali lebih besar di PWON, jadi kalau PWON bersin, HOMI seperti tersapu angin. Laba bersih HOMI Rp1,18 miliar, sedangkan PWON laba bersih induk Rp1,73 triliun, kira-kira 1.466 kali lebih besar di PWON. Skala organisasi juga beda, HOMI punya 28 karyawan, PWON 3.274 karyawan, kira-kira 117 kali. Di properti, skala itu bukan cuma gengsi, skala itu menentukan daya tahan saat penjualan melambat dan biaya konstruksi naik. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sekarang masuk ke margin, karena margin adalah cerita siapa yang pegang kontrol biaya. Gross Profit Margin (GPM) itu laba kotor dibagi revenue, maknanya dari setiap Rp1 penjualan, berapa yang tersisa setelah beban pokok. HOMI GPM 31,9% turun dari 50,7%, jadi sisa laba kotor per Rp1 penjualan makin kecil, nyambung dengan Cost of Goods Sold (COGS) HOMI yang naik 65,3% sementara revenue cuma naik 19,6%. PWON GPM 55,45%, maknanya dari Rp1 revenue, sekitar Rp0,55 masih tersisa sebagai laba kotor, ini sering terjadi saat recurring income seperti sewa mall mendominasi. Operating Profit Margin (OPM) itu laba operasi dibagi revenue, maknanya seberapa efisien mesin inti setelah beban operasional seperti gaji dan administrasi. HOMI OPM 11,8% itu tipis, PWON OPM 42,34% itu tebal, artinya PWON punya bantalan besar bahkan sebelum bicara bunga dan pajak. Net Profit Margin (NPM) itu laba bersih dibagi revenue, maknanya berapa yang benar-benar jadi laba setelah semua biaya selesai. HOMI NPM 4,5% berarti laba bersih cuma Rp0,045 dari setiap Rp1 revenue, sedangkan PWON NPM 41,52% berarti sekitar Rp0,415 dari setiap Rp1 revenue, ini beda kelas model bisnis.

Rasio berikutnya Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE), ini ukuran produktivitas aset dan modal. ROA itu laba dibanding total aset, maknanya seberapa produktif aset menghasilkan laba. ROA HOMI annualized sekitar 0,81% berarti aset di neraca belum diputar menjadi laba yang layak. ROA PWON sekitar 7,85% berarti asetnya bekerja jauh lebih produktif, selisihnya kira-kira 9 sampai 10 kali. ROE itu laba dibanding ekuitas, maknanya seberapa efektif modal pemegang saham menghasilkan laba. ROE HOMI annualized sekitar 1,18% itu rendah sekali, sedangkan PWON sekitar 10,79% itu level yang lebih masuk akal untuk properti yang punya recurring income. Jadi pesan ROA dan ROE jelas, PWON bukan sekadar besar, tapi efisien, sementara HOMI masih berjuang membuat aset dan ekuitasnya benar-benar menghasilkan.

Lalu bagian paling penting untuk properti kecil adalah arus kas. Arus Kas Operasi (Cash Flow from Operations, CFO) itu kas bersih dari bisnis inti, maknanya perusahaan jalan pakai uang sendiri atau nyedot kas terus-menerus. HOMI CFO minus Rp1,19 miliar sementara labanya Rp1,18 miliar, jadi laba belum berubah jadi kas, ini sinyal kualitas laba yang lemah. Free Cash Flow (FCF) itu CFO dikurangi belanja modal, maknanya kas yang tersisa setelah tetap investasi. HOMI FCF minus Rp1,46 miliar, artinya setelah operasional dan investasi, kas tetap defisit. Di sisi lain, PWON CFO Rp2,06 triliun dan FCF Rp1,72 triliun, artinya bisnisnya bukan cuma laba di laporan, tapi menghasilkan kas besar setelah investasi. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Investor juga perlu lihat rasio penerimaan kas dari pelanggan dibanding revenue, karena ini menguji apakah revenue benar-benar sudah dibayar. HOMI revenue Rp26,15 miliar tapi kas masuk dari pelanggan Rp15,17 miliar, rasionya sekitar 0,58, jadi banyak penjualan yang belum menjadi uang nyata. PWON revenue Rp5,12 triliun dan penerimaan kas Rp5,05 triliun, rasionya sekitar 0,99, jadi revenue PWON sangat dekat dengan uang yang benar-benar masuk. Ini salah satu alasan PWON lebih tenang saat siklus, karena kasnya mengalir.

Sekarang rasio efisiensi modal kerja, ini menjelaskan kenapa ada perusahaan terlihat untung tapi kasnya seret. Days Sales Outstanding (DSO) itu rata-rata hari penagihan piutang, maknanya makin kecil makin cepat jadi kas. HOMI DSO sekitar 22,9 hari, PWON sekitar 7,1 hari, jadi PWON menagih jauh lebih cepat. Days Inventory (DI) itu rata-rata hari persediaan berputar, maknanya berapa lama uang tertahan di persediaan proyek, di properti ini memang panjang. HOMI DI sekitar 1.432 hari, PWON sekitar 898,8 hari, sama-sama panjang, tapi HOMI lebih lama sehingga uang lebih lama terkunci. Days Payables Outstanding (DPO) itu rata-rata hari bayar vendor, maknanya makin besar makin longgar menahan kas sebelum bayar kewajiban. HOMI DPO sekitar 13,3 hari berarti bayar cepat, bagus untuk hubungan vendor tapi bikin kas cepat terkuras. PWON DPO sekitar 34,3 hari berarti lebih longgar. Cash Conversion Cycle (CCC) itu DSO ditambah DI dikurangi DPO, maknanya estimasi lamanya uang yang keluar bisa balik lagi jadi kas. CCC PWON sekitar 871,6 hari memang panjang, tapi PWON menutupinya dengan kas besar dan recurring income, sedangkan HOMI tertekan karena DI sangat panjang dan DPO pendek.

Masuk ke struktur kas dan utang, karena ini menentukan risiko utama masing-masing. Kas HOMI per 30 September 2025 sekitar Rp2,53 miliar dan turun dari Rp6,78 miliar, sementara pinjaman bank sekitar Rp16,42 miliar, jadi risiko likuiditasnya nyata. Likuiditas itu maknanya kemampuan bayar kewajiban tanpa tersendat operasional. PWON punya kas Rp7,01 triliun, itu kira-kira 2.770 kali kas HOMI, jadi bantalan PWON sangat tebal. PWON punya utang obligasi Rp5,54 triliun dalam USD, risikonya risiko kurs, maknanya pelemahan Rupiah bisa menambah beban dan menekan laba, dengan sensitivitas sekitar tiap pelemahan 1% berdampak Rp38,7 miliar ke laba. Jadi HOMI rentan di napas kas dan eksekusi proyek, PWON rentan di kurs, tapi PWON punya brankas kas untuk meredam.

Terakhir valuasi, karena ini sering bikin investor terjebak antara mahal dan murah tanpa paham konteks. Price to Earnings Ratio (PER) atau P/E itu harga dibanding laba, maknanya berapa kali investor membayar laba tahunan. HOMI di harga 640 dihitung PER sekitar 640x, itu ekstrem mahal untuk perusahaan yang labanya turun dan CFO negatif. PWON di harga Rp342 punya P/E sekitar 5,82x, itu murah untuk perusahaan yang masih tumbuh laba dan kasnya kuat. Price to Book Value (PBV) itu harga dibanding nilai buku ekuitas, maknanya apakah pasar memberi premi atau diskon terhadap ekuitas. HOMI PBV sekitar 7,58x, sedangkan PWON PBV 0,63x, jadi pasar memberi premi sangat tinggi ke HOMI dan memberi diskon ke PWON. Dengan kata lain, secara valuasi investor membayar sangat mahal untuk harapan di HOMI, sementara investor membayar murah untuk mesin laba yang sudah jadi di PWON. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau balik ke cerita pergerakan harga setahun terakhir, HOMI naik besar sementara PWON turun, tapi itu tidak otomatis berarti satu emiten lebih royal daripada yang lain. Market capitalization (market cap) PWON sekitar Rp16,28 triliun sementara HOMI sekitar Rp1,03 triliun, dan jumlah saham beredar PWON jauh lebih besar, jadi wajar saham PWON lebih lambat bergerak. Saham besar dengan float besar butuh arus dana jauh lebih besar untuk dibuat tren naik panjang, sedangkan saham kecil bisa terlihat meroket hanya karena perubahan demand yang tidak sebesar itu secara nominal. Kesimpulannya tegas, kalau investor bicara fundamental, PWON unggul telak di skala, margin, kualitas kas, dan valuasi. Kalau investor bicara momentum harga, HOMI memang lebih liar, tapi itu wilayah volatilitas dan likuiditas, bukan bukti kualitas fundamental.

🏁 Skala
📏 Revenue Rp5,12T vs Rp26,15B 196x.
💎 Laba Rp1,73T vs Rp1,18B 1466x.
🧩 Saham 48,16B vs 1,57B.

🍞 Margin per Rp1
🟡 GPM 31,9% vs 55,45%.
🧾 Sisa setelah COGS.
🔧 OPM 11,8% vs 42,34%.
🛠️ Sisa setelah opex.
🟢 NPM 4,5% vs 41,52%.
💰 Sisa bersih.

⚙️ Return
🏗️ ROA 0,81% vs 7,85%.
🧠 ROE 1,18% vs 10,79%.

💧 Kas
🚨 CFO minus Rp1,19B vs Rp2,06T.
🪙 FCF minus Rp1,46B vs Rp1,72T.
🧾 Kas masuk 0,58 vs 0,99.

🏦 Risiko dan valuasi
🧯 Kas Rp2,53B vs Rp7,01T.
🌍 Utang PWON USD Rp5,54T, HOMI bank Rp16,42B.
🏷️ PER 640x vs 5,82x.
🧮 Harga vs laba.
📚 PBV 7,58x vs 0,63x.
🎢 1 tahun HOMI +77,03%, PWON -15,08%.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/6

testestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

jgn senang dulu bro, saham ini $HOMI suka prank 😁
klo pemula gak terlalu pas masuk. sini suka bikin jantungan 😅

@Bintang3605 $HOMI 220 UP TO 700- 800
$AKSI 250 UP TO 500-600
NEXT APA LAGI YAA?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

penutupan tahun 2025
cuan sesi 2 penutupan
$SOFA $ZYRX $HOMI
happy cuan😊

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI
Masi pemula, jadi berasa banget seneng nya ahaha

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI ijin masuk ndar

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🚨 Agen Intelijen Pasar Anda: Mendeteksi Jejak Kaki Para Raksasa
Pasar saham sering terasa seperti medan perang di mana hanya pemain terkuat yang menang. Keunggulan mereka bukan pada keberuntungan, melainkan pada informasi. Mereka memiliki "radar" yang mampu mendeteksi aktivitas rahasia dari Dana Institusional, atau Smart Money, yang merupakan arsitek utama di balik lonjakan harga spektakuler. Mereka selalu bergerak diam-diam, mengakumulasi posisi jauh sebelum media atau trader ritel menyadarinya.

Trigger Smart Money adalah radar canggih itu, kini tersedia untuk Anda. Kami mengubah konsep volume menjadi sistem intelijen pasar yang mampu melacak pergerakan modal besar di seluruh saham yang terdaftar di BEI secara real-time. Filosofinya sederhana: volume adalah bahasa yang digunakan oleh uang besar untuk berbicara.

Fungsi intinya adalah mengidentifikasi Lonjakan Volume Ekstrem. Indikator volume standar sering menyesatkan karena mereka mengukur volume setelah fakta. Sebaliknya, alat kami dirancang untuk menangkap anomali volume di tengah hari perdagangan—misalnya, sebuah saham tiba-tiba mencetak volume setara dengan volume sehari penuh hanya dalam dua jam. Peristiwa mendadak seperti ini adalah signature dari akumulasi atau distribusi besar-besaran, bukan transaksi ritel biasa. Keunggulan kedua yang membuat false signal nyaris hilang adalah Filter Aliran Dana Bersih. Kami tidak hanya memberi tahu bahwa volume tinggi; kami memberi tahu mengapa volume itu tinggi. Apakah tekanan beli (akumulasi) atau tekanan jual (distribusi) yang dominan? Hanya ketika anomali volume yang ekstrem bertemu dengan arus uang masuk yang substansial, barulah Trigger Smart Money mengeluarkan sinyal kuat. Semua data yang disajikan adalah Live Data, yang dikumpulkan langsung dari feed perdagangan yang terverifikasi, memberikan Anda kecepatan respons yang esensial untuk masuk ke pasar pada waktu yang optimal.
$KAQI $KEJU $HOMI

Read more...

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Yuk mantul bang, masa ga mantul si 🤏 $HOMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI AvgD terus ampe jurangg

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG
📡 SUBJECT: $BACA
📅 TIMESTAMP: 30 Desember 2025, 00:36 WIB
📊 LAST PRICE: Rp252 | 🚦 SYSTEM TREND: Bullish / Explosive Breakout Post-Bank of Singapore Acquisition

⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS):

✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)

Range Beli: Rp216 – Rp240

Analisa Sistem: Support struktur MA/EMA Cross 10-26 periode zona Rp216-232 dengan konfirmasi volume accumulation massive >200M lot sustained. Area ini merupakan demand zone optimal post-Bank of Singapore acquisition news dengan RSI 14 berada di 84.0 (zona overbought EXTREME warning). Tunggu konfirmasi pullback sehat ke support MA 10 periode (Rp230-240) dengan konfirmasi Higher Low pattern sebelum eksekusi untuk risk/reward ratio optimal mengingat overbought extreme.


🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)

Range Beli: Rp232 – Rp252

Analisa Sistem: Current price Rp252 menunjukkan explosive breakout momentum +34.76% intraday setelah BREAKING NEWS Bank of Singapore acquisition 14.03% stake Rp470.4 billion. Broker Action EXCEPTIONAL POSITIVE dengan Net Foreign Buy +533.86M (RECORD massive accumulation) dan Bandar Value -930.34B menunjukkan distribusi retail/bandar tertutup sepenuhnya oleh foreign institutional tsunami buying. Volume 20-Day average 388.13M vs 33.49M (surge 1,059% = 10.6x normal FOMO extreme). Entry agresif untuk speculation play on further Bank of Singapore accumulation OR strategic takeover bid, namun risk overbought correction 20-30% extreme tinggi mengingat RSI 84.0 extreme.


🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT:

🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)

TP1: Rp314 (+24.60% dari entry agresif Rp252)
Formula: ((314-252)/252)*100 = 24.60%
(Resistance Minor - ARA level 314 & Fibonacci Extension 161.8%)


TP2: Rp400 (+58.73% dari entry agresif Rp252)
Formula: ((400-252)/252)*100 = 58.73%
(Resistance Major - Round number psychological & Strategic takeover bid premium zone)


🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)

SL: Rp216 (-14.29% dari entry agresif Rp252)
Formula: ((216-252)/252)*100 = -14.29%
(Support Structure Critical - ARB level 216 & Breakdown pre-breakout consolidation). Jika tembus zona ini, potensi koreksi lanjut ke Rp187-200 mengingat overbought extreme correction dan profit-taking pressure massive.


Risk/Reward Ratio (TP1): 1:1.72 ✅ | (TP2): 1:4.11 ✅✅

📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA:

🔴 SEKTOR: Financial Services (Banking - Commercial & Retail Banking)

⚡ KATALIS MAKRO (BANKING & FINANCIAL SECTOR):

BI Rate 4.75% December 2025 (Held Steady): Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4.75% pada December 2025, menjaga interest rate differential vs Federal Funds Rate sekitar 100 bps. BI telah agresif memangkas rate sebanyak 1x di 2024 dan 5x di 2025, total -150 bps dari puncak 6.25%.


Deposit Facility 3.75% & Lending Facility 5.5%: BI juga maintains deposit facility di 3.75% dan lending facility di 5.5%. Stabilitas suku bunga supportive untuk banking sector net interest margin (NIM).


Q3 2025 Financial System Stability Maintained: Financial System Stability Committee (KSSK) confirms stabilitas sistem keuangan terjaga Q3 2025, supporting economic growth dengan vigilance against global risks. Kebijakan moneter dan fiskal synergy strong dengan BI membeli SBN Rp269.97 triliun per 30 Oktober 2025.


Banking Intermediation Stable - Credit Growth 7.70% YoY: Kredit tumbuh 7.70% yoy ke Rp8,162.82 triliun September 2025, didorong investment loans +15.18% yoy, consumer loans +7.42% yoy, working capital +3.37% yoy. Banking sector fundamentals solid untuk support lending expansion.


Banking Sector Solid Q2 2025 - CAR 26.03%, NPL 2.28%: OJK confirms sektor perbankan Indonesia solid dengan controlled risk dan stable liquidity Q2 2025. CAR 26.03% (well above 8% minimum), gross NPL 2.28% (low), intermediation strong dengan credit disbursement naik dan third-party funds +8.51% yoy (August 2025) surpassing credit growth 7.56%. Likuiditas dan modal adequacy robust.


Macroprudential Liquidity Incentive (KLM) Effective 1 Dec 2025: BI strengthens forward-looking dan performance-based KLM policy effective 1 December 2025 melalui incentives untuk banks committed untuk loan disbursement ke specific sectors (lending channel) dan pricing loans sesuai policy rate BI (interest-rate channel). Regulatory support untuk credit expansion.


📢 KATALIS UTAMA (KORPORASI) - GAME-CHANGING: BANK OF SINGAPORE ACQUISITION 14.03% STAKE Rp470.4 BILLION:

🚨 BREAKING: BANK OF SINGAPORE ACQUISITION 2.8 BILLION SHARES (14.03% STAKE) - Rp470.4 BILLION VALUE (19 DEC 2025): Bank of Singapore Limited secara resmi mengakuisisi 2.8 miliar lembar saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) pada 19 Desember 2025. Nilai transaksi mencapai Rp470.4 miliar dengan harga pelaksanaan Rp168 per saham melalui pasar negosiasi.


Bank of Singapore Ownership: 14.03% Voting Rights (Significant Shareholder): Jumlah saham yang dibeli sebanyak 2.8 miliar saham sehingga Bank of Singapore memiliki hak suara sebanyak 14.03%. Ini menempatkan Bank of Singapore sebagai pemegang saham signifikan #2 setelah Capital Global Investama (controlling shareholder yang turun ke 50.66%).


Capital Global Investama Dilution: 63.69% → 50.66% (Sold 2.8B Shares at Rp168): Dalam keterbukaan informasi terpisah dijelaskan bahwa pengendali Bank Capital Indonesia yakni Capital Global Investama telah menjual kepemilikan sahamnya sebanyak 2.8 miliar saham di harga Rp168 per saham. Porsi kepemilikannya turun dari 63.69% menjadi 50.66%. Transaction on 24 December 2025 melalui pasar negosiasi dengan 967.63 juta saham (additional block), nilai Rp1.52 triliun.


🚀 STRATEGIC IMPLICATION: "NO PLAN TO CONTROL" BUT OPTION TO BUY MORE: Bank of Singapore menyatakan tidak memiliki rencana untuk mempertahankan ataupun mengambil alih pengendalian Bank Capital. NAMUN, dalam keterbukaan yang dilakukan oleh Bank of Singapore bank ini masih memiliki opsi membeli lebih lanjut. Ini adalah major strategic positioning dengan exit optionality future.


Transaction Price Rp168 vs Current Rp252 = 50% PREMIUM (Arbitrage Opportunity Closed): Harga transaksi Bank of Singapore di Rp168 per saham (19 Desember 2025) vs harga pasar current Rp252 (29 Desember 2025) = spread +84 points atau +50% premium dalam 10 hari. Market repricing significant shareholder premium dan strategic positioning.


Stock Performance: +27.27% Intraday (29 Dec), +34.76% Current: Saham BACA melesat pada perdagangan Senin (29/12/2025) dengan lonjakan +27.27% ke level Rp238 intraday. Current price Rp252 = +34.76% vs prev close Rp187. Sepanjang perdagangan, saham bergerak di rentang Rp216-252 dengan pembukaan di Rp232.


Market Cap Surge: Rp4.70 Trillion at Rp252 (PE Ratio 51.9x Intraday): Kapitalisasi pasar Bank Capital tercatat mencapai sekitar Rp4.70 triliun pada level Rp252. Saham BACA diperdagangkan dengan P/E ratio sekitar 51.9x berdasarkan data intraday. Valuation premium reflects strategic investor positioning bukan pure fundamental earnings multiple.


1-Month Performance Pre-Acquisition: +27.21% to Rp187 (24 Dec): Harga saham BACA dalam sebulan terakhir (pre-acquisition news) sudah naik 27.21% menjadi Rp187 per saham pada 24 Desember 2025. Momentum strong sudah pre-exist before news catalyst.


Bank of Singapore Background: Bank of Singapore adalah private banking arm of OCBC Group (Oversea-Chinese Banking Corporation), one of Singapore's largest banks dan regional banking powerhouse. Strategic investor credibility extremely high given OCBC track record M&A dan wealth management excellence Southeast Asia.

Strategic Rationale Speculation (Market Interpretation):

Regional Banking Consolidation Play: Bank of Singapore (OCBC) positioning untuk potential regional banking consolidation Indonesia market (valuations attractive post-correction 2024-2025).

Wealth Management Distribution Channel: Bank Capital Indonesia client base dan branch network dapat serve as distribution channel untuk OCBC's wealth management products Indonesia HNW/UHNW segment.

Technology & Digital Banking Synergy: OCBC technology leadership (digital banking, AI/ML credit scoring) dapat accelerate Bank Capital digital transformation.

Strategic Block Positioning: 14.03% stake provides Board representation optionality + blocking minority rights untuk protect strategic interests IF further M&A pursued by other parties.

Exit Liquidity Premium: OCBC dapat provide exit liquidity untuk Capital Global Investama (original controlling shareholder) IF full takeover bid eventually launched (premium to current market price Rp250-350+ range).

💰 FOREIGN FLOW & BANDARMOLOGY:

Net Foreign Buy: +533.86M (RECORD MASSIVE EXCEPTIONAL accumulation, highest BACA history)


Bandar Value: -930.34B (Distribusi retail/bandar heavy, fully absorbed by foreign institutional tsunami)


Bandar Movement: -15.22M (Lock profit retail significant)


Volume 20-Day Average: 388.13M vs 33.49M (surge 1,059% = 10.6x normal FOMO extreme climax buying)


Frequency: 26.7K (EXTREME FOMO transaction activity record)


IHSG Context: IHSG naik +1.25% ke 8.644,26 pada 29 Desember 2025, BACA naik +34.76% (massively outperform 27.8x).

🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT:

📈 MOMENTUM CHECK: POSITIVE (Bank of Singapore Strategic Acquisition Catalyst - Overbought EXTREME Warning)

Reasoning: Teknikal menunjukkan explosive breakout momentum +34.76% intraday dengan RSI 84.0 overbought EXTREME (threshold 70+ adalah overbought, 84.0 adalah climax zone risk correction 20-30% imminent). Net Foreign Buy +533.86M adalah RECORD EXCEPTIONAL (Bank of Singapore institutional positioning + copycat foreign funds following), Bandar Value -930.34B massive retail distribution menunjukkan smart money institutional vs dumb money retail divergence bullish (institutional buying at Rp168-252, retail FOMO chase at Rp230-252 late entry trap zone). Volume surge 1,059% (10.6x normal) + frequency 26.7K adalah FOMO climax buying signal = high risk short-term correction imminent NAMUN strategic positioning catalyst valid long-term. Fundamental catalyst GAME-CHANGING STRATEGIC INVESTOR: (1) Bank of Singapore (OCBC) acquired 14.03% stake Rp470.4B at Rp168/share (19 Dec 2025), (2) Capital Global Investama dilution 63.69% → 50.66% (sold 2.8B shares = controlling shareholder exit partial liquidity event), (3) "No plan to control" BUT option to buy more = strategic positioning flexible (Board seat optionality + blocking minority rights + future takeover optionality), (4) Transaction price Rp168 vs market Rp252 = 50% premium in 10 days (market repricing strategic investor positioning + potential takeover premium speculation), (5) Market cap Rp4.70T at Rp252 (PE 51.9x = premium valuation reflects M&A speculation bukan pure earnings), (6) OCBC regional banking powerhouse (technology leadership, wealth management excellence, M&A track record strong = credible strategic partner), (7) Strategic rationale multiple: Regional consolidation play, wealth management distribution channel, digital banking synergy, blocking minority positioning, exit liquidity premium untuk controlling shareholder eventual full exit, (8) 1-month pre-news momentum +27.21% (Rp187 on 24 Dec = technical strength pre-catalyst validates fundamentals improving), (9) Banking sector solid: CAR 26.03%, NPL 2.28%, credit growth 7.70% yoy, third-party funds +8.51% yoy, BI Rate stable 4.75% (NIM supportive), KLM policy 1 Dec 2025 (lending incentives), Q3 2025 financial stability maintained. Pattern menunjukkan "strategic investor acquisition + takeover speculation premium + FOMO retail chase" dengan outcome binary: Correction 20-30% short-term (overbought extreme unwind) OR further rally 50-100%+ IF OCBC launches full takeover bid Rp300-400 range (2026 potential).


🚀 PRIMARY SIGNAL: WAIT PULLBACK (High Priority) / SCALPING ONLY (Extreme Caution) - NOT RECOMMENDED Swing/Long-Term at Current Price Rp252

Untuk Day Trader (EXTREME CAUTION - Scalping ONLY Super Tight SL): Entry scalping di Rp232-252 ONLY IF momentum continuation short-term (minutes to hours) dengan target TP minor Rp270-280 (gain 7-11%), holding period <1 hari MAX, kemudian cut profit immediately. SL super ketat di Rp230 (cutloss -8.7% from Rp252). RSI 84.0 overbought extreme + frequency 26.7K FOMO + volume 1,059% surge adalah climax buying signal = risk correction 20-30% dalam 1-5 hari extremely tinggi. Jangan greedy, ambil profit quick di minor resistance Rp270-280. Volume 388.13M surge adalah climax exhaustion.

Untuk Swing Trader (NOT RECOMMENDED at Rp252 - WAIT PULLBACK Rp180-210): WAIT untuk pullback correction 20-30% ke zona Rp180-210 (support MA 50 periode + retracement to transaction price Rp168 area) dengan RSI cooling down below 50 sebelum consider swing entry. Current price Rp252 dengan RSI 84.0 adalah extreme trap zone untuk swing holding. Better wait healthy correction untuk re-entry swing. Entry swing di Rp180-210 range dengan catalyst: (1) OCBC announces Board seat appointment OR strategic cooperation agreement, (2) Q4 2025 / Q1 2026 earnings release showing operational improvement (NIM expansion, loan growth acceleration, fee income increase from wealth management partnerships potential), (3) OCBC announces option exercise to buy additional 5-10% stake (trigger further 20-30% rally), (4) Market stabilization post-FOMO unwind (volume normalize <100M/day, RSI <50). Target swing TP1 Rp280-300 (gain 30-50% from Rp200 entry) dan TP2 Rp350-400 (gain 75-100% IF takeover speculation intensifies 2026).

Untuk Investor Long-Term (SPECULATIVE - WAIT DEEP CORRECTION Rp150-180 OR Post-Takeover Clarity): AVOID OR WAIT DEEP CORRECTION untuk speculative positioning. Current price Rp252 = PE 51.9x (absurd valuation premium vs banking sector average PE 8-12x). Valuation justified ONLY IF OCBC eventually launches full takeover bid at premium Rp300-400 (probability <40% given "no plan to control" statement). IF interested in strategic investor thesis, WAIT for: (1) Pullback correction to Rp150-180 (closer to transaction price Rp168 = 10-20% discount margin of safety), (2) OCBC clarifies strategic intent (Board seat, cooperation agreement, technology partnership, OR explicit takeover bid timeline), (3) Q4 2025 / Q1 2026 earnings prove operational improvement sustainable (ROE improvement, NIM stable, loan growth 10%+, asset quality NPL <3%), (4) Market sentiment stabilization post-FOMO (volume <50M/day average = speculative interest cooled), (5) Banking sector macro tailwinds confirmed (BI Rate cuts further to 4.5% 2026, credit growth acceleration to 10%+ yoy, economic growth 5.5%+ sustained). Entry ONLY after correction + clarity at Rp150-200 untuk long-term speculative play target Rp300-400 (50-100% upside IF OCBC full takeover 2026-2027) NAMUN risk total loss 30-50% IF OCBC exits stake OR no takeover materializes (revert to intrinsic value PE 10x = Rp150-180 range). Position size max 3-5% portfolio untuk high-risk allocation.

✅ RECOMMENDED FOR: Day Trader (Scalping ONLY Extreme Caution) / AVOID Swing & Long-Term Investor at Current Price Rp252

NOT RECOMMENDED untuk swing trader dan long-term investor pada current price Rp252 karena RSI 84.0 overbought extreme, frequency 26.7K FOMO climax, volume 1,059% surge exhaustion, PE 51.9x absurd premium. Strategic investor catalyst valid NAMUN already 50% priced in (Rp168 transaction → Rp252 current = full premium captured short-term). Better wait pullback correction 20-30% to Rp180-210 OR clarity on OCBC strategic intent (Board seat, cooperation agreement, takeover bid explicit timeline). ONLY for speculative day traders dengan SL super ketat OR high-risk investors willing to lose 30-50% untuk lottery ticket upside 100-200%+ IF full takeover bid launched Rp300-400 (2026-2027 low probability <40%).

⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 41%

Confidence moderate-low untuk current price entry Rp252 due to overbought extreme overwhelming strategic investor positives: Strategic investor thesis VALID AND POSITIVE (Bank of Singapore/OCBC 14.03% stake Rp470.4B acquisition = regional banking consolidation positioning credible, wealth management distribution channel synergy strong, technology/digital banking transfer potential significant, blocking minority rights valuable, eventual takeover premium exit possible Rp300-400 = 20-60% upside IF executed). NAMUN, major red flags OUTWEIGH positives at Rp252 entry: (1) RSI 84.0 overbought EXTREME = risk correction 20-30% imminent to Rp176-202 (retracement 38.2-50% Fibonacci), (2) Frequency 26.7K + volume 1,059% surge = FOMO climax late entry retail (smart money bought Rp168, dumb money buying Rp230-252 = distribution trap), (3) PE 51.9x absurd valuation (banking sector average PE 8-12x, BACA trading 4.3-6.5x premium vs peers = unjustifiable UNLESS full takeover guaranteed which is NOT given "no plan to control" statement), (4) Transaction price Rp168 vs Rp252 = 50% premium already captured in 10 days (efficient market priced in strategic positioning fully, further upside requires NEW catalyst: Board seat announcement, cooperation agreement, OR explicit takeover bid which probability <40% near-term), (5) Bandar Value -930.34B heavy distribution = local smart money/insiders taking profit aggressively at Rp230-252 (red flag insider selling into FOMO), (6) "No plan to control" statement = OCBC flexibility BUT also means NO guarantee takeover bid (could be pure financial investment with exit 2-3 years at modest 20-30% IRR target = revert to Rp200-220 fair value), (7) Capital Global Investama dilution to 50.66% = controlling shareholder partial exit suggests valuation attractive for selling NOT holding (insider signal negative short-term), (8) Historical volatility extreme: BACA ranged Rp150-187 pre-news, current Rp252 = 35-68% above pre-acquisition range (mean reversion risk high), (9) Banking sector fundamentals solid BUT BACA-specific operational metrics unknown (Q4 2025 earnings needed to validate NIM, loan growth, asset quality improvements justify premium multiple), (10) Macro uncertainty: BI Rate held 4.75% (positive) BUT credit growth 7.70% modest (not accelerating), global risks vigilance per KSSK (downside surprises possible 2026). Risk/reward POOR at Rp252: Upside to TP1 Rp314 (24.6%) requires sustained FOMO OR new catalyst (low probability 30%), downside to SL Rp216 (14.3%) OR deeper correction Rp180 (28.6%) high probability 60-70% = asymmetric risk/reward UNFAVORABLE (-1:0.86 expected value). Score 41% adalah untuk WAIT strategy until pullback Rp180-210 (score would be 72% at Rp180 entry with 50-100% upside to Rp270-360 IF OCBC clarifies strategic intent positive). Current surge adalah speculation-driven FOMO NOT investment-grade opportunity. Best strategy: (1) Day trade scalping Rp232-252 super tight SL for brave traders, (2) Swing/long-term WAIT pullback Rp180-210 + OCBC catalyst clarity, (3) Conservative investors AVOID entirely (too speculative, binary outcome, execution risk extreme). Expected value at Rp252 = Rp210 fair value (-16.7% downside) with 30% probability Rp300+ IF takeover (weighted = Rp234 expected = -7% from current). NOT justified BUY at Rp252.

⚠️ Disclaimer: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis per 30 Desember 2025, 00:36 WIB. BACA mengalami explosive breakout +34.76% dengan BREAKING NEWS: Bank of Singapore (OCBC) acquisition 14.03% stake Rp470.4 billion (2.8B shares at Rp168 on 19 Dec 2025). Capital Global Investama dilution 63.69% → 50.66% (controlling shareholder partial exit). "No plan to control" BUT option to buy more = strategic positioning flexible. Transaction price Rp168 vs market Rp252 = 50% premium in 10 days (market repricing strategic investor + takeover speculation). Market cap Rp4.70T, PE 51.9x (absurd premium). OCBC regional banking powerhouse credibility high (wealth management, digital banking synergy, M&A track record). Net Foreign Buy +533.86M RECORD + Bandar Value -930.34B massive distribution. Volume surge 1,059% (10.6x) + frequency 26.7K = FOMO climax. NAMUN, RSI 84.0 overbought EXTREME = risk correction 20-30% imminent to Rp176-202. NOT RECOMMENDED untuk swing/investor at Rp252. HIGHLY RECOMMENDED untuk WAIT pullback Rp180-210 + OCBC catalyst clarity (Board seat, cooperation agreement, takeover bid timeline). ONLY for day trader scalping super tight SL Rp230. Strategic investor thesis valid LONG-TERM (regional consolidation, wealth management channel, digital synergy, takeover premium potential Rp300-400 IF executed 2026-2027 <40% probability) NAMUN short-term overbought extreme + PE 51.9x absurd + FOMO climax + insider distribution -930.34B = trap zone Rp252. Expected value Rp210-234 fair (-7 to -16% downside). Banking sector: CAR 26.03%, NPL 2.28%, credit 7.70% yoy, BI Rate 4.75% stable, Q3 2025 stability maintained. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR). Trading saham mengandung risiko kehilangan modal.

RANDOM TAG
$HOMI$GULA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 1,25 persen atau naik 106 poin ke level Rp8.644 pada perdagangan Senin, 29 Desember 2025.
Mengutip perdagangan Stockbit, aktivitas transaksi pasar tercatat cukup aktif dengan total volume perdagangan mencapai 411,06 juta lot...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI JUNAMMMMM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HOMI ayo ndar arain sesekali 🚀🚀🚀

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

“A retreat in time is not cowardice, it is strategy.”

Dengarkan saya, Tuan.
Izinkan saya bicara sebagai jenderal tua yang sudah sering salah hitung peta.
Lebih baik Anda menyesal taking profit kecepetan, daripada menyesal tidak taking profit… lalu pasukan Anda FL semua.

Bayangkan begini.
Seorang kapten kapal melihat badai kecil di depan.
Ombaknya belum tinggi, langit masih biru.
Radio bilang
“Tenang Kapten, ini cuma koreksi.”
Kapten pun berkata
“Kita lanjut! Masih bisa jauh!”
Lima menit kemudian… apa yang terjadi tuanku?
Badai datang, layar sobek, mesin mati, kapal tenggelam.

Kapten selamat. Kapalnya?
FL - Full Laut.

Sementara kapten lain, yang ditertawakan karena “pengecut”, sudah sandar, minum kopi, dan berkata
“Yah… harusnya bisa lebih jauh sih.”
Menyesal? Iya.
Tenggelam? Tidak.

Di medan perang pun sama.
Seorang jenderal waras berkata
“Cukup. Rampasan perang sudah di tangan. Mundur teratur.”
Prajurit protes
“Jenderal! Tinggal dikit lagi! Bisa all in!”
Lalu peluru datang dari arah yang tidak ada di peta.

Yang tidak sempat mundur,
namanya dikenang… di laporan kerugian.

Market itu licik, Tuan.
Ia tidak memberi bonus keberanian.
Ia hanya menghukum keserakahan.

Taking profit itu bukan tanda lemah.
Itu tanda Anda masih ingin bertempur besok.
Lebih baik pulang dengan tas tidak penuh,
daripada tinggal di medan dengan tas penuh saham ARB.

Jadi kalau suatu hari Anda berkata
“Ah… harusnya nahan dikit lagi,”
tersenyumlah.
Itu suara kapten hidup.
Bukan jenderal yang tinggal nama.

“A living trader with regret will always outlast a brave one who went all in.”

https://cutt.ly/otfWlg2u


Efek kecepetan TP $HRTA sama $PTPP
nyesel ya pasti dong, saya manusia 😅

TEBE aman
MGNA masuk preopening

Tapi bisa2nya saya masuk $HOMI
mana gak liquid
beruntunglah sempet average down

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@BuffettIndonesia Beda bg, YG SATU GRUP $LAND SAMA $HOMI

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$LAND PBV masih 0.3 BV 160an
kalau mau ikutin induknya $HOMI PBV 8

MASA LAND BISA JADI 1000AN 🤑🤑🤑🤑

sayang beribu sayangnya lotnya cuma ada sedikit 😂😂😂😂😂

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@mchoiri1
CIC x ACI x CIE
Cuan Inside Curcol
Always Cuan Inside
Cuan Inside Exchange

$IPTV alhamdulillah. . ternyata hit gak sampe 3 tahun. . . cuma 45 hari 😁

kenapa gak aku predict 2 bulan aja?? karena sependek yg aku tau. . .. SABAR adalah kekuatan utama orang2 hebat. . . dan akupun masih belajar 😊

dikasih lama sabar, dikasi cepet gak nolak. . ...

random tags$HOMI$BOBA
tips trading utk pemula, setuju? https://stockbit.com/post/20680521
disclaimer : catatan pribadi ini hanyalah celoteh / prediksi nubitol, bukan ajakan beli atau jual.. . yuk mari kita sama2 mandiri 💞

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy