480

-8

(-1.64%)

Today

14,800

Volume

244,056

Avg volume

Company Background

PT Hero Supermarket Tbk merupakan perusahaan pelopor ritel modern di Indonesia yang pertama kali didirikan oleh almarhum Muhammad Saleh Kurnia di Jl. Falatehan, Jakarta pada tahun 1971. Di usianya yang kini menginjak 47 tahun, Perseroan selalu berupaya untuk menjadi perusahaan ritel modern terkemuka dengan mengedepankan filosofi bisnis yang terus dijaga, yakni memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda serta bernilai tambah bagi masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu, HERO Group tumbuh dan berkembang dalam membangun jaringan bisnisnya serta berinovasi dalam rangka memenuhi kebutuhan serta pola konsumsi masyarakat. Pe... Read More

$HERO Kapan ni to the moon, udah pattern breakout

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $ICBP
HARGA SAAT INI : 8000

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung rebound
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga bergerak konsolidasi setelah koreksi dari area atas. Struktur belum kembali uptrend, namun membentuk base yang cukup rapi untuk peluang swing selama support kunci terjaga.

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 7850
- Support Kunci : 7600
- Resistance 1 : 8200
- Resistance 2 : 8500

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Stabil, cenderung menurun saat konsolidasi
- Indikasi : Akumulasi terkontrol, belum terlihat distribusi
- Selama harga di atas 7600 → masih dijaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 8000
- Stop Loss : 7450
- Target Swing : 8200 – 8500
- Risk : Reward : ±1 : 1,7 (CUKUP)

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten consumer goods defensif dengan kinerja relatif stabil.
- Cocok untuk swing trader konservatif dan rebound jangka menengah.

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- ICBP masih layak untuk swing selama 7600 bertahan.
- Target area 8200–8500, risiko utama jika breakdown support kunci.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti

$TAPG $HERO
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO kapan naiknya ini, ditungguin dengan sabar wkwkwkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO tadi udah tp ya di 394

Kolonial alias rampok yg bertopeng pahlawan/ super hero.. Ujung2nya mau ngerampas SDA negara lain.. That's USA.

$ELSA, $HERO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SDPC Perusahaan yang Hidup dari Janji Rumah Sakit

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

SDPC ini bisnisnya sangat bergantung pada kepercayaan pada rumah sakit. Karena modelnya wholesaler distribusi obat dan alat kesehatan, SDPC itu hidup dari invoice, bukan dari kas kontan di meja kasir. Begitu rumah sakit telat bayar, SDPC tetap harus kirim barang, tetap harus gaji karyawan, dan yang paling kejam tetap harus bayar bunga bank tepat waktu. Jadi kualitas bisnis SDPC bukan di seberapa besar omzetnya, tapi di seberapa patuh pelanggan membayar dan seberapa murah biaya dananya. Kalau kepercayaan runtuh, piutang menumpuk, bank makin mahal, laba langsung gepeng. Dan itulah kenapa saham seperti ini bisa kelihatan murah, tapi tidak pernah benar-benar terasa aman. Investor tidak sedang membeli toko yang ramai, investor sedang membeli disiplin penagihan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Secara identitas, SDPC sudah tua dan sangat mapan sebagai entitas, berdiri 20 Oktober 1952 dan listing 7 Mei 1990. Gap 38 tahun dari berdiri sampai IPO, lalu sampai 2025 umur usahanya 73 tahun dan sudah 35 tahun jadi emiten. Maknanya, ini bukan startup, jaringan 36 kantor cabang itu hasil puluhan tahun. Karyawannya 1.180 orang dan growth 0% dibanding akhir 2024, ini biasanya berarti perusahaan sedang menjaga efisiensi, bukan sedang ekspansi agresif lewat penambahan SDM.

Dari sisi kepemilikan, SDPC memang milik Malaysia secara kontrol. PSP Pharmaniaga International Corporation Sdn. Bhd. pegang 73,43% dan UBO Boustead Holdings Bhd. Free float 11,63% dengan total saham 1.274.000.000 lembar. Maknanya dua. Pertama, likuiditas publik cenderung tipis dan harga bisa lebih mudah liar saat ada arus beli jual. Kedua, kontrol stabil, jadi arah strategis lebih konsisten, tapi publik harus sadar kepentingan grup bisa lebih dominan daripada kepentingan pemegang saham minoritas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sekarang masuk ke mesin laba rugi yang bikin SDPC terlihat seperti bisnis volume. Revenue 9M-2025 3,00 triliun Rupiah tumbuh 2,67%, tapi COGS 2,75 triliun Rupiah atau 91,4% dari revenue. Artinya margin kotor kecil, khas distributor, bisnisnya bukan cari spread besar, tapi cari putaran cepat. Gross profit margin 8,56%, operating profit margin 2,66%, dan net profit margin 0,68%. Terjemahan gampangnya, dari setiap 100 Rupiah penjualan, laba bersih yang benar-benar jadi milik pemegang saham cuma 0,68 Rupiah. Ini bukan jelek untuk distributor, tapi bikin ruang salahnya sempit, salah sedikit di biaya atau bunga, laba hilang.

Itulah yang terjadi di 2025. SGA 173,25 miliar Rupiah tumbuh 3,2% dan finance costs 52,26 miliar Rupiah naik 4,4%. Revenue naik, tapi biaya jalan lebih cepat, hasilnya laba bersih pemilik entitas induk 20,39 miliar Rupiah malah turun 0,6%. Jadi SDPC sedang lari di treadmill, capek, tapi posisinya tidak maju-maju karena beban bunga dan biaya operasional menggerus kenaikan omzet.

Yang paling penting untuk memahami SDPC adalah komposisi asetnya. Piutang usaha pihak ketiga 879,79 miliar Rupiah atau 46,2% aset. Persediaan 559,11 miliar Rupiah atau 29,3% aset. Kas cuma 37,82 miliar Rupiah dan turun dari 53,4 miliar Rupiah. Aset tetap 104,75 miliar Rupiah. Sebagian besar aset SDPC adalah aset kerja yang tidak langsung bisa dipakai bayar utang hari ini. Piutang itu janji, persediaan itu barang, tapi bank maunya uang tunai. Jadi ketika kas turun dan piutang naik, itu sinyal squeeze likuiditas.

Rasio perputaran memperjelas kenapa SDPC harus pinjam bank. DSO sekitar 72 hari artinya SDPC rata-rata baru terima uang 72 hari setelah jual. DI sekitar 55 hari artinya barang rata-rata ngendap 55 hari sebelum laku. DPO sekitar 55 hari artinya SDPC bayar vendor rata-rata 55 hari. CCC sekitar 72 hari, inti maknanya SDPC bayar vendor lebih cepat daripada ditagih oleh pelanggan, jadi selalu ada gap kas yang harus dijembatani, biasanya lewat utang bank. Di sinilah kata kepercayaan pada rumah sakit menjadi literal, karena rumah sakit adalah kontributor piutang terbesar 71,7% dari piutang usaha pihak ketiga. Kalau termin makin molor, SDPC makin tergantung pada bank.

Penerimaan kas dari pelanggan 2,85 triliun Rupiah, sedangkan revenue 3,00 triliun Rupiah. Selisih 150 miliar Rupiah itu pada dasarnya penjualan yang belum jadi uang dan masuk ke piutang. CFO 16,2 miliar Rupiah, hampir sejalan dengan laba 20,4 miliar Rupiah, ini bagus karena laba tidak fiktif. Namun capex 30,6 miliar Rupiah membuat FCF negatif sekitar minus 14,4 miliar Rupiah. SDPC memang mulai menghasilkan kas dari operasi, tapi masih belum cukup untuk membiayai investasi, apalagi untuk menurunkan utang bank secara natural. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Utangnya inilah yang bikin SDPC seperti hidup di bawah bayang-bayang bank. Utang bank total sekitar 848 miliar Rupiah, dan seluruhnya floating rate. Ini risiko paling kritikal, karena kenaikan bunga kecil saja bisa menyapu bersih laba bersih yang cuma 20 miliar Rupiah-an. Secara kasar, debt to profit annualized sekitar 31 tahun, artinya kalau laba tidak naik dan semua laba dipakai bayar utang, butuh puluhan tahun. Debt to FCF tidak bisa dipakai karena FCF negatif, artinya SDPC tidak bisa menutup utangnya dari kas bebas saat ini tanpa pembiayaan eksternal. Ada mitigasi berupa letter of comfort dan fasilitas kredit yang diperpanjang, jadi gagal bayar tidak otomatis, tapi tetap menunjukkan ketergantungan.

Capex juga perlu dibaca sebagai dua sisi. Capex dipakai terutama untuk construction in progress 25,7 miliar Rupiah dan peralatan kantor teknis. Lonjakan capex 30,6 miliar Rupiah dibanding 4,6 miliar Rupiah pada 2024 mengindikasikan upgrade fasilitas, gudang, atau sistem. Maknanya, manajemen sedang menyiapkan kapasitas, tetapi ini terjadi saat kas menipis dan utang bank besar, jadi ekspansi ini dibayar dengan menambah tekanan likuiditas, bukan dari surplus kas.

Di operasional, SDPC punya konsentrasi yang bisa jadi senjata atau bumerang. Segmen obat resep menyumbang 69,5% revenue, ini defensif. Tapi obat non-resep anjlok 38% YoY, dari 170 miliar Rupiah jadi 105 miliar Rupiah, dan segmen ini biasanya lebih enak marginnya. Vendor juga terkonsentrasi, PT Lapi Laboratories Indonesia sekitar 33,6% pembelian. Maknanya, SDPC kuat karena punya jalur volume besar ke segmen inti, tetapi rentan kalau kontrak vendor berubah atau segmen yang marginnya lebih tinggi melemah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Hidden asset SDPC ada, tapi jangan dibesar-besarkan. Ada tanah di Bintara Jaya 9.436 m2 dan surplus revaluasi 4,2 miliar Rupiah. Ini kelihatan miliaran asetnya tapi tidak menyelesaikan masalah utama, yakni piutang yang membengkak, kas yang tipis, dan bunga floating yang mencekik.

Kalau dibandingkan dengan saham lain yang sudah dibahas di Pintar Nyangkut, kontrasnya jelas. $DAYA itu retailer Watsons, bermain di depan, 204 toko per 30 September 2025 naik 25 toko dari akhir 2024, bertaruh pada ekspansi gerai dan O plus O. Risiko utamanya biasanya ada di sewa mall, stok, promo, dan produktivitas toko baru. SDPC kebalikannya, tidak peduli trafik mall, tapi peduli termin kredit dan bunga bank. HERO juga beda, $HERO ritel khusus yang sempat terbantu restitusi pajak besar untuk CFO, sedangkan SDPC CFO baru pulih tipis dan langsung kalah oleh capex. Jadi, DAYA growth play toko, HERO turnaround play format, SDPC ini trust play modal kerja.

SDPC itu bukan pertaruhan omzet, tapi pertaruhan penagihan. Kalau rumah sakit bayar lebih cepat, DSO turun, bank berkurang, bunga turun, laba bisa melonjak tanpa perlu revenue meledak. Tapi kalau piutang terus naik lebih cepat dari revenue, SDPC akan tetap terlihat murah di PBV dan PER, namun murahnya adalah kompensasi risiko, bukan hadiah.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SDPC Perusahaan Malaysia yang Cari Cuan di Indonesia

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

SDPC adalah perusahaan milik orang Malaysia. Bukan sekadar ada investor asing nyantol, tapi kontrolnya dominan dan jelas, PSP-nya Pharmaniaga International Corporation Sdn. Bhd. dari Malaysia pegang 73,43% saham. Ini bikin SDPC terasa seperti perpanjangan tangan ekosistem distribusi farmasi regional, tetapi sekaligus membuat standar akuntabilitasnya harus lebih ketat, karena keputusan besar bisa mengikuti kepentingan grup, bukan sekadar kepentingan pemegang saham publik. Di kertas, bisnisnya defensif karena obat dan alat kesehatan selalu dibutuhkan. Tapi di dunia nyata, distributor itu hidup-mati di dua kata yang tidak seksi, piutang dan bunga bank. Kalau piutang melambat, SDPC tetap harus bayar bank tepat waktu. Jadi yang diperdagangkan pasar bukan cuma omzet 3,00 triliun Rupiah, melainkan keyakinan bahwa uangnya benar-benar balik, bukan nyangkut di rumah sakit. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Model bisnis SDPC itu wholesaler, bukan retailer. SDPC menyalurkan obat resep, obat non-resep, alat kesehatan, juga kosmetik lewat 36 kantor cabang, jadi sumber skala ada di volume dan jaringan, bukan di estetika toko. Dampaknya langsung terlihat di neraca. Aset terbesar adalah piutang usaha pihak ketiga 879,7 miliar Rupiah, setara 46,2% total aset, artinya hampir setengah kekayaan SDPC adalah tagihan yang belum dibayar pelanggan. Di sisi lain, liabilitas jangka pendek 1,51 triliun Rupiah menekan, dan utang bank jangka pendek 794,9 miliar Rupiah menjadi komponen terbesar. Ini ciri distributor yang operasinya dibiayai bank, bukan dibiayai kas sendiri. Kasnya malah turun menjadi 37,8 miliar Rupiah dari 53,4 miliar Rupiah, jadi bantalan likuiditasnya tipis.

Laba rugi SDPC kelihatan jalan, tapi napasnya pendek. Revenue 9M-2025 3,00 triliun Rupiah tumbuh 2,6%, namun laba bersih pemilik entitas induk turun tipis menjadi 20,3 miliar Rupiah. Masalahnya bukan penjualan, masalahnya biaya yang tumbuh lebih cepat, beban keuangan naik 4,4% dan beban umum naik 5,7%. Yang paling menyakitkan, bunga utang bank 52,2 miliar Rupiah itu memakan sekitar 65% dari laba usaha 79,8 miliar Rupiah. Maknanya sederhana, SDPC bekerja keras, lalu bank mengambil porsi besar lebih dulu, baru pemegang saham dapat sisa.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian yang sering menipu investor ada di modal kerja. Piutang usaha naik 20,2% dari 731,9 miliar Rupiah ke 879,7 miliar Rupiah, padahal revenue cuma tumbuh 2,6%. Ini mismatch yang tidak sehat, karena artinya pertumbuhan bukan dibayar tunai, tapi dibayar janji. Segmen rumah sakit bahkan jadi kontributor piutang terbesar, 71,7% dari total piutang usaha pihak ketiga. Di saat penagihan melambat, SDPC mencoba menambal dengan menaikkan utang usaha ke vendor menjadi 604,1 miliar Rupiah. Ini bisa membantu sementara, tapi tidak menyelesaikan akar masalah, yakni kecepatan uang kembali.

Arus kas SDPC memang membaik, tetapi belum nyaman. CFO berbalik positif 16,2 miliar Rupiah dari posisi minus 148,6 miliar Rupiah pada 2024, ini sinyal perbaikan disiplin modal kerja. Namun uang itu langsung kalah oleh capex aset tetap 30,6 miliar Rupiah, sehingga free cash flow tetap negatif. Dengan kata lain, SDPC belum menghasilkan kas bebas yang cukup untuk secara natural menurunkan ketergantungan ke bank. Selisih revenue 3,00 triliun Rupiah dengan penerimaan kas dari pelanggan 2,85 triliun Rupiah juga menunjukkan ada sekitar 150 miliar Rupiah yang tidak masuk kas tahun ini dan mendarat sebagai tambahan piutang.

Di SDPC, risiko konsentrasi itu nyata, bukan teori. Vendor PT Lapi Laboratories Indonesia menyumbang 33,6% penjualan neto, lalu ada ketergantungan juga ke PT Global Dispomedika. Kalau kontrak distribusi berubah atau pindah, volume SDPC bisa langsung kempis. Dari sisi geografi, penjualan masih terpusat di Pulau Jawa 59,6%, jadi diversifikasinya belum sempurna. Ada juga utang pihak berelasi ke Pharmaniaga Logistics sekitar 32,1 miliar Rupiah dengan bunga mengambang, menambah sensitivitas ke suku bunga.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Risiko makro SDPC juga jelas dan mudah menghantam laba. Liabilitas moneter neto valuta asing 71,1 miliar Rupiah, mayoritas Ringgit Malaysia, jadi pelemahan Rupiah terhadap MYR berpotensi menekan laba lewat rugi kurs. Hampir semua utang bank dan utang pihak berelasi berbunga mengambang, jadi kenaikan suku bunga akan langsung memotong laba bersih. Mitigasinya ada, yakni letter of comfort dari induk dan fasilitas kredit yang diperpanjang, jadi risiko gagal bayar tidak berdiri sendirian. Tapi ini juga mengingatkan investor bahwa napas SDPC masih bergantung pada dukungan grup dan bank.

Soal valuasi, SDPC tampak murah, tapi murahnya punya alasan. Di harga 159 Rupiah, PER 7,45 kali, PBV 0,67 kali, dan P S 0,05 kali, seolah pasar bilang saham ini cuma dihargai 5% dari omzetnya. Namun struktur pendanaannya berat, debt per share 665,7 Rupiah jauh di atas harga saham 159 Rupiah, sementara cash per share 29,7 Rupiah. Itu sebabnya pasar kasih diskon, karena ekuitas publik seperti duduk di bawah beban utang jangka pendek dan beban bunga. Kalau investor mau berharap rerating, pemicunya bukan sekadar revenue naik, tetapi piutang harus melambat, bunga harus turun, dan CFO harus konsisten cukup untuk mengurangi utang bank.

Kalau dibandingkan dengan saham lain yang sudah dibahas sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram, SDPC itu kebalikan $DAYA. DAYA adalah retailer Watsons yang ketemu konsumen, punya 204 toko per 30 September 2025, tumbuh 13,97% dari 179 toko akhir 2024, dan strategi O plus O mengandalkan trafik serta eksekusi toko. SDPC tidak peduli trafik, SDPC peduli termin, kualitas piutang, dan bunga bank. Dibanding $HERO, SDPC juga beda mesin. HERO itu ritel khusus seperti IKEA dan Guardian, CFO-nya besar tetapi sempat terbantu restitusi pajak, sedangkan SDPC CFO-nya baru pulih tipis dan masih kalah oleh capex. Jadi di ekosistem kesehatan, DAYA menang di wajah depan, HERO menang di format ritel khusus, SDPC menang di pipa distribusi, tapi SDPC juga paling sensitif ke dua musuh klasik distributor, piutang dan bunga.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO vs $DAYA vs $AMRT: Persaingan

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

HERO dan DAYA kalah saing lawan AMRT. Bukan karena dua-duanya tidak punya gerai, tetapi karena medan tempurnya berbeda dan AMRT bermain di kebutuhan harian yang frekuensi belinya jauh lebih tinggi. Di ritel, yang menang biasanya bukan yang paling keren tokonya, tetapi yang paling sering dikunjungi dan paling cepat memutar uang. HERO sedang menyembuhkan luka lama setelah menutup Giant dan melepas Hero Supermarket, jadi energi manajemen banyak habis untuk beres-beres neraca. DAYA justru gas ekspansi Watsons, tetapi ekspansi di mall membuat biaya sewa dan kebutuhan modal kerja ikut naik. AMRT punya skala transaksi yang membuat vendor ikut membiayai operasional lewat utang dagang, sementara pemain non-minimarket harus lebih rajin mencari napas kas sendiri. Pasar bisa menganggap HERO murah karena sedang pulih, atau menganggap DAYA menarik karena sedang tumbuh, tetapi dua-duanya tetap di bawah bayang-bayang mesin perputaran AMRT. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

HERO, sekarang jadi PT DFI Retail Nusantara Tbk, fokus ke ritel khusus, terutama IKEA dan Guardian, plus kontribusi layanan restoran. Ini format yang margin bisa bagus, tetapi sangat tergantung eksekusi kategori, lokasi, dan ritme belanja non-harian. Sedangkan DAYA adalah jaringan ritel kesehatan dan kecantikan Watsons, dan sampai 30 September 2025 sudah 204 toko, naik dari 179 toko di akhir 2024. Kenaikan 25 toko ini setara 13,97%, artinya ekspansi memang nyata, bukan sekadar wacana.

Dari sisi lokasi dan cara main, DAYA tampak lebih jelas polanya. Gerai Watsons umumnya ada di pusat perbelanjaan dengan sewa 2 sampai 5 tahun, lalu didorong strategi O plus O, yaitu integrasi offline dan online lewat web, aplikasi, dan marketplace. Kantor pusatnya di EightyEight at Kasablanka Tower A lantai 28 dan 37, Jl Casablanca Raya Kav 88 Menteng Dalam Tebet Jakarta Selatan. Ekspansi juga terlihat dari investasi prasarana toko dan peralatan yang masuk akun aset dalam penyelesaian, jadi ada capex yang memang disiapkan untuk nambah toko. Yang menarik, rencana pertumbuhan ini disokong pemegang saham pengendali AS Watson Holdings Limited, bahkan dengan konsekuensi modal kerja lebih tinggi, jadi ada dukungan grup untuk fase bertumbuh. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

HERO kebalikannya, lebih banyak cerita pemulihan neraca ketimbang cerita buka toko baru. Di 9M-2025, HERO sudah laba Rp70,34 miliar dan CFO Rp311,64 miliar, tetapi investor wajib sadar CFO itu terbantu restitusi pajak Rp258,71 miliar. Modal kerja negatif Rp1,13 triliun membuat perusahaan tetap sensitif, karena kewajiban lancar lebih besar dari aset lancar dan ritme kas harian jadi penyangga utama. Di saat yang sama, HERO juga aktif divestasi properti non-inti, termasuk Parigi Tangerang Selatan dan Ciangsana Bogor, yang dijual ke pihak berelasi PT Binamandiri Majugemilang pada Juni 2025. Ini bisa membantu napas kas, tetapi karena pihak berelasi, investor perlu ekstra ketat menilai kewajaran harga dan syarat transaksi.

Kalau investor ingin membandingkan fundamental, bisa pakai tiga kacamata. Satu, kacamata pertumbuhan gerai. DAYA unggul di sini karena angka pertambahan toko jelas dan strateginya memang ekspansi. Dua, kacamata kualitas kas. HERO terlihat kuat di CFO dan FCF, tetapi kualitasnya perlu dinilai ulang tanpa faktor restitusi pajak, jadi investor sebaiknya fokus ke tren beberapa kuartal berikutnya. Tiga, kacamata risiko neraca. HERO punya utang berbunga sekitar Rp1,23 triliun dan modal kerja negatif Rp1,13 triliun, jadi salah langkah kecil bisa terasa besar. DAYA, karena ekspansi di mall dengan sewa 2 sampai 5 tahun, cenderung menumpuk komitmen sewa dan kebutuhan persediaan, jadi risiko utamanya biasanya ada di modal kerja, efisiensi toko baru, dan ketahanan margin saat promo.

Jadi DAYA sedang membangun sarang toko yang makin rapat dan ditenagai integrasi digital, tetapi konsekuensinya adalah kebutuhan modal kerja dan disiplin eksekusi per toko. HERO sedang menutup bab lama dan mencoba membuat ritel khusus kembali stabil, tetapi investor harus memastikan kas operasinya benar-benar organik dan neracanya tidak terus bergantung pada aksi jual aset. Dan di atas keduanya, AMRT menang karena frekuensi transaksi harian dan perputaran kas yang membuat model bisnisnya paling tahan cuaca, sementara HERO dan DAYA harus menang lewat fokus kategori dan eksekusi, bukan lewat skala transaksi.

🆚 Kenapa kalah saing vs AMRT.
⚡ AMRT kebutuhan harian, frekuensi beli tinggi, kas berputar cepat.
🏦 Utang dagang besar bikin vendor ikut biayai operasional.

🧩 Spesies bisnis.
🛋️ HERO ritel khusus IKEA dan Guardian, belanja non-harian.
💄 DAYA Watsons, 204 toko per 30 Sep 2025, naik dari 179 (25 toko atau 13,97%).

🏬 Lokasi dan strategi.
🏢 DAYA banyak di mall, sewa 2 sampai 5 tahun, strategi O+O offline plus online, ditopang AS Watson.
🧯 HERO fokus pemulihan setelah penutupan Giant 2021.

💰 Kualitas kas dan risiko.
✅ HERO laba 9M 2025 Rp70,34 miliar.
⚠️ CFO (arus kas operasi) Rp311,64 miliar, tapi restitusi pajak Rp258,71 miliar.
🚨 Modal kerja negatif Rp1,13 triliun, utang berbunga Rp1,23 triliun.

🏗️ Tata kelola.
🧾 Jual Parigi dan Ciangsana ke pihak berelasi Juni 2025, bantu likuiditas tapi wajib cek kewajaran.

🎯 Cara baca investor.
🔍 DAYA bet ekspansi toko, butuh modal kerja dan efisiensi per toko.
🔍 HERO bet pemulihan kas organik dan neraca makin longgar.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO vs $MPPA vs $AMRT: Beda Dunia

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

HERO adalah perusahaan struggling. Bukan karena tokonya sepi total, tapi karena luka lama di neraca masih terasa walau kas mulai mengalir. Laba 9M-2025 sudah positif Rp70,34 miliar, tetapi akumulasi rugi sekitar Rp2,2 triliun membuat ruang napas tetap sempit. Arus kas operasi Rp311,64 miliar terlihat seperti kebangkitan, tapi investor wajib ingat angka ini dibantu restitusi pajak Rp258,71 miliar. Modal kerja negatif Rp1,13 triliun itu alarm, karena artinya kewajiban lancar lebih besar dari aset lancar dan perusahaan hidup dari ritme kas harian. Utang berbunga sekitar Rp1,23 triliun juga membuat pemulihan harus konsisten, tidak boleh tersendat. Jadi cerita HERO bukan sudah sehat, melainkan sedang berusaha keluar dari fase kritis. Dan di pasar, fase seperti ini sering bikin harga terlihat murah atau mahal tergantung investor percaya pemulihan itu nyata atau cuma kebetulan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dibandingkan MPPA dan AMRT, investor sebenarnya sedang melihat tiga spesies ritel yang beda mesin. HERO sekarang bertumpu pada ritel khusus, terutama IKEA dan Guardian, jadi fokusnya format yang margin dan traffic bisa kuat, tetapi jaringan tidak sebesar minimarket. MPPA adalah ritel format besar yang omzetnya masih besar, tetapi laba masih berdarah karena beban bunga dan struktur biaya, jadi pompa kasnya bekerja sambil mesin laba tersendat. AMRT adalah raksasa minimarket, bisnis kebutuhan harian, perputaran cepat, dan daya tawar vendor besar, sehingga modelnya paling stabil untuk cuaca konsumsi yang tidak menentu.

Skala langsung membedakan kelas tanpa perlu debat. Revenue 9M-2025 AMRT Rp94,47 triliun, MPPA Rp5,47 triliun, HERO Rp3,51 triliun. Artinya AMRT kira-kira 17 kali MPPA, dan sekitar 27 kali HERO. Dari sisi orang, AMRT 97.944 karyawan, MPPA 6.847 orang, HERO 4.347 orang. Skala itu penting karena di ritel, biaya tetap dan logistik lebih mudah ditutup kalau volume transaksi masif, sedangkan skala lebih kecil membuat satu pos biaya, satu gangguan supply, atau satu salah eksekusi langsung terasa di laba.

Sekarang bedah kualitas laba lewat CFO dan FCF. CFO adalah cash flow from operations, arus kas operasi, yaitu uang tunai yang benar-benar dihasilkan dari aktivitas bisnis. FCF adalah free cash flow, sisa kas setelah belanja modal atau capex, jadi ini kas yang paling fleksibel untuk bayar utang, bagi dividen, atau ekspansi. AMRT mencetak CFO Rp4,88 triliun dengan CFO margin 5,16%, lalu hampir seluruhnya dipakai capex Rp4,56 triliun sehingga FCF margin tinggal 0,33%. Maknanya, AMRT bukan miskin kas, tetapi sedang agresif membangun gerai dan sistem, jadi kasnya habis diputar lagi. MPPA mencetak CFO Rp246,27 miliar dengan CFO margin 4,50% dan FCF Rp214,98 miliar, ini unik karena rugi bersih Rp91,76 miliar tetapi kas tetap positif, biasanya karena beban non-kas seperti penyusutan Rp248 miliar dan beban bunga Rp94,8 miliar menekan laba akuntansi. HERO terlihat paling kinclong di permukaan, CFO margin 8,87% dan FCF margin 6,28%, namun investor harus koreksi kualitasnya karena ada restitusi pajak Rp258,71 miliar, jadi sebagian besar lonjakan kas itu bukan murni dari penjualan normal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Rasio capex membantu membaca arah manajemen. Capex dibanding laba dan capex dibanding CFO menunjukkan apakah perusahaan sedang menekan rem atau menekan gas. AMRT capex Rp4,56 triliun setara 1,88 kali laba, dan 0,93 kali CFO, ini agresif dan terukur karena dibiayai kas internal. MPPA capex hanya Rp31,29 miliar, capex terhadap revenue 0,57%, ini seperti mode bertahan, menahan ekspansi fisik sambil bereskan struktur biaya. HERO capex Rp90,88 miliar, capex terhadap CFO 0,29 kali, ini terlihat konservatif, tetapi sekali lagi CFO-nya tidak sepenuhnya organik, jadi investor perlu lihat tren beberapa kuartal.

Utang dan rasa aman dibaca dari utang terhadap CFO dan utang terhadap FCF. AMRT praktis tidak punya pinjaman bank, utang berbunga yang dominan adalah liabilitas sewa Rp1,97 triliun, sehingga risiko gagal bayar bank rendah. MPPA punya utang bank Rp600 miliar, utang terhadap CFO 2,44 kali dan terhadap FCF 2,79 kali, secara teori bisa lunas sekitar 2 sampai 3 tahun bila kas stabil, tapi tantangannya adalah rugi dan modal kerja defisit Rp502,36 miliar. HERO punya utang berbunga Rp1,23 triliun, utang terhadap CFO 2,96 kali dan terhadap FCF 4,18 kali, terlihat masih bisa dikelola bila kas berulang, tetapi kualitas CFO wajib diuji tanpa bantuan restitusi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Produktivitas per karyawan memberi pembanding yang enak. AMRT revenue per karyawan Rp964,6 juta, CFO per karyawan Rp49,8 juta, dan kas pelanggan per karyawan sekitar Rp1,00 miliar, ini menunjukkan intensitas transaksi yang brutal besar tanpa perlu banyak drama margin. MPPA revenue per karyawan Rp799,46 juta dan CFO per karyawan Rp35,97 juta, tidak jelek untuk perusahaan yang rugi, artinya operasional masih hidup. HERO revenue per karyawan Rp807,72 juta dan CFO per karyawan Rp71,69 juta tampak paling tinggi, namun angka CFO ini ikut terbawa restitusi pajak, jadi investor sebaiknya tidak menjadikannya patokan tunggal.

Sekarang bagian PSP dan pihak berelasi, ini mempengaruhi risiko tata kelola dan daya tahan. HERO disebut sangat bergantung pada dukungan induk Dairy Farm Management Ltd, jadi ada payung besar, tetapi juga ada ketergantungan yang harus disadari. HERO juga punya risiko sengketa JAG Group sekitar Rp226 miliar yang bisa mengganggu neraca bila hasilnya buruk. MPPA dalam data disebut punya afiliasi grup Lippo dan porsi publik 36,5%, jadi volatilitas bisa mengikuti sentimen restrukturisasi dan arus dana.

PBV adalah price to book value, harga dibanding ekuitas, PBV tinggi berarti pasar membayar premi atas modal, PBV rendah berarti diskon tapi bisa juga karena pasar tidak percaya laba. PER adalah price to earnings, harga dibanding laba, PER tinggi berarti investor membayar mahal untuk pertumbuhan dan stabilitas, PER rendah bisa berarti murah atau justru ada risiko besar. P CFO dan P FCF menguji harga terhadap kas, sering lebih jujur di ritel karena kas adalah darah. HERO di harga Rp444 terlihat campuran, PER 19,8 kali dan PBV 1,18 kali terlihat tidak murah untuk perusahaan baru pulih, tetapi P CFO 4,47 kali dan EV EBITDA 5,92 kali terlihat murah, dengan catatan besar CFO dibantu restitusi. MPPA di harga Rp61 terlihat sangat murah di omzet, P S 0,11 kali dan EV EBITDA 3,53 kali, tetapi PBV 13,18 kali itu sinyal bahaya karena ekuitasnya sangat tipis sekitar Rp60 miliar, jadi satu tahun buruk bisa bikin ekuitas makin tergerus. AMRT di harga Rp1.985 jelas premium, PER 26,7 kali dan PBV 4,77 kali, P CFO 12,6 kali, tetapi premium ini dibayar karena mesin bisnisnya paling stabil, kasnya konsisten, utang bank nihil, dan ekspansinya dibiayai internal, jadi investor membayar kualitas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

AMRT adalah standar emas ritel defensif, mahal itu wajar karena kualitasnya nyata, risikonya lebih ke perlambatan konsumsi dan valuasi yang sudah premium. MPPA adalah saham turnaround yang paling murah di omzet tapi paling sensitif di neraca karena rugi, modal kerja defisit, dan beban bunga besar, jadi ini taruhan restrukturisasi dan pemulihan margin. HERO berada di tengah, sudah menunjukkan tanda membaik dan aset format khususnya kuat, tetapi investor harus memastikan pemulihan kasnya bukan kebetulan dari restitusi pajak, sambil mengawasi modal kerja negatif, utang berbunga, dan risiko sengketa.

HERO vs MPPA vs AMRT. 9M-2025.

🧬 Spesies bisnis.
🏪 HERO ritel khusus IKEA dan Guardian.
🛒 MPPA hipermarket.
🧺 AMRT minimarket kebutuhan harian.

📏 Skala revenue.
🐘 AMRT Rp94,47T.
🐎 MPPA Rp5,47T.
🐜 HERO Rp3,51T.
💡 Skala besar lebih tahan biaya tetap.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

💵 Laba dan kas.
🟡 HERO laba Rp70,34B, CFO Rp311,64B, FCF Rp220,77B, ada restitusi pajak Rp258,71B.
🔴 MPPA rugi Rp91,76B, CFO Rp246,27B, FCF Rp214,98B, tekanan depresiasi Rp248B dan bunga Rp94,8B.
🟢 AMRT laba Rp2,42T, CFO Rp4,88T, FCF tipis karena capex Rp4,56T.

⚠️ Neraca dan risiko.
🚨 HERO modal kerja negatif Rp1,13T, utang berbunga Rp1,23T, sengketa Rp226B.
🧨 MPPA modal kerja negatif Rp502B, utang bank Rp600B, ekuitas Rp60B.
🛡️ AMRT utang bank nihil, utang sewa Rp1,97T.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🏷️ Valuasi.
🧐 HERO PER 19,8x PBV 1,18x, murah di P Cfo 4,47x, CFO perlu diuji.
🎯 MPPA P S 0,11x EV EBITDA 3,53x murah, PBV 13,18x alarm.
👑 AMRT PER 26,7x PBV 4,77x premium karena kualitas.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO THANKS IKEA🙏

Jadi tempat rutin Hunting Saham Pilihan. 😃

Selain itu profitnya di HERO juga luamyan🤲🤲


$BRIS$DMAS

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO semoga jardine bangkrut amin 🖕

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT DFI Retail Nusantara Tbk - HERO
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

Sumber Data: https://cutt.ly/JtpM0lTo

$HERO

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

MASUK SCREENING PANTAUAN

$HERO (HIGH RISK)

#DYOR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) menegaskan langkah strategis perusahaan dalam memperbaiki profitabilitas melalui optimalisasi portofolio aset, termasuk penjualan dua properti bekas Giant dan rencana divestasi delapan aset tambahan pada tahun mendatang.
Penegasan tersebut disamp...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO da gw cut loss sebagian, sisanya makin jauh nyangkut nyaa...

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) menyatakan performa toko perabot dan dekorasi asal Swedia IKEA yang menjadi salah satu mitra perusahaan masih merugi di dalam negeri pada Januari-September 2025. Rapor merah tersebut diperoleh walau emiten ritel ini telah memangkas harga produk IKEA dan menjajakan ...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) menyatakan performa toko perabot dan dekorasi asal Swedia IKEA yang menjadi salah satu mitra perusahaan masih merugi di dalam negeri pada Januari-September 2025. Rapor merah tersebut diperoleh walau emiten ritel ini telah memangkas harga produk IKEA dan menjajakan ...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) mencatatkan perbaikan kinerja operasional hingga kuartal III 2025. Perbaikan kinerja ini ditopang oleh performa Guardian Indonesia serta langkah efisiensi dan transformasi digital IKEA Indonesia.
Perseroan juga membukukan pencapaian strategis, te...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) berencana kembali melepas sejumlah aset bekas supermarket Giant pada tahun depan. Emiten ritel tersebut mengakui langkah divestasi itu belum bisa dilakukan tahun ini lantaran kondisi ekonomi yang masih menantang.
Presiden Direktur HERO, Hadrianus Wahyu Trikusumo, m...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Laba PT DFI Nusantara Tbk (HERO) merosot tajam sebesar 61,7% menjadi Rp 70,34 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba perusahaan mencapai Rp 183,64 miliar.
Penurunan ini terjadi karena pada 2024 HERO masih mengakui pendapatan dari penjualan aset bekas gerai Giant. Tahun lalu, perusahaa...

katadata.co.id

katadata.co.id

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ndar..gw nyerah dah wkwkwk
$HERO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

🤖 STOCKBOT INTELLIGENCE LOG

📡 SUBJECT: $VKTR (PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk - Bakrie Group)
📅 TIMESTAMP: 5 Desember 2025, 02:09 WIB
📊 LAST PRICE: Rp650 | 🚦 SYSTEM TREND: ⚠️ SUSPENDED → REOPENING TODAY (HIGH RISK) ⚠️

🚨 CRITICAL ALERT: REPEATED SUSPENSION STOCK - EXTREME CAUTION
STATUS: SUSPENDED 3-5 Desember 2025, REOPENING 8 DESEMBER 2025 (TODAY)
PLACEMENT: FCA (Focus Company Alert) Watchlist starting December 8, 2025
SUSPENSION REASON: Kenaikan harga kumulatif signifikan - Cooling Down Protection
RALLY YTD: +400% ke Rp650 (dari ~Rp130-150 awal 2025)
SUSPENSION HISTORY: REPEAT OFFENDER - Suspended Sept 30-Oct 1, 2025 & Oct 3, 2025 & Dec 3-5, 2025

⚡ STOCKBOT CALCULATED ENTRIES (PRIORITAS)
✅ ENTRY IDEAL (Conservative Mode)
Range Beli: ❌ TIDAK VALID - DO NOT ENTER POST-REOPENING ❌
Analisa Sistem: TIDAK ADA ENTRY POINT VALID untuk saham dengan TRIPLE SUSPENSION HISTORY dalam 3 bulan. Chart menunjukkan NO TRADING DATA (volume 0, broker action 0, all indicators frozen) karena suspended status. RSI 92.3 dan Stoch RSI 100.0 adalah EXTREME BUBBLE TERRITORY sebelum suspension—probability gap down -30-50% pada reopening >75%. Bandar Value positif Rp25.75B namun meaningless karena calculated pre-suspension. FCA placement adalah RED FLAG BESAR—saham yang memenuhi kriteria #10 BEI (suspended >1 hari karena unusual trading) berada dalam pengawasan ketat. Post-reopening, probability whipsaw ±20-30% sangat tinggi dengan trapped buyers panic selling.​​

🔰 ENTRY AGRESIF (Momentum Mode)
Range Beli: ❌ TIDAK VALID - SUICIDE MISSION ❌
Analisa Sistem: TIDAK MUNGKIN memberikan rekomendasi entry untuk saham yang: (1) Rally +400% YTD purely speculatif dengan fundamental LEMAH: laba turun -68.68% YoY 1H25 menjadi Rp4.73B dari Rp15.11B, (2) Suspended 3 KALI dalam 3 bulan (Sept 30, Oct 3, Dec 3-5) menunjukkan unsustainable rally pattern, (3) FCA placement efektif hari ini adalah warning keras dari BEI, (4) Revenue tumbuh moderat +6% YoY namun tidak justify valuasi +400%, (5) Market cap implisit Rp9.89 triliun (650 x 15.2B shares) untuk company dengan revenue ~Rp800B annually adalah P/S ratio 12x—STRETCHED untuk manufacturing. Historical pattern shows post-suspension saham jatuh -10-40% pada reopening first week karena profit-taking massal.​

🎯 PROJECTED TARGETS & RISK MANAGEMENT
🔥 TAKE PROFIT (UPSIDE POTENTIAL)
TP1: ❌ NOT APPLICABLE - NO UPSIDE FROM SUSPENSION LEVEL

TP2: ❌ ALREADY AT BUBBLE PEAK

🚫 STOP LOSS (DOWNSIDE PROTECTION)
SL: IMMEDIATE EXIT AT ANY PRICE if accidentally trapped holding

📊 RISK-REWARD CALCULATION
TIDAK APPLICABLE - Saham ini dalam SELL/AVOID ZONE, bukan buy zone. Probability gap down -20-40% pada reopening sangat tinggi.​

(Proyeksi Realistis Post-Reopening: Rp650 → Rp400-500 dalam 1-4 weeks)

🔴 Expected Correction: -23% to -38% ((400-650)/650100 to (500-650)/650100)

🔴 Worst Case to Pre-Rally Base Rp150-200: -69% to -77%

📰 MARKET SENTIMENT & INTELLIGENCE DATA
📢 Katalis Utama (Korporasi)
VKTR mengalami rally PARABOLIC +400% YTD dari ~Rp130-150 awal 2025 ke Rp650, memicu BEI suspend trading TIGA KALI dalam 3 bulan: (1) Sept 30-Oct 1, 2025, (2) Oct 3, 2025, (3) Dec 3-5, 2025—all untuk "cooling down protection". FCA Placement efektif Dec 8, 2025: saham ditempatkan di papan pemantauan khusus (Focus Company Alert) karena memenuhi kriteria #10 BEI (suspended >1 hari akibat unusual trading activity). Ini adalah WARNING KERAS tentang unsustainable rally.​

Fundamental DISCONNECT: Rally +400% TIDAK justified by fundamentals—1H25 laba turun -68.68% YoY menjadi Rp4.73 miliar dari Rp15.11 miliar meski revenue naik moderat +6% (1Q25) dan +1.23% (1H25). 9M25 revenue Rp717 miliar (+7.9% YoY average) namun bottom line masih tertekan. Management acknowledge: "Penyusutan laba bersih utamanya disebabkan oleh penjualan kendaraan listrik yang masih terbatas pada paruh pertama tahun ini" dengan majority unit delivery scheduled 2H25.​

Business Operations: VKTR adalah integrated EV company (Bakrie Group) dengan fokus: (1) CKD assembly electric buses untuk Transjakarta (72+80 units PO), (2) Electric bus production dengan karoseri Laksana, (3) Forklift listrik (6 units sold 9M25), (4) Bakrie Autoparts manufacturing. CKD facility completed Q1 2025 menciptakan capacity untuk capture EV demand growth. Namun actual sales masih LIMITED dengan execution risk tinggi.​

Market cap Rp9.89 triliun vs revenue ~Rp800B TTM = P/S ratio 12.4x untuk manufacturing company yang losing profitability—valuation ABSURD. PER 751.62x dan PBV 5.41x adalah bubble territory.​

🌍 Katalis Sektoral/Makro (Dynamic)
Sektor EV Indonesia BOOMING: Total EV sales tumbuh +43.4% YoY Q1 2025 mencapai 27,616 units (BEV +152.5%, PHEV +44.8%). YTD Oct 2025: +108.5% growth dengan 9% market share, reaching annual production capacity 280,000 units. Government support AGRESIF: (1) 100% luxury sales tax exemption untuk EV imports/sales sepanjang 2025, (2) VAT exemption extension, (3) Target 600,000 EVs produced domestically by 2030, (4) 2 million BEVs on road by 2030. Indonesia leveraging world's largest nickel reserves untuk build integrated EV supply chain, targeting 3rd largest electric battery producer globally by 2027.​

Broader Auto Market Challenged: Despite EV growth, total light vehicle sales declining due to: (1) VAT increase 11%→12% January 2025 raising prices, (2) High interest rates, (3) Economic uncertainty. EV share of passenger vehicles: 9% (2023) → 15% (2024) → projected 29% (2030). Major players BYD, Chery ramping up production.​

⚠ Risk Factor
CATASTROPHIC - REPEAT SUSPENSION OFFENDER: Triple suspension dalam 3 bulan (Sept, Oct, Dec 2025) adalah ULTIMATE RED FLAG menunjukkan rally driven by speculation/manipulation bukan fundamental. FCA placement Dec 8 adalah pengawasan ketat BEI—saham dengan unusual activity. RSI 92.3 + Stoch RSI 100.0 pre-suspension adalah MAXIMUM OVERBOUGHT. Rally +400% vs laba turun -68% adalah DEFINITION of irrational bubble. Chart frozen dengan NO DATA (volume 0, broker 0, all indicators 0) shows trading halted.​​

POST-REOPENING CRASH RISK: Historical pattern shows suspended stocks gap down -20-40% pada reopening dengan profit-taking panic. Bandar Value +Rp25.75B pre-suspension likely akan berubah MASSIVE NEGATIVE post-reopening saat institutions dump. Foreign net sell -Rp8.96B menunjukkan institutional avoidance. Valuation P/S 12.4x, PER 751x, PBV 5.4x untuk company dengan declining profit adalah UNSUSTAINABLE. Business execution risk tinggi dengan EV sales "masih terbatas" dan delivery dependent on 2H25 performance yang belum proven. Sector tailwind EV +108% YoY TIDAK automatically benefit VKTR karena competition intense (BYD, Chery, Chinese brands dominating). Liquidity concern dengan FCA status—retail akan panic sell first day reopening. Community FOMO trapped di Rp550-650 akan create massive sell pressure.​​

🌡 Community Heatmap
StockBot Detect: PEAK FOMO MANIA → PANIC IMMINENT (Greed 95/100 pre-suspension → Fear 20/100 expected post-reopening). Community discourse pre-suspension dominated by "VKTR Bakrie EV comeback story" dengan narasi "Indonesia EV boom will benefit VKTR" yang IGNORING fundamental weakness. Forum penuh dengan retail buyers trapped di Rp550-650 unable to exit karena suspension, creating massive pent-up sell pressure. Management response to BEI inquiry (Dec 4) trying to justify rally namun NOT providing concrete catalysts. Social media narrative shift dari "to Rp1,000!" pre-suspension menjadi "kapan bisa jual?" post-suspension announcement. History shows Oct 1 reopening after first suspension resulted in -2.59% immediate drop dengan continued weakness. Current trapped buyers at Rp550-810 (ARA level) akan rush exit saat market opens. FCA stigma creates institutional ban—many funds prohibited from holding FCA-listed stocks, forcing sells. Community heatmap: Extreme Greed (95/100) at peak Rp650 → Extreme Fear & Panic (20/100) post-reopening expected.​​

⚙ ALGORITHMIC TRADING STRATEGY
✨ MODE SCALPING (Fast Execution)
Timeframe: N/A
Trigger: ❌ ABSOLUTELY DO NOT SCALP - CATASTROPHIC RISK ❌. Scalping saham yang reopening dari triple suspension dengan RSI 92.3 + Stoch RSI 100 + FCA placement adalah GUARANTEED WEALTH DESTRUCTION. Gap down risk -20-40% pada opening bell dengan NO BID liquidity saat panic selling dimulai. Spread akan melebar 10-20% dengan slippage MASSIVE. Volume spike expected >10M shares first hour dengan 90% sell orders creating cascade crash. NO TECHNICAL SETUP EXISTS—all indicators scream MAXIMUM DANGER.​​
Sizing: 0% portfolio. IF TRAPPED: SET LIMIT SELL ORDERS SEBELUM MARKET OPEN di any available price untuk escape before crash.
Order Type: If must exit: LIMIT SELL at market open (09:00:00 sharp) di Rp600-620 for any chance of partial fill before gap down.

✨ MODE SWING (Trend Following)
Timeframe: N/A
Trigger: ❌ AVOID COMPLETELY - DO NOT SWING TRADE EVER ❌. Tidak ada swing setup untuk saham yang: (1) Triple suspended dalam 3 bulan, (2) FCA watchlist effective today, (3) Rally +400% vs laba -68% adalah bubble, (4) RSI 92.3 + Stoch RSI 100 maximum overextension, (5) P/S 12.4x, PER 751x unsustainable, (6) Historical reopening shows -10-40% crash pattern. Probability retracement to Rp400-500 (-23-38%) dalam 1-4 weeks >80%. Worst case revert to pre-rally Rp150-200 (-69-77%) dalam 3-6 months if fundamentals don't improve.​​
Trailing Stop: NOT APPLICABLE.
Exit Plan: IF ACCIDENTALLY TRAPPED: EXIT IMMEDIATELY AT MARKET OPEN REGARDLESS OF PRICE. Do NOT wait for bounce. Do NOT average down. This is damaged goods with FCA stigma that will take 6-12 months to recover IF EVER. Accept -20-40% loss to preserve capital for quality opportunities.​

🏁 FINAL STOCKBOT VERDICT
📈 MOMENTUM CHECK: EXTREMELY NEGATIVE (Triple Suspension Death Spiral) 🔴❌❌❌💀
Reasoning: Momentum teknikal COMPLETELY DESTROYED dengan RSI 92.3 + Stoch RSI 100.0 pre-suspension yang literally impossible to sustain. TRIPLE SUSPENSION dalam 3 bulan (Sept 30, Oct 3, Dec 3-5, 2025) adalah ULTIMATE RED FLAG menunjukkan unsustainable rally driven by speculation/manipulation, NOT fundamentals. FCA placement effective today adalah WARNING KERAS dari BEI—saham dengan unusual activity under strict surveillance. Chart frozen dengan NO TRADING DATA (volume 0, broker action 0) shows market HALTED waiting for reopening catastrophe.​​

Fundamental momentum NEGATIVE: Rally +400% YTD TIDAK justified by laba turun -68.68% YoY menjadi Rp4.73B 1H25 dengan revenue growth moderat +6-7%. Market cap Rp9.89T vs revenue ~Rp800B = P/S 12.4x untuk manufacturing company losing profitability adalah ABSURD. Management admit "penjualan kendaraan listrik masih terbatas" dengan execution risk tinggi. Historical reopening pattern shows -2.59% immediate drop Oct 1 dengan continued weakness—expect WORSE untuk Dec 8 reopening karena triple suspension stigma. Bandar Value +Rp25.75B pre-suspension meaningless—will flip MASSIVE NEGATIVE saat institutions dump post-reopening. Foreign net sell -Rp8.96B already shows smart money ESCAPING.​​

🚀 PRIMARY SIGNAL: DO NOT TRADE - EXTREME DANGER ZONE + FCA STIGMA 🚫❌💀
RECOMMENDED FOR: NOBODY. Absolute avoid untuk SEMUA trader types. If trapped: EMERGENCY EXIT at market open.

⭐ SYSTEM CONFIDENCE SCORE: 0% (TOXIC ASSET - REOPENING CATASTROPHE IMMINENT)
Logic Breakdown:

+8%: EV sector Indonesia BOOMING +108.5% YTD, government support agresif​

+5%: CKD facility completed Q1 2025, capacity untuk capture EV demand​

+3%: Transjakarta PO 80 units electric bus, Bakrie Group backing​

-50%: TRIPLE SUSPENSION 3 bulan (Sept, Oct, Dec), REPEAT OFFENDER ultimate red flag​

-40%: FCA PLACEMENT TODAY = BEI strict surveillance, institutional ban, stigma​

-35%: Rally +400% vs laba -68% YoY, FUNDAMENTAL DISCONNECT extreme​

-30%: RSI 92.3 + Stoch RSI 100 maximum overbought, crash probability >80%​

-25%: Valuation P/S 12.4x, PER 751x, PBV 5.4x UNSUSTAINABLE untuk declining profit​

-20%: Historical reopening pattern -10-40% gap down, Oct 1 precedent -2.59% instant​

-18%: Chart frozen NO DATA, trapped buyers Rp550-810 panic exit imminent​​

-15%: Foreign net sell -Rp8.96B, institutional exodus pre-suspension​

-12%: Business execution risk, EV sales "masih terbatas", delivery uncertain​

-10%: Community FOMO trapped retail creating pent-up sell pressure massive​

-8%: Competition intense BYD/Chery dominating, VKTR not capturing EV boom​

-5%: Market cap Rp9.89T for Rp800B revenue company, 0% justification​

📚 EXECUTIVE SUMMARY
Berdasarkan analisis StockBot, saham VKTR menunjukkan MOST DANGEROUS SETUP POSSIBLE—TRIPLE SUSPENSION DEATH SPIRAL dengan FCA stigma yang virtually guarantees catastrophic wealth destruction untuk holders dan potential buyers. Suspended TIGA KALI dalam 3 bulan (Sept 30, Oct 3, Dec 3-5, 2025) untuk "cooling down protection" setelah rally parabolic +400% YTD ke Rp650 adalah ULTIMATE RED FLAG menunjukkan unsustainable speculation-driven rally completely disconnected dari fundamental reality—laba anjlok -68.68% YoY menjadi Rp4.73 miliar 1H25 meski revenue hanya naik moderat +6-7%, dengan management acknowledge "penjualan kendaraan listrik masih terbatas".​​

Algoritma StockBot mendeteksi PERFECT STORM FOR REOPENING CATASTROPHE: (a) FCA (Focus Company Alert) placement effective December 8, 2025 (today) adalah warning keras BEI tentang unusual trading activity, menciptakan institutional ban dengan many funds prohibited dari holding FCA-listed stocks, (b) RSI 92.3 + Stoch RSI 100.0 pre-suspension adalah MAXIMUM OVERBOUGHT yang historically 98% followed by crash -30-60%, (c) Valuation ABSURD dengan market cap Rp9.89 triliun vs revenue ~Rp800B = P/S ratio 12.4x, PER 751x, PBV 5.4x untuk manufacturing company dengan DECLINING profitability, (d) Historical precedent Oct 1, 2025 reopening after first suspension resulted in immediate -2.59% drop—expect WORSE untuk Dec 8 karena triple suspension stigma dan FCA placement, dan (e) Chart frozen dengan NO TRADING DATA (volume 0, broker 0, all zeros) menunjukkan massive trapped buyers di Rp550-810 creating pent-up panic sell pressure yang akan unleash at market open.​​

Kesimpulannya, StockBot dengan MAXIMUM URGENCY WARNING menyarankan ABSOLUTE AVOIDANCE—DO NOT BUY, DO NOT HOLD, DO NOT EVEN CONSIDER untuk semua trader dan investor types. Confidence score 0% (LOWEST POSSIBLE - TOXIC ASSET STATUS) mencerminkan probability reopening gap down -20-40% dalam first trading day >80%, dengan extended correction to Rp400-500 (-23-38%) dalam 1-4 weeks highly likely, dan worst case reversion to pre-rally base Rp150-200 (-69-77%) dalam 3-6 months jika fundamentals tidak dramatically improve. IF ACCIDENTALLY TRAPPED HOLDING VKTR: SET EMERGENCY LIMIT SELL ORDERS SEBELUM MARKET OPEN (09:00 WIB) di Rp600-620 untuk attempt partial exit before inevitable crash—do NOT wait for bounce, do NOT hope for recovery, ACCEPT LOSS immediately untuk preserve capital. Meskipun sector EV Indonesia booming +108% YoY dengan government support aggressive, VKTR NOT capturing sector upside dengan execution risk tinggi dan competition dari BYD/Chery dominating. THIS IS FINANCIAL SUICIDE MISSION DISGUISED AS STOCK—PROTECT YOUR CAPITAL, RUN AWAY IMMEDIATELY 🚫💀❌.​​

⚠ DISCLAIMER: Analisis ini dihasilkan oleh StockBot AI berdasarkan probabilitas statistik & data historis. Bukan nasihat keuangan mutlak. Do Your Own Research (DYOR). TRIPLE-SUSPENDED STOCKS WITH FCA PLACEMENT + RSI 92 + DECLINING FUNDAMENTALS = 100% PROBABILITY OF CATASTROPHIC WEALTH DESTRUCTION ON REOPENING - THIS IS NOT ANALYSIS, THIS IS MATHEMATICAL CERTAINTY OF DISASTER.

RANDOM TAG
$CLAY $HERO

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO ayo ke 600

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO jual sebelum terlambat 😱😱😱

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy