438

0.00

(0.00%)

Today

0

Volume

349,254

Avg volume

Company Background

PT Hero Supermarket Tbk merupakan perusahaan pelopor ritel modern di Indonesia yang pertama kali didirikan oleh almarhum Muhammad Saleh Kurnia di Jl. Falatehan, Jakarta pada tahun 1971. Di usianya yang kini menginjak 47 tahun, Perseroan selalu berupaya untuk menjadi perusahaan ritel modern terkemuka dengan mengedepankan filosofi bisnis yang terus dijaga, yakni memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda serta bernilai tambah bagi masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu, HERO Group tumbuh dan berkembang dalam membangun jaringan bisnisnya serta berinovasi dalam rangka memenuhi kebutuhan serta pola konsumsi masyarakat. Pe... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO bentar lagi mau bulan ramadhan.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO mulai pindahin barang ke public.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA
📅 Timestamp: 1 Februari 2026, 18:36 WIB | 💰 Last Price: Rp1.240
🚦 PHASE STATUS: DISTRIBUTION SETELAH MARKUP PANJANG (KOREKSI SEHAT, BELUM PANIC MARKDOWN)

BUVA baru turun cukup dalam dari pucuk ±2.300 ke area 1.200‑an setelah rally berbulan‑bulan yang relatif rapi. Candle daily menunjukkan deretan merah besar di atas volume tinggi, namun hari ini muncul doji/hijau kecil di sekitar lower band dengan volume spike (±445 juta vs rata‑rata 283 juta) yang mengindikasikan throw‑down + penyerapan pertama. Broker tape hari ini net Dist di agregat (Top 1/3/5 “Neutral”, average -1,3%) tapi Net Volume masih +674 ribu lot di average 1.300—artinya di bawah permukaan ada perpindahan barang dari penjual panik ke tangan yang berani serok, namun belum bisa disebut akumulasi bandar bersih.

Fundamental: BUVA operator hotel/resort high‑end Alila & Dialoog (hospitality, lifestyle, real estate). Q2 2025: pendapatan Rp166,1 miliar, laba bersih Rp81,1 miliar; Q3 2025: pendapatan Rp288,7 miliar, laba bersih Rp108,6 miliar, EBITDA Rp93,5 miliar. Laba 9M25 jelas melonjak dibanding 2024, tapi valuasinya sudah pricing in banyak optimisme: PER TTM sekitar 155–170x, PBV 11,5x, market cap Rp14,6T untuk pendapatan FY Rp355,3 miliar dan laba Rp8,46 miliar. Ini growth hospitality premium yang mahal, bukan value play.

⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp1.170 - Rp1.210

The Logic:

Di daily, 1.170 adalah support harga (garis hijau di sisi kanan chart) sekaligus area MA50 serta lantai konsolidasi sebelum BUVA lompat ke 1.800–2.300. Lower band Bollinger juga mulai mendekati area ini, menjadikannya zona pantulan natural jika tren besar masih uptrend.

Analisis komunitas dan beberapa riset teknikal menyebut 1.230 sebagai support kunci jangka pendek; jika 1.230 jebol, target koreksi berikutnya langsung 925. Dengan menunggu 1.170–1.210, kita masuk setelah panic leg utama mereda, bukan di tengah distribusi 1.300‑an.

Dari sisi fundamental, meski PER 155–170x tergolong mahal, balance sheet BUVA relatif kuat: equity Rp1,46T, total utang Rp584B (DER ±0,4x), EBITDA Q3 Rp93,5B dengan interest coverage >3x. Untuk jangka menengah, hotel premium di Bali/SCBD masih punya tailwind pariwisata; beli di dekat support utama memberi ruang upside teknikal tanpa mengandalkan ekspansi valuasi berlebihan.

⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp1.282 - Rp1.357

The Logic:

Timeframe 15m menunjukkan zona supply merah 1.280–1.360 (bekas breakdown area). Di atas sana ada gap kecil menuju 1.500; jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 1.282–1.357, berarti seller jangka pendek sudah habis dimakan.

Momentum buy valid bila:

Close 1H/harian ≥ 1.300 dengan volume ≥ 1,5x rata‑rata 5 hari (≥ 20–25 juta saham).


Bid tebal di 1.200–1.240, offer 1.280–1.360 terkikis tanpa muncul tembok baru di 1.400–1.500.

RSI 1H naik > 55 dari 41‑an sekarang, MACD 1H cross up dari bawah nol.

Setup ini cocok buat momentum trader yang ingin riding relief rally ke 1.500–1.700; kalau tembus 1.280 tanpa volume, itu hanya mark‑up untuk buang barang, bukan real breakout.

🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio ≈ 1:2)
Asumsi entry konservatif di Rp1.190.

🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp1.350 (+13,4%)

Reason: Area supply intraday yang dihighlight merah di 15m dan berada di dalam box konsolidasi breakdown; juga dekat MA20 harian yang mulai menurun. Banyak pelaku yang nyangkut 1.300–1.400 akan profit‑taking di sini.

🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp1.700 - Rp1.850 (+42,9% - 55,5%)

Reason:

1.668–1.718 adalah cluster MA jangka menengah dan resistance sebelumnya; 1.850 berada di sekitar puncak minor sebelum run terakhir ke 2.300.

Secara valuasi, di area 1.800 PER makin melar ke sekitar 250x—sudah sangat spekulatif. Level ini wajar dijadikan zona distribusi agresif bagi swing trader; jangan berharap multi‑bagger baru kecuali ada katalis fundamental besar.

🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp1.100 (-7,6% dari 1.190)

Note: 1.100 ada di bawah support dinamis 1.170 & batas bawah area demand 1.170–1.210; jebol sini berarti struktur higher‑low patah dan saham berpotensi turun ke gap lama sekitar 925–950. Tesis bahwa ini hanya koreksi dalam tren naik langsung invalid—wajib cut.

📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Bisnis:

BUVA bermain di segmen hotel/resort premium dan lifestyle (Alila Uluwatu, Alila SCBD, Dialoog Banyuwangi) yang sangat sensitif terhadap siklus pariwisata dan daya beli kelas menengah‑atas.

Sektor hospitality pasca pandemi sedang rebound kuat, apalagi destinasi Bali/SCBD yang padat turis & bisnis; ini menjelaskan lonjakan pendapatan & laba BUVA sepanjang 2024–2025.

📢 Key Drivers (Pemicu Utama):

Kinerja 2025 Menggila:

Q2 2025: pendapatan Rp166,1B, laba bersih Rp81,1B.


Q3 2025: pendapatan Rp288,7B, gross profit Rp201,9B, operating profit Rp60,4B, laba bersih Rp108,6B, EBITDA Rp93,5B.

Analisa: Untuk ukuran perusahaan hotel, margin ini sangat gemuk dan menunjukkan pricing power tinggi. Inilah bahan bakar rally trend naik BUVA sepanjang 2025.

IMPACT: POSITIF.

Valuasi Super Premium:

Di harga 1.240, market cap Rp14,62T, pendapatan FY Rp355,26B, laba hanya Rp8,46B (EPS 5), PER 170x, PBV ±11,5x. Investing juga mencatat P/E 268x di periode sebelumnya.

Analisa: Ini jelas growth bubble: return saat ini belum justify harga setinggi ini, sehingga saham sangat sensitif terhadap berita buruk kecil (penurunan okupansi, pelemahan rupiah, dsb.). Beli BUVA = beli growth story, bukan beli diskon.

IMPACT: NEGATIF (valuation risk).

Struktur Keuangan Relatif Aman:

Q3 2025: equity Rp1,458,9B, short‑term debt Rp117,8B, long‑term debt Rp466,6B; interest expense Rp30,4B vs EBITDA Rp93,5B.

Analisa: DER moderat, interest coverage sehat; jadi meski valuasi mahal, risiko bangkrut rendah. Ini menjadikan BUVA cocok untuk swing medium, tapi bukan deep value.

IMPACT: POSITIF.

Sinyal Teknikal Global:

TradingView: harga sekarang 1.240, beta 0,14 (pergerakan cenderung idiosinkratik, bukan ikut IHSG).

Beberapa screener teknikal menempatkan BUVA di zona koreksi setelah overbought, dengan pivot Fibonacci tepat di 1.240 sebagai level kunci—breakdown jelas menambah peluang turun ke 1.170 atau lebih rendah.

IMPACT: NEGATIF jangka pendek (downtrend korektif).

⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY DI 1.170–1.210; SELL ON STRENGTH 1.350–1.850
🌡️ Risk Profile: High Risk (valuasi bubble, tren masih korektif, sektor siklikal pariwisata)
⭐ Confidence Score: 65%

📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor: Laba BUVA 2025 melonjak tajam (Q2 net profit 81,1B, Q3 108,6B) dengan margin tinggi dan neraca relatif sehat; sektor hotel premium masih menikmati efek pemulihan pariwisata.

[+] Bullish Factor: Secara teknikal, harga sudah mendekati support kuat 1.170–1.230 dengan volume spike yang bisa menandai capitulation lokal; dari area ini, rebound ke 1.350–1.700 cukup masuk akal untuk swing.

[-] Bearish Risk: Valuasi ekstrem (PER 155–170x, PBV 11,5x) membuat upside fundamental terbatas; sedikit saja kinerja melambat, saham bisa terkoreksi lebih dalam ke 900‑an untuk menurunkan multiple.

[-] Bearish Risk: Tape hari ini masih menunjukkan distribusi ritel (aggregate Dist, Top brokers net neutral), tren jangka pendek tetap turun; jika support 1.170 jebol, target berikutnya 925 yang berarti drawdown tambahan >20%.

🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Untuk BUVA, jangan haka kalau pembukaan langsung di atas 1.260—itu masih area distribusi korektif. Biarkan dulu kalau pagi ada buangan ke 1.170–1.210; kalau di sana volume jual mengecil dan bid tetap tebal, baru cicil kecil‑kecil untuk swing, dengan rencana buang bertahap di 1.350–1.700. Begitu 1.100 tembus dengan volume besar, hentikan semua niat serok—anggap bubble BUVA sedang dikempiskan lebih dalam."

⚠️ Disclaimer: Ini hasil bedah data dan aliran dana institusional. Keputusan jual‑beli sepenuhnya tanggung jawab masing‑masing trader.

$HERO $ISEA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Andrian1567 free float nya $HERO 10,63% artinya dalam beberapa bulan owner wajib memenuhi +4,37% saham tambahan yang beredar di publik sesuai aturan nanti ya Bro?
apakah ini berarti ada potensi penurunan signifikan kedepannya Bro?
mengingat bid offernya juga tidak ramai² amat ya?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Yang suka mengikuti gerakan broker HP…
bisa dicek ya..emiten seperti $HERO..yg antri beli cuma 128 lot

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

iya boncos si $HERO ini

yang bingung cara pasang TP dan SL, biasanya saya menggunakan cara yg paling mudah. Gunakan time frame 1H, Lihat ekor tertinggi dan terendah. Pasang TP 1 tik dibawah harga ekor tertinggi, pasang SL 1 tik dibawah harga ekor terendah. Kalau di chart $HERO ini saya pasang TP di 490 dan SL di 458

1/2

testes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Ronimulyana22
$HERO harganya tetap Om..
rencana awal memang untuk dilepas besok 🙏

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ini alternatif untuk BSJP
jalankan screener jam istirahat..ada dua yg baru muncul
$HERO
$BUKA
saya pilih hero
beli haka, kl nanti sore profit..jual saat penutupan, atau bisa di hold untuk dijual besok pagi

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO Disini ada yang pake sekuritas selain stockbit? saya baru pindah dari ipot tapi kok stockbit sering lag lag gitu ya?

$ECII $INPC

$HERO Kapan ni to the moon, udah pattern breakout

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

SAHAM : $ICBP
HARGA SAAT INI : 8000

1️⃣ TREN & STRUKTUR HARGA (Swing View)
- Tren Utama : Sideways cenderung rebound
- Timeframe Acuan : Daily (Swing Trader)
- Catatan : Harga bergerak konsolidasi setelah koreksi dari area atas. Struktur belum kembali uptrend, namun membentuk base yang cukup rapi untuk peluang swing selama support kunci terjaga.

2️⃣ SUPPORT & RESISTANCE
- Support Minor : 7850
- Support Kunci : 7600
- Resistance 1 : 8200
- Resistance 2 : 8500

3️⃣ KONDISI VOLUME & BANDAR
- Analisa volume : Stabil, cenderung menurun saat konsolidasi
- Indikasi : Akumulasi terkontrol, belum terlihat distribusi
- Selama harga di atas 7600 → masih dijaga

4️⃣ RISK / REWARD (WAJIB)
- Entry Acuan : 8000
- Stop Loss : 7450
- Target Swing : 8200 – 8500
- Risk : Reward : ±1 : 1,7 (CUKUP)

5️⃣ FUNDAMENTAL SINGKAT
- Emiten consumer goods defensif dengan kinerja relatif stabil.
- Cocok untuk swing trader konservatif dan rebound jangka menengah.

📌 KESIMPULAN SWING TRADER
- ICBP masih layak untuk swing selama 7600 bertahan.
- Target area 8200–8500, risiko utama jika breakdown support kunci.

Analisa ini panduan ya Boss, eksekusi tetap kembali ke gaya trading Boss.

Ayo REQUEST SAHAM di kolom komentar seperti

$TAPG $HERO
,DM “mau” jika ingin dianalisa sahamnya

Support like agar terus update!!!

Follow untuk ikuti flowchart keputusan saham trend

Kalau postingan ini bermanfaat, boleh banget kasih tip lewat tombol bergambar 💲 di bawah ya. Terima kasih banyak 🙏

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO kapan naiknya ini, ditungguin dengan sabar wkwkwkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO tadi udah tp ya di 394

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SDPC Perusahaan yang Hidup dari Janji Rumah Sakit

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

SDPC ini bisnisnya sangat bergantung pada kepercayaan pada rumah sakit. Karena modelnya wholesaler distribusi obat dan alat kesehatan, SDPC itu hidup dari invoice, bukan dari kas kontan di meja kasir. Begitu rumah sakit telat bayar, SDPC tetap harus kirim barang, tetap harus gaji karyawan, dan yang paling kejam tetap harus bayar bunga bank tepat waktu. Jadi kualitas bisnis SDPC bukan di seberapa besar omzetnya, tapi di seberapa patuh pelanggan membayar dan seberapa murah biaya dananya. Kalau kepercayaan runtuh, piutang menumpuk, bank makin mahal, laba langsung gepeng. Dan itulah kenapa saham seperti ini bisa kelihatan murah, tapi tidak pernah benar-benar terasa aman. Investor tidak sedang membeli toko yang ramai, investor sedang membeli disiplin penagihan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Secara identitas, SDPC sudah tua dan sangat mapan sebagai entitas, berdiri 20 Oktober 1952 dan listing 7 Mei 1990. Gap 38 tahun dari berdiri sampai IPO, lalu sampai 2025 umur usahanya 73 tahun dan sudah 35 tahun jadi emiten. Maknanya, ini bukan startup, jaringan 36 kantor cabang itu hasil puluhan tahun. Karyawannya 1.180 orang dan growth 0% dibanding akhir 2024, ini biasanya berarti perusahaan sedang menjaga efisiensi, bukan sedang ekspansi agresif lewat penambahan SDM.

Dari sisi kepemilikan, SDPC memang milik Malaysia secara kontrol. PSP Pharmaniaga International Corporation Sdn. Bhd. pegang 73,43% dan UBO Boustead Holdings Bhd. Free float 11,63% dengan total saham 1.274.000.000 lembar. Maknanya dua. Pertama, likuiditas publik cenderung tipis dan harga bisa lebih mudah liar saat ada arus beli jual. Kedua, kontrol stabil, jadi arah strategis lebih konsisten, tapi publik harus sadar kepentingan grup bisa lebih dominan daripada kepentingan pemegang saham minoritas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Sekarang masuk ke mesin laba rugi yang bikin SDPC terlihat seperti bisnis volume. Revenue 9M-2025 3,00 triliun Rupiah tumbuh 2,67%, tapi COGS 2,75 triliun Rupiah atau 91,4% dari revenue. Artinya margin kotor kecil, khas distributor, bisnisnya bukan cari spread besar, tapi cari putaran cepat. Gross profit margin 8,56%, operating profit margin 2,66%, dan net profit margin 0,68%. Terjemahan gampangnya, dari setiap 100 Rupiah penjualan, laba bersih yang benar-benar jadi milik pemegang saham cuma 0,68 Rupiah. Ini bukan jelek untuk distributor, tapi bikin ruang salahnya sempit, salah sedikit di biaya atau bunga, laba hilang.

Itulah yang terjadi di 2025. SGA 173,25 miliar Rupiah tumbuh 3,2% dan finance costs 52,26 miliar Rupiah naik 4,4%. Revenue naik, tapi biaya jalan lebih cepat, hasilnya laba bersih pemilik entitas induk 20,39 miliar Rupiah malah turun 0,6%. Jadi SDPC sedang lari di treadmill, capek, tapi posisinya tidak maju-maju karena beban bunga dan biaya operasional menggerus kenaikan omzet.

Yang paling penting untuk memahami SDPC adalah komposisi asetnya. Piutang usaha pihak ketiga 879,79 miliar Rupiah atau 46,2% aset. Persediaan 559,11 miliar Rupiah atau 29,3% aset. Kas cuma 37,82 miliar Rupiah dan turun dari 53,4 miliar Rupiah. Aset tetap 104,75 miliar Rupiah. Sebagian besar aset SDPC adalah aset kerja yang tidak langsung bisa dipakai bayar utang hari ini. Piutang itu janji, persediaan itu barang, tapi bank maunya uang tunai. Jadi ketika kas turun dan piutang naik, itu sinyal squeeze likuiditas.

Rasio perputaran memperjelas kenapa SDPC harus pinjam bank. DSO sekitar 72 hari artinya SDPC rata-rata baru terima uang 72 hari setelah jual. DI sekitar 55 hari artinya barang rata-rata ngendap 55 hari sebelum laku. DPO sekitar 55 hari artinya SDPC bayar vendor rata-rata 55 hari. CCC sekitar 72 hari, inti maknanya SDPC bayar vendor lebih cepat daripada ditagih oleh pelanggan, jadi selalu ada gap kas yang harus dijembatani, biasanya lewat utang bank. Di sinilah kata kepercayaan pada rumah sakit menjadi literal, karena rumah sakit adalah kontributor piutang terbesar 71,7% dari piutang usaha pihak ketiga. Kalau termin makin molor, SDPC makin tergantung pada bank.

Penerimaan kas dari pelanggan 2,85 triliun Rupiah, sedangkan revenue 3,00 triliun Rupiah. Selisih 150 miliar Rupiah itu pada dasarnya penjualan yang belum jadi uang dan masuk ke piutang. CFO 16,2 miliar Rupiah, hampir sejalan dengan laba 20,4 miliar Rupiah, ini bagus karena laba tidak fiktif. Namun capex 30,6 miliar Rupiah membuat FCF negatif sekitar minus 14,4 miliar Rupiah. SDPC memang mulai menghasilkan kas dari operasi, tapi masih belum cukup untuk membiayai investasi, apalagi untuk menurunkan utang bank secara natural. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Utangnya inilah yang bikin SDPC seperti hidup di bawah bayang-bayang bank. Utang bank total sekitar 848 miliar Rupiah, dan seluruhnya floating rate. Ini risiko paling kritikal, karena kenaikan bunga kecil saja bisa menyapu bersih laba bersih yang cuma 20 miliar Rupiah-an. Secara kasar, debt to profit annualized sekitar 31 tahun, artinya kalau laba tidak naik dan semua laba dipakai bayar utang, butuh puluhan tahun. Debt to FCF tidak bisa dipakai karena FCF negatif, artinya SDPC tidak bisa menutup utangnya dari kas bebas saat ini tanpa pembiayaan eksternal. Ada mitigasi berupa letter of comfort dan fasilitas kredit yang diperpanjang, jadi gagal bayar tidak otomatis, tapi tetap menunjukkan ketergantungan.

Capex juga perlu dibaca sebagai dua sisi. Capex dipakai terutama untuk construction in progress 25,7 miliar Rupiah dan peralatan kantor teknis. Lonjakan capex 30,6 miliar Rupiah dibanding 4,6 miliar Rupiah pada 2024 mengindikasikan upgrade fasilitas, gudang, atau sistem. Maknanya, manajemen sedang menyiapkan kapasitas, tetapi ini terjadi saat kas menipis dan utang bank besar, jadi ekspansi ini dibayar dengan menambah tekanan likuiditas, bukan dari surplus kas.

Di operasional, SDPC punya konsentrasi yang bisa jadi senjata atau bumerang. Segmen obat resep menyumbang 69,5% revenue, ini defensif. Tapi obat non-resep anjlok 38% YoY, dari 170 miliar Rupiah jadi 105 miliar Rupiah, dan segmen ini biasanya lebih enak marginnya. Vendor juga terkonsentrasi, PT Lapi Laboratories Indonesia sekitar 33,6% pembelian. Maknanya, SDPC kuat karena punya jalur volume besar ke segmen inti, tetapi rentan kalau kontrak vendor berubah atau segmen yang marginnya lebih tinggi melemah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Hidden asset SDPC ada, tapi jangan dibesar-besarkan. Ada tanah di Bintara Jaya 9.436 m2 dan surplus revaluasi 4,2 miliar Rupiah. Ini kelihatan miliaran asetnya tapi tidak menyelesaikan masalah utama, yakni piutang yang membengkak, kas yang tipis, dan bunga floating yang mencekik.

Kalau dibandingkan dengan saham lain yang sudah dibahas di Pintar Nyangkut, kontrasnya jelas. $DAYA itu retailer Watsons, bermain di depan, 204 toko per 30 September 2025 naik 25 toko dari akhir 2024, bertaruh pada ekspansi gerai dan O plus O. Risiko utamanya biasanya ada di sewa mall, stok, promo, dan produktivitas toko baru. SDPC kebalikannya, tidak peduli trafik mall, tapi peduli termin kredit dan bunga bank. HERO juga beda, $HERO ritel khusus yang sempat terbantu restitusi pajak besar untuk CFO, sedangkan SDPC CFO baru pulih tipis dan langsung kalah oleh capex. Jadi, DAYA growth play toko, HERO turnaround play format, SDPC ini trust play modal kerja.

SDPC itu bukan pertaruhan omzet, tapi pertaruhan penagihan. Kalau rumah sakit bayar lebih cepat, DSO turun, bank berkurang, bunga turun, laba bisa melonjak tanpa perlu revenue meledak. Tapi kalau piutang terus naik lebih cepat dari revenue, SDPC akan tetap terlihat murah di PBV dan PER, namun murahnya adalah kompensasi risiko, bukan hadiah.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$SDPC Perusahaan Malaysia yang Cari Cuan di Indonesia

Lanjutan dari postingan sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

SDPC adalah perusahaan milik orang Malaysia. Bukan sekadar ada investor asing nyantol, tapi kontrolnya dominan dan jelas, PSP-nya Pharmaniaga International Corporation Sdn. Bhd. dari Malaysia pegang 73,43% saham. Ini bikin SDPC terasa seperti perpanjangan tangan ekosistem distribusi farmasi regional, tetapi sekaligus membuat standar akuntabilitasnya harus lebih ketat, karena keputusan besar bisa mengikuti kepentingan grup, bukan sekadar kepentingan pemegang saham publik. Di kertas, bisnisnya defensif karena obat dan alat kesehatan selalu dibutuhkan. Tapi di dunia nyata, distributor itu hidup-mati di dua kata yang tidak seksi, piutang dan bunga bank. Kalau piutang melambat, SDPC tetap harus bayar bank tepat waktu. Jadi yang diperdagangkan pasar bukan cuma omzet 3,00 triliun Rupiah, melainkan keyakinan bahwa uangnya benar-benar balik, bukan nyangkut di rumah sakit. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Model bisnis SDPC itu wholesaler, bukan retailer. SDPC menyalurkan obat resep, obat non-resep, alat kesehatan, juga kosmetik lewat 36 kantor cabang, jadi sumber skala ada di volume dan jaringan, bukan di estetika toko. Dampaknya langsung terlihat di neraca. Aset terbesar adalah piutang usaha pihak ketiga 879,7 miliar Rupiah, setara 46,2% total aset, artinya hampir setengah kekayaan SDPC adalah tagihan yang belum dibayar pelanggan. Di sisi lain, liabilitas jangka pendek 1,51 triliun Rupiah menekan, dan utang bank jangka pendek 794,9 miliar Rupiah menjadi komponen terbesar. Ini ciri distributor yang operasinya dibiayai bank, bukan dibiayai kas sendiri. Kasnya malah turun menjadi 37,8 miliar Rupiah dari 53,4 miliar Rupiah, jadi bantalan likuiditasnya tipis.

Laba rugi SDPC kelihatan jalan, tapi napasnya pendek. Revenue 9M-2025 3,00 triliun Rupiah tumbuh 2,6%, namun laba bersih pemilik entitas induk turun tipis menjadi 20,3 miliar Rupiah. Masalahnya bukan penjualan, masalahnya biaya yang tumbuh lebih cepat, beban keuangan naik 4,4% dan beban umum naik 5,7%. Yang paling menyakitkan, bunga utang bank 52,2 miliar Rupiah itu memakan sekitar 65% dari laba usaha 79,8 miliar Rupiah. Maknanya sederhana, SDPC bekerja keras, lalu bank mengambil porsi besar lebih dulu, baru pemegang saham dapat sisa.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian yang sering menipu investor ada di modal kerja. Piutang usaha naik 20,2% dari 731,9 miliar Rupiah ke 879,7 miliar Rupiah, padahal revenue cuma tumbuh 2,6%. Ini mismatch yang tidak sehat, karena artinya pertumbuhan bukan dibayar tunai, tapi dibayar janji. Segmen rumah sakit bahkan jadi kontributor piutang terbesar, 71,7% dari total piutang usaha pihak ketiga. Di saat penagihan melambat, SDPC mencoba menambal dengan menaikkan utang usaha ke vendor menjadi 604,1 miliar Rupiah. Ini bisa membantu sementara, tapi tidak menyelesaikan akar masalah, yakni kecepatan uang kembali.

Arus kas SDPC memang membaik, tetapi belum nyaman. CFO berbalik positif 16,2 miliar Rupiah dari posisi minus 148,6 miliar Rupiah pada 2024, ini sinyal perbaikan disiplin modal kerja. Namun uang itu langsung kalah oleh capex aset tetap 30,6 miliar Rupiah, sehingga free cash flow tetap negatif. Dengan kata lain, SDPC belum menghasilkan kas bebas yang cukup untuk secara natural menurunkan ketergantungan ke bank. Selisih revenue 3,00 triliun Rupiah dengan penerimaan kas dari pelanggan 2,85 triliun Rupiah juga menunjukkan ada sekitar 150 miliar Rupiah yang tidak masuk kas tahun ini dan mendarat sebagai tambahan piutang.

Di SDPC, risiko konsentrasi itu nyata, bukan teori. Vendor PT Lapi Laboratories Indonesia menyumbang 33,6% penjualan neto, lalu ada ketergantungan juga ke PT Global Dispomedika. Kalau kontrak distribusi berubah atau pindah, volume SDPC bisa langsung kempis. Dari sisi geografi, penjualan masih terpusat di Pulau Jawa 59,6%, jadi diversifikasinya belum sempurna. Ada juga utang pihak berelasi ke Pharmaniaga Logistics sekitar 32,1 miliar Rupiah dengan bunga mengambang, menambah sensitivitas ke suku bunga.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Risiko makro SDPC juga jelas dan mudah menghantam laba. Liabilitas moneter neto valuta asing 71,1 miliar Rupiah, mayoritas Ringgit Malaysia, jadi pelemahan Rupiah terhadap MYR berpotensi menekan laba lewat rugi kurs. Hampir semua utang bank dan utang pihak berelasi berbunga mengambang, jadi kenaikan suku bunga akan langsung memotong laba bersih. Mitigasinya ada, yakni letter of comfort dari induk dan fasilitas kredit yang diperpanjang, jadi risiko gagal bayar tidak berdiri sendirian. Tapi ini juga mengingatkan investor bahwa napas SDPC masih bergantung pada dukungan grup dan bank.

Soal valuasi, SDPC tampak murah, tapi murahnya punya alasan. Di harga 159 Rupiah, PER 7,45 kali, PBV 0,67 kali, dan P S 0,05 kali, seolah pasar bilang saham ini cuma dihargai 5% dari omzetnya. Namun struktur pendanaannya berat, debt per share 665,7 Rupiah jauh di atas harga saham 159 Rupiah, sementara cash per share 29,7 Rupiah. Itu sebabnya pasar kasih diskon, karena ekuitas publik seperti duduk di bawah beban utang jangka pendek dan beban bunga. Kalau investor mau berharap rerating, pemicunya bukan sekadar revenue naik, tetapi piutang harus melambat, bunga harus turun, dan CFO harus konsisten cukup untuk mengurangi utang bank.

Kalau dibandingkan dengan saham lain yang sudah dibahas sebelumnya di External Community Pintar Nyangkut di Telegram, SDPC itu kebalikan $DAYA. DAYA adalah retailer Watsons yang ketemu konsumen, punya 204 toko per 30 September 2025, tumbuh 13,97% dari 179 toko akhir 2024, dan strategi O plus O mengandalkan trafik serta eksekusi toko. SDPC tidak peduli trafik, SDPC peduli termin, kualitas piutang, dan bunga bank. Dibanding $HERO, SDPC juga beda mesin. HERO itu ritel khusus seperti IKEA dan Guardian, CFO-nya besar tetapi sempat terbantu restitusi pajak, sedangkan SDPC CFO-nya baru pulih tipis dan masih kalah oleh capex. Jadi di ekosistem kesehatan, DAYA menang di wajah depan, HERO menang di format ritel khusus, SDPC menang di pipa distribusi, tapi SDPC juga paling sensitif ke dua musuh klasik distributor, piutang dan bunga.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/8

testestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO vs $DAYA vs $AMRT: Persaingan

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

HERO dan DAYA kalah saing lawan AMRT. Bukan karena dua-duanya tidak punya gerai, tetapi karena medan tempurnya berbeda dan AMRT bermain di kebutuhan harian yang frekuensi belinya jauh lebih tinggi. Di ritel, yang menang biasanya bukan yang paling keren tokonya, tetapi yang paling sering dikunjungi dan paling cepat memutar uang. HERO sedang menyembuhkan luka lama setelah menutup Giant dan melepas Hero Supermarket, jadi energi manajemen banyak habis untuk beres-beres neraca. DAYA justru gas ekspansi Watsons, tetapi ekspansi di mall membuat biaya sewa dan kebutuhan modal kerja ikut naik. AMRT punya skala transaksi yang membuat vendor ikut membiayai operasional lewat utang dagang, sementara pemain non-minimarket harus lebih rajin mencari napas kas sendiri. Pasar bisa menganggap HERO murah karena sedang pulih, atau menganggap DAYA menarik karena sedang tumbuh, tetapi dua-duanya tetap di bawah bayang-bayang mesin perputaran AMRT. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

HERO, sekarang jadi PT DFI Retail Nusantara Tbk, fokus ke ritel khusus, terutama IKEA dan Guardian, plus kontribusi layanan restoran. Ini format yang margin bisa bagus, tetapi sangat tergantung eksekusi kategori, lokasi, dan ritme belanja non-harian. Sedangkan DAYA adalah jaringan ritel kesehatan dan kecantikan Watsons, dan sampai 30 September 2025 sudah 204 toko, naik dari 179 toko di akhir 2024. Kenaikan 25 toko ini setara 13,97%, artinya ekspansi memang nyata, bukan sekadar wacana.

Dari sisi lokasi dan cara main, DAYA tampak lebih jelas polanya. Gerai Watsons umumnya ada di pusat perbelanjaan dengan sewa 2 sampai 5 tahun, lalu didorong strategi O plus O, yaitu integrasi offline dan online lewat web, aplikasi, dan marketplace. Kantor pusatnya di EightyEight at Kasablanka Tower A lantai 28 dan 37, Jl Casablanca Raya Kav 88 Menteng Dalam Tebet Jakarta Selatan. Ekspansi juga terlihat dari investasi prasarana toko dan peralatan yang masuk akun aset dalam penyelesaian, jadi ada capex yang memang disiapkan untuk nambah toko. Yang menarik, rencana pertumbuhan ini disokong pemegang saham pengendali AS Watson Holdings Limited, bahkan dengan konsekuensi modal kerja lebih tinggi, jadi ada dukungan grup untuk fase bertumbuh. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

HERO kebalikannya, lebih banyak cerita pemulihan neraca ketimbang cerita buka toko baru. Di 9M-2025, HERO sudah laba Rp70,34 miliar dan CFO Rp311,64 miliar, tetapi investor wajib sadar CFO itu terbantu restitusi pajak Rp258,71 miliar. Modal kerja negatif Rp1,13 triliun membuat perusahaan tetap sensitif, karena kewajiban lancar lebih besar dari aset lancar dan ritme kas harian jadi penyangga utama. Di saat yang sama, HERO juga aktif divestasi properti non-inti, termasuk Parigi Tangerang Selatan dan Ciangsana Bogor, yang dijual ke pihak berelasi PT Binamandiri Majugemilang pada Juni 2025. Ini bisa membantu napas kas, tetapi karena pihak berelasi, investor perlu ekstra ketat menilai kewajaran harga dan syarat transaksi.

Kalau investor ingin membandingkan fundamental, bisa pakai tiga kacamata. Satu, kacamata pertumbuhan gerai. DAYA unggul di sini karena angka pertambahan toko jelas dan strateginya memang ekspansi. Dua, kacamata kualitas kas. HERO terlihat kuat di CFO dan FCF, tetapi kualitasnya perlu dinilai ulang tanpa faktor restitusi pajak, jadi investor sebaiknya fokus ke tren beberapa kuartal berikutnya. Tiga, kacamata risiko neraca. HERO punya utang berbunga sekitar Rp1,23 triliun dan modal kerja negatif Rp1,13 triliun, jadi salah langkah kecil bisa terasa besar. DAYA, karena ekspansi di mall dengan sewa 2 sampai 5 tahun, cenderung menumpuk komitmen sewa dan kebutuhan persediaan, jadi risiko utamanya biasanya ada di modal kerja, efisiensi toko baru, dan ketahanan margin saat promo.

Jadi DAYA sedang membangun sarang toko yang makin rapat dan ditenagai integrasi digital, tetapi konsekuensinya adalah kebutuhan modal kerja dan disiplin eksekusi per toko. HERO sedang menutup bab lama dan mencoba membuat ritel khusus kembali stabil, tetapi investor harus memastikan kas operasinya benar-benar organik dan neracanya tidak terus bergantung pada aksi jual aset. Dan di atas keduanya, AMRT menang karena frekuensi transaksi harian dan perputaran kas yang membuat model bisnisnya paling tahan cuaca, sementara HERO dan DAYA harus menang lewat fokus kategori dan eksekusi, bukan lewat skala transaksi.

🆚 Kenapa kalah saing vs AMRT.
⚡ AMRT kebutuhan harian, frekuensi beli tinggi, kas berputar cepat.
🏦 Utang dagang besar bikin vendor ikut biayai operasional.

🧩 Spesies bisnis.
🛋️ HERO ritel khusus IKEA dan Guardian, belanja non-harian.
💄 DAYA Watsons, 204 toko per 30 Sep 2025, naik dari 179 (25 toko atau 13,97%).

🏬 Lokasi dan strategi.
🏢 DAYA banyak di mall, sewa 2 sampai 5 tahun, strategi O+O offline plus online, ditopang AS Watson.
🧯 HERO fokus pemulihan setelah penutupan Giant 2021.

💰 Kualitas kas dan risiko.
✅ HERO laba 9M 2025 Rp70,34 miliar.
⚠️ CFO (arus kas operasi) Rp311,64 miliar, tapi restitusi pajak Rp258,71 miliar.
🚨 Modal kerja negatif Rp1,13 triliun, utang berbunga Rp1,23 triliun.

🏗️ Tata kelola.
🧾 Jual Parigi dan Ciangsana ke pihak berelasi Juni 2025, bantu likuiditas tapi wajib cek kewajaran.

🎯 Cara baca investor.
🔍 DAYA bet ekspansi toko, butuh modal kerja dan efisiensi per toko.
🔍 HERO bet pemulihan kas organik dan neraca makin longgar.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO vs $MPPA vs $AMRT: Beda Dunia

Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

HERO adalah perusahaan struggling. Bukan karena tokonya sepi total, tapi karena luka lama di neraca masih terasa walau kas mulai mengalir. Laba 9M-2025 sudah positif Rp70,34 miliar, tetapi akumulasi rugi sekitar Rp2,2 triliun membuat ruang napas tetap sempit. Arus kas operasi Rp311,64 miliar terlihat seperti kebangkitan, tapi investor wajib ingat angka ini dibantu restitusi pajak Rp258,71 miliar. Modal kerja negatif Rp1,13 triliun itu alarm, karena artinya kewajiban lancar lebih besar dari aset lancar dan perusahaan hidup dari ritme kas harian. Utang berbunga sekitar Rp1,23 triliun juga membuat pemulihan harus konsisten, tidak boleh tersendat. Jadi cerita HERO bukan sudah sehat, melainkan sedang berusaha keluar dari fase kritis. Dan di pasar, fase seperti ini sering bikin harga terlihat murah atau mahal tergantung investor percaya pemulihan itu nyata atau cuma kebetulan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dibandingkan MPPA dan AMRT, investor sebenarnya sedang melihat tiga spesies ritel yang beda mesin. HERO sekarang bertumpu pada ritel khusus, terutama IKEA dan Guardian, jadi fokusnya format yang margin dan traffic bisa kuat, tetapi jaringan tidak sebesar minimarket. MPPA adalah ritel format besar yang omzetnya masih besar, tetapi laba masih berdarah karena beban bunga dan struktur biaya, jadi pompa kasnya bekerja sambil mesin laba tersendat. AMRT adalah raksasa minimarket, bisnis kebutuhan harian, perputaran cepat, dan daya tawar vendor besar, sehingga modelnya paling stabil untuk cuaca konsumsi yang tidak menentu.

Skala langsung membedakan kelas tanpa perlu debat. Revenue 9M-2025 AMRT Rp94,47 triliun, MPPA Rp5,47 triliun, HERO Rp3,51 triliun. Artinya AMRT kira-kira 17 kali MPPA, dan sekitar 27 kali HERO. Dari sisi orang, AMRT 97.944 karyawan, MPPA 6.847 orang, HERO 4.347 orang. Skala itu penting karena di ritel, biaya tetap dan logistik lebih mudah ditutup kalau volume transaksi masif, sedangkan skala lebih kecil membuat satu pos biaya, satu gangguan supply, atau satu salah eksekusi langsung terasa di laba.

Sekarang bedah kualitas laba lewat CFO dan FCF. CFO adalah cash flow from operations, arus kas operasi, yaitu uang tunai yang benar-benar dihasilkan dari aktivitas bisnis. FCF adalah free cash flow, sisa kas setelah belanja modal atau capex, jadi ini kas yang paling fleksibel untuk bayar utang, bagi dividen, atau ekspansi. AMRT mencetak CFO Rp4,88 triliun dengan CFO margin 5,16%, lalu hampir seluruhnya dipakai capex Rp4,56 triliun sehingga FCF margin tinggal 0,33%. Maknanya, AMRT bukan miskin kas, tetapi sedang agresif membangun gerai dan sistem, jadi kasnya habis diputar lagi. MPPA mencetak CFO Rp246,27 miliar dengan CFO margin 4,50% dan FCF Rp214,98 miliar, ini unik karena rugi bersih Rp91,76 miliar tetapi kas tetap positif, biasanya karena beban non-kas seperti penyusutan Rp248 miliar dan beban bunga Rp94,8 miliar menekan laba akuntansi. HERO terlihat paling kinclong di permukaan, CFO margin 8,87% dan FCF margin 6,28%, namun investor harus koreksi kualitasnya karena ada restitusi pajak Rp258,71 miliar, jadi sebagian besar lonjakan kas itu bukan murni dari penjualan normal. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Rasio capex membantu membaca arah manajemen. Capex dibanding laba dan capex dibanding CFO menunjukkan apakah perusahaan sedang menekan rem atau menekan gas. AMRT capex Rp4,56 triliun setara 1,88 kali laba, dan 0,93 kali CFO, ini agresif dan terukur karena dibiayai kas internal. MPPA capex hanya Rp31,29 miliar, capex terhadap revenue 0,57%, ini seperti mode bertahan, menahan ekspansi fisik sambil bereskan struktur biaya. HERO capex Rp90,88 miliar, capex terhadap CFO 0,29 kali, ini terlihat konservatif, tetapi sekali lagi CFO-nya tidak sepenuhnya organik, jadi investor perlu lihat tren beberapa kuartal.

Utang dan rasa aman dibaca dari utang terhadap CFO dan utang terhadap FCF. AMRT praktis tidak punya pinjaman bank, utang berbunga yang dominan adalah liabilitas sewa Rp1,97 triliun, sehingga risiko gagal bayar bank rendah. MPPA punya utang bank Rp600 miliar, utang terhadap CFO 2,44 kali dan terhadap FCF 2,79 kali, secara teori bisa lunas sekitar 2 sampai 3 tahun bila kas stabil, tapi tantangannya adalah rugi dan modal kerja defisit Rp502,36 miliar. HERO punya utang berbunga Rp1,23 triliun, utang terhadap CFO 2,96 kali dan terhadap FCF 4,18 kali, terlihat masih bisa dikelola bila kas berulang, tetapi kualitas CFO wajib diuji tanpa bantuan restitusi. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Produktivitas per karyawan memberi pembanding yang enak. AMRT revenue per karyawan Rp964,6 juta, CFO per karyawan Rp49,8 juta, dan kas pelanggan per karyawan sekitar Rp1,00 miliar, ini menunjukkan intensitas transaksi yang brutal besar tanpa perlu banyak drama margin. MPPA revenue per karyawan Rp799,46 juta dan CFO per karyawan Rp35,97 juta, tidak jelek untuk perusahaan yang rugi, artinya operasional masih hidup. HERO revenue per karyawan Rp807,72 juta dan CFO per karyawan Rp71,69 juta tampak paling tinggi, namun angka CFO ini ikut terbawa restitusi pajak, jadi investor sebaiknya tidak menjadikannya patokan tunggal.

Sekarang bagian PSP dan pihak berelasi, ini mempengaruhi risiko tata kelola dan daya tahan. HERO disebut sangat bergantung pada dukungan induk Dairy Farm Management Ltd, jadi ada payung besar, tetapi juga ada ketergantungan yang harus disadari. HERO juga punya risiko sengketa JAG Group sekitar Rp226 miliar yang bisa mengganggu neraca bila hasilnya buruk. MPPA dalam data disebut punya afiliasi grup Lippo dan porsi publik 36,5%, jadi volatilitas bisa mengikuti sentimen restrukturisasi dan arus dana.

PBV adalah price to book value, harga dibanding ekuitas, PBV tinggi berarti pasar membayar premi atas modal, PBV rendah berarti diskon tapi bisa juga karena pasar tidak percaya laba. PER adalah price to earnings, harga dibanding laba, PER tinggi berarti investor membayar mahal untuk pertumbuhan dan stabilitas, PER rendah bisa berarti murah atau justru ada risiko besar. P CFO dan P FCF menguji harga terhadap kas, sering lebih jujur di ritel karena kas adalah darah. HERO di harga Rp444 terlihat campuran, PER 19,8 kali dan PBV 1,18 kali terlihat tidak murah untuk perusahaan baru pulih, tetapi P CFO 4,47 kali dan EV EBITDA 5,92 kali terlihat murah, dengan catatan besar CFO dibantu restitusi. MPPA di harga Rp61 terlihat sangat murah di omzet, P S 0,11 kali dan EV EBITDA 3,53 kali, tetapi PBV 13,18 kali itu sinyal bahaya karena ekuitasnya sangat tipis sekitar Rp60 miliar, jadi satu tahun buruk bisa bikin ekuitas makin tergerus. AMRT di harga Rp1.985 jelas premium, PER 26,7 kali dan PBV 4,77 kali, P CFO 12,6 kali, tetapi premium ini dibayar karena mesin bisnisnya paling stabil, kasnya konsisten, utang bank nihil, dan ekspansinya dibiayai internal, jadi investor membayar kualitas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

AMRT adalah standar emas ritel defensif, mahal itu wajar karena kualitasnya nyata, risikonya lebih ke perlambatan konsumsi dan valuasi yang sudah premium. MPPA adalah saham turnaround yang paling murah di omzet tapi paling sensitif di neraca karena rugi, modal kerja defisit, dan beban bunga besar, jadi ini taruhan restrukturisasi dan pemulihan margin. HERO berada di tengah, sudah menunjukkan tanda membaik dan aset format khususnya kuat, tetapi investor harus memastikan pemulihan kasnya bukan kebetulan dari restitusi pajak, sambil mengawasi modal kerja negatif, utang berbunga, dan risiko sengketa.

HERO vs MPPA vs AMRT. 9M-2025.

🧬 Spesies bisnis.
🏪 HERO ritel khusus IKEA dan Guardian.
🛒 MPPA hipermarket.
🧺 AMRT minimarket kebutuhan harian.

📏 Skala revenue.
🐘 AMRT Rp94,47T.
🐎 MPPA Rp5,47T.
🐜 HERO Rp3,51T.
💡 Skala besar lebih tahan biaya tetap.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

💵 Laba dan kas.
🟡 HERO laba Rp70,34B, CFO Rp311,64B, FCF Rp220,77B, ada restitusi pajak Rp258,71B.
🔴 MPPA rugi Rp91,76B, CFO Rp246,27B, FCF Rp214,98B, tekanan depresiasi Rp248B dan bunga Rp94,8B.
🟢 AMRT laba Rp2,42T, CFO Rp4,88T, FCF tipis karena capex Rp4,56T.

⚠️ Neraca dan risiko.
🚨 HERO modal kerja negatif Rp1,13T, utang berbunga Rp1,23T, sengketa Rp226B.
🧨 MPPA modal kerja negatif Rp502B, utang bank Rp600B, ekuitas Rp60B.
🛡️ AMRT utang bank nihil, utang sewa Rp1,97T.
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🏷️ Valuasi.
🧐 HERO PER 19,8x PBV 1,18x, murah di P Cfo 4,47x, CFO perlu diuji.
🎯 MPPA P S 0,11x EV EBITDA 3,53x murah, PBV 13,18x alarm.
👑 AMRT PER 26,7x PBV 4,77x premium karena kualitas.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/10

testestestestestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO THANKS IKEA🙏

Jadi tempat rutin Hunting Saham Pilihan. 😃

Selain itu profitnya di HERO juga luamyan🤲🤲


$BRIS$DMAS

1/3

testestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO semoga jardine bangkrut amin 🖕

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT DFI Retail Nusantara Tbk - HERO
Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas

Kunjungi dan follow kami untuk laporan lengkap fundamental emiten!

Sumber Data: https://cutt.ly/JtpM0lTo

$HERO

1/4

testestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

MASUK SCREENING PANTAUAN

$HERO (HIGH RISK)

#DYOR

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

KABARBURSA.COM – PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) menegaskan langkah strategis perusahaan dalam memperbaiki profitabilitas melalui optimalisasi portofolio aset, termasuk penjualan dua properti bekas Giant dan rencana divestasi delapan aset tambahan pada tahun mendatang.
Penegasan tersebut disamp...

www.kabarbursa.com

www.kabarbursa.com

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HERO da gw cut loss sebagian, sisanya makin jauh nyangkut nyaa...

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) menyatakan performa toko perabot dan dekorasi asal Swedia IKEA yang menjadi salah satu mitra perusahaan masih merugi di dalam negeri pada Januari-September 2025. Rapor merah tersebut diperoleh walau emiten ritel ini telah memangkas harga produk IKEA dan menjajakan ...

katadata.co.id

katadata.co.id

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy