


Volume
Avg volume
Perseroan pertama kali didirikan dengan nama PT Fortune Indonesia Advertising Company pada 5 Mei 1970 berdasarkan akta Dian Paramita Tamzil, S.H. pengganti Notaris Djojo Mulyadi, S.H., No. 5. Pada saat itu Mochtar Lubis yang merupakan seorang novelis dan tokoh jurnalistik senior melihat adanya kesempatan untuk lebih mengembangkan dunia periklanan dalam negeri seiring keputusan Fortune International Australia untuk mendirikan Fortune Advertising and Management Consultants di Indonesia.
Evaluasi mid day
Alhamdulillah ihsg positif
Prediksi td malam jg lumayan
https://stockbit.com/post/28131520
10 dari 13 yg hijau (76%)
yg tertinggi
$FORU
$INAI
$ASPR
1/2


$PWON
📅 Timestamp: 3 Feb 2026, 23:09 WIB | 💰 Last Price: Rp366
🚦 PHASE STATUS: SILENT ACCUMULATION → AWAL MARKUP PELAN (BIG MONEY NAIK LIFT PELAN-PELAN)
⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
Secara struktur, PWON beda kelas dibanding gorengan: market cap besar, bisnis mall–office–hotel berkualitas, dan fundamental masih sangat sehat (laba 9M25 Rp1,73T, naik yoy; revenue 9M25 Rp5,12T, naik 6,9%). Harga sekarang 360–370 sebenarnya masih di zona diskon versus valuasi analis (upside konsensus ±40–50% dari harga sekarang).
Di tape hari ini, price range 358–366 dengan volume sekitar 58M saham dan broker summary menunjukkan Small Dist di Top 1, sementara rata-rata broker masih netural—artinya ada rotasi distribusi jangka pendek dari big dealer, tapi belum ada tanda panic sell; lebih ke "ngurangin barang" di range atas setelah swing pendek dari 340-an. (sumber: screenshot Anda).
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry Investor/Trader Swing)
Buy Area: Rp352 – Rp360
The Logic:
Daily chart menunjukkan zona 338–341 sebagai demand kuat (base rebound besar dengan volume tinggi, titik low spike yang langsung dibalas candle hijau besar). Area 352–360 adalah retest atas dari demand box itu plus dekat MA20/MA50 harian—area ini secara struktur jadi “value zone” di mana institusi biasanya top-up.
Di intraday 15m, 356–360 berkali-kali jadi lantai konsolidasi sebelum price naik ke 366; berarti ini area average akumulasi pendek smart money hari ini. Turun ke area ini with low volume = guyuran ritel / partial take profit, bukan distribusi serius.
Masuk di 352–360 kasih kombinasi: dekat support teknikal, risk SL tipis di bawah 340, dan upside lebar ke area 390–400. Cocok untuk swing 1–4 minggu.
Eksekusi teknis:
Split entry: 50% size di 360–362 kalau bid tebal, sisa 50% pasang antre di 352–356 untuk nyari harga diskon saat market koreksi IHSG / profit taking.
Pastikan saat harga test 352–356, volume mengecil dan tidak ada candle merah panjang tembus 340—kalau breakdown dengan volume meledak, tahan dulu, jangan nangkap pisau.
⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp376 – Rp382
The Logic:
Area 376–382 adalah range supply pendek beberapa minggu terakhir; historical data nunjukkan setiap kali price tembus 380 dengan volume >30–40M, sering lanjut ke 390–400.
Break 380 sekaligus berarti harga reclaim area distribusi kecil Desember–Januari; kalau tembus dan bertahan, itu sinyal bandar siap mark-up pelan sambil distribusi di harga lebih tinggi.
Syarat wajib:
Harga tutup minimal 1 candle 30m di atas 380,
Volume intraday sudah melampaui volume rata-rata 20 hari (±30–40M saham) dan Accum/Dist mulai berbalik mengarah ke net Acc di broker summary. (lihat panel Accum/Dist di Stockbit/TradingView Anda).
Eksekusi teknis:
Pasang buy stop 376–380, jangan HAKA jauh di atas 380.
Kalau setelah tembus 380 harga balik dan hari itu close di bawah 372 dengan volume besar, treat sebagai false breakout: keluar, jangan maksa.
🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward ~ 1:2 – 1:3 dari Entry Konservatif 360)
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp384 – Rp392 (+7–9%)
Reason:
384–392 adalah resistance minor yang beberapa kali jadi high harian dalam 1–2 bulan terakhir (historical: beberapa close di 388–392 dengan cepat memantul turun).
Ini area di mana short-term trader biasanya ambil profit; likuiditas besar, cocok untuk scalp 1–5 hari.
🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp410 – Rp440 (+14–22%)
Reason:
410–440 adalah area gap / supply besar pada awal fase penurunan sebelumnya dan mendekati kisaran target analis fundamental (upside konsensus ±40–50% dari 360, dengan fair value sekitar 520; jadi 440 masih konservatif).
Di zona ini biasanya institusi mulai sell on strength karena valuasi sudah mendekati average sektor dan sentimen mall/property priced in. Cocok untuk swing 1–3 bulan, selama trend IHSG dan sektor masih mendukung.
🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp338 – Rp344 (sekitar -6–8% dari 360)
Note:
338–341 adalah batas bawah demand box sekaligus low spike rebound terakhir; jebol level ini dengan volume besar = tanda aksi akumulasi sebelumnya gagal dan institusi biarkan harga turun ke base lebih dalam (320–325).
Level ini juga psikologis karena mendekati bottom cluster sebelumnya; break berarti struktur swing bullish invalid → tidak ada alasan nahan. Disiplin cut, tunggu pola baru.
📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Komoditas
PWON main di superblok mall–residensial–office–hotel di kota-kota prime: Jakarta, Surabaya, Bekasi, Jogja, Solo, Bali, plus mulai garap IKN. Sektor mall & properti komersial 2026 secara umum relatif kuat: pasokan mal baru di Jakarta terbatas, okupansi tinggi, daya tawar sewa pemilik mal kuat, terutama pemain top tier seperti PWON.
Recurring income (sewa mal, office, hotel) jadi tulang punggung, membuat cashflow stabil, tidak se-volatil developer murni residensial. Ini yang bikin PWON jadi saham properti favorit institusi untuk exposure mall premium.
📢 Key Drivers (Pemicu Utama)
Growth 9M25 Menguat (+21% Laba, +6,9% Pendapatan) (IMPACT: Positif Kuat)
9M25 PWON membukukan laba bersih Rp1,73T, naik signifikan dibanding periode sama 2024; pendapatan 9M25 Rp5,12T, naik 6,9% yoy.
Growth utamanya datang dari sektor ritel/mall dan hotel, seiring trafik kunjungan yang kuat dan tarif sewa yang naik; recurring income jadi lebih dominan, bikin earning visibility lebih bagus.
Buat institusi, pola begini = emiten defensif cyclical: tetap tumbuh, punya cashflow kuat, bisa danai capex tanpa beban utang berlebihan. Ini menjelaskan kenapa valuasi PWON masih dihargai premium vs beberapa developer lain (PE, PBV relatif lebih tinggi).
Ekspansi Superblok & Hotel (Kasablanka, Gandaria, Bekasi, IKN) (IMPACT: Positif Menengah–Panjang)
PWON agresif tapi terukur dalam ekspansi:
Perluasan Kota Kasablanka tahap empat (mall baru, hotel bintang lima 560 kamar, dua tower apartemen) dengan capex sekitar Rp3,7T.
Perluasan Gandaria City (office + residensial) Rp2,5T.
Ekspansi lanjutan Pakuwon Mall & Pakuwon City di Surabaya, dan penguatan ke Bekasi, Jogja, Solo, serta groundbreaking proyek awal di IKN (1,9 ha dari total 7,2 ha).
Ekspansi di lokasi-lokasi ini mengunci prime land dan menambah recurring income di masa depan, tapi dalam jangka pendek bisa menekan free cashflow karena capex besar—ini salah satu alasan harga belum eksplosif meski laba naik.
Prospek Bisnis Mal 2026 Masih Cerah (IMPACT: Positif)
Manajemen menyatakan outlook bisnis mal 2026 positif: pasokan mal baru terbatas, tingkat okupansi PWON konsisten di atas rata-rata industri, memberi daya tawar untuk tarif sewa yang lebih tinggi dan kualitas tenant lebih selektif.
Selama inflasi terkendali dan konsumsi domestik tetap kuat, traffic mal premium (Kota Kasablanka, Gandaria City, Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza) cenderung bertahan; ini artinya recurring revenue PWON punya buffer kuat jika penjualan residensial melambat.
Net Profit Q1 2025 Sempat Turun 9% (IMPACT: Negatif Kecil / Noise)
Q1 2025 laba Rp302M, turun 9% yoy, meski pendapatan naik 2%; ini lebih ke efek basis tinggi dan variasi timing pengakuan pendapatan penjualan unit.
Data 9M25 menunjukkan kinerja sudah pulih dan malah tumbuh; jadi penurunan awal tahun lebih ke noise musiman, bukan tren fundamental memburuk.
Bottom line katalis:
PWON punya kombinasi: fundamental kuat, recurring income tebal, pipeline proyek panjang, dan sektor mall yang sedang in-favor. Pergerakan harga lebih banyak soal timing institusi masuk/keluar dan kondisi makro (suku bunga, IHSG), bukan isu survival seperti second-tier property.
⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY → CORE SWING (untuk investor yang nyaman di saham properti blue chip)
🌡️ Risk Profile: Medium (volatilitas ada, tapi fundamental kuat & likuid)
⭐ Confidence Score: 83%
📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor:
Fundamental solid: laba 9M25 naik, recurring income mall/hotel kuat, project pipeline Kasablanka/Gandaria/Bekasi/IKN jelas; sektor mal 2026 juga dapat tailwind dari okupansi tinggi dan supply terbatas.
[+] Bullish Factor:
Secara valuasi, PWON masih di diskon moderat terhadap target analis (upside ±40–50%), PBV sekitar 0,8x dengan balance sheet sehat; untuk properti tier-1, ini level harga menarik untuk akumulasi bertahap.
[-] Bearish Risk:
Capex ekspansi superblok & IKN besar, bisa tekan free cashflow jangka pendek; kalau suku bunga nggak turun sesuai ekspektasi atau konsumsi lesu, rerating harga bisa tertunda dan saham cenderung sideways di range 340–420 cukup lama.
🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Jangan kejar di atas 370. Biarkan harga ditarik turun dulu ke 352–360; kalau bid tetap tebal dan tidak ada candle merah tembus 340, akumulasi bertahap—siap buy on breakout kalau 380 tembus dengan volume besar."
⚠️ Disclaimer: Analisa ini untuk edukasi dan bukan rekomendasi pasti. Keputusan jual-beli sepenuhnya tanggung jawab trader.
$KBLV $FORU
$DEWA
📅 Timestamp: 1 Februari 2026, 18:41 WIB | 💰 Last Price: Rp540
🚦 PHASE STATUS: SILENT ACCUMULATION PASCA PANIC MARKDOWN (BANDAR BUYBACK + BOTTOM FISHING)
DEWA baru pulih dari panic markdown dua hari lalu: Kamis 29 Januari anjlok -14,74% ke 486 saat rilis laporan keuangan Q3 2025, padahal laba bersih melonjak 519% YoY. Hari ini rebound +2,86% ke 540 dengan volume masif, namun broker tape masih menunjukkan "Small Dist" di Top 5 (-8,5%) dan aggregate average "Neutral" (-2,9%), dengan net buy +1,84 juta lot di average 551. Yang menarik: perseroan sedang buyback agresif—29,3 juta saham dibeli pada 28–29 Januari di rata‑rata 511, dan sebelumnya sudah buyback 790,69 juta saham senilai Rp429,99 miliar di rata‑rata 645 sejak Desember 2025. Artinya, panic sell 486 kemungkinan sebagian besar diserap oleh perusahaan sendiri + institusi yang paham value play.
Secara tren, DEWA baru selesai rally brutal: dari 118 (awal 2025) melesat ke pucuk 850‑an di akhir tahun (+620% YTD), lalu koreksi tajam ke 486—markdown 43% dari peak. Daily chart menunjukkan struktur downtrend pendek masih intact (lower high dari 850 ke 715), tapi di 540 harga mulai mengonsolidasikan di atas MA20 dan volume spike menandai capitulation event. RSI harian masih 39 (belum overbought), MACD histogram merah tapi mulai mengecil, dan beberapa indikator teknikal menyebut "Sell" karena masih dalam pola koreksi.
Fundamental: DEWA kontraktor tambang batubara besar (waste removal, coal hauling) dengan transformasi signifikan 2025. Q3 2025: pendapatan Rp4,65T (+2,8% YoY), laba bersih Rp239,2B (+519% YoY vs 38,6B), EBITDA Rp1,16T (+84% YoY), gross margin melonjat dari 7,2% ke 14,5%, dan saldo laba berubah dari defisit -Rp940B di Juni jadi positif Rp347,3B di September—transformasi dramatis hasil efisiensi + penambahan in‑house fleet. Namun valuasi di 540 masih premium: PER TTM sekitar 52–101x (bervariasi antar sumber), PBV 3,6x, market cap Rp6,91T. Analis mematok fair value 580 dengan asumsi PER 135x.
⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp498 - Rp520
The Logic:
498 adalah area swing low dari panic sell Kamis lalu (actual low 486), sementara 511 adalah harga rata‑rata buyback perusahaan pada 28–29 Januari. Secara psikologis, area ini adalah "lantai institusi"—jika perusahaan rela buyback di 511, berarti manajemen percaya intrinsik value jauh di atas sini.
Di daily chart, 500 juga dekat MA50 dinamis dan lower band Bollinger; area ini biasanya jadi zona pantulan untuk saham yang masih dalam tren naik jangka panjang. Kalau DEWA turun lagi ke 498–520, itu kemungkinan shakeout terakhir sebelum fase akumulasi senyap dimulai.
Dari fundamental, dengan laba bersih proyeksi FY2025 sekitar Rp490B (analis target) dan harga 500, PER efektif turun ke sekitar 70x—masih mahal, tapi lebih rasional dibanding 101x di harga 540–580. Beli di 498–520 memberi buffer 4–7% vs harga sekarang, cukup untuk kompensasi risk jika koreksi belum selesai.
⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp565 - Rp580
The Logic:
565–580 adalah zona resistance minor hasil konsolidasi breakdown sebelumnya, juga dekat estimasi fair value analis 580. Beberapa riset teknikal menyarankan entry buy 555–565 dengan target 575–590 dan SL 545, mengindikasikan ini sebagai level konfirmasi momentum.
Momentum buy valid bila:
Harga tembus ≥ 565 dan close harian di atas 575 dengan volume ≥ 1,5x rata‑rata 5 hari (≥ 20–25 juta saham).
Bid tebal di 535–550, offer 565–580 terkikis tanpa muncul tembok baru di 600–630.
RSI 1H naik > 50, MACD 1H cross up dari negatif, dan buyback perusahaan masih aktif (cek disclosure harian BEI).
Setup ini untuk momentum trader yang ingin riding relief rally ke 650–715; tapi ingat, di atas 600 banyak seller yang nyangkut dari puncak akan buang, jadi jangan greedy.
🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio ≈ 1:2,2)
Asumsi entry konservatif di Rp510.
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp580 (+13,7%)
Reason: 580 adalah estimasi fair value analis (PER 135x) dan resistance psikologis; banyak trader akan profit‑taking di sini setelah rebound dari 486. Area ini juga dekat target teknikal jangka pendek 575–590.
🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp650 - Rp715 (+27,5% - 40,2%)
Reason:
650 adalah cluster MA jangka menengah dan batas bawah area distribusi November–Desember; 715 adalah lower high dari downtrend pendek terakhir sebelum breakdown ke 486.
Jika DEWA deliver kinerja Q4 2025 sesuai ekspektasi (laba bersih FY 490B, EBITDA 1,7T) dan harga batubara global stabil, pasar bisa re‑rate valuasi ke PER 150–160x, yang justify harga 650–700. Di sini, swing trader sebaiknya buang mayoritas posisi karena di atas 715 adalah zona distribusi puncak.
🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp470 (-7,8% dari 510)
Note: 470 ada di bawah panic low 486 dan level buyback perusahaan 511; jebol sini berarti buyback gagal stabilkan harga dan ada risiko turun lebih dalam ke gap lama 400 atau bahkan 350. Tesis bahwa ini hanya koreksi sehat dalam tren naik langsung invalid—wajib cut.
📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Bisnis:
DEWA adalah kontraktor pertambangan batubara terbesar Indonesia: waste removal (overburden), coal hauling, dan jasa tambang lain untuk major miners seperti Adaro, Indo Tambangraya, dll.
Sektor ini sangat siklikal dan sensitif terhadap harga batubara global serta regulasi ekspor/DMO pemerintah; namun DEWA punya keungguan diversifikasi klien dan sedang transformasi tambah fleet in‑house untuk tingkatkan margin.
📢 Key Drivers (Pemicu Utama):
Laba Bersih Q3 2025 Meledak 519% YoY:
Q3 2025: laba bersih Rp239,2B (vs 38,6B setahun lalu), pendapatan Rp4,65T (+2,8%), gross margin 14,5% (vs 7,2%), EBITDA Rp1,16T (+84%), dan saldo laba positif Rp347,3B setelah sebelumnya defisit -Rp940B.
Analisa: Ini game changer—perusahaan keluar dari zona merah ke profitabilitas tinggi berkat penambahan fleet in‑house (kurangi ketergantungan sewa alat berat) dan efisiensi operasional. Namun pasar justru panic sell -14,74% saat rilis, kemungkinan karena profit‑taking dari yang naik 620% YTD atau ekspektasi yang sudah terlalu tinggi di harga 570–600.
IMPACT: POSITIF fundamental, NEGATIF sentimen jangka pendek (sell the news).
Buyback Agresif di Level 511–645:
Perseroan buyback 29,3 juta saham pada 28–29 Januari 2026 di rata‑rata Rp511, dan sebelumnya buyback 790,69 juta saham (total Rp429,99B) di rata‑rata Rp645 sejak Desember 2025.
Analisa: Buyback di 511 sangat bullish: manajemen beli saat panic, bukan saat euphoria. Dengan cash flow operasional naik 106,62% YoY, perusahaan punya ammo buat terus stabilkan harga; selama buyback aktif, downside terbatas.
IMPACT: SANGAT POSITIF (floor protection).
Valuasi Overvalued Tapi Potensi Re‑Rating:
Di harga 540, PER sekitar 52–101x (sumber bervariasi), PBV 3,61x—jauh di atas rata‑rata sektor mining.
Analis BRI Danareksa mematok fair value Rp580 (PER 135x +1 Std Dev) dengan asumsi laba FY2025 Rp490B dan EBITDA Rp1,7T.
Analisa: Valuasi memang mahal, tapi ini pricing in turnaround story: perusahaan baru keluar dari era loss‑making jadi high‑margin. Kalau deliver hasil Q4 bagus, PER 100–135x bisa dijustify untuk growth mining contractor. Tapi kalau Q4 mengecewakan, koreksi ke PER 50–70x (harga 350–450) sangat mungkin.
IMPACT: NEUTRAL–NEGATIF (valuation risk tinggi).
Target 2025 Ambisius:
Manajemen target EBITDA Rp1,7T dan laba bersih Rp490B untuk FY2025; per Q3 sudah capai EBITDA 1,16T dan laba 239,2B, tinggal satu kuartal lagi.
Analisa: Target ini achievable jika Q4 deliver EBITDA ±540B dan laba ±250B—challenging tapi masuk akal dengan tren operasional saat ini. Begitu angka final keluar (Feb–Mar 2026), saham bisa volatile: beat estimate = rally ke 700+, miss = koreksi ke 400–450.
IMPACT: POSITIF (catalist ahead).
⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY DI 498–520 (VALUE PLAY + BUYBACK PROTECTION); SELL ON STRENGTH 580–715
🌡️ Risk Profile: Medium–High Risk (valuasi premium, sektor siklikal, volatilitas tinggi)
⭐ Confidence Score: 72%
📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor: Transformasi fundamental dramatis—laba Q3 2025 naik 519% YoY, margin meledak dari 7,2% ke 14,5%, saldo laba positif pertama kali setelah bertahun defisit; ini bukan saham "zona merah" lagi, tapi growth mining contractor.
[+] Bullish Factor: Buyback agresif perusahaan di 511–645 sejak Desember 2025 memberi floor protection kuat; selama buyback aktif dan cash flow sehat (+106% YoY), downside risk terbatas—ini sinyal manajemen sangat yakin intrinsik value jauh di atas harga saat ini.
[-] Bearish Risk: Valuasi masih sangat mahal (PER 52–101x, PBV 3,6x) dibanding sektor; harga 540 sudah pricing in banyak ekspektasi tinggi. Jika Q4 2025 atau FY2025 meleset dari target (EBITDA 1,7T, laba 490B), koreksi ke PER 50–70x (harga 350–450) sangat mungkin.
[-] Bearish Risk: Sektor batubara sangat siklikal dan sensitif sentimen global; jika harga batubara melemah atau ada regulasi ekspor lebih ketat, revenue DEWA bisa tertekan. Panic sell -14,74% saat rilis hasil bagus menunjukkan pasar masih fragile dan mudah profit‑taking di level 570–600.
🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Untuk DEWA, jangan haka kalau pembukaan langsung di atas 550—itu masih area distribusi minor. Pantau dulu apakah ada throw‑down ke 498–520; kalau di sana volume jual mengecil dan bid tetap tebal (cek apakah buyback perusahaan masih jalan), baru cicil bertahap dengan target jual 580–650. Begitu 470 tembus dengan volume besar, hentikan semua aksi serok—anggap support buyback gagal dan saham menuju gap lebih dalam."
⚠️ Disclaimer: Ini hasil bedah data dan aliran dana institusional. Keputusan jual‑beli sepenuhnya tanggung jawab masing‑masing trader. DEWA adalah saham siklikal dengan volatilitas tinggi—gunakan hanya modal dingin.
$DAAZ $FORU
KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan hari ini Jumat, 26 Januari 2026 di level 8.951,01. Indeks turun 41,17 poin atau setara 0,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya, seiring meningkatnya tekanan jual di sejumlah saham, khususnya emiten p...

www.kabarbursa.com

Jangan percaya, abisni $FORU turun ke 1000 lagi. Izin tag tolong marahin pemancing ritel @Fatmahalaydrus
Backdor terbaik sepanjang masa, in lord misra we trust.
Investasi jangka panjang 20 tahun lagi selesai $FORU
$FORU saham sampah, awal belajar bulan 8 dibawa turun sampe rugi 30juta, ternyata ak ngak liat frekuensinya... beli saham pengennya untung malah rugi....
Ngak usah dibeli ini $FORU
"Sinyal Akumulasi di Balik Tekanan Jual Global"
Seringkali bursa kita (IHSG) tertekan oleh sentimen negatif dari pasar global, seperti penurunan bursa Amerika atau kenaikan suku bunga. Di saat seperti ini, kepanikan ritel biasanya memuncak dan mereka berbondong-bondong melakukan panic selling. Inilah yang disebut sebagai arus Bad Money yang keluar karena ketakutan. Namun, bagi mata yang jeli, momen ini seringkali dimanfaatkan oleh Smart Money untuk menampung saham-saham bagus di harga diskon. Mereka justru masuk saat semua orang sedang takut.
Trigger Smart Money membantu Anda melihat anomali ini secara real-time. Di tengah harga yang memerah, sistem akan mendeteksi saham-saham yang justru mencatat lonjakan volume intraday 5x lebih besar. Jika data menunjukkan nilai Clean Money terus bertambah positif saat indeks sedang turun, itu adalah sinyal bahwa "tangan kuat" sedang melakukan perlindungan harga atau akumulasi defensif. Mengikuti jejak ini berarti Anda membeli saat risiko sudah sangat terdiskon oleh ketakutan pasar yang berlebihan.
Jangan biarkan sentimen makro membutakan analisis mikro Anda pada aliran dana. Harga bisa turun karena sentimen, tapi jika Smart Money tidak keluar, maka penurunan tersebut hanyalah peluang sementara. Dengan radar deteksi dana besar, Anda bisa tetap tenang di tengah badai pasar. Anda akan tahu mana saham yang benar-benar hancur dan mana saham yang sedang dipersiapkan untuk memantul paling kuat saat kondisi pasar mulai stabil kembali.
$IKPM $FORU $JARR
1/2

