


Volume
Avg volume
PT Surya Esa Perkasa Tbk. (SEP) memiliki dan mengoperasikan kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas) domestik terbesar milik swasta di Indonesia. Bisnis utamanya adalah pemurnian dan pengolahan gas bumi untuk menghasilkan LPG (campuran Propane dan Butane) dan Kondensat dengan kapasitas 190 TPD (Ton Per Day) LPG dan 500 bpd (barel per hari) Kondensat. Fasilitas Perusahaan berlokasi dekat Palembang, Indonesia. SEP terlihat memainkan peran aktif dan utama dalam swasembada produk nilai tambah gas hilir nasional. Ini diposisikan dengan baik untuk memanfaatkan keahlian promotor, karyawan, dan jaringan pendukungnya. Keragaman negara tempat... Read More
Kamis, 15 Januari 2026
$BELL
Buy: 79-86
SL: 78
TP: 87, 96, 105, 111
$ESSA
Buy: 670-700
SL: 665
TP: 720, 760, 785
$ESSA
$BRPT
$TPIA
Waktu dan tempat dipersilahkan, hasil cakaran
ESSA Industries Indonesia Tbk is poised to close 2025 on a stronger footing, supported by a rebound in ammonia sales volumes in the final quarter as plant utilization normalizes following operational adjustments earlier in the year. With fourth-quarter shipments estimated at around 180,000 tons and an average selling price (ASP) assumed at a conservative US$450 per ton, net profit for Q4 2025 is projected at roughly US$12 million, or about Rp190 billion. This late-year volume uplift is expected to lift full-year 2025 net income to approximately US$49 million (Rp760 billion), translating into earnings per share of around Rp44, based on the current share count.
Looking ahead to 2026, earnings momentum is expected to improve further as higher ammonia prices flow through results over a full year. Assuming stable production volumes and an increase in ASP to US$475 per ton, ESSA’s net profit could rise to an estimated US$60–65 million, equivalent to Rp930 billion to Rp1 trillion. Under this scenario, earnings per share would climb to roughly Rp54–58, underscoring the company’s operating leverage to ammonia prices and setting the stage for a clearer earnings re-rating should the commodity upcycle persist
$ESSA breakout long-term ascending triangle. volume cakep. sepertinya ada front runner mendahului news.
konfirmasi besok.

KABARBURSA.COM – Aktivitas investor asing pada perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I, Rabu 14 Januari 2026, memperlihatkan pola distribusi yang selektif.
Data menunjukkan asing secara bersamaan melepas kepemilikan pada kelompok saham tertentu dengan volume yang signifikan. Pergerak...

www.kabarbursa.com

"Psikologi Penyesalan: Mengapa Ritel Sering Telat Masuk?"
Penyesalan seringkali muncul saat kita melihat sebuah saham naik 20-30% tanpa kita di dalamnya. Saat itulah psikologi kita mulai terganggu dan kita mulai mencari alasan untuk membenarkan diri masuk di harga atas (FOMO). Sayangnya, saat ritel mulai merasa "yakin" karena harga sudah naik tinggi, itulah saat Smart Money sudah mulai berpikir untuk keluar. Penyesalan ritel berubah menjadi kerugian nyata saat mereka menjadi pembeli di fase distribusi akhir yang dilakukan oleh para pemain besar.
Satu-satunya cara untuk mengatasi psikologi penyesalan adalah dengan memiliki sistem deteksi dini. Trigger Smart Money menghilangkan kebutuhan Anda untuk menebak-nebak. Anda tidak perlu menyesal lagi karena Anda akan mendeteksi pergerakan tersebut sejak volume awal melonjak 5x lipat di area bawah. Dengan konfirmasi Clean Money, Anda memiliki alasan logis untuk masuk lebih awal daripada orang kebanyakan. Anda masuk berdasarkan data transaksi, bukan berdasarkan perasaan setelah melihat harga sudah terlanjur terbang tinggi.
Ketenangan dalam trading lahir dari ketersediaan data. Saat Anda tahu di mana Smart Money mulai masuk, Anda tidak perlu lagi iri melihat saham lain yang naik, karena Anda sudah memiliki posisi di saham yang berpotensi menjadi "the next winner". Gunakanlah radar pemburu dana besar untuk memastikan Anda selalu berada di barisan depan sebuah tren. Jangan biarkan penyesalan mendikte keputusan investasi Anda; biarkan data aliran dana yang menuntun Anda menuju profit yang lebih konsisten dan terencana.
$CBRE $ESSA $RLCO
1/2


Jika bicara komoditas logam, Boy Thohir punya semuanya dari tembaga, emas, nikel, hingga aluminium. Jadi, bagaimana prospek saham grup boy Thohir ini?
Yaps di 13 Januari 2026, saham Grup Boy Thohir mendadak ramai. Semuanya mencatatkan kenaikan signifikan. Meski di 14 Januari 2026 nggak seramai sebelumnya.
Dari deretan saham Grup Boy Thohir kami mengerucut ke 3 entitas utama, yakni Grup $ADRO, $MDKA, dan $ESSA
Kami ulas deretan momentumnya di sini: https://cutt.ly/XtkbDlWJ
