


Volume
Avg volume
PT Surya Esa Perkasa Tbk. (SEP) memiliki dan mengoperasikan kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas) domestik terbesar milik swasta di Indonesia. Bisnis utamanya adalah pemurnian dan pengolahan gas bumi untuk menghasilkan LPG (campuran Propane dan Butane) dan Kondensat dengan kapasitas 190 TPD (Ton Per Day) LPG dan 500 bpd (barel per hari) Kondensat. Fasilitas Perusahaan berlokasi dekat Palembang, Indonesia. SEP terlihat memainkan peran aktif dan utama dalam swasembada produk nilai tambah gas hilir nasional. Ini diposisikan dengan baik untuk memanfaatkan keahlian promotor, karyawan, dan jaringan pendukungnya. Keragaman negara tempat... Read More
APBN Tekor, Purbaya Umumkan Defisit Februari Rp 135 Triliun https://cutt.ly/ktRZOINy
$ADRO $ESSA
BERITA TERKINI: Harga minyak AS melonjak di atas $86/barel untuk pertama kalinya sejak April 2024.
Qatar kini memperingatkan bahwa harga bisa mencapai $150 per barel.
Tapi sih kurang ngefek kalo di saham indo.
$ELSA $MEDC $ESSA

$ESSA
Februari-Maretisinya hanya beli Essa.
Lumayan sampe 3100 Lot.
Lihat LK Q4, laba naik 200% QoQ, DER 0, harga Anomia Naik... Essa besok tudemon.
Pelipur lara dari berdarahnya IHSG.
Allhamdulillah.
Buah dari Keyakinan (Fundamental) dam kesabaran.
Asal Tag:
$ADRO $BBRI
1/3



$ESSA
februari isinya hanya beli Essa.
Lumayan sampe 3100 Lot.
Lihat LK Q4, laba naik 200% QoQ, DER 0, harga Anomia Naik... Essa besok tudemon.
Pelipur lara dari berdarahnya IHSG.
Allhamdulillah.
Buah dari Keyakinan (Fundamental) dam kesabaran
1/2


$MINE (STARS)✨
-Synergy
-Trust
-Adaptiveness
-Resilence
-Sustainability
Hal utama yang dilihat dari seorang investor yaitu "Reputasi Owner" selama reputasi owner baik dan management nya bagus kenapa harus takut..?
Disisi lain kinerja MINE harus dipantau, rencana tahun buku 2025 MINE akan membagikan dividen sebesar 30% dari laba, coba tak cicil perlahan mumpung lagi koreksi.
Average harga petinggi nya di 450-470, artinya kalo rugi berarti rugi bareng, kalo untung berarti untung bareng.
Random : $ESSA $ITMG

[KENAPA SMKM BUKAN $KARW?]
Lanjutan dari Tulisan Sebelumnya:
https://stockbit.com/post/29364767
Saya akan menjawab pertanyaan
“Apakah $SMKM akan berakhir seperti KARW?”
Menurut saya ini pertanyaan yang sangat fair. Trauma market terhadap kasus KARW memang masih sangat segar.
Tapi kalau kita lihat strukturnya lebih dalam, ada beberapa perbedaan penting antara SMKM dan KARW.
Saya coba highlight yang paling utama saja.
—
Perbedaan pertama adalah kejelasan rencana Right Issue.
Pada SMKM, perusahaan sudah menyampaikan bahwa ada rencana Right Issue maksimal pada kuartal III 2026.
Memang prospektusnya belum keluar. Memang detailnya belum sepenuhnya jelas.
Tapi arah corporate action-nya sudah disampaikan secara terbuka.
Artinya sejak awal market tahu bahwa ada kemungkinan penambahan modal dan masuknya aset baru ke dalam perusahaan.
Ini yang menjadi fondasi utama dari story SMKM saat ini.
—
Perbedaan kedua adalah kejelasan aset yang berpotensi masuk.
Dalam story SMKM, market sudah mengetahui bahwa cerita besar yang sedang dibangun berkaitan dengan Panasia Aquaculture.
Nama entitasnya jelas. Bisnisnya jelas. Bisa cek aja di Facebook LSO.
Valuasinya? Estimasi awal 1.6T. Sedang dalam tahap penilaian independen berdasarkan Lapkeu 1Q26
Story-nya menjadi lebih researchable, bukan sekadar asumsi.
—
Perbedaan ketiga ada pada posisi potensi risiko dari masing-masing kasus.
Kalau kita tarik garis besarnya, posisi risikonya justru berada di tempat yang berbeda.
Dalam kasus KARW, potensi masalahnya datang dari pengendali baru, yaitu PT Sarana Kelola Investa (SKI). Sedangkan pada SMKM, potensi risikonya justru datang dari pengendali lama, yaitu Vina Nauli Jordania (VNJ).
Seperti yang kita tahu, proses akuisisi oleh Lim Shrimp Organization (LSO) dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama sekitar 25% saham sudah selesai.
Tahap kedua seharusnya melibatkan penjualan sekitar 10,5% saham tambahan dari pihak lama.
Namun jika kita melihat kondisi saat ini, kepemilikan VNJ di SMKM tinggal sekitar 5% saja.
Artinya sebagian sahamnya sudah dilepas sebelumnya.
Pada akhir Desember 2025, Vina tercatat melakukan transaksi negosiasi di harga sekitar 37 rupiah per saham.
Transaksi ini memang tercatat di sistem bursa.
Namun tidak terlihat bahwa pembelinya adalah LSO.
Padahal jika mengacu pada struktur CSPA, masih ada tahap kedua sekitar 10,5% saham yang seharusnya berkaitan dengan proses pengambilalihan oleh LSO.
Jadi pertanyaannya menjadi:
Saham itu sebenarnya dijual ke siapa? Apakah ke pihak lain? Apakah ke investor strategis tertentu? Atau ada mekanisme lain yang belum terlihat di publik?
Periode transaksi nego tersebut terjadi ketika harga saham SMKM sedang bergerak naik cukup cepat, dari sekitar 100 ke 250.
Setelah periode itu, harga saham kemudian kembali turun cukup dalam hingga mendekati area 100 lagi seperti sekarang.
Apakah dua kejadian ini saling berkaitan? Atau hanya kebetulan saja?
Ini yang sampai sekarang belum sepenuhnya jelas. Saya pribadi juga belum memiliki jawabannya.
—
Semua kemungkinan ini masih terbuka.
Yang jelas, ini adalah salah satu risiko terbesar yang perlu diperhatikan di story SMKM saat ini.
Pada akhirnya saham dengan story corporate action seperti ini selalu berada di wilayah probability, bukan kepastian.
Story bisa berjalan sesuai rencana. Story juga bisa berubah di tengah jalan.
Karena itu seperti yang selalu saya ingatkan:
Masuklah dengan uang dingin, jangan pernah all in, dan selalu sediakan ruang untuk kesalahan.
Good luck.
$ESSA
$BIPI +8,46% (260-282)
$ESSA +5,92% (760-805)
$BBTN +5,06% (1285-1350)
Persentase dihitung dari harga yg dilingkarin (blue to yellow)
1/9









$PGAS — Banyak yang panik lihat laporan keuangan, padahal belum tentu seburuk yang terlihat.
1️⃣
Headline yang paling bikin kaget memang ini:
• Net income turun -34% YoY
• Q4 bahkan rugi sekitar 375 M
Sekilas memang terlihat jelek. Tapi kalau cuma lihat angka ini saja, kita bisa salah membaca kondisi bisnisnya.
⸻
2️⃣
Coba lihat dulu pendapatannya (revenue).
Revenue PGAS justru naik terus:
2023 → 55.6 T
2024 → 60.0 T
2025 → 66.4 T
Artinya bisnis distribusi gasnya masih tumbuh.
Jadi ini bukan kasus demand gas turun.
⸻
3️⃣
Yang bikin laba turun lebih ke margin yang tertekan.
Beberapa kemungkinan penyebab:
• harga gas industri diatur pemerintah (HGBT)
• biaya operasional meningkat
• kemungkinan ada beban non-operasional di Q4
Ini yang membuat net profit terlihat jatuh.
⸻
4️⃣
Sekarang lihat bagian yang jarang diperhatikan retail: cashflow.
Cash from operations sekitar 10.9 T
Free cash flow sekitar 8.2 T
Untuk perusahaan infrastruktur energi, ini angka yang sangat kuat.
⸻
5️⃣
Bandingkan dengan valuasi sekarang.
Market cap PGAS sekitar 57 T.
Artinya free cash flow yield bisa sekitar 14%.
Ini cukup tinggi untuk perusahaan energi.
⸻
6️⃣
Struktur keuangannya juga cukup sehat.
Cash sekitar 22 T
Total debt sekitar 19 T
Artinya secara kasar cash lebih besar dari utang.
⸻
7️⃣
Dividen juga masih menarik.
Dividend terakhir: 182 rupiah / saham
Dividend yield sekitar 7–8%
Selama cashflow kuat, biasanya dividen masih bisa dipertahankan.
⸻
8️⃣
Kesimpulan sederhana:
Laporan PGAS memang terlihat jelek di headline laba bersih.
Tapi kalau dilihat lebih dalam:
• revenue masih tumbuh
• cashflow kuat
• debt masih terkendali
• dividen masih besar
Jadi ini belum tentu berarti bisnisnya memburuk.
⸻
9️⃣
Yang biasanya terjadi di market:
Kalau laporan hanya terlihat buruk di headline, sering muncul overreaction jangka pendek.
Makanya penting membaca laporan lebih dalam sebelum mengambil keputusan.
⸻
DYOR. Bukan rekomendasi beli atau jual.
Random Tag $ESSA $MEDC
@valkohiola $ESSA meleset 8 angka. Selamat buat yg hold, senin minimal 800an lah ya. itu PD akum bnyk krna dia udah riset sblmnya