312

-4

(-1.27%)

Today

4.9 M

Volume

16.57 M

Avg volume

Company Background

Didirikan pada tahun 1990, PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Grup), sebelumnya dikenal sebagai PT Delta Dunia Makmur Tbk, adalah perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan global yang terdiversifikasi dengan operasi di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Inti dari kegiatan usaha Grup adalah anak perusahaan utamanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), penyedia jasa pertambangan terkemuka bagi beberapa perusahaan tambang terbesar di Indonesia dan Australia melalui BUMA Australia Pty Ltd. Pada Juni 2024, melalui PT Bukit Makmur Internasional (BUMA International), Grup mengakuisisi Atlantic Carbon Group... Read More

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

WKWKWKWKW si spesialis rugi dan jago ngutang. Bisnis di indo udah hancur lebur, ekspansi ke US dan Australia niatnya memperbaiki malah makin double rugi $DOID .
Berbeda sama $PTRO dan $DEWA yang berhasil ekspansi dan GCG nya juga terkenal bagus.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

DOID Punya Tambang di Luar Negeri Apakah Beban?

Pertanyaan salah satu user Stockbit bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Ada user Stockbit yang tanya kalau $DOID punya tambang di Amerika dan Australia, bukannya itu malah jadi beban besar buat DOID. Itu pertanyaan yang masuk akal, karena standar gaji dan biaya operasional di Amerika dan Australia memang beda kelas dibanding Indonesia. Kalau cuma lihat dari kacamata biaya, ekspansi ini kelihatan seperti sengaja menambah beban. Tapi kalau DOID cuma bertahan sebagai kontraktor lokal, DOID juga menaruh nasibnya ke siklus proyek di Indonesia dan ke selera belanja modal para owner batubara termal. Jadi ini bukan sekadar cerita mahal, ini cerita diversifikasi sumber uang. Masalahnya, pasar tidak peduli narasi, pasar peduli angka. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Di LK Q3 2025, DOID rugi bersih sekitar US$ 81,5 juta. Di saat yang sama, emiten batubara domestik yang fokus ke tambang di Indonesia bisa cetak laba besar. AADI laba sekitar US$ 654,9 juta, BYAN sekitar US$ 533,7 juta, ADMR sekitar US$ 201,7 juta, ITMG sekitar US$ 130,6 juta. Kalau dibandingkan langsung, laba AADI kira-kira 8 kali besarnya rugi DOID, BYAN sekitar 6,5 kali, ADMR sekitar 2,5 kali, ITMG sekitar 1,6 kali. Jadi kalau investor hanya menilai dari hasil akhir 9M 2025, DOID jelas tertinggal jauh di profitabilitas.

Tapi DOID tidak sedang jadi $AADI atau BYAN. Mesin utama DOID masih jasa pertambangan. Pendapatan jasa pertambangan 9M 2025 sekitar US$ 1,13 miliar. Sementara pendapatan dari penambangan batubara sebagai pemilik tambang baru sekitar US$ 3,7 juta. Artinya porsi owner masih sekitar 0,3% dari mesin jasa. Ini menjelaskan kenapa efek kepemilikan tambang belum terasa di laba bersih. Tahapnya masih tanam kaki kedua, bukan sudah berlari. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Australia sudah terlihat signifikan di sisi pendapatan. Pendapatan dari Australia sekitar US$ 313,3 juta, atau kira-kira 28% dari pendapatan jasa pertambangan US$ 1,13 miliar. Kalau pakai angka luar negeri sekitar US$ 358 juta dari total US$ 1,13 miliar, maka porsi luar negeri kira-kira 32%. Jadi operasi luar negeri bukan remah-remah, sudah jadi bagian besar omzet. Tetapi omzet besar tidak otomatis berarti laba, apalagi jika biaya tenaga kerja dan biaya compliance di negara maju tinggi.

Beban karyawan grup sekitar US$ 262,5 juta. Kalau dibandingkan ke pendapatan jasa pertambangan US$ 1,13 miliar, ini kira-kira 23%. Dengan porsi pendapatan luar negeri sekitar sepertiga, wajar kalau cost base ikut naik dan menekan margin, terutama bila produktivitas, utilisasi alat, dan pricing kontrak belum cukup kuat. Jadi kekhawatiran soal gaji bukan asumsi, memang masuk ke matematika laporan. Ditambah lagi, ekspansi lewat akuisisi biasanya membawa biaya transisi, depresiasi, pembiayaan, dan penataan operasi, yang membuat jalan menuju laba terasa lebih panjang.

Khusus aset antrasit di Amerika, data 2024 menunjukkan Perusahaan Target Atlantic Carbon Group berkontribusi rugi sekitar US$ 5,6 juta. Dibanding rugi bersih grup 9M 2025 sekitar US$ 81,5 juta, ini sekitar 7%. Jadi sumber tekanan DOID bukan cuma AS. Menariknya, manajemen juga mencatat proforma bahwa bila dikonsolidasi penuh sejak awal 2024, proforma laba bisa sekitar US$ 4,9 juta. Kontras ini memberi sinyal bahwa cerita AS masih fase pembuktian, ada jarak antara skenario kertas dan realisasi lapangan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Australia lebih mudah dibaca logikanya. DOID memperluas pangsa pasar jasa pertambangan luar negeri. Jasa pertambangan itu bisnis kontrak dan volume, masuk ke pasar yang lebih matang bisa mengurangi ketergantungan pada satu negara. Tetapi pasar matang berarti standar keselamatan, regulasi, dan gaji tinggi, sehingga DOID harus menang lewat eksekusi, bukan lewat murah. Kalau eksekusi tidak rapi, pendapatan besar rasanya seperti lari kencang tapi tidak maju.

Kalau dibandingkan dengan UNTR dan $ADRO, posisi DOID tetap beda. UNTR itu ekosistem lengkap, jual alat, kontraktor besar, punya tambang, punya mineral lain, jadi sumber laba bisa saling menutup. ADRO setelah melepas batubara termal ke AADI bergerak sebagai holding yang fokus ke mineral dan energi, jadi tantangannya lebih ke eksekusi transisi portofolio. DOID memilih jalur yang lebih berat, mempertahankan dominasi jasa sambil menumbuhkan kepemilikan aset lintas negara.

Jadi apakah tambang di AS dan Australia beban besar. Di angka 9M 2025, jawabannya jelas iya karena DOID masih rugi, sementara pemain domestik cetak laba ratusan juta dolar. Tapi langkah ini juga bisa dibaca sebagai investasi supaya DOID tidak selamanya bergantung pada batubara termal Indonesia dan siklus kontraktor. Target DOID menurunkan ketergantungan pada batubara termal sampai di bawah 50% pada 2028 menguatkan narasi itu. Buat investor, kuncinya ada di dua hal, apakah profitabilitas luar negeri bisa dikejar lewat produktivitas dan kontrak yang tepat, dan apakah porsi owner bisa naik dari level US$ 3,7 juta tadi menjadi material tanpa membuat struktur biaya makin berat. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

✅ Tambang USA dan Australia bisa jadi beban biaya
🎯 Tapi tujuannya diversifikasi dan turunkan ketergantungan batubara termal sampai di bawah 50% pada 2028

📉 9M 2025
🧾 DOID rugi bersih sekitar US$ 81,5 juta
🆚 Domestik jauh lebih tebal
💰 AADI laba sekitar US$ 654,9 juta
💰 BYAN laba sekitar US$ 533,7 juta

🏗️ Mesin DOID
🛠️ Jasa pendapatan sekitar US$ 1,13 miliar
⛏️ Owner tambang baru sekitar US$ 3,7 juta
📌 Porsi owner sekitar 0,3%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🌍 Luar negeri
🇦🇺 Australia pendapatan sekitar US$ 313,3 juta, sekitar 28% dari jasa
🌏 Total luar negeri sekitar US$ 358 juta, sekitar 32% dari jasa

💸 Tekanan biaya
👷 Beban karyawan sekitar US$ 262,5 juta, sekitar 23% dari jasa

🇺🇸 USA
📉 Rugi 2024 sekitar US$ 5,6 juta
✨ Proforma laba bisa sekitar US$ 4,9 juta, realisasi belum sekuat itu

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Apakah $DOID Punya Tambang Sendiri?

Pertanyaan member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Ada member Pintar Nyangkut yang tanya apakah DOID punya tambang batubara karena setahu dia, DOID itu bisnisnya hanya kontraktor tambang saja, bukan tuan tanah seperti $ADRO dan $UNTR. Pertanyaannya masuk akal, karena kontraktor biasanya hidup dari jam kerja alat dan volume overburden, bukan dari cadangan di perut bumi. Tapi dari LK per 30 September 2025, DOID ternyata sudah mulai menanam bendera jadi pemilik tambang, walau porsinya masih kecil sekali. Ini bukan perubahan kosmetik, karena lokasinya malah lintas negara. Yang bikin menarik, transisinya datang lewat akuisisi, bukan lewat IUP baru di Indonesia. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Jejak kepemilikan batubara DOID paling jelas ada di Amerika Serikat, lewat BMI dan American Anthracite yang mengakuisisi entitas ACG Holdings, Inc. yang mengoperasikan tambang antrasit di Pennsylvania. Ada juga langkah besar di Australia, BMI meneken perjanjian mengikat untuk ambil 51% Dawson Complex dari Peabody, dengan nilai aset operasional sekitar US$ 455.000.000. Angka ini sendiri sudah memberi sinyal, DOID tidak lagi sekadar menambah portofolio kecil-kecilan, karena nilainya jauh lebih besar dibanding properti pertambangan yang sudah tercatat dari akuisisi entitas anak senilai US$ 58.432.136. Sementara di Indonesia, DOID memang punya entitas tambang batubara BBS dan PMP, tetapi IUP eksplorasi keduanya sudah dikembalikan penuh sejak 2018 dan sekarang dalam tahap likuidasi, jadi bukan sumber produksi.

Kalau investor mencari bukti yang tidak bisa dibantah, ada tiga bukti kepemilikan tambang DOID. Pertama, dasar legal akuisisi antrasit di AS berasal dari stock purchase agreement tanggal 3 Juni 2024. Kedua, munculnya akun properti pertambangan US$ 58.432.136 yang mengindikasikan aset tambang sudah mulai nempel di neraca. Ketiga, DOID juga punya eksposur mineral lewat kepemilikan 44,15% di Asiamet Resources, dengan nilai tercatat investasi entitas asosiasi US$ 10.893.237. Jadi bentuknya bukan cuma batubara, tapi paket diversifikasi komoditas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Selama LK Q3 2025, pendapatan segmen penambangan batubara sebagai pemilik tambang baru sekitar US$ 3.699.903, sementara jasa pertambangan masih US$ 1.130.375.441. Artinya, kontribusi penambangan batubara sebagai owner masih sekitar 0,33% dari jasa, atau gampangnya masih sekitar 300 kali lebih kecil. Ini menjelaskan karakter DOID hari ini, tulangnya tetap kontraktor, sedangkan tambang milik sendiri baru tahap menyiapkan kaki kedua. Namun arah besarnya sudah jelas, DOID menargetkan porsi pendapatan dari batubara termal turun hingga di bawah 50% pada 2028, jadi yang dibangun sekarang adalah jalan menuju komposisi pendapatan yang lebih beragam. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau dibandingkan dengan UNTR dan ADRO, perannya beda kelas dan beda cara main. UNTR itu paling lengkap, jual alat, jadi kontraktor besar lewat PAMA, punya tambang sendiri, lalu merambah mineral seperti emas dan nikel, jadi sumber uangnya banyak pintu. ADRO setelah melepas bisnis batubara termal ke AADI lebih mirip holding yang memusatkan perhatian ke mineral dan energi hijau, termasuk batubara metalurgi lewat ADMR. DOID unik karena kepemilikan batubaranya justru muncul dari antrasit di AS dan rencana aset di Australia, sementara di Indonesia lebih dikenal sebagai kontraktor. Relasi antar mereka juga saling mengunci, UNTR jadi pemasok alat dan komponen untuk DOID lewat BUMA, DOID menjadi kontraktor untuk Adaro Indonesia, dan di lapangan jasa kontraktor UNTR dan DOID tetap saling sikut.

• ✅ DOID sudah punya tambang batubara
• ⚠️ Tapi kontribusi ke pendapatan masih kecil sekali dibanding jasa

• 🗺️ Peta aset batubara DOID
• 🇺🇸 Pennsylvania, Amerika Serikat
• ⛏️ Tambang antrasit lewat BMI dan American Anthracite, akuisisi entitas ACG
• 🧾 Dasar transaksi stock purchase agreement 3 Juni 2024
• 🇦🇺 Australia
• 🧩 Rencana ambil 51% Dawson Complex
• 💰 Nilai aset operasional sekitar US$ 455.000.000
• 🇮🇩 Indonesia
• 🧯 BBS dan PMP sudah bukan mesin produksi
• 🗂️ IUP eksplorasi dikembalikan penuh sejak 2018, masuk likuidasi
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

• 🪨 Properti pertambangan dari akuisisi entitas anak US$ 58.432.136
• 🧲 Eksposur mineral
• 🧩 Asiamet Resources kepemilikan 44,15%
• 📌 Nilai tercatat investasi entitas asosiasi US$ 10.893.237

• 💵 Kontribusi pendapatan 9M 2025
• 🛠️ Jasa pertambangan US$ 1.130.375.441
• ⛏️ Penambangan batubara sebagai owner US$ 3.699.903
• 📉 Porsi owner sekitar 0,33% dari jasa, sekitar 300 kali lebih kecil
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

• 🔗 Relasi dengan UNTR dan ADRO
• 🧰 UNTR
• 🏗️ Pemasok alat dan komponen untuk DOID lewat BUMA
• ⚔️ Tetap kompetitor kontraktor lewat PAMA
• 🌿 ADRO
• 🧱 DOID kontraktor untuk Adaro Indonesia
• 🔄 ADRO bergerak jadi holding fokus mineral dan energi hijau

• 🧱 DOID hari ini masih dominan kontraktor
• 🚀 Kepemilikan tambang sedang dibangun lewat akuisisi lintas negara
• 🧮 Keberhasilan strategi akan terlihat saat porsi non-jasa mulai membesar menjelang target 2028

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/6

testestestestestes

@Dfriya pas banget 2 2 nya lapkeu busuk, banyak hutang si $HILL dan $DOID .

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@Uttar
Nah, ini hal yg tdk bisa dihindari. Kalau ada kontraktor raksasa yg bangun dari tidurnya $DEWA, pasti ngambil kue nya milik kontraktor lama, salah satunya ya $HILL & $DOID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DOID RIP, nemenin $HILL

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HILL hancurkan para penjudi, saham udah mau bangkrut dijudiin salut. next $DOID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@rynlangg
Iya, gak lama lagi bakal banyak kontraktor tambang yg bertumbangan kalau tdk punya tambang sendiri. Contohnya $DOID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DOID bakal jadi the next $HILL . anak usaha pada kena pkpu dan karyawan banyak yang dipecat+ ga digaji

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DOID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DOID nitip

@ardhatopan https://cutt.ly/ptnUmaEb

Tapi bwang...!! $MBAP $IATA $DOID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

@aanandriawan jadi bakalan rugi berapa M atau T nanti $DOID ?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

waktunya $PTRO $DEWA terbang tinggi, biarin si badut cuma jadi pajangan di list dengan lapkeu nya yang busuk $DOID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTRO atau $DEWA kalo mau jadi top global kontraktor selamatkanlah $DOID dari jeratan utang2nya wkwkwkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

wkkwkw holdernya $DOID seneng yang beginian doang, tapi kalau bahas soal lapkeu nya yang busuk pada diem.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

wah gede juga $DOID, bakrie-bakriean malah ga ada

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Sore hujan2 ngopi..☕☕
Segerrrrr...

Semoga Sehat untuk semuanya..
Aamiinn..

Analisa saya berlaku 1 hari saja , max 2 hari untuk daytrade/scalping..

Hari ini +- 7 saham "terAtas" yg akan saya analisa 🙏

Tulis sahammu di kolom komentar 👍
contoh : $ namasaham $BBTN

like post ini jika bermanfaat 👍

CL 2-4 tick dibawah support

per orang 1 saham saja ya 👍
semoga bermanfaat bagi teman2..
🙏👍

Random tag :
$DOID $AKRA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG $ADMR $DOID
adalah pilihan ane di Siklus komoditi kali ini, Mungkin tidak akan sebesar siklus lalu upsidenya, karena banyak dana masuk ke gold

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DOID

Halo Sobat Investor. Mari kita bedah PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) secara mendalam.

Sebagai mentor, saya melihat DOID saat ini berada di persimpangan jalan yang sangat krusial. Ada **transformasi fundamental besar-besaran** yang sedang dilakukan manajemen, namun di sisi lain, ada **badai jangka pendek** yang membuat pasar ragu.

Berikut adalah analisa komprehensif saya untuk pertimbangan portofolio Anda per Februari 2026:

### 1. Transformasi Bisnis: Dari "Kuli" Menjadi "Juragan"
Ini adalah poin *bullish* paling kuat untuk jangka panjang. DOID tidak lagi ingin sekadar menjadi kontraktor (jasa pertambangan), tapi bertransformasi menjadi pemilik tambang (*mine owner*) dan mendiversifikasi komoditasnya ke arah yang lebih "hijau" (baja rendah karbon & tembaga).

* **Akuisisi Dawson Complex (Australia):** DOID mengakuisisi 51% saham tambang batu bara metalurgi ini. Ini aset kelas dunia dengan umur tambang 20+ tahun. Ini mengubah status DOID menjadi produsen batu bara metalurgi global.
* **Masuk ke Amerika (ACG):** Akuisisi Atlantic Carbon Group (ACG) senilai US$ 122,4 juta menjadikan DOID produsen *Ultra-High-Grade Anthracite* di AS. Ini bukan batu bara biasa, tapi bahan baku penting untuk baja rendah karbon (EAF).
* **Eksposur Tembaga:** Lewat investasi di Asiamet Resources (ARS) dan 29Metals, DOID punya "kaki" di komoditas masa depan (tembaga). Kabar baiknya, Asiamet sedang menjual proyek KSK senilai US$ 105 juta, yang berpotensi memberikan suntikan dana segar (dividen) ke DOID.

### 2. Kinerja Keuangan: "Luka" Semester I vs Pemulihan
Investor panik melihat laporan Semester I-2025 di mana rugi bersih membengkak 179% menjadi US$ 74,2 juta.
* **Penyebab:** Cuaca ekstrem dan gangguan operasional di Q1 2025 menghancurkan volume produksi.
* **Sinyal Pemulihan:** Jangan hanya lihat *headline* rugi. Lihat tren Q2 dan Q3 2025 yang sudah *rebound*. EBITDA 9M 2025 sudah mencapai US$ 127 juta. Operasional sudah kembali normal dengan efisiensi biaya yang ketat.

### 3. Sentimen Makro & Regulasi: Tantangan Terberat 2026
Ini alasan utama kenapa harga sahamnya tertekan di awal 2026:
* **Pemangkasan Produksi Nasional:** Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memangkas target produksi batu bara 2026 menjadi 600 juta ton (dari 790 juta ton di 2025) untuk menjaga harga. Sebagai kontraktor, pendapatan BUMA (anak usaha DOID) sangat bergantung pada volume. Jika klien BUMA (seperti Bayan atau Adaro) dipaksa memangkas produksi, *revenue* DOID akan kena imbasnya.
* **Harga Batu Bara:** Masih stagnan dan cenderung melandai.

### 4. Manajemen Utang (Solvabilitas)
DOID sering dijuluki emiten dengan "utang jumbo". Namun, manajemen sangat agresif melakukan *refinancing*:
* Mereka baru saja melunasi *Senior Notes* 2026 senilai US$ 212,25 juta lebih awal. Ini langkah bagus untuk mengurangi beban bunga tinggi dan memperpanjang jatuh tempo utang.
* Penerbitan Obligasi Rupiah III senilai Rp 1,4 Triliun menunjukkan kepercayaan pasar domestik masih ada.

### 5. Analisa Teknikal (Posisi Februari 2026)
* **Harga:** Rp 292 (turun -5,19% intraday).
* **Tren:** *Strong Sell* / *Downtrend*. Harga bergerak di bawah MA50 dan MA200. Momentum masih sangat *bearish*.
* **Valuasi:** Secara PBV (Price to Book Value) di angka 0,7x - 0,8x, saham ini tergolong murah (*undervalued*), tapi murah ada alasannya (rugi bersih & risiko regulasi).

---

### Kesimpulan & Arahan Mentor:

**Status: Wait and See (Jangan Tangkap Pisau Jatuh)**

**Untuk Trader:**
Hindari dulu. Tren sedang sangat negatif (*strong bearish*). Belum ada tanda-tanda pembalikan arah (*reversal*). Biarkan harga mencari *bottom* barunya, kemungkinan bisa menguji area support di Rp 280-286. Masuk sekarang sama saja berjudi melawan arus.

**Untuk Investor Jangka Panjang (Value Investor):**
Ini adalah **perusahaan yang sedang "sakit" tapi sedang meminum obat yang benar**. Transformasi ke pemilik tambang (Australia & AS) adalah obat kuat yang efeknya baru akan terasa di akhir 2026 atau 2027.
* Jika Anda punya nyali besar (*high risk tolerance*): Mulai cicil beli *hanya jika* harga stabil di area *support* kuat dan laporan keuangan Q4 2025 atau Q1 2026 menunjukkan laba bersih kembali positif.
* Katalis positif yang harus ditunggu: Realisasi uang tunai dari penjualan aset Asiamet Resources dan penyelesaian akuisisi Dawson Complex.

**Ringkasan:** DOID sedang bertransformasi dari "kontraktor lokal" menjadi "pemilik tambang global". Jika mereka berhasil melewati badai regulasi pemangkasan produksi 2026 ini, valuasinya saat ini sangat murah. Tapi risiko jangka pendeknya masih sangat tinggi.

https://cutt.ly/Utbx3jie

RANDOM TAG $PTRO $UNTR

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DOID ntar sore semoga balik ke 300

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DOID dah ya fix 248 bulan ini, cari2in tuh yg pom2 saham beginian.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

sabilah ya
$CUAN $DOOH $DOID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTRO $DEWA gcg bagus, perusahaan sehat. $DOID udh diujung tanduk, gcg dipertanyakan. jadi tolong jangan dibanding2in.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$PTRO masih jauh lebih tinggi harganya di bandingkan $DOID yang notabene kompetitor di mining contractors

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DOID

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$DOID keystatnya minus gede makin kesini. apankarena f@ktor geopolitik lewat Afrika muter muter bawa batubaranya?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

ipcc hit malah $DOID mampus

2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy