


Volume
Avg volume
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk didirikan pada 15 Desember 2000. Bidang usaha Perseroan adalah sebagai perusahaan pengembang yang fokus pada hotel dan resor ramah lingkungan. Sepanjang sejarah berdirinya, Perseroan dikenal sebagai pengembang unggul dengan arsitektur terbaik yang sudah mendapatkan pengakuan internasional dengan beberapa portofolio properti terbaik yaitu Alila Ubud, Alila Villas Uluwatu, dan Alila Manggis, Alila SCBD, dan Dialoog Banyuwangi.
$BUVA
📅 Timestamp: 1 Februari 2026, 18:36 WIB | 💰 Last Price: Rp1.240
🚦 PHASE STATUS: DISTRIBUTION SETELAH MARKUP PANJANG (KOREKSI SEHAT, BELUM PANIC MARKDOWN)
BUVA baru turun cukup dalam dari pucuk ±2.300 ke area 1.200‑an setelah rally berbulan‑bulan yang relatif rapi. Candle daily menunjukkan deretan merah besar di atas volume tinggi, namun hari ini muncul doji/hijau kecil di sekitar lower band dengan volume spike (±445 juta vs rata‑rata 283 juta) yang mengindikasikan throw‑down + penyerapan pertama. Broker tape hari ini net Dist di agregat (Top 1/3/5 “Neutral”, average -1,3%) tapi Net Volume masih +674 ribu lot di average 1.300—artinya di bawah permukaan ada perpindahan barang dari penjual panik ke tangan yang berani serok, namun belum bisa disebut akumulasi bandar bersih.
Fundamental: BUVA operator hotel/resort high‑end Alila & Dialoog (hospitality, lifestyle, real estate). Q2 2025: pendapatan Rp166,1 miliar, laba bersih Rp81,1 miliar; Q3 2025: pendapatan Rp288,7 miliar, laba bersih Rp108,6 miliar, EBITDA Rp93,5 miliar. Laba 9M25 jelas melonjak dibanding 2024, tapi valuasinya sudah pricing in banyak optimisme: PER TTM sekitar 155–170x, PBV 11,5x, market cap Rp14,6T untuk pendapatan FY Rp355,3 miliar dan laba Rp8,46 miliar. Ini growth hospitality premium yang mahal, bukan value play.
⚡ STRATEGI EKSEKUSI (TACTICAL PLAN)
🛡️ PLAN A: KONSERVATIF (Best Entry)
Buy Area: Rp1.170 - Rp1.210
The Logic:
Di daily, 1.170 adalah support harga (garis hijau di sisi kanan chart) sekaligus area MA50 serta lantai konsolidasi sebelum BUVA lompat ke 1.800–2.300. Lower band Bollinger juga mulai mendekati area ini, menjadikannya zona pantulan natural jika tren besar masih uptrend.
Analisis komunitas dan beberapa riset teknikal menyebut 1.230 sebagai support kunci jangka pendek; jika 1.230 jebol, target koreksi berikutnya langsung 925. Dengan menunggu 1.170–1.210, kita masuk setelah panic leg utama mereda, bukan di tengah distribusi 1.300‑an.
Dari sisi fundamental, meski PER 155–170x tergolong mahal, balance sheet BUVA relatif kuat: equity Rp1,46T, total utang Rp584B (DER ±0,4x), EBITDA Q3 Rp93,5B dengan interest coverage >3x. Untuk jangka menengah, hotel premium di Bali/SCBD masih punya tailwind pariwisata; beli di dekat support utama memberi ruang upside teknikal tanpa mengandalkan ekspansi valuasi berlebihan.
⚔️ PLAN B: AGRESIF (Momentum/Breakout)
Buy Area (Trigger): Rp1.282 - Rp1.357
The Logic:
Timeframe 15m menunjukkan zona supply merah 1.280–1.360 (bekas breakdown area). Di atas sana ada gap kecil menuju 1.500; jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 1.282–1.357, berarti seller jangka pendek sudah habis dimakan.
Momentum buy valid bila:
Close 1H/harian ≥ 1.300 dengan volume ≥ 1,5x rata‑rata 5 hari (≥ 20–25 juta saham).
Bid tebal di 1.200–1.240, offer 1.280–1.360 terkikis tanpa muncul tembok baru di 1.400–1.500.
RSI 1H naik > 55 dari 41‑an sekarang, MACD 1H cross up dari bawah nol.
Setup ini cocok buat momentum trader yang ingin riding relief rally ke 1.500–1.700; kalau tembus 1.280 tanpa volume, itu hanya mark‑up untuk buang barang, bukan real breakout.
🎯 EXIT STRATEGY (Risk/Reward Ratio ≈ 1:2)
Asumsi entry konservatif di Rp1.190.
🟢 TP 1 (Scalp/Fast Trade): Rp1.350 (+13,4%)
Reason: Area supply intraday yang dihighlight merah di 15m dan berada di dalam box konsolidasi breakdown; juga dekat MA20 harian yang mulai menurun. Banyak pelaku yang nyangkut 1.300–1.400 akan profit‑taking di sini.
🟢 TP 2 (Swing/Jackpot): Rp1.700 - Rp1.850 (+42,9% - 55,5%)
Reason:
1.668–1.718 adalah cluster MA jangka menengah dan resistance sebelumnya; 1.850 berada di sekitar puncak minor sebelum run terakhir ke 2.300.
Secara valuasi, di area 1.800 PER makin melar ke sekitar 250x—sudah sangat spekulatif. Level ini wajar dijadikan zona distribusi agresif bagi swing trader; jangan berharap multi‑bagger baru kecuali ada katalis fundamental besar.
🔴 STOP LOSS (Hard Limit): Rp1.100 (-7,6% dari 1.190)
Note: 1.100 ada di bawah support dinamis 1.170 & batas bawah area demand 1.170–1.210; jebol sini berarti struktur higher‑low patah dan saham berpotensi turun ke gap lama sekitar 925–950. Tesis bahwa ini hanya koreksi dalam tren naik langsung invalid—wajib cut.
📰 NEWS & MACRO CONTEXT (THE CATALYST)
🌍 Sektor & Bisnis:
BUVA bermain di segmen hotel/resort premium dan lifestyle (Alila Uluwatu, Alila SCBD, Dialoog Banyuwangi) yang sangat sensitif terhadap siklus pariwisata dan daya beli kelas menengah‑atas.
Sektor hospitality pasca pandemi sedang rebound kuat, apalagi destinasi Bali/SCBD yang padat turis & bisnis; ini menjelaskan lonjakan pendapatan & laba BUVA sepanjang 2024–2025.
📢 Key Drivers (Pemicu Utama):
Kinerja 2025 Menggila:
Q2 2025: pendapatan Rp166,1B, laba bersih Rp81,1B.
Q3 2025: pendapatan Rp288,7B, gross profit Rp201,9B, operating profit Rp60,4B, laba bersih Rp108,6B, EBITDA Rp93,5B.
Analisa: Untuk ukuran perusahaan hotel, margin ini sangat gemuk dan menunjukkan pricing power tinggi. Inilah bahan bakar rally trend naik BUVA sepanjang 2025.
IMPACT: POSITIF.
Valuasi Super Premium:
Di harga 1.240, market cap Rp14,62T, pendapatan FY Rp355,26B, laba hanya Rp8,46B (EPS 5), PER 170x, PBV ±11,5x. Investing juga mencatat P/E 268x di periode sebelumnya.
Analisa: Ini jelas growth bubble: return saat ini belum justify harga setinggi ini, sehingga saham sangat sensitif terhadap berita buruk kecil (penurunan okupansi, pelemahan rupiah, dsb.). Beli BUVA = beli growth story, bukan beli diskon.
IMPACT: NEGATIF (valuation risk).
Struktur Keuangan Relatif Aman:
Q3 2025: equity Rp1,458,9B, short‑term debt Rp117,8B, long‑term debt Rp466,6B; interest expense Rp30,4B vs EBITDA Rp93,5B.
Analisa: DER moderat, interest coverage sehat; jadi meski valuasi mahal, risiko bangkrut rendah. Ini menjadikan BUVA cocok untuk swing medium, tapi bukan deep value.
IMPACT: POSITIF.
Sinyal Teknikal Global:
TradingView: harga sekarang 1.240, beta 0,14 (pergerakan cenderung idiosinkratik, bukan ikut IHSG).
Beberapa screener teknikal menempatkan BUVA di zona koreksi setelah overbought, dengan pivot Fibonacci tepat di 1.240 sebagai level kunci—breakdown jelas menambah peluang turun ke 1.170 atau lebih rendah.
IMPACT: NEGATIF jangka pendek (downtrend korektif).
⚖️ THE FINAL VERDICT
🚀 SIGNAL: SPECULATIVE BUY DI 1.170–1.210; SELL ON STRENGTH 1.350–1.850
🌡️ Risk Profile: High Risk (valuasi bubble, tren masih korektif, sektor siklikal pariwisata)
⭐ Confidence Score: 65%
📝 INTELLIGENCE SUMMARY
[+] Bullish Factor: Laba BUVA 2025 melonjak tajam (Q2 net profit 81,1B, Q3 108,6B) dengan margin tinggi dan neraca relatif sehat; sektor hotel premium masih menikmati efek pemulihan pariwisata.
[+] Bullish Factor: Secara teknikal, harga sudah mendekati support kuat 1.170–1.230 dengan volume spike yang bisa menandai capitulation lokal; dari area ini, rebound ke 1.350–1.700 cukup masuk akal untuk swing.
[-] Bearish Risk: Valuasi ekstrem (PER 155–170x, PBV 11,5x) membuat upside fundamental terbatas; sedikit saja kinerja melambat, saham bisa terkoreksi lebih dalam ke 900‑an untuk menurunkan multiple.
[-] Bearish Risk: Tape hari ini masih menunjukkan distribusi ritel (aggregate Dist, Top brokers net neutral), tren jangka pendek tetap turun; jika support 1.170 jebol, target berikutnya 925 yang berarti drawdown tambahan >20%.
🌅 OPENING INSTRUCTION (09:00 WIB):
"Untuk BUVA, jangan haka kalau pembukaan langsung di atas 1.260—itu masih area distribusi korektif. Biarkan dulu kalau pagi ada buangan ke 1.170–1.210; kalau di sana volume jual mengecil dan bid tetap tebal, baru cicil kecil‑kecil untuk swing, dengan rencana buang bertahap di 1.350–1.700. Begitu 1.100 tembus dengan volume besar, hentikan semua niat serok—anggap bubble BUVA sedang dikempiskan lebih dalam."
⚠️ Disclaimer: Ini hasil bedah data dan aliran dana institusional. Keputusan jual‑beli sepenuhnya tanggung jawab masing‑masing trader.
$HERO $ISEA
terimakasih untuk bulan januari😋 welcome february semoga lancar scalping" nya hehe😁 semua berkat mas @muhamdaryaa ilmu nya daging banget mas🙏🤩
$BUMI $BUVA $CUAN
1/5





waktuyya revolusi BEI, sudah habis masa masa saham konglo
wktunya iris tipis tipis, harap harap cemas holder $RAJA $BREN $BUVA
𝐁𝐔𝐕𝐀 : 𝐃𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐬𝐮𝐩𝐩𝐨𝐫𝐭𝐧𝐲𝐚? | 𝐄𝐥𝐥𝐢𝐨𝐭𝐭 𝐖𝐚𝐯𝐞 𝐀𝐧𝐚𝐥𝐲𝐬𝐢𝐬
Harga saham #BUVA terlihat mulai tertekan turun pada perdagangan minggu ini setelah bergerak dalam posisi tren naik di sepanjang tahun lalu
Di mana supportnya dan apakah ke depannya masih ada peluang untuk harga saham $BUVA bisa melanjutkan lagi tren naiknya yang sudah berjalan di sepanjang tahun lalu?
Pembahasan selengkapnya bisa dibaca di sini https://cutt.ly/CtvaPJcE

$ADMR #DYOR #IDXInsightPro
Market volatility NORMAL (2.04%)
Threshold standar digunakan
SPREAD TINGGI - HATI-HATI
Volume harian 196.578jt - sangat liquid
Spread estimasi 2.20% (>2%) - agak wide
Gunakan limit order untuk entry/exit
Trend masih naik
Struktur sehat
Volume rendah (0.79x avg) - minat pasar lemah
Big move on low volume - weak/suspicious
Momentum 10-hari positif
Zona tengah - netral
RSI 68.6 - Mulai jenuh
MACD di atas signal - momentum bullish
Histogram expanding (bullish)
Tidak ada pattern signifikan
Volatility tinggi (8.80%) - market aktif
IHSG naik +0.59% - tailwind positif
Sektor Energi lemah 0.00%
Correlation negatif (-0.02) - counter-trend
ALIGN: Weekly & Daily bullish - HIGH CONVICTION trade!
Timeframe Weighting: Weekly (60%) + Daily (40%) = Strong uptrend
Strong weekly momentum (+13.43%) confirms bullish alignment
Gap terakhir: GAP UP 3.78% pada 29 Jan 2026
Gap up tanpa volume - lemah, cenderung akan di-fill
Semua gap dalam periode lookback sudah di-fill - normal
Support: 1.890
Resistance: 2.100
Stop Loss: 1.852
$PGEO $BUVA

$BUVA
Support terdekat di 1230, kalau ga mampu menahan 1230 next uji support di level harha 925. kalau mampu bertahan di atas 1230 akan lanjut naik uji R 1885
Disc On

Selamat sore ketua
Berikut rekap Minggu ke 4 Januari
Banyak kejadian gak terduga dan gak bisa dihindari, karena 2 hari beruntun IHSG halt
Keluar idup - idup aja udah hebat, apalagi bisa sampai cuan ketua, sangat super sekali
✅️ PREOPENING 10/10 100%
Kenaikan terendah 1.43% (1 emiten)
Kenaikan tertinggi 28.57%
✅️ SCALPING 17/18 95%
Satu emiten gagal naik
Kenaikan terendah <2% (3 emiten), masalahnya di waktu
Kenaikan tertinggi 12,57%
✅️ SWING 5/5 100%
Namun karena kondisi IHSG halt berubah jadi Buy On Weakness sejak IHSG halt. Sebelumnya rata-rata kenaikan >5%
✅️ BSJP tanpa average down 8/12 67%
BSJP dengan average down 10/12 83%
Cara trading ini paling terdampak karena harus hold emiten dan jika ada perubahan seperti halt, bakal terkena efek open gap down dan tidak real time seperti gaya trading lain
TOTAL TANPA AVERAGE DOWN 40/45 89%
TOTAL DENGAN AVERAGE DOWN 42/45 93.3%
Random tag $MINA $BUVA $INET
1/4




untuk IHSG naik kelas dari Emerging Market menjadi Developed Market, POJK 4 th 2024 bagian ini bisa diubah menjadi 1% segera, supaya lebih transparan dan terukur untuk foreign merasa nyaman berinvestasi di IHSG tanpa rasa takut akan praktik perdagangan terkoordinasi (goreng saham), sebelum terlambat
$BUVA $TPIA $TKIM

$BUVA broker sumary tgl 29 ini menurut saya menarik banget. XL dimana biasanya broker yang di pake ritel, itu buy kurang lebih 2jt lot dan sel 1.2jt lot. Kalau jual okelah lah karena kemarin market panik tapi berapa banyak ini ritel yg punya mental kuat borong sampe segitu banyak di saat market crash.
$PWON #DYOR #IDXInsightPro
Market volatility NORMAL (2.04%)
Threshold standar digunakan
Volume harian 31.614jt - sangat liquid
Spread estimasi 0.69% - sangat tight
Close di bawah MA20
Struktur sehat
Penutupan netral
Candle bullish
Volume sangat rendah (0.35x avg) - minat pasar sangat lemah
Price in low-volume area - potential fast move zone
Support tidak terdeteksi dari pivot - gunakan MA sebagai acuan
RSI 54.7 - Zona sehat (bullish)
MACD bullish crossover - sinyal beli kuat
Histogram expanding (bullish)
Morning Star - strong bullish reversal!
Volatility tinggi & expanding (5.52%) - potensi breakout!
IHSG naik +0.59% - tailwind positif
Sektor Properti & Real Estat lemah 0.00%
Correlation moderate (0.34)
NOT ALIGNED: Weekly bullish (60%), Daily neutral (40%)
Weekly trend positive but daily consolidating - wait for daily confirmation
Gap terakhir: GAP DOWN 1.67% pada 29 Jan 2026
Gap down tanpa volume - lemah, bisa rebound
Semua gap dalam periode lookback sudah di-fill - normal
Support: 359
Resistance: 388
Stop Loss: 352
$ARTO $BUVA

$BUVA kasih aku alasan, kenapa orang” di BUVA pengen BUVA itu turun? ngga pengen naik? dari seminggu kemarin penebar fear banya bet gila wkwkw
Kesalahan Termahal Biasanya Datang dari Keputusan Terburu-buru
Dalam trading, keputusan terburu-buru hampir selalu lahir dari tekanan psikologis, bukan dari kualitas peluang. Harga bergerak cepat, candle memanjang, volume melonjak, dan pikiran langsung terdorong untuk bertindak. Di momen ini, otak tidak lagi fokus pada proses, tapi pada rasa takut ketinggalan atau keinginan segera mendapatkan hasil.
Keputusan yang diambil dalam kondisi tergesa sering mengorbankan hal paling penting: struktur. Entry dilakukan tanpa posisi ideal, stop loss dipasang asal, atau bahkan belum jelas di mana harus keluar jika skenario gagal. Semua terasa bisa dipikirkan nanti, padahal “nanti” inilah yang sering menjadi sumber kerusakan.
Yang membuatnya berbahaya, keputusan terburu-buru kerap terlihat benar di awal. Harga sempat bergerak sesuai arah, memberi rasa lega dan pembenaran. Tapi karena tidak dibangun di atas rencana yang matang, sedikit saja market berbalik, trader kehilangan pegangan. Mulai panik, mulai mengubah keputusan, dan akhirnya terjebak dalam rangkaian kesalahan lanjutan.
Banyak kerugian besar bukan berasal dari satu keputusan salah, tapi dari keputusan cepat yang memicu reaksi berantai. Entry impulsif diikuti exit emosional, lalu disusul upaya balas dendam untuk menutup kerugian. Semua terjadi karena tidak ada jeda untuk berpikir jernih.
Trader yang matang justru memperlambat diri di momen paling ramai. Mereka sadar market tidak ke mana-mana. Peluang yang dilewatkan hari ini bisa datang kembali, tapi modal dan ketenangan yang rusak tidak mudah dipulihkan.
Dalam trading, kesalahan paling mahal jarang datang dari kurangnya pengetahuan. Hampir selalu datang dari keputusan terburu-buru yang diambil saat emosi lebih cepat daripada rencana.
📌 Kalau insight kayak gini bermanfaat, FOLLOW aku biar nggak ketinggalan update teknikal harian.
📌 Cek juga profilku, ada edukasi lengkap & riset mingguan yang rutin aku update.
izin tag $BUMI $BUVA $BBCA
$BUVA Saham pak HH yang sudah mulai ditinggalkan ini udah downtrend parah. Bisa dicek di broksum dan juga chart candlenya. Terus bilang mau RI lagi.. kok RI lagi? Duit kemarin ke mana?
Ini udah minta duit investor minta lagi! Ngawurr
🌟IHSG🌟
=========
Pasar saat ini menunjukkan potensi untuk bergerak naik atau turun, tergantung pada bagaimana harga bereaksi terhadap area support dan resistance yang penting. Area Base merah di sekitar 7.779.55 berfungsi sebagai level support utama, di mana jika harga terjun ke sana dan menunjukkan tanda pembalikan, kita bisa melihat potensi kenaikan menuju Target hijau di sekitar 9.000. Namun, jika harga gagal bertahan dan menembus level support tersebut, penurunan lebih lanjut menuju Area Koreksi Sehat oranye di 7.200 bisa terjadi. Indikator teknikal menunjukkan tren bearish jangka pendek, tetapi jika harga mampu menembus level MA dan supertrend, ada kemungkinan terjadinya pembalikan arah. Kami perlu memantau volume dan indikator lainnya untuk memastikan arah pergerakan lebih lanjut.
DISCLAIMER.ON
$BUMI $BBCA $BUVA

Dengan pergantian sana sini, baik di OJK maupun di BI. Bagaimana kalian memandangnya? Positifkah atau negatif?
Polling sesuai hati nurani dan pandangan subjektif kalian.
Mari kita lihat pandangan para pelaku pasar di Stockbit Sekuritas.
$BUVA $BULL $BUMI
Saya termasuk yang percaya Indonesia sangat sangat kecil sekali kemungkinannya turun ke frontier market. Alasannya:
1. Reaksi pemerintah dan regulator yang serius berbenah menerima masukan dan menyesuaikan permintaan MSCI.
2. Kita termasuk G20 yang GDPnya tidak bisa dipandang sebelah mata, apalagi diproyeksikan akan jadi top 5 GDP, mereka tentu mau kue nya, apalagi kecil kemungkinan sebuah indeks tidak proportional benchmarking nya, ada big market tapi masuk bobotnya sedikit.
3. Adani Group di India (yang seperti Pak PP) pernah kena short Firma Riset Investasi Hidenburg Research dan bahkan di reportnya bukan cuman transaksi semu tapi juga dituduh ada kongkalikong dengan regulator bursa disana, itupun cuman diblacklist sementara dan tidak pernah diancam diturunkan ke frontier market, sekarang pun sudah lepas dari blacklist masih masuk di indeks MSCI.
4. Kalau kita turun jadi frontier market, bukan kita saja yang rugi, passive fund yang benchmark EIDO yang sdh terlanjur masuk pun harus terpaksa keluar di harga yang jauh dibawah nantinya karena outflow yang begitu besar sekaligus.
5. Saham-saham bluechip malah diserok big boys asing seperti AK BK KZ YU di saat rating negara kita diturunkan jadi neutral, harusnya mereka keluar tapi malah masuk.
Jadi bisa jadi lebih ke arah gertakan saja, ingin serok bawah dan ingin mengubah beberapa kebijakan di bursa kita yang mereka kurang cocok seperti suspend atau FCA yang membuat likuiditas tiba-tiba hilang dan freefloat minimal yang masih kecil 7,5%. Belajar dari salah satu alasan Vietnam masuk frontier juga karena ada batasan settlement yang lebih lama dan Foreign Ownership Limit atau FOL. MSCI masih sama tidak melihat rasio keuangan, hanya melihat liquidity (market cap, ATVR dan FFMC) dan accessibility (no foreign ownership restriction or limitation) .
$BBRI $BUVA $PTRO
Menu untuk tanggal 2 Februari 2026 sudah tersedia, silahkan akses di akun masing-masing ya. Tetap lakukan riset lanjutan ya. Salam profit konsisten.
Random tag:
$BRMS $DEWA $BUVA
@AfanFirmansyah Buyback oleh corporate adalah pembelian saham yg dilakukan emiten tsb menggunakan uang persh (contoh: dewa buyback saham menggunakan cash persh).
Kalo pembelian oleh orang dalam persh (contoh: direksi atau owner) , ini disebut insider buying, yaitu pembelian saham oleh insider menggunakan uang pribadi (contoh: pak PP beli CUAN pakai uang pribadi). Insider buying adalah vote of confidence, dimana jajaran manajemen atau owner merasa yakin dgn prospek persh dan yakin harga sahamnya akan naik sehingga berani taruh uang pribadi ke saham emiten mereka sendiri. Ini adalah sinyal bullish.
Dalam kasus tertentu, insider transaction mungkin dilarang selama periode corporate buyback. Namun kalo transaksinya searah (sama2 beli) harusnya tidak masalah, toh mereka jg harus disclose jumlah dan harga beli dan jual mereka.
Kalau memang bagus ya harusnya dari dulu sebelum corporate buyback mereka beli dari kantong pribadi. Atau setelah corporate buyback berakhir, berani gak mereka beli pake uang pribadi? Buktikan, coba.
$BUMI $DEWA $BUVA
