925

0.00

(0.00%)

Today

0

Volume

229.06 M

Avg volume

Company Background

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk didirikan pada 15 Desember 2000. Bidang usaha Perseroan adalah sebagai perusahaan pengembang yang fokus pada hotel dan resor ramah lingkungan. Sepanjang sejarah berdirinya, Perseroan dikenal sebagai pengembang unggul dengan arsitektur terbaik yang sudah mendapatkan pengakuan internasional dengan beberapa portofolio properti terbaik yaitu Alila Ubud, Alila Villas Uluwatu, dan Alila Manggis, Alila SCBD, dan Dialoog Banyuwangi.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA menuju right issue ke 2
kenapa harganya jatuh, siapa yang buat berita, dan siapa yang klarifikasi
yang tau tau aja👀🫡🤫😁🤪

Morning WiseTrader.

Bangun pagi. Langit masih gelap. Hujan turun deras. Badan bener2 males 🤣🤣

Tapi kaki tetap melangkah ke treadmill.
Pelan, tapi tetap jalan.
Karena konsistensi harus menang dari alasan.

Di market juga sama.
Kadang merah, kadang bikin nyali ciut.
Bukan soal selalu benar,
tapi tentang siapa yang tetap disiplin dan konsisten saat kondisi tak ideal.

Hujan akan reda.
Market akan berputar.
Yang bertahan dengan kebiasaan baik,
biasanya yang sampai tujuan.
Selamat pagi. Tetap jalan. 💪
Tetap Semangat. 💪

Semoga hari ini IHSG lebih baik.
Amin 😇😇😇

$BUMI $BUVA $TINS

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MINA $BUVA $IHSG
siap-siap arb lagi??

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

berkah selalu ya mas @muhamdaryaa ilmu scalpingnya daging banget🙏😁
$MINA $BUMI $BUVA

1/5

testestestestes
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA perlahan tapi pasti. Tiap tahun properti 🚀

Bahas yang lagi rame $BUVA, BUVA ikut terseret koreksi karena kasus PADI, tetapi penurunan BUVA seminggu terakhir ini masih ada yang tampungin, div akumulasinya nya juga bertambah, vpanya berkurang sedikit saja, hanya panik seketika aja, barang bandar aku rasa masih ada banyak di dlm. Support ada di 900.
Short term bisa kembali uptrend lagi.

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG retail malas baca, buzzer bandar bertebaran buat berita ga jelas, yg salah UW UOB itupun cuma kena denda terus digiring bahwa semua yg pernah IPO dan salah satu UW dr IPO nya UOB akan di delisting. Coba berita mana yg bilang itu? ditambah retail bodoh ya otomatis digiring ditakuti supaya CL, lu CL ya di serok. Kejadian spt $MINA $BUVA setelah klarifikasi adem udah malah yg serok asing. Kalian yg tukang fear mau nya apa? beli juga cuma 1 lot doang lu!!

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

FDI Purbaya

Oleh: Dahlan Iskan

Senin 09-02-2026

(Ilustrasi Menkeu Purbaya soal pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi Indonesia)

Konkret saja. Saya mencoba inventarisasikan apa saja yang jadi omon-omon negatif di dunia usaha. Yakni omon-omon yang lalu berkembang menjadi rumor. Negatif: seolah iklim bisnis kurang bersahabat.

Lalu muncul pertanyaan: dengan iklim bisnis seperti itu bagaimana bisa mengundang investasi. Apalagi modal asing. Padahal tanpa investor sulit mencapai pertumbuhan delapan persen. Pun enam persen.

Pertama, isu perampasan 2,5 juta hektare lahan sawit swasta. Seolah tidak ada kepastian hukum. Bagaimana pengusaha yang sudah dapat izin lengkap, sudah investasi puluhan miliar rupiah, tiba-tiba lahan kebunnya disita negara.

Rumornya besar sekali: 2,5 juta hektare sawit yang disita. Alangkah masifnya. Betapa dramatisnya. Lalu muncul rumor: akan diapakan kebun sawit seluas itu. Mampukah pemerintah mengelolanya dengan baik. Bukankah mutu kebunnya BUMN sendiri kalah oleh swasta. Tidakkah itu nanti membuat produktivitas sawit kita merosot.

Pokoknya: negatif sekali. Sampai ke soal siapa yang akan melakukan pemeliharaan kebun itu. Bagaimana pemupukannya. Apakah pupuknya tidak dikorupsi sehingga jatah untuk pohon sawitnya berkurang.

Padahal, ternyata, jumlah riil kebun sawit yang disita tidak 2,5 juta hektare. Info yang saya dapat ''hanya'' sekitar 300.000 hektare. Selebihnya adalah tanah kosong yang telantar. Tiwas rumor negatifnya luar biasa.

Kedua, pabrik-pabrik penggilingan padi swasta dirazia polisi. Sampai ke desa-desa. Tuduhan pada mereka banyak sekali. Mulai memainkan harga gabah sampai melakukan oplos beras.

Dengan tindakan keras itu harga beras/gabah dipaksa rendah. Tujuannya: untuk mengendalikan inflasi. Konsumen beras tentu puas. Tidak perlu memikirkan kenaikan pendapatan petani.

Rumor negatifnya: mekanisme ekonomi pasar dilawan dengan razia oleh polisi. Pebisnis beras serentak tiarap. Iklim bisnis gabah begitu buruknya di mata mereka.

Dunia bisnis tentu mengeluhkan mengapa cara-cara bisnis bisa dianggap perbuatan kriminal. Narasi ''beras oplosan'' dibuat begitu negatifnya. Padahal itu praktik yang normal di dunia bisnis –untuk membuat mutu dan harga tertentu.

Ketiga, penertiban tambang batubara. Sebenarnya program ini sangat mulia. Toh hanya tambang ilegal yang ditertibkan. Tapi rumor yang berkembang menjadi seolah bisnis tambang lagi dimusuhi.

Keempat, molornya persetujuan atas rencana tahunan tambang apa saja. Sampai awal Januari rencana kerja tambang swasta tahun 2026 belum ada yang disetujui. Padahal seharusnya November sudah harus jelas.

Kegiatan tambang pun sempat terhenti. Para pengusaha di bidang pertambangan tidak berani bekerja kalau rencana tahunan itu belum disetujui.

Soal ini berkembang menjadi rumor yang sangat negatif. Terutama di kalangan pelaku bisnis nikel dan batubara. Kasak-kusuk berkembang: mengapa terjadi keterlambatan begitu parah. Kurang sogokan? Takut kriminalisasi? Bagaimana bisnis bisa jalan kalau birokrasinya begitu menghambat?

Ada juga rumor begini: itu karena yang mengeluarkan izin berada dalam ketakutan yang akut. Takut salah. Takut ditangkap APH. Itulah yang sudah dialami oleh Dirjen Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) Ridwan Djamaluddin. Kini ia sedang diadili atau sudah masuk penjara.

Akhirnya beres. Sebagian. Sudah ada rencana penambangan yang disetujui –meski sangat telat waktunya. Sebagian lagi tetap belum ada persetujuan.

Yang sudah disetujui itu pun angkanya tidak sama dengan yang diminta. Biasanya angka persetujuan yang baru sama dengan tahu sebelumnya. Bahkan meningkat.

Tapi kali ini banyak yang hanya disetujui sebagiannya. Berarti produksi harus diturunkan.

Sebenarnya ''tidak disetujui'' atau ''disetujui sebagian'' itu ada maksud baiknya. Sangat baik. Tapi karena prosesnya lambat akhirnya jadi rumor negatif.

Maksud baiknya adalah: jangan sampai batubara dikuras dengan kekuatan penuh seperti selama ini. Apalagi itu terbukti hanya menguntungkan segelintir oligarki.

Maka kebijakan pemerintah yang baru ini justru sangat mulia: agar sumber daya alam kita tidak dikuras semau-mau pengusaha.

Dua tahun terakhir Disway mencatat drama pengurasan sumber alam ini. Seorang pengusaha tambang batubara tiba-tiba bisa untung Rp 2 triliun sebulan. Lalu mendadak jadi orang terkaya di Indonesia. Ingat: Rp 2 triliun laba sebulan. Sebulan.

Maka penataan ulang ini harus didukung. Pemerintah bisa menyeimbangkan pasar. Jangan sampai pasokan jauh lebih besar dari permintaan. Harga bisa nyungsep. Penerimaan pajak negara bisa babak belur.

Tentu, yang penting, kebutuhan batubara dalam negeri harus tercukupi. Jangan sampai produksi direm tapi kebutuhan dalam negeri dikalahkan.

Sayang, kebijakan yang begitu baik hancur oleh lambatnya pelayanan dan buruknya komunikasi. Tujuan mulianya tidak tersampaikan ke publik. Justru iklim bisnis yang menjadi sangat negatif.

Masih banyak kasus negatif lainnya: Anda bisa menambahkan sendiri. Banyak yang seperti itu. Intinya: hukum bisnis seperti kalah dari hukum kekuasaan.

Salah satunya dicerminkan dalam kian banyaknya jabatan direktur, komisaris dan pimpinan lembaga yang diserahkan ke tokoh militer. Tentu itu tidak melanggar hukum, tapi mengganggu persepsi.

Faktanya, mungkin, sebenarnya mereka pun mampu dan bisa. Tidak kalah dari yang non militer. Tapi di zaman medsos ini fakta kalah dengan persepsi.

Persepsi pada umumnya: negatif.

Lalu meledaklah krisis saham di akhir Januari 2026. Kekuatan asing ternyata begitu perkasanya: mampu mengguncang pasar modal dalam sekejap.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditanya dalam satu forum bahasa Inggris: soal FDI –foreign direct investment. Apakah dalam persepsi seperti itu bisa diharap modal asing akan mau masuk ke Indonesia.

Saya sangat setuju dengan jawaban Purbaya: "kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6,7,8 persen, modal asing akan datang sendiri ke Indonesia". Modal asing akan selalu mencari lokasi di mana pun yang bisa mendapat keuntungan.

"Saya tidak mau ngemis-ngemis ke mereka di saat ekonomi kita not good," katanya.

Itu benar sekali. Buktinya, modal asing tetap membanjir ke Tiongkok. Termasuk modal dari negara kampiun demokrasi. Padahal, Tiongkok, yang mereka sebut sebagai otoriter, harusnya mereka benci. Tetapi karena ekonomi Tiongkok baik mereka pun mengabaikan kebencian itu.

Maka Purbaya bertekad menumbuhkan ekonomi dengan kekuatan sendiri dulu. Sampai tumbuh enam persen. Ia optimistis bisa. Asal swasta digerakkan.

Di zaman Jokowi, katanya, swasta tidak bisa bergerak. Akibatnya ekonomi berhenti tumbuh di lima persen. Padahal proyek dibangun di mana-mana. Besar-besaran.

Di zaman SBY, katanya, pemerintah tidak berbuat apa-apa. Ekonomi bisa tumbuh enam persen. Itu karena swasta bergerak.

Tesis Purbaya itu tentu banyak tantangan: bagaimana swasta bisa bergerak kalau persepsi dunia bisnis begitu negatif.

Sesuatu yang baik ternyata bisa jadi negatif oleh pelaksanaan yang kurang tepat. Termasuk soal waktu.

Purbaya terlambat datang di kabinet Prabowo. Seharusnya ekonomi tumbuh enam-tujuh persen dulu. Baru penertiban sawit, batubara, gabah dan lainnya dilakukan: alangkah tepat dan baik hasilnya.

Semua sudah terjadi. Maka kita tunggu tumbuh enam persen itu. Lalu kita tunggu FDI datang.

Lebih dari itu: kita tunggu apa yang akan terjadi.(Dahlan Iskan)

Sumber: https://cutt.ly/ptb04Cq4

Random tags: $BUMI $MINA $BUVA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Prospek untuk $BUVA kedepannya memang bagus sih stelah mencoba research dan ngumpulin informasi dri bbrapa mentor saham✌🏻

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$IHSG mau yang nggak overprice? Cenderung undervalued?

Energi (Minyak dan Gas)

1. ENRG : (PBV 0.45-0.71x | PER 4.77-13.5x)

Kelemahan :

- Historis kinerja kurang konsisten (pendapatan & laba fluktuatif, pernah rugi berturut-turut di 5 tahun terakhir, akumulasi defisit besar ~US$400 juta).

- Sangat bergantung harga minyak/gas (fluktuasi Brent ~US$56-58/barel di 2026 bisa tekan margin).

- Risiko transisi energi jangka panjang (minyak bumi kurang diminati investor ESG).
Grup Bakrie → sentimen negatif dari isu korporasi lama.

- Alasan undervalued: Pasar ragu growth sustain (meski ada discovery baru & capex ekspansi), jadi PBV ~0.5-0.7x & PER ~5-13x terasa "murah tapi risky". Cocok value investor sabar, tapi bukan momentum play.

2. MEDC : (PBV/PER : PBV 0.84-1.53x | PER 10.7-23x)

Kelemahan :

- Laba anjlok tajam belakangan (turun 68-81% di 2025 karena harga minyak rendah, rugi dari associate seperti AMMN, bisnis migas lesu).

- Volatilitas tinggi (produksi naik tapi earnings volatile karena eksposur internasional & komoditas).

- Risiko akuisisi (misal Fortuna) kalau nggak langsung boost profit.

- Alasan undervalued: PBV ~0.8-1.5x terlihat murah, tapi pasar diskon karena track record laba turun & risiko eksternal (geopolitik, harga komoditas). Target produksi agresif 2026 bagus, tapi belum priced in penuh.

Property/ Perhotelan

1. PWON : ( PBV/PER/RNAV : PBV ~0.8-1.0x | PER ~8-10x | RNAV : -30-40%)

Kelemahan :

- Marketing sales turun di segmen residensial (lesu daya beli menengah-bawah, oversupply apartemen).

- Volatilitas tinggi (saham sering naik tajam gara-gara rumor/spekulasi seperti "next PANI" atau komentar influencer, lalu koreksi).

- Recurring income dari mall bagus, tapi sensitif ekonomi (okupansi tinggi tapi daya tawar sewa terbatas).

- Alasan undervalued: PBV ~0.8-1.0x & PER ~8-10x karena recurring stabil, tapi pasar ragu growth karena sektor properti lambat & sentimen politik/rumor bikin volatile.

2. BSDE (PBV/PER/RNAV: PBV ~0.5-0.7x | PER ~5-7x | RNAV discount >50% )

Kelemahan :

- Laba anjlok drastis (turun 49-50% di 2025 karena real estat lesu, beban akuisisi & proyek tol).

- Bergantung penjualan lahan/klaster (kalau ekonomi lambat, marketing sales stagnan).

- Risiko suku bunga & biaya konstruksi naik.
Alasan undervalued: PBV ~0.5-0.7x (diskon RNAV >50% dari land bank besar), hidden value tinggi, tapi pasar diskon karena earnings jangka pendek lemah & sektor properti tak bergairah.

Selalu ada alasan kenapa pasar tidak memberikan harga mahal pada suatu produk. Sama2 jam tangan, mesinnya sama, materialnya sama, tapi kenapa Rolex/ RM lebih mahal? Overvalued gitu? Overprice? Yang sok fundamentalis jangan2 juga pakai Rolex/RM? Rolex/RM jam tangan gorengan gitu? 😅

Tapi bang…beda bang…sama2 tas kulit kenapa Hermes terus harganya bisa ratusan juta? Rebusan dia?

Hidup itu pilihan, setiap pilihan ada konsekuensinya $BUVA $RAJA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA gaes, ada yg pernah ngalamin hold bertahun tahun di saham gorengan gak dan akhirnya ke jemput langsung di lepas

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA harusnya kurang dari 6 sih tapi yang ada pilihannya aja karena kalau 3 bulan belum sampai

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

BISMILLAH
REQUEST ANALISA SAHAM $PWON
Dilihat dari teknikal analisisnya emiten ini kurakurang menarik untuk scalping yaa, kenapa?
1. MACD menunjukkan deathcross
2. RSI di area netral
3. dilihat dari garis MA supportnya di 348
4. untuk resistnya terdekatnya diarea 370


kesimpulan:
- kurang menarik untuk scalping
- area support tedekat 348
- area resist terdekat 370

DYOR

sekian dan terima gajiii

random tag $BUVA $CUAN

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$COIN $BUVA $RATU
kalian gimana ges kabarnya😂😂😂😂

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

9 Februari 2026

WIIM
Buy Area: 1.865 - 1.960
Tp: 2.100/ cuankus


Catatan : harus di ingat ya, IHSG belum pulih.. kalau ragu jangan masuk.. pantau saja , ingat pantau

random :

$BUMI
$MINA
$BUVA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA

$MINA

oke ini dia rangkuman singkat tentang awal mula downtrend dari mina.

mungkin ini penting,

kita mulai dari tanggal 13 januari 2027, laporan hasil right issue yang sudah dikumpulkan oleh mina diginakan untuk apa saja,
disana dijelaskan hasil dari dana right issue tersebut

35% for operasional induknya(mina)
35%,30% for dana operasional kedua anak perusahaannya

1 minggu setelah itu 19 januari 2027 keluarlah RUPS perubahan alokasi dana right issue yang dari angka diatas menjadi

67% untuk penambahan modal pembelian tanah dan properti dan pengembangan lahan.
30% untuk modal kerja induk
<3% untuk kedua anak perusahaannya.

apa yang terjadi setelah itu ? naik ? nope, mulai tgl 20, mina mulai mengalami downtrend,
apakah itu berita buruk ? nope, kenapa bisa turun ?
kalian coba liat chart ihsg dibawah saat itu ihsg ATH dan mulai turun sedikit demi sedikit, 3 hari sideways. which is mina terdampat karena asing sudah membaca duluan tentang kabar buruk dari MSCI.
mulai tanggal 27 januari 26, terjadi seperi ini yang kita semua ketahui tidk ad emiten yg lolos dari penurunan, walau pun beberapa ada yang langsung rebound.

tpi disini aku ingin jelaskan bahwa, penurunan yang terjadi di mina itu wajar saat kondisi itu, walaupun kita tau kalau mina termasuk emiten konglo yng ktnya digoreng, tpi klian perlu ingat diparagraf atas

aku sudah bilang hasil dana RI ±109 miliar dari total 164 Miliar itu sedang digunakan untuk ekspansi bisnis, aset mina akan bertambah >7% beberapa tahun kedepan mungkin lebih, ditambah dengan perubahan komite audit yang baru2 di umumkan tentang keberhasilan mereka disana (buva) mungkin berdampak baik juga di mina, semoga

kemudian setelah miss informasi terkait ESO, berdampak 1 hari arb dan kemarin sempat naik tpi turun lagi tpi its okey karena ihsg juga turun bisa diliat sendiri, tpi it's okey

jadi, mungkin kalian bisa menyimpulkan sendiri knp mina bisa turun apakah issue gorengan, back to fundamental dll, tpi seharusnya mina bakal bisa rebound sedikit mungkin tidak stinggi bulan kemarin, stidaknya ad harapan bagi semuanya yg terdampak, so sekian terimagaji

$BUVA
$TRUE

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA udah siap diiris lagi kah?
eh dipotong sih, sekali motong langsung gede, bukan diiris tipis-tipis wkwkwk

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA $IRSX $PEGE

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$COIN $BUVA

posisi di area demand, probability buat rebound gede.
*just insight

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Catatan malam ini :

Dalam seminggu terakhir, IHSG mengalami tekanan yang sangat ekstrem.
Turun sekitar 18% hanya dalam hitungan hari, disertai trading halt sampai 2 kali.

Secara kecepatan dan intensitas, ini bahkan terasa lebih brutal dari fase awal COVID, dan wajar kalau banyak investor merasa bingung, lelah, bahkan kehilangan pegangan.
Yang membuat situasi ini terasa “tidak masuk akal” adalah satu hal:
ekonomi Indonesia secara makro justru sedang membaik.

Inflasi relatif terkendali, pertumbuhan ekonomi masih positif, konsumsi berjalan, dan tidak ada tanda krisis sistemik seperti saat pandemi.
Namun pasar saham justru runtuh lebih cepat dari ekspektasi siapa pun.


Di titik ini, penting untuk memisahkan emosi pasar jangka pendek dengan mekanisme institusional jangka menengah–panjang.

Dalam waktu berdekatan, pasar dibanjiri sentimen negatif:

evaluasi dan perhatian dari MSCI
pandangan Goldman Sachs
perubahan outlook Moody’s
isu tata kelola, saham gorengan, hingga pembekuan izin underwriter
Semua datang tanpa jeda, menciptakan tekanan psikologis yang sangat besar.
Akibatnya, yang terjadi bukan koreksi sehat, tapi panic flush + forced selling.

Namun jika dilihat lebih dalam,
banyak headline tersebut belum berada pada tahap keputusan final.
MSCI, misalnya, bukan lembaga yang bereaksi instan.
Prosesnya berbasis data, observasi berbulan-bulan, dan keputusan biasanya baru terlihat minimal 1 bulan setelah evaluasi, bahkan sering kali baru jelas di bulan Maret.

Selama masih ada perbaikan kebijakan (free float, transparansi data, respons regulator), peluang keputusan ekstrem masih terbuka untuk berubah.

Hal yang sama berlaku untuk Moody’s.
Yang terjadi saat ini adalah penurunan outlook, bukan penurunan rating.
Secara standar global, outlook negatif adalah fase observasi — biasanya 6 bulan — sebelum ada tindakan lanjutan, dan itu pun sangat bergantung pada respons pemerintah dan stabilitas fiskal.

Artinya, secara struktur dan institusi: ➡ Belum ada “vonis akhir” terhadap Indonesia.
Namun di sisi lain, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa pasar bisa bereaksi jauh lebih cepat dan lebih kejam daripada lembaga pemeringkat.


Algoritma, margin call, forced sell, dan kepanikan retail membuat harga bisa jatuh lebih dulu, jauh sebelum keputusan resmi apa pun keluar.

Di sinilah dua sudut pandang ini bertemu.
Secara makro dan institusional, tekanan ini masih dalam fase evaluasi.
Secara psikologis dan teknikal, pasar sedang berada di fase kapitulasi.
Trading halt yang terjadi bukan sekadar alarm bahaya,


tapi sinyal bahwa pasar sedang mengalami reset emosi besar-besaran.
Sejarah pasar menunjukkan:
kejatuhan yang cepat dan ekstrem sering kali terjadi saat pembersihan struktural
bukan saat ekonomi runtuh, melainkan saat pasar dipaksa menjadi lebih sehat
Karena itu, fase ini memang menyakitkan.

Bukan karena Indonesia hancur, tapi karena pasar sedang dipaksa jujur.
Yang terpenting sekarang bukan soal berani atau tidak berani masuk,
melainkan tetap rasional, memahami konteks waktu, dan menjaga mental.


Market tidak selalu jatuh karena ekonomi buruk,
dan tidak selalu naik karena berita baik.
Kadang market hanya butuh satu hal untuk berhenti jatuh:
kehabisan penjual.

Semoga kita semua bisa melewati fase ini dengan kepala dingin,
karena dalam banyak siklus,
fase paling menyakitkan sering kali menjadi fase paling dekat dengan perubahan arah.

Dan semoga market ihsg pulih dengan cepat dan porto kita menghijau kembali

$BUMI $MINA $BUVA

Read more...
imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Buat ritel, hati2 dgn news2 yg keluar.

Yang pegang barang paling banyak itu IF.
Namanya dia beli, ada saatnya dia akan jual.

Dan dia perlu Likuiditas,
yaps, Ritel Fomo yang beli dipucuk sebagai likuiditas dia mau keluar.

Waspada Selalu, Mari Sudahi Orang Yang Berbuat.
Ritel Jadi Korban.

$RMKO $INET $BUVA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUVA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MINA

area serok kembali ambil barang banyak

$BUVA $TAXI


jangan lupa mampir ke profil

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$BUMI aslinya mau predict 100 tapi gak tega...

$DEWA $BUVA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

otw 50 dulu ga sih $BUVA

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saham pak HH rata2 udah turun -+50% $RAJA, jgn dikira gak bisa turun 50% lagi $RATU.

Periode ini lagi sensitif dengan sentimen overvalue vs undervalue.

$BUVA

Jadi apakah saham pak HH bisa balik ke ATH nya?

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ngomong - ngomong saham di bawah cepe, saya mulai tertarik lihat gorengan saatu ini $AEGS . Renyah sekali ini. Dalam seminggu kayaknya bisa ke sini dulu.

Alasannya kenapa? sesimpel sudah momentumnya saja. DYOR.

Jawabannya ada di bio

Random tag $BUVA $ANTM

imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

‎Cuan dari main saham❌
‎Cuan dari nipu pemain saham✅

‎10 Hari 300 orang join kali 800k🤤

Hati-hati Penipuan mengatasnamakan Influencer Michael Yeoh, Grub ini Palsu sudah di konfirmasi sendiri oleh Michael Yeoh ( https://cutt.ly/XtbBOmSa )

‎Ternyata Ribuan orang terkecoh harus bayar jutaan buat join ke groubnya, Investor harap lebih waspada dan hati-hati


$BUVA $GTSI $BUMI

1/4

testestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy