


Volume
Avg volume
PT Bumi Resources Minerals Tbk. ('BRM')adalah perusahaan pertambangan multi mineral yang beroperasi di Indonesia. BRM didirikan di Indonesia dan mengoperasikan beragam portofolio mineral termasuk tembaga, emas, seng, dan timah. Mengingat permintaan komoditas yang kuat, BRM memberikan kesempatan unik untuk menjadi bagian dari perusahaan mineral yang beragam. Manajemen kami memiliki pengalaman bisnis yang baik dalam pengembangan sumber daya dan kegiatan operasi. BRM berusaha untuk memberikan hasil positif dan menambah nilai bagi para pemangku kepentingannya dengan memonetisasi cadangannya menjadi produksi komersial.
@ablehsurebleh belinya kemahalan, kan sampah kenapa dibeli, kalau jual berlian wajar hehe
$BUMI $BRMS $BUVA
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan koreksi 1,36% atau -124,37 poin ke level 9.010,33, Rabu (21/1/2026).
Sebanyak 569 saham turun, 198 tidak bergerak, dan hanya 191 yang di zona hijau. Nilai transaksi hari ini terbilang tinggi, yakni Rp 33,9 tril...
@NathanAlexy haha sampahnya dipungut aja jgn dibeli. kalau mau beli sampah ada banyak nih hihi $BUMI $BRMS $ANTM
$BRMS
Sedikit info emas ath ni emiten bakal susah naik
tapi kalau emas turun ini emiten paling kenceng turunnnya🤣🤣
@ashcoft "beli sampai jual berlian" ada yang aneh nih, harusnya "pungut sampah jual berlian" hehe 😁 $BUMI $BRMS $INET
@Asti95 kalau beli harga pucuk berarti analisanya udah yakin kalau bakal naik lagi ya kan 😁 $ASII $BRMS $BUMI
Tes Ilmu $ARCI
Kemungkinan koreksi dulu, setelah itu baru ke target nya
kalau ad yang beda pendapat boleh komen yaa DYOR
Tag $HRTA $BRMS

Jangan Jadi Full Time Investor Jika Anda...
Banyak orang bermimpi menjadi full time investor. Tidak perlu berangkat pagi, tidak punya atasan, dan hidup dari hasil investasi terdengar sangat ideal. Namun, gambaran ini sering kali menutupi realita yang jauh lebih menantang. Menjadi full time investor bukan sekadar soal kemampuan memilih saham, tetapi soal kesiapan finansial, mental, dan gaya hidup dalam jangka panjang.
Hal pertama yang sering diremehkan adalah kebutuhan modal yang besar. Ketika investasi menjadi satu-satunya sumber penghasilan, modal tidak lagi berfungsi hanya untuk bertumbuh, tetapi juga untuk menopang biaya hidup. Jika modal terlalu kecil, tekanan untuk “memaksa” return akan sangat besar. Kita mungkin mulai tergoda mengambil risiko berlebihan hanya demi memenuhi kebutuhan bulanan, dan di titik ini kualitas keputusan biasanya menurun drastis.
Masalah berikutnya adalah disiplin. Saat masih memiliki penghasilan aktif, kesalahan investasi bisa ditutupi oleh arus kas dari pekerjaan atau usaha. Sebagai full time investor, ruang toleransi itu hampir tidak ada. Satu kesalahan besar bisa berdampak langsung pada kualitas hidup. Disiplin dalam manajemen risiko, alokasi aset, dan pengendalian emosi menjadi syarat mutlak, bukan lagi pilihan.
Kesiapan mental juga sering diabaikan. Pasar saham tidak selalu ramah. Ada periode bertahun-tahun di mana pasar bergerak datar atau bahkan turun. Dalam kondisi seperti ini, full time investor harus tetap tenang meskipun nilai portofolio tidak berkembang atau bahkan menyusut. Tanpa ketahanan mental yang kuat, tekanan psikologis bisa sangat berat, terutama ketika tidak ada penghasilan lain sebagai penopang.
Ada beberapa kondisi di mana menjadi full time investor sebaiknya ditunda:
1. Jika modal belum cukup untuk menghasilkan arus kas yang aman.
2. Jika kebutuhan hidup masih sangat bergantung pada hasil investasi.
3. Jika belum terbiasa menghadapi volatilitas tanpa reaksi emosional.
4. Jika belum memiliki rekam jejak disiplin investasi yang panjang.
Realita lain yang jarang dibicarakan adalah soal waktu. Menjadi full time investor bukan berarti bekerja lebih sedikit. Justru sering kali sebaliknya. Kita harus terus belajar, memantau bisnis, membaca laporan keuangan, dan mengikuti dinamika ekonomi. Bedanya, hasil kerja ini tidak selalu terlihat dalam jangka pendek, sehingga mudah menimbulkan rasa ragu dan tidak produktif.
Banyak investor sukses memulai perjalanan mereka bukan sebagai full time investor. Mereka membangun modal dari pekerjaan atau bisnis, berinvestasi secara konsisten, dan baru mempertimbangkan transisi setelah fondasinya benar-benar kuat. Pendekatan ini memberi ruang belajar tanpa tekanan berlebihan dan memungkinkan kesalahan terjadi dengan dampak yang lebih terkendali.
Menjadi full time investor bukan tujuan, melainkan konsekuensi dari kesiapan yang matang. Hal itu cocok bagi sebagian kecil orang dengan kondisi tertentu, bukan untuk semua orang di semua fase kehidupan. Jika Anda sedang mempertimbangkannya, sudahkah modal, disiplin, dan ketahanan mental Anda benar-benar siap? Atau justru saat ini fokus terbaik masih pada membangun fondasi agar pilihan itu menjadi lebih realistis di masa depan?
@Blinvestor
Random tags: $BUMI $DEWA $BRMS
$BRMS
Tadi nge trade di BRMS
1355
Jual di 1365
Karen feeling buruk, setelah aku Jual, pada runtuh semua. wkwkw
Mantap mantappp

$BRMS buka paling tinggi kenaikannya, tp ditutup paling parah diantara saham2 gold.. Luar biasa ya.. Selalu spt ini, klo semua naik, brms naik kecil. Klo semua turun, brms yg paling parah.. 😜 Gimana mau nyusul ARCI dan HRTA ke 2000..